• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korban Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 110-114)

BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH RAWAN

4.2 Daerah Rawan Bencana di Wilayah Kalimantan

4.4.3. Korban Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa

Jumlah Desa (Tidak Ada) Persentase (%) 1 Bali 38 5,3 678 94,7

2 Nusa Tenggara Barat 63 5,5 1.078 94,5

3 Nusa Tenggara Timur 63 1,9 3.207 98,1

Sumber: Data Potensi Desa (PODES), Badan Pusat Statistik, Tahun 2014

4.4.3. Korban Akibat Bencana Di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara a) Korban Meninggal Akibat Bencana

Korban meninggal akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 41,38%, yaitu sebanyak 29 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 17 jiwa pada tahun 2015 yang meninggal akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.62 di bawah ini.

Tabel 4.62

Jumlah dan Persentase Korban Meninggal Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi Korban Meninggal Tahun 2014 Korban Meninggal Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %

1 Bali 8 27,59 5 29,41

2 Nusa Tenggara Barat 5 17,24 8 47,06 3 Nusa Tenggara Timur 16 55,17 4 23,53

Jumlah 29 100 17 100

Korban meninggal tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 16 jiwa (55,17%) yang diakibatkan puting beliung, banjir, tanah longsor, untuk jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 5 jiwa (17,24%) dari korban yang diakibatkan puting beliung dan kecelakaan transportasi. Tahun 2015 jumlah korban meninggal tertinggi berada di Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 8 jiwa (47,06%) dari korban yang diakibatkan banjir, tanah longsor, dan jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Teggara Timur yaitu sebanyak 4 jiwa (23,53%) dari korban yang diakibatkan banjir dan puting beliung.

b) Korban Hilang Akibat Bencana

Korban hilang akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 85,71%, yaitu sebanyak 14 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 2 jiwa pada tahun 2015 yang hilang akibat bencana. Data spesifik korban meninggal akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.63 di bawah ini.

Tabel 4.63

Jumlah dan Persentase Korban Hilang Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Korban Hilang Tahun 2014 Korban Hilang Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %

1 Bali 11 78,57 0 0,00

2 Nusa Tenggara Barat 3 21,43 0 0,00

3 Nusa Tenggara Timur 0 0,00 2 100,00

Jumlah 14 100 2 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Korban hilang tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Bali sebanyak 11 jiwa (78,57 %) dari korban yang diakibatkan kecelakaan transportasi, untuk jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 3 jiwa (21,43 %) dari korban yang diakibatkan banjir dan kecelakaan transportasi.

Tahun 2015 jumlah korban hilang hanya berada di Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 2 jiwa (100 %) dari korban yang diakibatkan banjir.

c) Korban Terluka Akibat Bencana

Korban terluka akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 85,71 %, yaitu sebanyak 14 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 2 jiwa pada tahun 2015 yang hilang akibat bencana. Data spesifik korban terluka akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.64 di bawah ini.

Tabel 4.64

Jumlah dan Persentase Korban Terluka Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Korban Terluka Tahun 2014 Korban Terluka Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %

1 Bali 6 7,89 8 33,33

2 Nusa Tenggara Barat 4 5,26 11 45,83

3 Nusa Tenggara Timur 66 86,84 5 20,83

JUMLAH 76 100 24 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Korban terluka tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 66 jiwa (86,84 %) dari korban yang diakibatkan kecelakaan transportasi, puting beliung, tanah longsor, dan jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 4 jiwa (5,26 %) dari korban yang diakibatkan tanah longsor dan puting beliung. Tahun 2015 jumlah korban hilang tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 11 jiwa (45,83 %) dari korban yang diakibatkan banjir, tanah longsor, puting beliung, dan jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 5 jiwa (20,83 %) dari korban yang diakibatkan puting beliung, dan gempa bumi.

d) Korban Menderita Akibat Bencana

Korban menderita akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 mengalami peningkatan sebesar 6,64%, yaitu

sebanyak 43.473 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 46.361 jiwa pada tahun 2015 yang menderita akibat bencana. Data spesifik korban menderita akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.65 di bawah ini.

Tabel 4.65

Jumlah dan Persentase Korban Menderita Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Korban Menderita Tahun 2014 Korban Menderita Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %

1 Bali 17 0,04 0 0,00

2 Nusa Tenggara Barat 8.335 19,17 45.580 98,32

3 Nusa Tenggara Timur 35.121 80,79 781 1,68

Jumlah 43.473 100 46.361 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Korban menderita tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 35.121 jiwa (80,79%) dari korban yang diakibatkan tanah longsor, banjir, letusan gunung berapi, dan jumlah terendah berada di Provinsi Bali yaitu sebanyak 17 jiwa (0,04%) dari korban yang diakibatkan tanah longsor. Tahun 2015 jumlah korban menderita tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 45.580 jiwa (98,32%) dari korban yang diakibatkan banjir, dan jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 781 jiwa (1,68%) dari korban yang diakibatkan banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

e) Korban Mengungsi Akibat Bencana

Korban mengungsi akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 mengalami peningkatan sebesar 282,61 %, yaitu sebanyak 2.565 jiwa pada tahun 2014 dan sebanyak 9.814 jiwa pada tahun 2015 yang mengungsi akibat bencana. Data spesifik korban mengungsi akibat bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dari Tabel 4.66 di bawah ini.

Tabel 4.66

Jumlah dan Persentase Korban Mengungsi Akibat Bencana di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2014 dan 2015

No Provinsi

Korban Mengungsi Tahun 2014 Korban Mengungsi Tahun 2015 Jumlah (Jiwa) % Jumlah (Jiwa) %

1 Bali 124 4,83 0 0,00

2 Nusa Tenggara Barat 1.112 43,35 3.100 31,59

3 Nusa Tenggara Timur 1.329 51,81 6.714 68,41

Jumlah 2.565 100 9.814 100

Sumber: Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tahun 2015

Korban mengungsi tahun 2014 tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.329 jiwa (51,81%) dari korban yang diakibatkan putong beliung, banjir, gelombang pasang/ abrasi, dan jumlah terendah berada di Provinsi Bali yaitu sebanyak 124 jiwa (4,83%) dari korban yang diakibatkan banjir. Tahun 2015 jumlah korban mengungsi tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 6.714 jiwa (68,41%) dari korban yang diakibatkan banjir, gempa bumi, dan jumlah terendah berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebanyak 3.100 jiwa (31,59%) dari korban yang diakibatkan banjir.

4.4.3. Kerusakan Akibat Bencana Di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Helmiati, SH, M.SI (Halaman 110-114)