• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebaran Daerah Rawan Bencana di Wilayah

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 40-50)

BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH RAWAN

4.1. Daerah Rawan Bencana di Wilayah Sumatera

4.1.1. Sebaran Daerah Rawan Bencana di Wilayah

Daerah rawan bencana di Wilayah Sumatera terdapat di 151 Kabupaten yang tersebar di 10 Provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Daerah rawan bencana di Wilayah Sumatera terdiri dari daerah rawan bencana dengan kelas indeks risiko kelas tinggi, kelas sedang,dan kelas rendah berdasarkan data dari Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2013 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurut data IRBI tersebut Wilayah Sumatera merupakan daerah dengan kelas indeks risiko kelas tinggi yang tersebar di 81 Kabupaten atau sebanyak 53,64%, sedangkan dengan kelas indeks risiko bencana kelas sedang tersebar di 70 Kabupaten atau sebanyak 46,36%. Artinya Wilayah Sumatera adalah daerah yang didominasi oleh rawan bencana kelas tinggi. Dari jumlah daerah rawan bencana tersebut terdapat 5 (lima) provinsi dengan jumlah kelas tinggi paling banyak, yaitu Provinsi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Riau, dan Sumatera Utara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terdapat beberapa daerah rawan bencana khususnya di Wilayah Sumatera untuk segera dilakukan upaya antisipasi bencana baik

sebelum atau pada saat terjadinya bencana untuk mengurangi dampak yang terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan Tabel 4.1 di bawah ini, daerah rawan bencana dengan kelas tinggi dengan persentase paling banyak di Wilayah Sumatera terdapat di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebanyak 85,71% atau sebanyak 6 kabupaten, sedangkan dengan jumlah daerah rawan bencana kelas tinggi paling sedikit terdapat di Kepulauan Riau yaitu sebanyak 0 kabupaten, ini dikarenakan Kepulauan Riau didominasi oleh daerah rawan bencana kelas sedang yaitu sebanyak 7 kabupaten.

Tabel 4.1

Sebaran Daerah Rawan Bencana di Wilayah Sumatera Tahun 2013

No Provinsi

Daerah Rawan Bencana Berdasarkan Kelas Indeks Risiko Bencana 2013 Total Daerah Rawan Bencana Persentase Total Daerah Rawan Bencana Tinggi % Sedang % Rendah %

1 Aceh 15 65,22 8 34,78 0 0,00 23 15,23 2 Bangka Belitung 6 85,71 1 14,29 0 0,00 7 4,63 3 Bengkulu 8 80,00 2 20,00 0 0,00 10 6,62 4 Jambi 5 45,45 6 54,55 0 0,00 11 7,29 5 Kepulauan Riau 0 0,00 7 100,00 0 0,00 7 4,63 6 Lampung 7 50,00 7 50,00 0 0,00 14 9,27 7 Riau 8 66,67 4 33,33 0 0,00 12 7,95 8 Sumatera Barat 8 42,11 11 57,89 0 0,00 19 12,58 9 Sumatera Selatan 7 46,67 8 53,33 0 0,00 15 9,93 10 Sumatera Utara 17 51,52 16 48,48 0 0,00 33 21,85 JUMLAH 81 53,64 70 46,36 0 0,00 151 100.00

Sumber : Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2013

Daerah tertinggal di Indonesia terdiri dari 122 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari 122 kabupaten tertinggal tersebut, terdapat 13 kabupaten yang merupakan daerah tertinggal di Wilayah Sumatera yang termasuk didalamnya 2 kabupaten Daerah Otonomi Baru. Sebanyak 11 kabupaten dari jumlah daerah tertinggal di Wilayah Sumatera merupakan daerah rawan bencana.

Berdasarkan Tabel 4.2 di bawah ini diketahui bahwa terdapat 10 Kabupaten tertinggal dengan kelas tinggi dalam indeks risiko bencana,

Keterangan:

: Daerah Otonom Baru (DOB)

sedangkan dengan kelas sedang hanya ada 1 Kabupaten tertinggal yaitu di Kabupaten Solok Selatan (Sumatera Barat). Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa daerah tertinggal yang ada di Wilayah Sumatera merupakan daerah yang didominasi oleh kelas tinggi yang tersebar di 10 kabupaten dari kelas indeks risiko bencana.

Tabel 4.2

Sebaran Daerah Rawan Bencana yang Dikategorikan Sebagai Daerah Tertinggal di Wilayah Sumatera

No Provinsi Kode Kabupaten/Kota

Kelas Indeks Risiko Bencana

1 Aceh 02 Aceh Singkil Tinggi

2 Sumatera Utara 01 Nias Tinggi

3

14 Nias Selatan Tinggi

4 24 Nias Utara Tinggi

5 25 Nias Barat Tinggi

6 Sumatera Barat 01 Kepulauan Mentawai Tinggi

7

10 Solok Selatan Sedang

8 12 Pasaman Barat Tinggi

9 Sumatera Selatan 05 Musi Rawas Tinggi

10 12 Musi Rawas Utara

11 Bengkulu 05 Seluma Tinggi

12 Lampung 01 Lampung Barat Tinggi

13 13 Pesisir Barat

Sumber : - Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2013

- Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 - 2019

Pada Tabel 4.3 dibawah ini merupakan data perkembangan sebaran daerah rawan bencana di Wilayah Sumatera pada tahun 2011 – 2013 berdasarkan kelas indeks risiko bencana. Apabila dilihat dari jumlah rata-rata indeks risiko bencana kelas tinggi di Wilayah Sumatera pada tahun 2011 sebanyak 125 kabupaten berkurang menjadi 81 kabupaten di tahun 2013 atau penurunan sebesar 35.2%, maka dapat diketahui bahwa daerah rawan bencana secara keseluruhan di Wilayah Sumatera mengalami perkembangan

dari segi positif. Beberapa daerah di Wilayah Sumatera terdapat provinsi yang mengalami perkembangan dari segi positif (penurunan jumlah kelas tinggi) yaitu terdapat di 8 provinsi seperti terlihat di Provinsi Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Sedangkan yang mengalami perkembangan dari segi negatif terlihat di Provinsi Bangka Belitung yang mengalami peningkatan jumlah kelas tinggi walaupun tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 20%.

Tabel 4.3

Perkembangan Daerah Rawan Bencana di Wilayah Sumatera

Provinsi

Jumlah Kabupaten Berdasarkan Kelas Indeks Risiko Bencana 2011

Jumlah Kabupaten Berdasarkan Kelas Indeks Risiko Bencana 2013 Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah

Aceh 23 0 0 15 8 0 Bangka Belitung 5 2 0 6 1 0 Bengkulu 8 2 0 8 2 0 Jambi 10 1 0 5 6 0 Kepulauan Riau 1 6 0 0 7 0 Lampung 10 4 0 7 7 0 Riau 9 3 0 8 4 0 Sumatera Barat 20 0 0 8 12 0 Sumatera Selatan 14 1 0 7 8 0 Sumatera Utara 25 8 0 17 16 0 Jumlah 125 27 0 81 71 0

Sumber: Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2011 dan Tahun 2013

Gambar 4.1

Gambar 4.2

4.1.2. Upaya Antisipasi Bencana Alam di Wilayah Sumatera a) Sistem Peringatan Dini Khusus Tsunami

Keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami di Wilayah Sumatera diharapkan cukup memadai dilihat dari data jumlah desa bukan wilayah potensi tsunami terdapat beberapa daerah dengan jumlah persentase yang rendah, artinya daerah tersebut didominasi oleh potensi tsunami. Berdasarkan data tersebut keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami ini tergolong masih sangat minim terutama pada daerah yang berpotensi tsunami.

Dari Tabel 4.4 di bawah ini terlihat bahwa Provinsi Bengkulu dan Kepulauan Riau merupakan daerah dengan potensi tsunami cukup tinggi tetapi keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami yang dimiliki di Provinsi tersebut masih sangat minim baik di tahun 2011 maupun di tahun 2014.

Wilayah Sumatera selama rentang waktu 2011 hingga 2014, mengalami penurunan persentase jumlah desa dengan keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami yang tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 0,47%, yang artinya dari tahun 2011 dengan persentase jumlah desa sebesar 0,84% dan pada tahun 2014 menurun menjadi 0,37%, persentase tersebut mewakili total jumlah desa yang memiliki sistem peringatan dini khusus tsunami dan sisanya merupakan desa yang tidak memiliki sistem tersebut.

Perkembangan keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami seperti di Provinsi Sumatera Utara dan Kepulauan Bangka Belitung dari tahun 2011 hingga 2014 mengalami penurunan jumlah desa yang tidak terlalu signifikan. Sedangkan di Provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan yang mengalami peningkatan yang juga tidak terlalu signifikan. Namun demikian Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang memiliki keberadaan sistem peringatan dini khusus tsunami dengan jumlah persentase desa paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Wilayah Sumatera baik di tahun 2011 sebesar 14.3% maupun di tahun 2014 sebesar 6.9%.

Tabel 4.4

Perkembangan Keberadaan Sistem Peringatan Dini Khusus Tsunami di Wilayah Sumatera Tahun 2011 dan 2014

No Provinsi

Keberadaan Sistem Peringatan Dini Khsusus Tsunami Tahun 2011

Keberadaan Sistem Peringatan Dini Khsusus Tsunami Tahun 2014 Jumlah Desa (Bukan Wil. Potensi Tsunami) (%) Jumlah Desa (%) Jumlah Desa (Bukan Wil. Potensi Tsunami) (%) Jumlah Desa (%) 1 Aceh 3,885 59,9 142 2,2 4.090 62,8 67 1,0 2 Bengkulu 699 46,3 47 3,1 886 57,8 26 1,7 3 Jambi 1,329 96,9 1 0,1 1.551 100,0 0 0,0 4 Kepulauan Riau 172 48,7 3 0,8 205 49,4 0 0,0 5 Lampung 1,288 52,3 38 1,5 1.793 68,1 26 1,0 6 Riau 959 57,9 4 0,2 1.196 65,2 2 0,1 7 Sumatera Barat 234 60,8 55 14,3 667 58,3 79 6,9 8 Sumatera Selatan 3,186 100,0 0 0,0 2.665 82,3 1 0,0 9 Sumatera Utara 3,208 55,3 17 0,3 4.191 68,7 27 0,4 10 Kepulauan Bangka Belitung 236 65,4 0 0,0 297 78,0 1 0,3 Jumlah 15,196 64,5 307 1,3 17.541 69,2 229 0,9 Sumber: Data Potensi Desa (PODES), Badan Pusat Statistik, Tahun 2011 dan 2014

b) Perlengkapan Keselamatan (Perahu Karet, Tenda, Masker dan lain lain)

Upaya antisipasi bencana alam yang terjadi dibeberapa desa di Wilayah Sumatera dirasa perlu ditingkatkan, mengingat tingkat risiko bencana yang terjadi di wilayah tersebut didominasi tingkat risiko bencana kelas tinggi dari multi bencana yang terjadi. Selain peringatan dini khusus tsunami, perlu adanya perlengkapan keselamatan seperti perahu karet, tenda, masker dan lain-lain sebagai fasilitas dalam upaya antisipasi bencana yang terjadi dibeberapa daerah. Wilayah Sumatera dirasa masih sangat minim terhadap keberadaan perlengkapan keselamatan sebagai upaya antisipasi bencana alam.

Berdasarkan Tabel 4.5 di bawah ini, keberadaan perlengkapan keselamatan di Wilayah Sumatera menunjukkan bahwa Provinsi Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan mengalami penurunan jumlah persentase desa yang memiliki perlengkapan keselamatan, sedangkan

Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan. Lain hal dengan Provinsi Sumatera Barat, daerah ini merupakan persentase jumlah desa dengan keberadaan perlengkapan keselamatan paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Wilayah Sumatera. Data tersebut dilihat dari tahun 2011 sebesar 8.8% yang mewakili jumlah desa sebanyak 34 desa, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 6,2% yang mewakili jumlah desa sebanyak 71 desa. Tetapi Provinsi Sumatera Barat termasuk ke dalam provinsi yang mengalami penurunan jumlah persentase desa dengan keberadaan perlengkapan keselamatan.

Dapat disimpulkan secara keseluruhan, persentase keberadaan perlengkapan keselamatan di masing-masing daerah rawan bencana di Wilayah Sumatera pada tahun 2011 sebesar 1,2% dan mengalami peningkatan di tahun 2014 menjadi 1,3%, walaupun peningkatan ini dirasa tidak terlalu signifikan hanya sebesar 0,1% dari total keseluruhan daerah dengan keberadaan perlengkapan keselamatan.

Tabel 4.5

Perkembangan Keberadaan Perlengkapan Keselamatan di Wilayah Sumatera Tahun 2011 dan 2014 NO Provinsi Keberadaan Perlengkapan Keselamatan Tahun 2011 Keberadaan Perlengkapan Keselamatan Tahun 2014 Jumlah Desa (%) Jumlah Desa (%) 1 Aceh 59 0,9 46 0,7 2 Bengkulu 43 2,8 22 1,4 3 Jambi 16 1,2 22 1,4 4 Kepulauan Riau 6 1,7 12 2,9 5 Lampung 6 0,2 12 0,5 6 Riau 37 2,2 62 3,4 7 Sumatera Barat 34 8,8 71 6,2 8 Sumatera Selatan 38 1,2 25 0,8 9 Sumatera Utara 32 0,6 59 1,0

10 Kepulauan Bangka Belitung 3 0,8 10 2,6

Jumlah 274 1,2 341 1,3

c) Sistem Peringatan Dini Bencana Alam

Keberadaan sistem peringatan dini bencana alam pada tahun 2014 di Wilayah Sumatera terhitung masih sangat minim, mengingat wilayah ini tergolong kelas tinggi dari indeks risiko bencana. Persentase jumlah desa tertinggi terkait dengan keberadaan sistem peringatan dini bencana alam di Wilayah Sumatera terdapat di Provinsi Sumatera Barat yaitu sebesar 16,2%, sedang dengan jumlah desa terendah terdapat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu hanya sebesar 0,5%

Dari jumlah persentase tersebut dapat diketahui bahwa wilayah Sumatera didominasi oleh jumlah desa yang tidak memiliki keberadaan sistem peringatan dini bencana alam. Dengan kondisi seperti ini, perlu adanya peningkatan yang lebih memadai sehingga upaya antisipasi bencana alam dapat lebih memadai untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh bencana alam di wilayah tersebut. Data tersebut di sajikan pada Tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6

Jumlah Desa dengan Keberadaan Sistem Peringatan Dini Bencana Alam di Wilayah Sumatera Tahun 2014

NO PROVINSI Jumlah Desa (Ada) (%) Jumlah Desa (Tidak Ada) (%) 1 Aceh 208 3,2 6304 96,8 2 Bengkulu 108 7,0 1424 93,0 3 Jambi 34 2,2 1517 97,8 4 Kepulauan Riau 10 2,4 405 97,6 5 Lampung 171 6,5 2461 93,5 6 Riau 63 3,4 1772 96,6 7 Sumatera Barat 186 16,2 959 83,8 8 Sumatera Selatan 92 2,8 3145 97,2 9 Sumatera Utara 185 3,0 5919 97,0 10 Kepulauan Bangka Belitung 2 0,5 379 99,5 Sumber: Data Potensi Desa (PODES), Badan Pusat Statistik, Tahun 2014

d) Jalur Evakuasi

Jalur evakuasi sebagai upaya antisipasi bencana alam di Wilayah Sumatera sama halnya dengan sistem peringatan dini bencana alam yang keberadaannya sangat dibutuhkan mengingat kondisi tingkat risiko bencana

yang tinggi. Keberadaan jalur evakuasi di Wilayah Sumatera masih sangat minim. Seperti dilihat dari Lampiran 7 di Provinsi Sumatera Selatan hanya 1%, jumlah ini dipengaruhi terdapat beberapa daerah dengan jumlah desa 0% di 6 Kabupaten dari 17 Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan yang tidak memiliki jalur evakuasi, sehingga daerah ini merupakan persentase jumlah desa paling sedikit yang memiliki jalur evakuasi. Persentase jumlah desa tertinggi terdapat di Provinsi Sumatera Barat yaitu sebesar 23%, jumlah persentase ini mewakili jumlah desa dengan ketersediaan jalur evakuasi dalam upaya antisipasi bencana alam. Data tersebut disajikan pada Tabel 4.7 di bawah ini.

Tabel 4.7

Jumlah Desa dengan Keberadaan Jalur Evakuasi di Wilayah Sumatera Tahun 2014 No Provinsi Jumlah Desa (Ada) Persentase (%) Jumlah Desa (Tidak Ada) Persentase (%) 1 Aceh 511 7,8 6.001 92,2 2 Bengkulu 236 15,4 1.296 84,6 3 Jambi 36 2,3 1.515 97,7 4 Kepulauan Riau 17 4,1 398 95,9 5 Lampung 120 4,6 2.512 95,4 6 Riau 52 2,8 1.783 97,2 7 Sumatera Barat 263 23,0 882 77,0 8 Sumatera Selatan 31 1,0 3.206 99,0 9 Sumatera Utara 198 3,2 5.906 96,8 10 Kepulauan Bangka Belitung 13 3,4 368 96.6 Sumber: Data Potensi Desa (PODES), Badan Pusat Statistik, Tahun 2014

4.1.3. Korban Akibat Bencana di Wilayah Sumatera

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 40-50)