• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINERJA GURU DI SMP NEGERI 17 MEDAN Rika Octaviani 1 , M Idrus Hasibuan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal secara bersama dengan kinerja guru di SMP Negeri 17 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 60 guru,penelitian ini lebih menekankan kepada penelitian total sampling. Instrumen yang dirancang berbentuk kuesioner untuk variabel gaya kepemimpinan, variabel komunikasi interpersonal dan variabel kinerja guru. Data analisis melalui teknik korelasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal secara bersama dengan kinerja guru di SMP Negeri 17 Medan sebesar 0.716 melalui analisis korelasi ganda variabel dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,716 atau 71,6 %. Hal ini menunjukan bahwa variabel yang diteliti (gaya kepemimpinan dan Komunikasi interpersonal) memberikan hubungan dengan kinerja guru sebesar 71,6 %. Artinya semakin baik dan tinggi gaya kepemimpinan serta komunikasi intereprsonal kepala sekolah maka semakin baik dan tingg pula kinerja guru tersebut.

Kata Kunci:Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal, Kinerja Guru PENDAHULUAN

Guru merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan yang harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.

Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, sebagai tenaga pendidik guru menjadi faktor penentu dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, para pendidik (guru) harus dapat

meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas karena pendidikan di masa yang akan datang menuntut keterampilan profesi pendidikan yang bermutu. Selain itu, kinerja juga merupakan faktor penentu dalam menilai tinggi rendahnya kualitas pendidikan. Kinerja guru dilaksanakan oleh guru dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik di sekolah.

Menurut Tabrani (2008:17), kinerja guru adalah melaksanakan proses pembelajaran baik dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas di samping mengerjakan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti mengerjakan administrasi sekolah dan administrasi pembelajaran, melaksanakan bimbingan dan layanan pada para siswa, serta melaksanakan penilaian. Kinerja guru merupakan faktor atau kunci utama yang harus dimiliki agar dapat mencapai tujuan pendidikan secara komprehensif.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam proses pembelajaran. Menurut Martinis Yamin dan Maisah (2010:43) faktor-faktor yang memengaruhi kinerja antara lain faktor SDM dan ekstrinsik, yaitu kepemimpinan, sistem, tim, dan situasional. Syarif (2011:127) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa Untuk meningkatkan kinerja guru diperlukan pengetahuan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja guru tersebut, pada pokoknya ada dua faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja guru, yaitu faktor internal, di antaranya adalah motivasi kerja, disiplin kerja, komitmen, kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kepuasan kerja yang berasal dari dalam diri guru itu sendiri dan faktor eksternal di antaranya gaya kepemimpinan kepala sekolah, supervisi kepala sekolah, respons lingkungan kerja, sarana dan prasarana kerja, yang bersal dari luar seorang guru. Dari beberapa variabel yang mempengaruhi kinerja guru tersebut dua di antaranya adalah kemampuan komunikasi interpersonal dengan supervisi kepala sekolah. Komunikasi interpersonal sebagai variabel yang berasal dari luar seorang guru sangat nenentukan kinerja guru. Kepala sekolah yang memiliki kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam melaksanakan tugasnya akan menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencapai tujuan pendidikan.

Wibowo (2011:80) menyatakan bahwa kepemimpinan dan gaya kepemimpinan dalam organisasi sangat berperan dalam mempengaruhi kinerja, karena cara menjalin hubungan dengan pekerja, memberi penghargaan kepada pekerja yang berprestasi, dan mengembangkan serta memberdayakan pekerjaannya akan sangat mempengaruhi sumber daya manusia yang menjadi bawahannya. Kepemimpinan yang efektif dan tidak efektif merupakan hal yang paling utama yang harus dipahami oleh seorang kepala sekolah dalam memimpin suatu sekolah. Dengan memahami gaya kepemimpinan akan dapat meningkatkan pemahaman seorang kepala sekolah terhadap dirinya sendiri serta dapat mengetahui kelemahan maupun kelebihan potensi yang ada dalam dirinya dan dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan bawahannya.

Selanjutnya, selain gaya kepemimpinan ada hal lain yang juga berhubungan dengan kinerja guru salah satunya adalah komunikasi interpersonal sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Komunikasi interpersonal sebagaimana Khairul Umam (2012:163) menyebutkan adalah interaksi tatap muka antar dua orang atau lebih. Pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula (manusia sebagai makhluk sosial).

Latar belakang masalah atau alasan dipilihnya judul ini untuk diteliti adalah karena gaya kepemimpinan dan komunikasi intereprsonal kepala sekolah itu berhubungan kepada kinerja guru, guru akan meihat atau meniru kinerja kepala sekolahnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dirumuskan permasalahn, yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan kinerja guru di SMP Negeri 17 Medan ?

Adapun teori yang mendukung kinerja guru . Menurut Mulyasa (2013:88) “Kinerja adalah unjuk kerja seseorang yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan, dan prestasi kerjanya sebagai akumulasi dari pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang telah dimilikinya” Mangkunegara, dalam Anwar (2006:67) yang menyatakan bahwa kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang

dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggug jawabyang diberikan kepadanya.

Menurut Husaini Usman (2014:312) kepemimpinan ialah ilmu dan seni mempengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti yang diharapkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin para pengikutnya, perilaku para pemimpin itu disebut dengan gaya kepemimpinan. Sutisna dalam Mesiono (2012:91) yang mendefinisikan gaya (style) dengan suatu cara berperilaku yang khas dari seorang pemimpin terhadap para nggota kelompoknya. Menurut Thoha (2013:49) bahwa gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat.

Pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya menggunakan keahlian dan kemampuan Interpersonal. Lewis dalam Syafaruddin (2013:75) menjelaskan: “ leadership is concerned with how the communication process impact interpersonal relationship”. Sutrisna Dewi (2007:12) mendefinisikan komunikasi interpersonal atau dengan kata lain komunikasi antar pribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antar dua orang atau lebih.

Dari pendapat para ahli tersebut, maka kinerja guru adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh seseorang guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya melalui prestasi atau perolehan hasil kerja berdasarkan kriteria dan alat ukur yang ditetapkan. Kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhinya.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Medan Kelurahan Medan Tembung Kecamatan Bandar Selamat Kota Medan. Populasi dalam penelitian adalah guru di SMP Negeri 17 Medan. Untuk menentukan besaran sampel digunakan teori Arikunto untuk sekedar ancer-ancer, maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Penelitian ini lebih menekankan kepada penelitian total sampling, yakni penelitian

tanpa melakukan penarikan sampel dikarenakan jumlah populasi disekolah tersebut yaitu 65 guru kurang dari 100 populasi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 60 guru, instrumen yang dirancang berbentuk kuesioner untuk variabel gaya kepemimpinan, variabel komunikasi interpersonal dan variabel kinerja guru. karena melihat hubungan maka penelitian ini tergolong penelitian korelasi yakni suatu teknik penelitian yang melihat hubungan antara variabel X1 dengan Y, variable X2dengan Y dan variabel X1dan X2dengan Y.