FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
LEMBAGA PERTANIAN SEHAT
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kemitraan petani padi sehat Desa Ciburuy dengan LPS-DDR terhadap aspek pelaksanaan dan analisis tingkat kepuasan petani mitra dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan kemitraan yang dilakukan oleh LPS-DDR dan petani mitra adalah kemitraan dalam pengadaan beras Sehat, Aman dan Enak (SAE), dimana pihak petani mitra melalui lembaga pertanian pedesaan yang ada (gapoktan dan koperasi). Pihak LPS-DDR dalam hal ini berkewajiban dalam kegiatan pembinaan (pelatihan dan penyuluhan), penyediaan sarana produksi, pemberian bantuan biaya garap, penyediaan sewa lahan, pendampingan program hingga pemasaran hasil. Koperasi berkewajiban menyediakan kebutuhan beras SAE sesuai dengan jumlah dan kualitas yang ditetapkan LPS- DDR dan mengelola penyediaan input. Gapoktan berkewajiban mengelola kegiatan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan dengan menggerakkan partisipasi petani mitra melalui kelompok yang ada. Petani sebagai objek dari kemitraan berperan sebagai produsen padi bebas pestisida. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan hak dan kewajiban 61,5 persen hak dan kewajiban sudah sesuai dengan kesepakatan yang ada. Hak dan kewajiban yang tidak sesuai yaitu: (1) Petani kurang berpartisipasi terhadap kegiatan kemitraan dan masih ada yang menjual hasil panennya ke tengkulak; (2) Koperasi belum mampu memenuhi permintaan beras SAE yang sudah disepakati dan kualitas beras terkadang masih belum memenuhi kriteria; (3) LPS-DDR sring terlambat melakukan pembayaran beras, lahan sewa luasnya tidak sama, respon terhadap keluhan petani kurang dan pendamping tidak setiap hari berada di lokasi. Kendala pelaksanaan kemitraan yaitu pembuatan aturan cenderung top down planning dan ketiadaan dalam penjaminan risiko produksi petani.
2. Atribut yang harus diperbaiki adalah penyediaan lahan sewa yang merupakan kinerja dari koperasi dan respon terhadap keluhan yang merupakan kinerja dari LPS-DDR. Atribut yang perlu dipertahankan kinerjanya adalah kemudahan untuk mendapatkan sarana produksi, harga sarana produksi, bantuan biaya garap, ketepatan waktu pemberian biaya garap, ketepatan waktu
pembayaran hasil penjualan gabah ke petani dan harga beli gabah. Atribut yang prioritasnya rendah untuk diperbaiki adalah pelayanan dan materi pembinaan/penyuluhan, pendamping mudah ditemui dan dihubungi untuk berkonsultasi, pengetahuan dan kemampuan komunikasi pendamping dalam memberikan pelayanan terhadap petani. Atribut yang dinilai berlebihan tingkat kinerjanya karena tidak dianggap penting oleh petani mitra adalah atribut frekuensi pembinaan/penyuluhan. Tingkat kepuasan petani mitra secara keseluruhan berdasarkan analisis CSI (Customer Satisfaction Index) diperoleh hasil sebesar 79,44 persen yang menunjukkan secara umum petani mitra terdapat dalam kategori puas. Namun masih ada 20,56 persen petani yang belum puas.
3. Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak koperasi untuk memperbaiki kinerja kemitraan, yaitu: (1) mencari lahan pengganti untuk disewakan; (2) apabila mencari lahan pengganti tidak memungkinkan yaitu memberikan bantuan biaya garap yang lebih tinggi kepada petani yang mendapatkan lahan dengan kondisi lahan yang kurang bagus untuk biaya tambahan menggarap sawahnya. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan oleh pihak LPS-DDR untuk meningkatkan kepuasan petani yaitu: (1) memperbaiki kualitas pendamping dengan kompetensi yang tepat sebagai kriteria pendamping; (2) bekerjasama dengan ketua-ketua kelompok tani untuk menampung segala keluhan dari para petani yang nantinya langsung disampaikan pada pihak LPS-DDR.
8.2 Saran
Agar dapat meningkatkan kinerja kemitraan, maka rekomendasi upaya perbaikan, yaitu:
1. KKT Lisung Kiwari sebaiknya mencari lahan pengganti untuk disewakan kepada 8 orang petani mitra yang mendapat lahan kurang bagus. Apabila mencari lahan pengganti tidak memungkinkan untuk dilakukan memberikan bantuan biaya garap yang lebih tinggi kepada petani yang mendapatkan lahan dengan kondisi lahan yang kurang bagus. Hal ini dilakukan agar bantuan tersebut dapat dialokasikan untuk biaya tambahan menggarap sawahnya. 2. LPS-DDR sebaiknya memperbaiki kualitas pendamping dengan kompetensi
kriteria pendamping juga sudah ditetapkan oleh LPS-DDR, yaitu pria, usia < 30 tahun, tingkat pendidikan akhir S1 pertanian, professional dan komitmen, punya kemampuan organisasi dan pengembangan kelembagaan, sanggup mematuhi aturan sebagai pendamping P3S. Sebaiknya, pada kriteria pendidikan akhir ditambahkan kriteria asal jurusan dari budidaya pertanian atau ilmu penyuluhan, mempunyai pengetahuan memadai di bidang manajemen usahatani dan pengetahuan luas tentang bidang pertanian baik on farm maupun off farm yang diketahui pada saat proses seleksi dan wawancara calon pendamping. Hal ini dirasa perlu mengingat pendamping harus menguasai hal-hal teknis dalam budidaya padi sehat. Selain itu bekerjasama dengan ketua-ketua kelompok tani untuk menampung segala keluhan dari para petani yang nantinya akan langsung disampaikan pada pihak LPS-DDR, mengingat keterbatasan peran pendamping dan LPS-DDR.
3. Sebaiknya LPS-DDR mengalihkan dana untuk pengadaan pembinaan dengan cara mengurangi frekuensi pembinaan. Petani mitra sudah terbiasa dan terdidik dalam berusahatani padi. Hal ini dikarenakan proses pembinaan yang dilakukan LPS-DDR sudah cukup lama yaitu 8 tahun sehingga petani sudah cukup terampil dalam mengusahakan padi bebas pestisida. Sebaiknya pembinaan dilakukan apabila materi yang diberikan menyangkut transfer teknologi baru atau informasi baru mengenai pembudidayaan padi menuju ke pertanian organik, sehingga dana untuk pembinaan dapat dialihkan untuk peningkatan kinerja yang lain yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki yaitu atribut penyediaan lahan sewa dan respon terhadap keluhan.
4. Perlu adanya penelitian lanjutan tentang pengukuran tingkat kepuasan secara menyeluruh dengan menggunakan metode servqual dimana penilaian dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pihak LPS-DDR dan petani plasma.
EVALUASI KEMITRAAN PETANI PADI DENGAN
LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPUBLIKA DESA CIBURUY, KECAMATAN CIGOMBONG
KABUPATEN BOGOR
SKRIPSI
OKTIARACHMI BUDININGRUM H34070027
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
RINGKASAN
OKTIARACHMI BUDININGRUM. Evaluasi Kemitraan Petani Padi dengan
Lembaga Pertanian Sehat Dompet Dhuafa Republika Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan ANITA RISTIANINGRUM)
Pembangunan pertanian memberikan sumbangan yang besar terhadap pendapatan nasional. Hal ini menjadikan pertanian sebagai sebuah potensi yang besar untuk dikembangkan. Beberapa program pembangunan pertanian telah dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya adalah program ketahanan pangan. Dengan adanya program tersebut, hampir seluruh komoditi pangan mengalami kenaikan produksi salah satunya adalah padi. Namun, kenaikan produksi ini tidak sejalan dengan kesejahteraan para petani sebagai produsen komoditi pertanian. Petani di Indonesia bahkan masih tergolong dalam kategori miskin. Hal ini disebabkan petani di Indonesia mengalami banyak permasalahan baik di bidang usahatani hingga ke pemasaran. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan- permasalahan yang dihadapi petani pedesaan yaitu dengan kemitraan. Kemitraan ini bermaksud agar petani pedesaan dapat berintegrasi dengan sektor yang lebih modern sehingga permasalahan-permasalahan baik di bidang usahatani maupun pemasaran dapat diatasi.
Salah satu bentuk kemitraan di Kabupaten Bogor adalah kemitraan antara petani padi sehat Desa Ciburuy dengan Lembaga Pertanian Sehat Dompet Dhuafa (LPS-DDR). Kemitraan yang terjalin berupa kemitraan dalam pengadaan beras SAE (Sehat, Aman dan Enak) yang merupakan beras semi organik. Pihak petani sebagai produsen yang menyediakan kebutuhan beras SAE LPS-DDR dengan kualitas dan kuantitas yang ditentukan, sedangkan pihak LPS-DDR sebagai pihak yang memasarkan serta mendampingi dalam proses pengadaan beras mulai dari input hingga pemasaran. Semua kegiatan kemitraan dikelola dengan baik oleh pihak LPS-DDR dan petani melalui sebuah wadah yakni Koperasi Kelompok Tani Lisung Kiwari dan Gapoktan Silih Asih, yang merupakan wadah bagi petani untuk mendapatkan pelayanan dari kegiatan kemitraan. Namun dalam pelaksanaan kemitraan tersebut ditemui berbagai macam permasalahan diantaranya pihak petani belum mampu menyediakan beras SAE sesuai standar kualitas dan kuantitas yang ditentukan, pihak LPS-DDR juga sering melakukan keterlambatan pembayaran beras SAE kepada pihak koperasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan sebuah evaluasi terhadap pelaksanaan kemitraan antara petani padi sehat desa Ciburuy dengan LPS-DDR.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengevaluasi pelaksanaan kemitraan antara petani padi sehat Desa Ciburuy dengan LPS-DDR; (2) Mengukur tingkat kepuasan petani terhadap pelaksanaan kemitraan; (3) Merumuskan upaya perbaikan kinerja kemitraan antara petani padi Desa Ciburuy dengan LPS-DDR.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor pada bulan Februari sampai dengan Maret 2011. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode sensus yakni sebanyak 50 orang. Metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi adalah dengan analisis deskriptif. Analisis tingkat
kepuasan petani terhadap pelayanan kemitraan menggunakan metode Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index (CSI).
Pelaksanaan kegiatan kemitraan ini mencakup keseluruhan kegiatan mulai dari penyediaan input hingga pemasaran. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan hak dan kewajiban, kemitraan belum sepenuhnya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan. Masih ada beberapa ketidaksesuaian pelaksanaan baik dari pihak petani, gapoktan, koperasi, maupun pihak LPS-DDR. Dari pihak petani, ketidaksesuaian pelaksanaan hak dan kewajibannya meliputi: (1) masih kurangnya partisipasi petani terhadap kegiatan kemitraan, terutama pada kegiatan pelatihan, penyuluhan dan pembinaan; (2) petani masih ada yang menjual seluruh hasil panenya ke tengkulak. Dari pihak gapoktan/koperasi ketidaksesuaian pelaksanaan hak dan kewajiban meliputi: (1) distribusi beras SAE, belum mampu memenuhi permintaan yang sudah disepakati; (2) kualitas beras SAE yang dihasilkan, terkadang masih belum memenuhi kriteria sesuai yang disepakati. Ketidaksesuaian pelaksanaan hak dan kewajiban yang dilakukan pihak LPS-DDR yaitu: (1) LPS-DDR sering terlambat dalam melakukan pembayaran beras SAE; (2) lahan yang disewakan untuk petani luasannya tidak sama, tidak sesuai dengan kesepakatan awal, kondisi tanah yang didapatkan petani berbeda-beda sehingga akan berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan petani; (3) respon LPS-DDR terhadap keluhan petani kurang; (4) pendamping yang tidak setiap hari berada di lokasi. Kendala dalam kemitraan yaitu ketidaksesuaian pelaksanaan hak dan
kewajiban, pelaksanaan yang cenderung top down dan ketiadaan penjaminan
risiko produksi. Namun secara keseluruhan kemitraan telah berlangsung dengan cukup baik yaitu sebesar 61,5 persen hak dan kewajiban sudah sesuai dengan kesepakatan.
Berdasarkan hasil perhitungan CSI diperoleh hasil CSI untuk keseluruhan atribut pelayanan kemitraan adalah sebesar 77,55 persen. Nilai tersebut mengidentifikasikan bahwa secara umum petani mitra terdapat dalam kategori puas. Atribut yang harus diperbaiki adalah atribut pada kuadran 1 yaitu penyediaan lahan sewa dan respon terhadap segala keluhan. Upaya yang dapat dilakukan oleh LPS-DDR dan koperasi serta gapoktan untuk memperbaiki kinerja kemitraan, yaitu : (1) mencari lahan pengganti untuk disewakan; (2) memberikan bantuan biaya garap yang lebih tinggi kepada petani yang mendapatkan lahan dengan kondisi lahan yang kurang bagus agar bantuan tersebut dapat dialokasikan untuk biaya tambahan menggarap sawahnya, apabila mencari lahan pengganti tidak memungkinkan untuk dilakukan; (3) memperbaiki kualitas pendamping dengan memilih pendamping dengan kompetensi yang tepat sebagai kriteria pendamping; (4) bekerjasama dengan ketua-ketua kelompok tani untuk menampung segala keluhan dari para petani yang nantinya akan langsung disampaikan pada pihak LPS-DDR, mengingat keterbatasan peran pendamping dan LPS-DDR.
EVALUASI KEMITRAAN PETANI PADI DENGAN
LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPUBLIKA DESA CIBURUY, KECAMATAN CIGOMBONG
KABUPATEN BOGOR
SKRIPSI
OKTIARACHMI BUDININGRUM H34070027
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada
Departemen Agribisnis
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2011
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Evaluasi Kemitraan Petani Padi dengan Lembaga Pertanian Sehat Dompet Dhuafa Republika Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Juni 2011
Oktiarachmi Budiningrum H34070027
RIWAYAT HIDUP
Penulis yang bernama lengkap Oktiarachmi Budiningrum, dilahirkan di Kulon Progo, Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober 1989. Penulis adalah anak tunggal dari pasangan Bapak Joko Maryanto dan Ibunda Rr. Sri Kusmirah.
Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SDN PU04 Semarang pada
tahun 2001 dan pendidikan menengah pertama pada tahun 2004 di SMPN 2 Semarang. Pendidikan lanjutan menengah atas di SMAN 3 Semarang diselesaikan pada tahun 2007.
Penulis diterima pada Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 2007.
Selama mengikuti pendidikan, penulis merupakan anggota Dewan
Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada Komisi Sosial Lingkungan dan Pengabdian Masyarakat periode tahun 2009-2010.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Evaluasi Kemitraan Petani Padi dengan Lembaga Pertanian Sehat Dompet Dhuafa Republika Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Penelitian ini bertujuan mengkaji evaluasi pelaksanaan kemitraan serta menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan kemitraan sehingga diperoleh upaya untuk memperbaiki kinerja pelayanan kemitraan.
Sangat disadari masih terdapat kekurangan karena keterbatasan dan kendala yang dihadapi. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan masukan dan kritikan yang membangun untuk penyempurnaan skripsi ini sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Bogor, Juni 2011
UCAPAN TERIMA KASIH
Penyelesaian skripsi ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si selaku dosen pembimbing atas bimbingan,
arahan, waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
2. Dr.Ir. Rr. Henny Kuswanti Suwarsinah, MEc dan Yanti Nuraeni Muflikh, SP,
M.Agribuss selaku dosen penguji pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini.
3. Eva Yolynda Aviny, SP, MM yang telah menjadi pembimbing akademik dan
seluruh dosen dan staf Departemen Agribisnis.
4. Orangtua dan keluarga untuk setiap dukungan cinta kasih dan doa yang
diberikan. Semoga ini bisa menjadi persembahan terbaik.
5. Keluarga besar Gapoktan Silih Asih dan KKT Lisung Kiwari atas waktu,
kesempatan, informasi dan dukungan yang diberikan.
6. Pendamping P3S LPS-DDR dan Direktur Pemberdayaan LPS-DDR yang telah
membantu penulis dalam memperoleh informasi dan data untuk penyusunan skripsi ini.
7. Teman-teman seperjuangan (Tanoto Foundation scholar IPB, Dewan Garuda
DPM FEM IPB, PKM-K Patinosh, Tim Gladikarya Cigombong, satu bimbingan akademik dan skripsi) dan teman-teman Agribisnis angkatan 44, serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih atas bantuannya.
Bogor, Juni 2011
DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 10 1.4 Manfaat Penelitian ... 10