• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerusakan Akibat Bencana di Wilayah Maluku

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 150-154)

BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH RAWAN

4.6. Daerah Rawan Bencana di Wilayah Maluku

4.6.4. Kerusakan Akibat Bencana di Wilayah Maluku

Kerusakan rumah akibat bencana dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu rusak berat, rusak sedang, rusak ringan. Rumah rusak berat akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 mengalami kenaikan sebesar 214,12%, yaitu sebanyak 85 unit pada tahun 2014 dan sebanyak 267 unit pada tahun 2015. Rumah rusak sedang mengalami kenaikan sebesar 130,43%, yaitu sebanyak 92 unit pada tahun 2014 dan sebanyak 212 unit pada tahun 2015. Rumah rusak ringan mengalami kenaikan sebesar 363,64%, yaitu sebanyak 154 unit pada tahun 2014 dan sebanyak 714 unit pada tahun 2015. Data spesifik kerusakan rumah akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.102 di bawah ini.

Tabel 4.102

Jumlah dan Persentase Kerusakan Rumah Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Kerusakan Rumah Tahun 2014 Kerusakan Rumah Tahun 2015 Rumah Rusak Berat (Unit) % Rumah Rusak Sedang (Unit) % Rumah Rusak Ringan (Unit) % Rumah Rusak Berat (Unit) % Rumah Rusak Sedang (Unit) % Rumah Rusak Ringan (Unit) % 1 Maluku 77 90,59 66 71,74 88 57,14 7 2,62 1,00 0,47 7 0,98 2 Maluku Utara 8 9,41 26 28,26 66 42,86 260 97,38 211,00 99,53 707 99,02 JUMLAH 85 100 92 100 154 100 267 100 212 100 714 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Pada tahun 2014 jumlah kerusakan rumah berat di Provinsi Maluku lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 77 unit (90,59%) yang diakibatkan banjir dan puting beliung di Provinsi Maluku, sedangkan di Provinsi Maluku Utara yaitu sebanyak 8 unit (9,41%) yang diakibatkan gempa bumi. Jumlah rumah rusak sedang di Provinsi Maluku lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 66 unit (71,74%) yang diakibatkan banjir, puting beliung di Provinsi Maluku, sedangkan di Provinsi Maluku Utara sebanyak 26 unit (28,26%) yang diakibatkan gempa bumi. Jumlah rumah rusak ringan di Provinsi Maluku lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 88 unit (57,14%) yang diakibatkan banjir, puting beliung dan gempa bumi di Provinsi Maluku, sedangkan di Provinsi Maluku Utara sebanyak 66 unit (42,86%) yang diakibatkan gempa bumi dan puting beliung.

Pada tahun 2015 jumlah kerusakan rumah berat di Provinsi Maluku Utara lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku. Sebanyak 260 unit (97,38 %) yang diakibatkan gempa bumi dan puting beliung di Provinsi Maluku Utara, sedangkan di Provinsi Maluku yaitu sebanyak 7 unit (2,62%) yang diakibatkan puting beliung dan tanah longsor. Jumlah rumah rusak sedang di Provinsi Maluku Utara lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku. Sebanyak 211 unit (99,53%) yang diakibatkan gempa bumi dan puting beliung di Provinsi Maluku Utara, sedangkan di Provinsi Maluku hanya 1 unit (0,47%) yang diakibatkan tanah longsor. Jumlah rumah rusak ringan di Provinsi Maluku Utara lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku. Sebanyak 707 unit (99,02%) yang

diakibatkan gempa bumi, banjir, tanah longsor dan puting beliung di Provinsi Maluku Utara, sedangkan di Provinsi Maluku sebanyak 7 unit (0,98%) yang diakibatkan gempa bumi dan tanah longsor.

b) Kerusakan Fasilitas Peribadatan Akibat Bencana

Kerusakan fasilitas peribadatan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 mengalami kenaikan sebesar 200%, yaitu hanya 1 unit pada tahun 2014 dan sebanyak 3 unit pada tahun 2015 yang rusak akibat bencana. Data spesifik kerusakan fasilitas peribadatan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.103 di bawah ini.

Tabel 4.103

Jumlah dan Persentase Kerusakan Fasilitas Peribadatan Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Kerusakan Fasilitas Peribadatan Tahun 2014

Kerusakan Fasilitas Peribadatan Tahun 2015 Kerusakan Fasilitas Peribadatan (Unit) % Kerusakan Fasilitas Peribadatan (Unit) % 1 Maluku 1 100,00 1 33,33 2 Maluku Utara 0 0,00 2 66,67 Jumlah 1 100 3 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Pada tahun 2014 jumlah kerusakan fasilitas peribadatan hanya terjadi di Provinsi Maluku yaitu hanya 1 unit (100%) yang diakibatkan gempa bumi. Tahun 2015 jumlah kerusakan fasilitas peribadatan di Provinsi Maluku Utara lebih besar dibandingkan di Provinsi Maluku. Sebanyak 2 unit (66,67%) yang diakibatkan gempa bumi di Provinsi Maluku Utara, sedangkan di Provinsi Maluku hanya 1 unit (33,33%) yang diakibatkan gempa bumi.

c) Kerusakan Fasilitas Pendidikan Akibat Bencana

Kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 perkembangannya tidak dapat terdefinisikan dengan angka, karena pada tahun 2014 tidak terdapat kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Data spesifik kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana di

Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.104 di bawah ini.

Tabel 4.104

Jumlah dan Persentase Kerusakan Fasilitas Pendidikan Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Kerusakan Fasilitas Pendidikan Tahun 2014

Kerusakan Fasilitas Pendidikan Tahun 2015

Kerusakan Fasilitas

Pendidikan (Unit) %

Kerusakan Fasilitas Pendidikan

(Unit) %

1 Maluku 0 0,00 2 50,00

2 Maluku Utara 0 0,00 2 50,00

Jumlah 0 0 4 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Pada tahun 2015 jumlah kerusakan fasilitas pendidikan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara berjumlah yang sama, yaitu masing-masing sebanyak 2 unit (50%) yang diakibatkan gempa bumi.

d) Kerusakan Fasilitas Kesehatan Akibat Bencana

Kerusakan fasilitas kesehatan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 perkembangannya tidak dapat terdefinisikan dengan angka, karena pada tahun 2014 dan tahun 2015 tidak terdapat kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Data spesifik kerusakan fasilitas kesehatann akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.105 di bawah ini.

Tabel 4.105

Jumlah dan Persentase Kerusakan Fasilitas Kesehatan Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Kerusakan Fasilitas Kesehatan Tahun 2014

Kerusakan Fasilitas Kesehatan Tahun 2015

Kerusakan Fasilitas

Kesehatan (Unit) %

Kerusakan Fasilitas Kesehatan

(Unit) %

1 Maluku 0 0,00 0 0,00

2 Maluku Utara 0 0,00 0 0,00

Jumlah 0 0,00 0 0,00

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

e) Kerusakan Jalan Akibat Bencana

Kerusakan jalan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 perkembangannya tidak dapat terdefinisikan dengan angka, karena pada tahun 2014 dan tahun 2015 tidak terdapat kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Data spesifik kerusakan jalan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.106 di bawah ini.

Tabel 4.106

Jumlah dan Persentase Kerusakan Jalan Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Kerusakan Jalan Tahun 2014 Kerusakan Jalan Tahun 2015 Kerusakan Jalan (Km) % Kerusakan Jalan (Km) %

1 Maluku 0 0,00 0,00 0,00

2 Maluku Utara 0 0,00 0,00 0,00

Jumlah 0 0,00 0,00 0,00

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

f) Kerusakan Lahan Akibat Bencana

Kerusakan lahan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 perkembangannya tidak dapat terdefinisikan dengan angka, karena pada tahun 2014 dan tahun 2015 tidak terdapat kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Data spesifik kerusakan lahan akibat bencana di Wilayah Maluku pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.106 di bawah ini.

Tabel 4.107

Jumlah dan Persentase Kerusakan Lahan Akibat Bencana di Wilayah Maluku Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi Kerusakan Lahan Tahun 2014 Kerusakan Lahan Tahun 2015 Kerusakan Lahan (Ha) % Kerusakan Lahan (Ha) %

1 Maluku 0,00 0,00 0,00 0,00

2 Maluku Utara 0,00 0,00 0,00 0,00

Jumlah 0 0,00 0,00 0,00

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 150-154)