BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH RAWAN
4.5. Daerah Rawan Bencana di Wilayah Sulawesi
4.5.3. Korban Akibat Bencana di Wilayah Sulawesi
Jumlah Desa (Tidak Ada) Persentase (%) 1 Sulawesi Barat 15 2,3 633 97,7 2 Sulawesi Utara 242 13,2 1.594 86,8 3 Sulawesi Tengah 54 2,7 1.932 97,3 4 Sulawesi Selatan 61 2,0 2.969 98,0 5 Sulawesi Tenggara 44 1,9 2.228 98,1 6 Gorontalo 14 1,9 722 98,1
Sumber: Data Potensi Desa (PODES), Badan Pusat Statistik, Tahun 2014
4.5.3. Korban Akibat Bencana Di Wilayah Sulawesi a) Korban Meninggal Akibat Bencana
Korban meninggal akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 mengalami kenaikan sebesar 44,90%, yaitu sebanyak 49 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 71 jiwa pada tahun 2015 yang meninggal akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.79 di bawah ini.
Tabel 4.79
Jumlah dan Persentase Korban Meninggal Akibat Bencana di Wilayah Sulawesi Tahun 2014 dan 2015
No Provinsi Korban Meninggal Tahun 2014 Korban Meninggal Tahun 2015
Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %
1 Sulawesi Barat 0 0,00 3 4,23 2 Sulawesi Utara 28 57,14 0 0,00 3 Sulawesi Tengah 3 6,12 0 0,00 4 Sulawesi Selatan 6 12,24 66 92,96 5 Sulawesi Tenggara 8 16,33 0 0,00 6 Gorontalo 4 8,16 2 2,82 Jumlah 49 100 71 100
Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015
Korban meninggal tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 28 jiwa (57,14%) yang diakibatkan puting beliung, banjir, tanah longsor, untuk jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu sebanyak 3 jiwa (6,12%) dari korban yang diakibatkan banjir dan tanah longsor. Tahun 2015 jumlah korban meninggal tertinggi berada di Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 66 jiwa (92,96%) dari korban yang diakibatkan kecelakaan transportasi dan jumlah terendah berada di Provinsi Gorontalo yaitu sebanyak 2 jiwa (2,82%) dari korban yang diakibatkan banjir dan tanah longsor.
b) Korban Hilang Akibat Bencana
Korban hilang akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 35,56%, yaitu sebanyak 45 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 29 jiwa pada tahun 2015 yang meninggal akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.80 di bawah ini.
Tabel 4.80
Jumlah dan Persentase Korban Hilang Akibat Bencana di Wilayah Sulawesi Tahun 2014 dan 2015
No Provinsi
Korban Hilang Tahun 2014 Korban Hilang Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %
1 Sulawesi Barat 0 0,00 15 51,72 2 Sulawesi Utara 38 84,44 0 0,00 3 Sulawesi Tengah 2 4,44 1 3,45 4 Sulawesi Selatan 1 2,22 13 44,83 5 Sulawesi Tenggara 4 8,89 0 0,00 6 Gorontalo 0 0,00 0 0,00 Jumlah 45 100 29 100
Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015
Korban hilang tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 38 jiwa (84,44%) yang diakibatkan banjir, tanah longsor, kecelakaan transportasi, puting beliung dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 1 jiwa (2,22%) dari korban yang diakibatkan banjir. Tahun 2015 jumlah korban hilang tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Barat
yaitu sebanyak 15 jiwa (51,72%) dari korban yang diakibatkan kecelakaan transportasi dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu sebanyak 1 jiwa (3,45%) dari korban yang diakibatkan banjir.
c) Korban Terluka Akibat Bencana
Korban terluka akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 6,67%, yaitu sebanyak 45 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 42 jiwa pada tahun 2015 yang terluka akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.81 di bawah ini.
Tabel 4.81
Jumlah dan Persentase Korban Terluka Akibat Bencana di Wilayah Sulawesi Tahun 2014 dan 2015
No Provinsi
Korban Terluka Tahun 2014 Korban Terluka Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %
1 Sulawesi Barat 1 2,22 0 0,00 2 Sulawesi Utara 10 22,22 0 0,00 3 Sulawesi Tengah 33 73,33 0 0,00 4 Sulawesi Selatan 0 0,00 41 97,62 5 Sulawesi Tenggara 0 0,00 1 2,38 6 Gorontalo 1 2,22 0 0,00 Jumlah 45 100 42 100
Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015
Korban hilang tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 33 jiwa (73,33%) yang diakibatkan banjir, tanah longsor dan jumlah terendah berada di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Barat yaitu masing-masing sebanyak 1 jiwa (2,22%) dari korban yang diakibatkan tanah longsor dan kecelakaan transportasi. Tahun 2015 jumlah korban hilang tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 41 jiwa (97,62%) dari korban yang diakibatkan puting beliung, kecelakaan transportasi dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu sebanyak 1 jiwa (2,38%) dari korban yang diakibatkan puting beliung.
d) Korban Menderita Akibat Bencana
Korban menderita akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 128,46%, yaitu sebanyak 28.696 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 65.560 jiwa pada tahun 2015 yang menderita akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.82 di bawah ini.
Tabel 4.82
Jumlah dan Persentase Korban Menderita Akibat Bencana di Sulawesi Tahun 2014 dan 2015
No Provinsi
Korban Menderita Tahun 2014 Korban Menderita Tahun 2015
Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %
1 Sulawesi Barat 0 0,00 268 0,41 2 Sulawesi Utara 1.526 5,32 0 0,00 3 Sulawesi Tengah 24.431 85,14 12.882 19,65 4 Sulawesi Selatan 810 2,82 19.444 29,66 5 Sulawesi Tenggara 0 0,00 18.398 28,06 6 Gorontalo 1.929 6,72 14.568 22,22 Jumlah 28.696 100 65.560 100
Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015
Korban menderita tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 24.431 jiwa (85,14%) yang diakibatkan banjir,puting beliung, tanah longsor dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 810 jiwa (2,82%) dari korban yang diakibatkan gelombang pasang/ abrasi dan puting beliung. Tahun 2015 jumlah korban menderita tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 19.444 jiwa (29,66%) dari korban yang diakibatkan banjir, tanah longsor, puting beliung, dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Barat yaitu sebanyak 268 jiwa (0,41%) dari korban yang diakibatkan puting beliung, banjir, gempa bumi.
e) Korban Mengungsi Akibat Bencana
Korban mengungsi akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 76,52%, yaitu sebanyak 45.271 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 10.630 jiwa pada tahun 2015 yang
mengungsi akibat bencana. Data spesifik korban mengungsi akibat bencana di Wilayah Sulawesi pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.80 di bawah ini.
Tabel 4.83
Jumlah dan Persentase Korban Mengungsi Akibat Bencana di Wilayah Sulawesi Tahun 2014 dan 2015
No Provinsi
Korban Mengungsi Tahun 2014 Korban Mengungsi Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %
1 Sulawesi Barat 0 0,00 0 0,00 2 Sulawesi Utara 41.970 92,71 8.624 81,13 3 Sulawesi Tengah 909 2,01 579 5,45 4 Sulawesi Selatan 1.025 2,26 434 4,08 5 Sulawesi Tenggara 120 0,27 65 0,61 6 Gorontalo 1.247 2,75 928 8,73 Jumlah 45.271 100 10.630 100
Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015
Korban mengungsi tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 41.970 jiwa (92,71%) yang diakibatkan banjir, puting beliung, tanah longsor dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu sebanyak 120 jiwa (0,27%) dari korban yang diakibatkan banjir. Tahun 2015 jumlah korban mengungsi tertinggi berada di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebanyak 8.624 jiwa (81,13%) dari korban yang diakibatkan puting beliung, tanah longsor, banjir, letusan gunung api dan jumlah terendah berada di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu sebanyak 65 jiwa (0,61%) dari korban yang diakibatkan banjir.
4.4.4. Kerusakan Akibat Bencana Di Wilayah Sulawesi