BAB IV ANALISA KEPENTINGAN INDIA DALAM KERJASAMA PERTAHANAN DENGAN TIONGKOK PADA TAHUN 2013 TERKAIT
PERSOALAN DI PERBATASAN
D. Kepentingan untuk Mengatasi Persoalan Perompak/ Piracy
Kerjasama pertahanan di perbatasan ini memunculkan kepentingan lain. Penulis melihat adanya kepentingan India dalam mengatasai perompak yang mengganggu aktivitas perairan Samudera Hindia. Kepentingan ini muncul karena di perairan Samudera Hindia terjadi berbagai serangan yang berasal dari kelompok perompak.
India melakukan berabgai upaya guna mnegatasi persoalan perompak ini. Sala satunya adalah melakukan kerjasama dengan Tiongkok. Implementasi kerjasama mengatasi perompakan ini dilakukan dalam bentuk latihan militer
counter-terrorism-on-Pakistan-border-in-November/articleshow/37650954.cms pada 8 Oktober 2014 pukul 20.00.
171
Fourth India-China military exercise in Nov diunduh dari
http://indianexpress.com/article/india/india-others/fourth-india-china-military-exercise-in-nov/ pada 8 Oktober 2014 pukul 20.00
bersama dan pengamanan.172Sama seperti upaya yang dilakukan dalam mengatasi persoalan di perbatasan, India dan Tiongkok melakukan strategi yang sama.
Kepentingan ini berkaitan dengan keamanan di perairan Samudera Hindia. Bary Buzan mengatakan bahwa keamanan berkaitan dengan masalah kelangsungan hidup. Untuk itu diperlukan tindakan untuk memprioritaskan isu tersebut agar ditangani sesegera mungkin dan menggunakan sarana-sarana yang ada dalam menangani masalah tersebut. Keamanan tersebut dibagi ke dalam lima jenis, yaitu politik, milliter, ekonomi, sosial, dan lingkungan.173 Dengan begitu, India melakukan kerjasama dengan Tiongkok guna mengatasi persoalan ini.
Dalam kerjasama pertahanan dengan Tiongkok pada tahun 2013 terkait persoalan diperbatasan. India memiliki kepentingan lain selain keamanan di perbatasan. Dalam perjanjian kerjasama tersebut dicantumkan adanya latihan militer bersama guna mengatasi persoalan yang timbul yang dapat mengancam kedua negara. Artikel tersebut adalah artikel 5 (lima)
In order to enhance understanding and cooperation between the border defence forces of the two sides, each side may invite the other side for joint celebrations on major national or military days or festivals and organize cultural activities, non-contact sports events and small scale tactical exercises along the line of actual control in the India-China border areas. In addition, the two sides may also conduct joint military training exercises, at
Army level, in each other’s country on a regular basis. The theme of such joint exercises will be decided through mutual consultations.
172
Jonathan Holslag,Tiongkok , India and the Military Securty Dilemma,(Brussel: BICCS) Hal 6.
173
Anak Agung B. P dan Yanyan Mochamad Y, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional,
Implementasi ertikel ini dalam kepentingan untuk mengatasi persoalan perompak dengan latihan militer bersama yang dilakukan pada tahun 2014. Pada 24 Februari 2014 di New Delhi, India dan Tiongkok sepakat untuk melakukan latihan militer bersama dalam kerangka program pertahanan dan keamanan. Latihan militer ini diberi tajuk Hand in Hand 2014 dengan melibatkan angkatan laut kedua negara. Latihan militer bersama ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi strategis tingkat tinggi dan mendorong hubungan militer ke tingkatan yang lebih tinggi.174
Latihan militer bersama ini penulis melihat sebagai langkah kedua negara untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi ancaman perompak di perairan Samudera Hindia. Keamanan Samudera Hindia berdampak langsung pada keamanan jalur transportasi yang digunakan berbagai negara untuk melakukan kegiatan ekonominya. Dengan begitu, perlu bagi India dan Tiongkok untuk melakukan kerjasama dalma mengatasi ancaman di Samudera Hindia dalam hal ini perompak.
174
Victor Maulana,China Dan India Siap Latihan Militer Bersamadiunduh dari
http://international.sindonews.com/read/839845/40/china-dan-india-siap-latihan-militer-bersama pada 8 Oktober 2014 pukul 20.00.
BAB V KESIMPULAN
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa kerjasama pertahana India dan Tiongkok pada tahun 2013 terkait persoalan perbatasan dibuat atas dasar kepentingan kedua negara. Pada dasarnya kepentingan kedua negara adalah demi mencapai keamanan dan perdamaian di perbatasan. Tujuan ini kemudian dituangkan dalam bentuk perjanjian pertahanan India dan Tiongkok pada tahun 2013.
Namun, dalam hal ini penulis mengambil sudut pandang India untuk melihat kepentingannya dalam melakukan kerjasama pertahanan dengan Tiongkok. Dengan menggabungkan teori dan konsep dara berbagai scholar, penulis menyimpulkan bahwa kepentingan India perbatasan adalah untuk mencapai keamanan dan perdamaian. Hal ini berkaitan dengan kekuatan militer Tiongkok yang ditingkatkan di sepanjang garis perbatasan atau LAC.
Untuk mencapai kepentingan tersebut, sesuai dengan isi perjanjian India melakukan pertukaran informasi dengan Tiongkok terkait persoalan di perbatasan. Hal ini pun bertujuan untuk menghilangakn rasa saling curiga dan salah paham dinatara keduanya. Selain berisi infromasi, komunikasi keduanya berisi mengenai konsultasi-konsultasi yang kemudian akan dijadikan masukan dalam menghindari perselihan keduanya. Komuikasi ini dilakukan dengan berbagai tingkatan, baik dalam tingkat personil maupun tingkat komandan.
Kemudian, komunikasi selanjutnya dilakukan dengan kunjungan militer yang dilakukan oleh lembaga militer terkait dengan waktu yang ditentukan secara
berkala guna menjaga tingkat komunikasi dengan baik. Pertemuan ini membahas tentang kosultasi dan kordinasi lanjutan terkait pencapaian keamanan dan perdamaian.
Dengan kerjasama pertahanan ini di harapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam mencegah persoalan yang timbul di perbatasan. Kemudian juga dapat digunakan solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang timbul di perbatasan.
Selain tujuan atau kepentingan keamanan dan perdamaian, India memiliki kepentingan terkait memerangi penyelundupan atau smuggling, terorisme dan perompak di Samudera Hindia. Hal ini penting karena persoalan-persoalan ini akan mengganggu stabilitas kawasan khususnya India.
Penulis melihat kerjasama pertahanan India dan Tiongkok pada tahun 2013, sebagai kerangka kedua negara untuk mengatasi persoalan yang muncul di wilayah perbatasan yang dapat mengancam keamanan kedua negara. Pencapaian keamanan ini berkaitan dengan persoalan lain yang muncul di perbatasan. Maka kerjasama ini pun berlaku pada persoalan lain yang muncul disekitar perbatasan.
Dengan kerjasama ini diharapkan akan memudahkan kedua negara dalam mengatasi persoalan di perbatasan. Hal ini karena dalam perjanjian kerjasama pertahanan ini terdapat mekanisme dan tata cara yang dapat di gunakan kedua negara ketika mengalami persoalan di perbatasan.
DAFTAR PUSTAKA