• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode yang digunakan untuk mengkaji mengenai Budaua Organisasi di MTs Negeri 3 Helvetia Medan menggunakan metode yang digunakan adalah jenis kualitatif.

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah MTs Negeri 3 Helvetia Medan yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di Medan Helvetia tepatnya Jl. Melati 13 Blok X Perumnas Helvetia Medan Desa /Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Kab /Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Subjek Penelitian

Sesuai dengan judul skripsi yang akan peneliti lakukan, maka subjek penelitian yaitu:

1. Kepala sekolah Mts Negeri 3 Helvetia Medan 2. Guru Mts Negeri 3 Helvetia Medan

3. Peserta didik Mts Negeri 3 Helvetia Medan

Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: Observasi Partisipatif, Wawancara, dan Studi Dokumentasi

Teknik Analisis Data

Adapun analisis data yang digunakan oleh model Milles dan Hubberman yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan

PEMBAHASAN

Pembahasan hasil penelitian yang dilakukan di Mts Negeri 3 Helvetia Medan sudah berjalan dengan lancar dan disusun sesuai peraturan sekolah. Di pembahasan ini peneliti bermaksud untuk menjelaskan lebih rinci mengenai hasil wawancara yang telah dilaksanakan dan di bahas sesuai teori yang digunakan.

1. Pelembagaan visi, misi, dan tujuan di Mts Negeri 3 Helvetia Medan

Dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan perencanaan dan tindakan nyata untuk mewujudkan suatu visi, misi, dan tujuan berdasarkan tindakan konsep perencanaan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tindakan.

Kepala menjalankan sesuai visi, misi, dan tujuan untuk mengembangkan madrasah, yang dilakukan kepala sekolah yaitu meminta bantuan kepada para guru untuk ikut serta dalam memajukan budaya sekolah dengan memantau siswa dalam kegiatannya sehari-hari. Setiap sebulan sekali kepala sekolah membuat rapat bersama guru untuk membahas perkembangan madrasah, dan setiap guru persentasi dengan apa yang di bahas dalam rapat.

Dari hasil observasi yang penulis lakukan melalui kepala sekolah Mts Negeri 3 Helvetia Medan ini sudah berjalan dengan baik dan lancar apa yang diinginkan dari sekolah. Visi misi dan tujuan sekolah sudah dilakukan dengan peraturan budaya yang diterapkan dalam madrasah. Kepala sekolah sebagai pemimpin sudah memberikan contoh yang baik kepada bawahannya untuk mengembangkan nilai-nilai budaya disekolah dan sering berkomunikasi dengan bawahan tentang aturan sekolah yang sudah dibuat dan tinggal menerapkan disekolah dan memberikan bimbingan kepada murid untuk memngikuti nilai-nilai agama dan akhlakul karimah serta meyakini mereka apa maksud dari nilai keislaman yang telah dibuat sekolah. Budaya yang diterapkan sekolah yaitu dengan berpakaian sopan santun, setiap hari harus sholat dhuha di mesjid baik guru maupun siswa. Untuk berjalannya budaya tersebut harus dimulai dengan atasan kemudian memberikan contoh kepada bawahan dan atasan mengajak bawahan untuk bekerjasama dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai

2. Pelaksanaan peraturan organisasi di Mts Negeri 3 Helvetia Medan

Peraturan organisasi yang dilaksanakan dimadrasah merupakan suatu lembaga penyelenggaraan pendidikan yang telah disusun dari pusat dan pusat memrintahkan kesekolah dan kepala sekolah yang mengambil ahli untuk menerapkan kesekolah untuk berjalannya peraturan organisasi disekolah. Disekolah termasuk aturan tentang nilai- nilai, norma, dan perilaku.

Peraturan di madrasah dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah memberikan contoh dengan baik kepada bawahannya dengan cara kekeluargaan dan musyawarah dengan guru diadakan setiap sebulan sekali. Semua guru ikut serta dalam menjalankan peraturan sekolah dan guru memberikan masukan kepada murid agar murid melaksanakan peraturan sekolah dan menjahui larangan yang sudah dibuat sekolah. Dengan cara bermusyawarah semua guru bekerja dengan baik apa yang diperintahkan oleh kepala sekolah.

Dengan demikian hendaklah mempergunakan musyawarah untuk menyelesaikan dan menghadapi segala urusan seperti kamu lakukan ketika menghadapai perang Badar dan uhud, walaupun mereka tidak menemukan pendapat yang tepat. Sebab, kebajikan (hikmah) yang terdapat dalam hal ini adalah selalu memusyawarahkan segala urusan dengan melibatkan semua anggota bukan sekedar tunduk kepada pendapat para pemimpin dengan membabi buta. Melibatkan anggota dalam musyawarah sama artinya menghormati memberi peran yang sama dengan mereka.

Peraturan organisasi yang berada disekolah dengan menciptakan budaya organisasi yang membentuk tingkah laku, norma, sikap, dan nilai- nilai seperti dikatan Jones “Organizational culture compries the shared set of beliefs, expectations, values, nomrs, and work routines that influence hoe members of an organization relate to one another and work together to achieve organizational goals”(Jones, Gareth R, 2007: 71).

Kesimpulan dari wawancara siswa tersebut sudah melaksanakan peraturan sekolah, jika mereka tidak mengikuti peraturan madrasah maka mereka akan terkena hukuman dari guru yang piket. Aturan yang telah dibuat tidak boleh dilanggar dan harus dipatuhi. Atauran yang biasanya

harus tepat waktu, memakai seragam yang lengkap, menutupi aurat (tidak boleh menampakan rambut), dan tidak boleh keluar sekolah tanpa izin guru piket. Setiap harinya siswa dipantau oleh guru piket dan kepala sekolah memantau siswa dan guru dengan melihat CCTV yang ada diruangan kepala sekolah.

3. Pelaksanaan upacara di Mts Negeri 3 Helvetia Medan

Menciptakan budaya organisasi pada lembaga pendidikan islam menjadi pondasi awal dalam membangun peraturan yang ada dilembaga. Budaya organisasi menjadi aturan yang membentuk perilaku manusia untuk menjadi anggota keberbagai aturan seperti nilai-nilai yang diterapkan dalam dunia pendidikan, sikap, dan norma-norma (Baharuddin, 2008: 78).

Mengenai upacara termasuk nilai-nilai budaya yang dilaksanakn di madrasah, kepala sekolah di mts Negeri 3 Helvetia medan membuat acara ritual setiap hari besar dan mengadakan upacara seperti upacara nasional, upacara pendidikan, upacara hari guru, upacara ualng tahun sekolah, upacara 17 agustus, dan upacara lainnya. Semua upacara sudah dibuat oleh sekolah dan hannya menjalankan saja. Kepala sekolah membuat keputusan setelah selesai upacara ada acara yang dibuat oleh siswa untuk dipertunjukkan kepada semua guru dan kepala sekolah untuk hiburan bersama dan makan bersama.

Untuk mengembangkan budaya organisasi di sekolah tentunya kepala sekolah selaku leader dan manajer disekolah mampu melihat lingkunga sekolahnya secara baik sehingga diperoleh kerangka kerja yang lebih luas guna memahami masalah-masalah yang sulit dan hubungan yang komplek disekolah. Cara kepala sekolah meningkatkan budaya organisasi disekolah dengan meminta bantuan kepada para guru dan hasil yang dirapatkan kepala sekolah bersama guru tentunya para guru ikut serta dalam mengembangkan budaya disekolah agar semua siswa di dalam sekolah mematuhi budaya sekolah dan menjalankan perintah dari kepala sekolah.

KESIMPULAN

Pengkomunikasian dan pelembagaan visi, misi, dan tujuan organisasi yang dilaksanakan di Mts Negeri 3 Helvetia Medan sudah terlaksana dengan efektif dan nilai-nilai keislaman yang diterapkan di

madrasah telah menjadi panutan buat siswa untuk diyakini menjadi anak yang berakhlak mulia dan kepala sekolah melaksanakan tugasnya sesuai yang direncanakan, membimbing siswa, bermusyawarah, berkomunikasi, dan memberikan pengawasan di madrasah.

1. Pelaksanaan peraturan organisasi yang dilaksanakan di Mts Negeri 3 Helvetia Medan sudah terlaksana sesuai ketentuan yang dibuat oleh sekolah dan tidak ada hambatan bagi guru dan siswa, membuat guru dan siswa untuk lebih disiplin dalam melakukan pekerjaan atau kegiatan.

2. Pelaksanaan upacara organisasi yang dilaksanakan di Mts Negeri 3 Medan Helvetia menjadi kegiatan terlaksana dan membiasakan bersikap tertib dan disiplin, menanamkan kekompakan dan kebersamaan bersama pejuang di madrasah.

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin. (2008).Prilaku Budaya Organisasi. Malang: Andi.

Gibson, James L. (2006). Organizational: Behavoir, Structure, Processes. America: McGraw-Hill Irwin.

Gareth R, Jones. (2007). Essentials Of Contemporary Management. America: McGraw-Hill Irwin.

Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tengku. (2011). Tafsir Al-Qur’anul Madjid An-Nur. Jilid 1. Jakarta: Cakrawala Publishing.

Muhammad Mutawilli Sya’rawi, Syeikh. (2007). Tafsir Sya’rawi. (Jilid 6). Medan: Duta Azhar.

Robbins. (2007).Perilaku Organisasi. Jakarta: Prenhallindo.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi.Bandung: Alfabeta

Syaikh Muhammad Ali Ash ,Shabuni. (2011). Syafwatut Tafsir: Tafsir-tafsir Pilihan (jilid 5).Jakarta: Pustaka Kautsar.

Halaman 79 - 92 ISSN 2460-3678

STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 DALAM