III. KERANGKA TEORITIS
3.5. Kinerja Usaha Industri Kecil dan Rumahtangga
Kinerja berasal dari pengertian performance, yaitu hasil kerja atau prestasi kerja. Pengertian kinerja yang lebih luas selain sebagai hasil kerja juga proses pekerjaan itu berlangsung. Kinerja dapat juga diartikan tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya (Wibowo, 2013). Kinerja suatu usaha adalah kemampuan suatu usaha dalam mengelola sumberdaya yang ada sehingga dapat memberikan nilai kepada usaha tersebut. Mengetahui kinerja usaha berguna untuk mengukur tingkat efisensi dan produktifitas usaha tersebut. Disamping itu, penilaian kinerja usaha bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan suatu usaha. Kinerja usaha adalah informasi penting tentang keadaan perusahaan, keberhasilan, pengembangan dan prospek usaha di masa depan (Kaufmann and Olaru, 2012).
Kinerja dari kegiatan IKRT dapat diukur secara luas, baik dengan ukuran keuangan maupun ukuran non keuangan. Kinerja dapat juga diartikan sebagai keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Suatu pekerjaan mempunyai sejumlah fungsi atau indikator yang dapat digunakan untuk mengukur hasil pekerjaan tersebut (Wirawan, 2009). Dalam kegiatan usaha kecil, pekerjaan adalah aktivitas memproduksi suatu barang dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan ketrampilan tertentu. Dampak atau pengaruh kredit pada industri kecil dan rumahtangga dapat dilihat dari perilaku usaha yang ditunjukkan oleh kinerja usaha. Jõeveer dan Svejnar (2006) menyatakan kinerja usaha kecil yang dapat dilihat dari pengaruh kredit adalah (1) kinerja keuangan yang terdiri dari keuntungan, output, penjualan, ekspor, penggunaan input, investasi dan leverage ratio, (2) dinamika tenaga kerja, (3) ekspansi pasar, dan (4) hubungan antara usaha kecil dan penyedia keuangan berupa kemudahan memperoleh sumber modal eksternal.
Menurut Wibowo (2013), ukuran kinerja usaha dari suatu kegiatan produksi dapat dilihat dari produktivitas, kualitas, pemanfaatan sumberdaya, dan ukuran biaya. Sedangkan Wibisono (2006) menyatakan bahwa ukuran kinerja usaha dari suatu kegiatan produksi dapat dilihat dari tiga perspektif, yaitu: (1) output produksi dari kegiatan usaha yang terdiri dari aspek finansial dan non-finansial,
(2) proses internal dari kegiatan usaha antara lain aspek inovasi produk, proses operasi atau produksi, pemasaran produk, dan (3) kemampuan sumberdaya berupa aspek tenaga kerja, teknologi, dan organisasi. Output produksi dari kegiatan usaha berupa variabel finansial biasanya diukur dengan indikator penerimaan usaha, keuntungan usaha, pertumbuhan usaha, pangsa pasar, dan ratio keuangan, sedangkan variabel kinerja non finansial bisa dilihat dari tiga sisi, (1) konsumen, antara lain: harga produk, tipe pasar, kualitas produk, distribusi dan waktu antar produk, tingkat pembelian ulang, (2) masyarakat dan pemerintah, dan (3) pemasok bahan baku, yaitu lokasi dan ukuran pemasok.
Kinerja usaha yang dikaji dalam penelitian IKRT ini lebih dikaitkan dengan penggunaan modal dalam kegiatan produksi yang meliputi investasi terhadap aset tetap produksi, penggunaan bahan baku, penggunaan tenaga kerja, biaya produksi, dan nilai produksi atau omset penjualan. Investasi terhadap aset tetap merupakan kegiatan IKRT dalam menggunakan dananya untuk membeli barang-barang atau peralatan produksi bersifat tetap seperti mesin jahit, mesin kompressor, dan peralatan lainnya.
Keputusan untuk melakukan investasi terhadap aset tetap dapat dipandang sebagai permintaan IKRT terhadap input produksi atau peralatan yang tahan lama. Keputusan untuk melakukan investasi aset tetap sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara teoritis permintaan terhadap input dapat diturunkan dari fungsi produksi, fungsi biaya, dan fungsi keuntungan, sehingga permintaan input tetap merupakan fungsi dari harga barang tersebut, ketersediaan dana, harga barang lain, output dan karakteristik lainnya. Karena investasi aset tetap bersifat jangka panjang, maka pemilik IKRT akan berpikir cukup lama untuk memutuskan melakukan investasi. Pemilik usaha biasanya akan melihat trend penjualan dan permintaan produk selama ini. Faktor pengalaman usaha juga menjadi hal yang penting untuk melakukan investasi aset tetap, karena pengalaman usaha juga bisa menunjukkan skala usaha. Semakin lama pengalaman usaha, investasi terhadap aset tetap meningkat. Karakteristik individu dari IKRT akan mempengaruhi keputusan untuk investasi terhadap asset tetap. Harga dari barang menentukan pembelian terhadap barang aset tetap, namun harga dari barang aset tetap tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Ketersediaan dana dari penelitian ini didekati
dengan total pendapatan atau nilai tabungan yang dimiliki pengusaha IKRT. Jenis pembiayaan yang digunakan juga akan mempengaruhi keputusan aset tetap, sehingga hubungan antara aset tetap dengan variabel yang mempengaruhinya dapat dilihat sebagai berikut:
FISET = f (TPEND, PU, JPEMB)...(3.16) dimana:
FISET = aset tetap
TPEND = pendapatan keluarga IKRT PU = pengalaman usaha
JPEMB = jenis pembiayaan yang digunakan
Kinerja usaha IKRT selanjutnya adalah penggunaan tenaga kerja. Penggunaan tenaga kerja merupakan permintaan IKRT terhadap tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh upah, harga output, produksi dan ketersediaan dana yang dimiliki untuk membiayai tenaga kerja. Pendapatan total rumahtangga dapat dijadikan sebagai salah satu penentu penggunaan tenaga kerja yang menunjukkan ketersediaan dana yang dimiliki pengusaha. Akses padasumber pembiayaan akan meningkatkan permintaan IKRT terhadap tenaga kerja. Karakteristik individu dan rumahtangga IKRT juga akan mempengaruhi penggunaan tenaga kerja, sehingga hubungan penggunaan tenaga kerja dengan variabel penjelas adalah:
JTK = f (UDP, HPROD, TPEND, KRT, JPEMB) ...(3.17) dimana:
JTK = penggunaan tenaga kerja pada IKRT UDP = upah tenaga kerja
KRT = karakterisrik pengusaha dan rumahtangga pengusaha
Penggunaan bahan baku merupakan permintaan IKRT terhadap input selain tenaga kerja yang dipengaruhi oleh harga bahan baku, harga output, produksi dan ketersediaan dana yang dimiliki IKRT. Pendapatan rumahtangga menentukan daya beli (permintaan) dari input yang digunakan dalam proses produksi. Jumlah output yang dihasilkan dari proses produksi akan mempengaruhi penggunaan bahan baku. Untuk meningkatkan output, diperlukan penambahan input yang lebih besar. Jenis pembiayaan yang digunakan oleh IKRT untuk membiayai
produksinya akan mempengaruhi penggunaan bahan baku. Karakteristik usaha dan pengusaha juga akan mempengaruhi penggunaan bahan baku pada IKRT. Hubungan penggunaan bahan baku dengan variabel penjelas adalah:
BBB = f (HINP, HPROD, QTOT, TPEND, PU, KRT JPEMB)...(3.18) dimana:
BBB = penggunaan bahan baku HINP = harga input bahan baku HPROD = harga output
QTOT = produksi total
Biaya produksi menunjukkan besarnya modal kerja yang digunakan untuk membiayai proses produksi industri kecil dan rumahtangga. Secara teoritis, biaya merupakan fungsi dari output, harga input, dan karakteristik usaha lainnya. Jenis pembiayaan yang digunakan oleh IKRT untuk membiayai produksinya akan mempengaruhi biaya produksi atau modal kerja yang dikeluarkan. Hubungan antara biaya produksi dengan variabel penjelas adalah:
BPROD = f ( QTOT, HINP, TPEND, KRT, JPEMB)...(3.19) dimana:
BPROD = biaya produksi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penerimaan IKRT merupakan jumlah output yang dihasilkan dikalikan denga harga outputnya. Penerimaan IKRT dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai nilai produksi yang dihasilkan. Nilai produksi dipengaruhi oleh harga output dan output yang dihasilkan. Peningkatan modal dengan adanya kemudahan akses terhadap kredit akan meningkatkan output yang dihasilkan oleh IKRT. Peningkatan output tentu saja akan meningkatkan penerimaan atau nilai produksi dari IKRT, sehingga nilai produksi yang dihasilkan oleh IKRT dipengaruhi oleh penggunaan bahan baku, daya beli IKRT yang dilihat dari pendapatan IKRT, dan karakteristik IKRT. Hubungan antara nilai produksi dengan variabel yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
OMSET = f (TPEND, BBB, PU, TPD, JPEMB)...(3.20) dimana: