• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi, dan Budaya .1 Kependudukan

Dalam dokumen UKL UPL PASER (Halaman 122-159)

PEMANTAUAN LINGKUNGAN

3) Biota Perairan (Plankton/Benthos)

3.2.4 Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi, dan Budaya .1 Kependudukan

Potensi sumber daya manusia di wilayah studi (Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser) dinilai berdasarkan beberapa aspek, antara lain jumlah penduduk,

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

LINGKUNGAN

III-31

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN TERMINAL KHUSUS OLEH KOPERASI GABUNGAN PENGUSAHA RAKYAT (GAPURA) DI DESA RANGAN, KECAMATAN KUARO, KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, usia produktif, tingkat pendidikan dan kondisi angkatan kerja.

Penduduk Kecamatan Kuaro berdasarkan hasil Registrasi Penduduk tahun 2018 mencapai 29.438 jiwa, tahun 2017 mencapai 28.842 jiwa, tahun 2016 mencapai 28.217 jiwa, tahun 2015 mencapai 28.217 jiwa. Menurut keadaan tahun 2015-2018 tersebar di tiga belas kelurahan yaitu lolo, kuaro, ponding baru, rangan, modang, pasir mayang, sandeley, kerta bumi, padang jaya, harapan baru, kendarom, klempang sari, dan keluang paser jaya. Penyebaran penduduk tidak merata, sehingga kepadatan per kilometer di wilayah Kecamatan Kuaro menjadi bervariasi.

Sex Ratio Kecamatan Kuaro tahun 2018 yaitu sebesar 116, artinya dari setiap 100 perempuan terdapat 116 laki-laki dengan kata lain mayoritas penduduk di Kecamatan Kuaro adalah laki-laki. Jumlah penduduk Kecamatan Kuaro disajikan pada Tabel berikut ini.

Tabel 3.23. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Kuaro Tahun 2014 sampai Tahun 2018

Tahun Jumlah Penduduk Luas (km2) Kepadatan

(jiwa/ km2)

2018 29.438 747,30 39,39

2017 28.842 747,30 38,59

2016 28.217 747,30 37,76

2015 28.217 747,30 37,76

Sumber: Kecamatan Kuaro Dalam Angka 2020

Tabel 3.24. Jumlah penduduk, luas wilayah, dan kepadatan penduduk di Kecamatan Kuaro Tahun 2014 - 2018

No Jenis Kelamin Sex Ratio

Laki-Laki Perempuan

2018 15.834 13.604 116,39

2017 15.513 13.329 116,39

2016 15.187 13.030 116,55

2015 14.502 12.446 111,52

Sumber: Kecamatan Kuaro Dalam Angka 2020

Guna melihat sampai sejauh mana komposisi masing-masing usia penduduk, dilakukan analisis terhadap kondisi usia penduduk dengan Ratio Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) yang diperoleh melalui perbandingan antara penduduk usia tidak produktif yaitu (penduduk usia 0-14 tahun dan di atas 65 tahun) dengan penduduk usia produktif yaitu penduduk usia diatas usia 15 – 64 tahun. Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Penduduk Produktif, Non Produktif dan Prosentase Beban Tanggungan di Kecamatan Kuaro tidak dipublikasikan BPS pada Kecamatan Kuaro Dalam Angka maka yang akan disajikan pada Tabel berikut ini yaitu Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Penduduk Produktif, Non Produktif dan Prosentase Beban Tanggungan di Kabupaten Paser.

Tabel 3.25. Komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur

Rentang Umur Laki-laki Perempuan Jumlah

0 – 4 15.363 14.649 30.012

5 – 9 14.676 13.641 28.317

10 – 14 13.935 13.291 27.226

15 – 19 13.498 12.376 25.874

20 – 24 13.886 12.290 26.176

25 – 29 14.163 12.302 26.465

30 – 34 13.917 12.044 25.961

35 – 39 12.749 10.821 23.570

40 – 44 11.084 9.793 20.877

45 – 49 9.544 7.786 17.330

50 – 54 6.931 5.722 12.653

55 – 59 4.845 3.609 8.454

60 – 64 3.068 2.475 5.543

65 + 3.874 3.562 7.436

Sumber: Kecamatan Kuaro Dalam Angka 2020

Tabel 3.26. Penduduk produktif, non produktif, dan prosentase beban tanggungan di Kabupaten Paser

Kriteria Umur Jumlah Penduduk

Persentase Laki-laki Perempuan Total

0- 14 )*a 44.974 41.581 85.555 29,93

15-64 )*b 103.685 89.218 192.903 67,47

>65 )*a 3.874 3.562 7.436 2,60

Total 151.533 134.361 285.894 100,00

Depedency Ratio (%) 48,21

Keterangan : a) Tidak/ belum Produktif; b) Produktif

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Paser Dalam Angka 2020

Gambar 3.5. Piramida Penduduk di Kabupaten Paser Tahun 2019

-20.000 -15.000 -10.000 -5.000 0 5.000 10.000 15.000 20.000 0 – 4

5 – 9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 +

Laki-Laki Perempuan

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

LINGKUNGAN

III-33

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN TERMINAL KHUSUS OLEH KOPERASI GABUNGAN PENGUSAHA RAKYAT (GAPURA) DI DESA RANGAN, KECAMATAN KUARO, KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Menurut Kabupaten Paser dalam angka tahun 2020 usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif, Penduduk angkatan kerja yang merupakan potensi menghadapi masalah diantaranya kualitas tingkat pendidikan yang relatif rendah. Hal ini membuat pilihan mereka terhadap lapangan kerja menjadi terbatas. Faktor inilah yang sering membuat tidak bertemunya antara permintaan tenaga kerja dengan penawarannya. Dari hasil perhitungan berdasarkan data tersebut diperoleh penduduk usia produktif sebesar 67,47%, sedangkan untuk usia belum produktif 29,93% dan usia tidak produktif 2,60%.

Rasio beban ketergantungan adalah 48,21%, ini berarti bahwa tiap 100 orang yang produktif menanggung 48 orang yang tidak produktif. Rasio ketergantungan total disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 29,93%

sedangkan untuk penduduk dengan usia diatas 65 tahun menyumbangkan rasio ketergantungan sebesar 2,60%. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2019 penduduk usia kerja di Kabupaten Paser masih dibebani ketergantungan penduduk muda yang proporsinya lebih besar dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.

3.2.4.2 Sosial

Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Kuaro ditingkat Pendidikan Dasar cukup memadai, akan tetapi secara kualitas perlu ditingkatkan sehingga akan dapat memacu prestasi dalam mengembangkan wawasan anak didik. Jumlah sekolah dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Apabila dilihat secara umum di Kecamatan Kuaro terjadi peningkatan kualitas pendidikan baik saran dan prasarana maupun sumberdaya manusia. Hal ini dapat kita ketahui dari pendidikan guru yang meningkat dalam upaya untuk menciptakan pendidik yang semakin professional.

Tabel 3.27. Banyaknya sekolah menurut kelurahan di Kecamatan Kuaro Tahun 2019

No Kelurahan Sarana Pendidikan

SD SMP SMA/SMK

1 Lolo 1 1 0

2 Kuaro 6 2 2

3 Pondok Baru 1 0 0

4 Rangan 2 0 0

5 Modang 2 0 0

6 Pasir Mayang 3 1 0

7 Sandeley 2 1 0

8 Kerta Bumi 2 1 0

9 Padang Jaya 2 0 1

10 Harapan Baru 1 1 0

11 Kendarom 2 1 0

12 Klempang Sari 1 0 0

13 Keluang Paser Jaya 3 0 0

Jumlah 28 8 3

Sumber: Kecamatan Kuaro Dalam Angka 2020

Tingkat kemajuan suatu daerah, salah satu indikatornya dapat dilihat dari tingkat ketersediaan manusia yang berkualitas yang didukung oleh berbagai fasilitas pendukung seperti ketersediaan sekolah, guru, peraga pendidikan, perpustakaan, tenaga pengajar, dan lain sebagainya. Kabupaten Paser secara umum dan Kecamatan Kuaro khususnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan penduduk, telah membangun fasilitas sekolah seperti: Sekolah Dasar (SD) sebanyak 28 buah yang tersebar di setiap desa/kelurahan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 8 unit, Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) sebanyak 3 unit.

3.2.4.3 Perekonomian

Guna mengetahui kinerja suatu wilayah dapat dinilai dari tingkat produktivitas wilayah tersebut. Salah satu indikator dari produktivitas suatu wilayah adalah nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) wilayah tersebut.

PDRB didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun yang ditransaksikan melalui mekanisme pasar. PDRB merupakan cerminan perekonomian suatu wilayah. PDRB yang digunakan pada kajian ini adalah PDRB dasar harga konstan untuk melihat pertumbuhan ekonomi.

PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Paser tahun 2020 terhitung sebesar 43.337.235,4 juta rupiah, tahun 2019 terhitung sebesar 48.017.349,1 juta rupiah, tahun 2018 terhitung sebesar 48.054.117,7 juta rupiah. Pertumbuhan ekonomi sektoral 2020 juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Selengkapnya data terhadap PDRB Kabupaten Paser Atas Dasar Harga Berlaku menurut Kategori (Juta Rupiah) disajikan dalam Tabel berikut ini.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

LINGKUNGAN

III-35

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN TERMINAL KHUSUS OLEH KOPERASI GABUNGAN PENGUSAHA RAKYAT (GAPURA) DI DESA RANGAN, KECAMATAN KUARO, KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Tabel 3.28. PDRB Kabupaten Paser Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2011-2020 (Juta Rupiah)

No Kategori Lapangan Usaha Tahun

2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 3.072.185,9 3.326.194,4 3.433.173,4 4.124.821,1 4.329.655,2 4.703.652,8 4.962.536,2 4.899.322,6 5.007.500,6 5.407.886,8 2 Pertambangan dan Penggalian 26.708.009,9 27.352.804,2 28.685.151,3 29.748.466,8 28.165.732,8 26.468.848,6 32.123.232,5 35.754.025,7 34.991.502,4 29.456.653,1 3 Industri Pengolahan 1.206.674,2 1.349.222,8 1.402.993,1 1.567.921,3 1.639.265,6 1.797.029,8 2.160.645,2 2.155.339,7 2.249.151,3 2.532.231,5

4 Pengadaan Listrik dan Gas 3.854,2 4.267,0 4.256,2 4.619,5 6.775,3 8.743,8 9.878,2 10.110,5 10.389,2 11.212,7

5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah.

Limbah dan Daur Ulang

5.846,8 5.525,1 6.252,6 6.566,5 6.965,2 7.633,3 8.416,0 8.860,7 9.591,1 9.819,3

6 Konstruksi 665.456,1 726.464,7 810.095,9 881.383,9 918.595,2 878.195,7 965.158,8 1.144.149,5 1.338.360,6 1.334.577,1 7 Perdagangan Besar dan Eceran,

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

878.698,8 981.528,6 1.059.969,6 1.170.706,6 1.284.804,3 1.397.716,1 1.554.110,1 1.710.342,8 1.852.635,9 1.911.994,5

8 Transportasi dan Pergudangan 116.629,3 131.221,9 143.749,2 162.364,0 177.031,1 178.439,7 192.536,4 211.105,7 223.415,3 227.966,0 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum

68.301,9 75.867,4 85.520,6 93.354,1 100.319,2 110.629,4 121.174,9 133.574,1 144.177,3 142.411,1

10 Informasi dan Komunikasi 167.481,3 181.165,3 195.503,8 216.562,3 233.710,6 249.472,7 274.084,1 291.811,9 314.617,2 343.485,2 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 95.388,6 115.308,3 128.869,8 136.917,5 149.182,1 152.346,3 160.071,1 175.145,9 185.188,4 188.988,9

12 Real Estate 85.157,6 93.704,9 102.204,3 114.393,7 123.018,2 125.361,1 131.593,1 139.646,8 143.078,6 145.382,8

13 Jasa Perusahaan 14.357,3 17.073,1 19.209,5 21.870,2 22.090,2 22.437,1 23.731,9 24.927,9 25.493,6 24.574,7

14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial

282.519,1 307.504,7 339.915,2 420.031,0 469.927,8 473.962,7 472.152,0 509.636,6 544.808,1 515.872,6

15 Jasa Pendidikan 239.378,0 276.081,0 331.963,9 387.854,5 438.107,0 466.657,3 517.295,7 579.919,7 644.309,9 700.533,1 16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 89.504,7 98.527,9 112.243,1 129.326,4 142.334,2 163.608,1 180.774,1 200.791,2 219.718,0 272.098,7

17 Jasa Lainnya 45.344,1 50.960,4 55.195,4 62.726,8 67.033,4 84.960,2 96.864,6 105.406,5 113.411,5 111.547,3

18 PDRB KAB PASER 33.744.787,8 35.093.421,6 36.916.267,0 39.249.886,2 38.274.547,1 37.289.694,5 43.954.254,8 48.054.117,7 48.017.349,1 43.337.235,4 Sumber : Kabupaten Paser Dalam Angka 2020

3.3 Bentuk Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Perangkat pengelolaan lingkungan tersebut diperlukan, baik dalam lingkup skala kegiatan maupun lingkup regional (daerah di sekitar lokasi tapak kegiatan yang merupakan wilayah sebaran dampak kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung). Sistem pengelolaan lingkungan di sini ialah kesatuan tindakan terpadu dari berbagai komponen yang ditujukan untuk menangani dampak penting yang timbul. Tindakan tersebut berupa upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian dan pengembangan lingkungan hidup. Perwujudan dari usaha terpadu tersebut adalah menentukan tindakan atau teknologi yang tepat dan efektif, yang pemilihannya dapat dilakukan dengan mengenali metode atau teknologi yang tersedia serta mempertimbangkan kelemahan dan kebaikan atas penerapan metode/teknologi tersebut. Untuk itu berbagai perangkat yang akan dipakai untuk mengelola lingkungan hidup, antara lain:

 Perangkat preventif (pencegahan), didasarkan atas upaya untuk mencegah semaksimal mungkin timbulnya dampak yang tidak diinginkan, dengan mengenali secara dini kemungkinan dampak yang akan timbul, sehingga perencanaan pencegahannya dan atau penanggulangannya dapat segera disiapkan sedini mungkin.

 Perangkat represif (penanggulangan), didasarkan atas penanggulangan dampak yang telah atau diperkirakan akan terjadi karena keterbatasan teknologi dan kemampuan manusia, dengan melakukan pemantauan terhadap komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak. Apabila dari hasil pemantauan tersebut, terdeteksi adanya perubahan komponen lingkungan, maka dicoba untuk menelusuri penyebab atau sumber dampaknya, dikaji pengaruhnya, serta diupayakan menurunkan beban pencemaran atau menanggulangi akibat yang ditimbulkannya.

 Perangkat insentif (penghargaan), didasarkan atas upaya mempertemukan kepentingan pemrakarsa dengan pihak lain yang terkait. Dalam hal ini pemrakarsa akan selalu memperhatikan pihak lain yang menerima dampak, baik dengan cara memberikan gantirugi ataupun kompensasi yang memadai.

Perangkat insentif ini dapat juga berupa kepatuhan dalam pembayaran pajak, iuran pemakaian air, proses perijinan dan sebagainya.

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) Rencana Kegiatan Pembangunan TUKS dan fasilitas penunjangnya oleh Koperasi GAPURA disampaikan secara singkat, akan dijelaskan dalam bentuk matriks pada Tabel di bawah ini.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

LINGKUNGAN

III-37

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN TERMINAL KHUSUS OLEH KOPERASI GABUNGAN PENGUSAHA RAKYAT (GAPURA) DI DESA RANGAN, KECAMATAN KUARO, KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Tabel 3.29. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup oleh Koperasi Gabungan Pengusaha Rakyat (GAPURA)

No Sumber

Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak

Upaya Pengelolaan Lingkungan Upaya Pemantauan Lingkungan

Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bentuk Upaya Pengelolaan

Lingkungan Hidup

Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup A. Tahap Konstruksi

1. Penerimaan yang masih belum memiliki

pekerjaan/

pengangguran dengan jumlah sekitar 6.266 jiwa (pengangguran terbuk). Sehingga dengan mobilisasi tenaga kerja dapat mengurangi pengangguran masyarakat di sekitar lokasi kegiatan

Pendekatan Sosial :

 Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima sebagai tenaga kerja pada kegiatan konstruksi sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

 Tidak memberikan perlakuan berbeda antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar lokasi.

 Secara berkala memberikan arahan kepada para pekerja agar tetap membangun kebersamaan antara pekerja lokal dan pekerja yang berasal dari luar lokasi.

 Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan keterampilan dan

kemampuan yang dimiliki.

 Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan dan pekerja, baik pekerja tetap maupun tenaga kontrak dan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam asuransi kecelakaan tenaga kerja;

 Mempertimbangkan pemberian asuransi kecelakaan kepada tenaga kerja yang dipekerjakan pada kegiatan beresiko tinggi.

Pendekatan Institusional :

 Melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal

Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Paser

 Mengacu pada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan dan Peraturan lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan

Tapak proyek Pembangunan TUKS dan fasilitas penunjangnya Terpadu Stu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Paser

Metode Pengumpulan Data :

Data kesempatan kerja dan berusaha masyarakat terdiri atas data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari intansi terkait sedangkan data primer dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner.

Penarikan sampel yang dipergunakan dalam pengumpulan data adalah sistem Purposif Random Sampling. Penarikan sampel sama dengan analisis peningkatan pendapatan.

Responden penelitian ini adalah kepala keluarga.

Analisis Data :

Ratio Beban Tanggungan (Dependency Ratio)

= +

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK)

! "# = $ "#

Tingkat pengangguran (TP) '(

= )*+, ℎ ./01 2 / 345 637 /0 83/9 4: 345 )*+, ℎ ./01 2 / 345

Hasil analisis dianalisis secara deskriptif.

Lokasi pemantauan berada di Desa Rangan, pelaporan 6 bulan sekali

Pelaksana : Koperasi GAPURA

Instansi Pengawas : Pemkab Paser c.q Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Dinas Penanaman Modal PTSP & Tenaga Kerja Kabupaten Paser.

Instansi Penerima : Pemkab Paser c.q Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Dinas Penanaman Modal PTSP & Tenaga Kerja Kabupaten Paser.

Peningkatan

Pendekatan Sosial :

 Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima sebagai tenaga kerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

 Mengalokasikan ruang bagi masyarakat untuk membuka usaha di lokasi kegiatan

Lokasi pengelolaan dampak berada di masyarakat

Metode Pengumpulan Data :

Observasi dan wawancara langsung di lapangan dengan mengumpulkan data dari perusahaan, karyawan dan instansi terkait (Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) serta masyarakat yang terkena dampak secara tidak langsung (masyarakat yang memiliki

Lokasi pemantauan berada di Desa Rangan, pelaporan 6 bulan sekali

Pelaksana : Koperasi GAPURA

Instansi Pengawas : Pemkab Paser c.q. Dinas Penanaman Modal

No Sumber

Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak

Upaya Pengelolaan Lingkungan Upaya Pemantauan Lingkungan

Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bentuk Upaya Pengelolaan

Lingkungan Hidup

Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Pendekatan Institusional :

 Memberikan upah yang layak minimal sesuai UMP Kabupaten Paser

 Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan dan pekerja, baik pekerja tetap maupun tenaga kontrak dan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam asuransi kecelakaan tenaga kerja

 Melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, berkoordinasi dengan Pemda dan bermusyawarah dengan

masyarakat setempat.

 Melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat

 Mengacu pada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan dan Peraturan lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan pendapatan yang diperoleh dengan adanya kegiatan.

Analisis Data :

Data-data hasil observasi dan/atau wawancanra dianalisis secara deskriftif dan tabulai silang, kemudian disajikan dalam bentuk data tabel, grafik maupun uraian

Kabupaten Paser

Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, DLH Kabupaten Paser dan Camat dan Kepala Desa setempat (Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser).

Instansi Penerima : Pemkab Paser c.q. Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, DLH Kabupaten Paser dan Camat dan Kepala Desa setempat (Desa Rangan, Kecamatan Kuaro,

Pendekatan Sosial :

 Karena munculnya persepsi masyarakat khususnya persepsi negatif merupakan dampak kumulatif terhadap dampak-dampak sebelumnya, maka upaya pengelolaan yang akan dilakukan yaitu terhadap sumber dampak yang telah diuraikan sebelumnya.

Disamping juga upaya-upaya sebagai berikut :

- Membentuk Tim Humas yang menjadi fasilitator antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Tim humas ini dibentuk beranggotan

komponen dari perusahaan itu sendiri, perw akilan

masyarakat serta instansi terkait;

- Menyampaikan informasi dan komunikasi rencana kegiatan dan dampaknya kepada masyarakat di wilayah studi;

- Melakukan program pemberdayaan masyarakat bagi masyarakat setempat dalam skema community

Lokasi pengelolaan dampak berada di masyarakat

Metode Pengumpulan Data :

Pengumpulan data pemantauan dampak persepsi masyarakat terhadap kegiatan dilakukan melalui wawancara terbuka terhadap kelompok-kelompok masyarakat di desa-desa wilayah studi dan atau dengan bantuan kuesioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

Analisis Data :

Penarikan sampel yang dipergunakan dalam pengumpulan data adalah sistem Purposif Random Sampling. Penarikan sampel didasarkan atas penilaian tujuan tertentu. Sedangkan penentuan ukuran sampel menggunakan Rumus Slovin Formula sebagai berikut:

Dengan :

n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi

e = Margin of Error/Batas kesalahan sampling

Pelaksanaann survey dilakukan dengan memilih responden secara acak dengan melakukan pendekatan wilayah / areal (studi). Responden

Lokasi pemantauan berada di Desa Rangan, pelaporan 6 bulan sekali

Pelaksana : Koperasi GAPURA

Instansi Pengawas : Pemkab Paser c.q. DLH Kabupaten Paser dan Camat dan Kepala Desa setempat (Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser).

Instansi Penerima : Pemkab Paser c.q. DLH Kabupaten Paser dan Camat dan Kepala Desa setempat (Desa Rangan, Kecamatan Kuaro,

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

LINGKUNGAN

III-39

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN TERMINAL KHUSUS OLEH KOPERASI GABUNGAN PENGUSAHA RAKYAT (GAPURA) DI DESA RANGAN, KECAMATAN KUARO, KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

No Sumber

Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak

Upaya Pengelolaan Lingkungan Upaya Pemantauan Lingkungan

Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bentuk Upaya Pengelolaan

Lingkungan Hidup

Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

dengan pemerintah setempat;

- Melakukan perekrutan tenaga kerja dengan memprioritas tenaga kerja lokal yang ada di wilayah studi;

- Menyediakan fasilitas pelayanan pengaduan untuk menerima masukan dan keluhan dari masyarakat sekitar terkait dengan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan;

Pendekatan Institusional :

 Melakukan pelepasan tenaga kerja sesuai dengan peraturan

ketenagakerjaan sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

 Selalu berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Lurah, Camat (Kecamatan Kapuas), dan tokoh-tokoh masyarakat sekitar.

diperkirakan terkena dampak langsung, kelompok masyarakat yang diprakirakan terkena dampak tak langsung dan tokoh masyarakat setempat.

Data hasil observasi dan wawancana dilakukan editing, koding dan membuat tabulasi (tabulasi frekuensi) dan jika diperlukan guna melihat hubungan variabel yang satu dengan variabel lainnya dibuat tabulasi silang. Data akan dianalisis secara kuantitatif, terutama untuk persepsi masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan, selanjutnya disajikan dalam bentuk grafik maupun tabel.

2. Pembangunan dan limbah B3 (cair) meningkat dari kondisi awal akibat oli bekas dari operasional basecamp

Pendekatan Teknologi

 Membangun, memelihara dan melengkapi fasilitas Gudang TPS limbah B3

 Mencegah agar oli (bekas) tidak tercecer.

 Memilah limbah B3 sesuai dengan jenisnya

 Menunjuk pihak ketiga untuk melakukan pengelolaan limbah B3 (pengangkutan dan/atau

pemanfaatan dan/atau pengolahan dan/atau penimbunan dan/atau dumping (pembuangan) LB3 yang telah memiliki ijin.

 Mengelola limbah B3 sesuai arahan pengelolaan mengacu pada :

- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 dan KEP- 01 /BAPEDAL/09/1995) (penduan teknis yang telah diterbitkan oleh pemerintah) Pendekatan Institusional :

Tempat

Metode Pengumpulan Data :

Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung ke wilayah studi pada lokasi tapak proyek dan jalan yang dilalui kegiatan operasional secara berkala. Setiap kunjungan lapang tsb dilakukan pencatatan parameter: (1) jumlah titik ceceran, luasan (sebaran) jenis material dan sumbernya serta saat (waktu) terjadinya ceceran, dan (2) mencatat seluruh persepsi dan harapan masyarakat dan karyawan (protes, keberatan, ketidakpuasan, kepuasan, dan konflik) akibatceceranlimbah padat dan cair dari kegiatan konstruksi; baik secara langsung maupun tidak langsung.

Analisis Data :

Data hasil lapangan dibandingkan dengan peraturan-peraturan yang berlaku (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 dan KEP- 01 /BAPEDAL/09/1995), selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif bulan sekali dan pelaporan 6 bulan sekali

Pelaksana : Koperasi GAPURA

Instansi Pengawas : Pemkab Paser c.q Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser.

Instansi Penerima : Pemkab Paser c.q Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser.

No Sumber

Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak

Upaya Pengelolaan Lingkungan Upaya Pemantauan Lingkungan

Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bentuk Upaya Pengelolaan

Lingkungan Hidup

Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Berkoordinasi dengan dengan instansi (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser) terkait terhadap pengelolaan limbah B3

3. Mobilisasi lalu lintas disekitar lokasi TUKS berupa alat berat, seperti truck, mobil, dll.

Pendekatan Teknologi :

 Memasang rambu-rambu lalu lintas dan K3 pada lokasi-lokasi strategis di tapak proyek untuk kegiatan mobilisasi peralatan, material dan karyawan.

 Membuat pos jaga dan petugas lalu lintas yang siaga 24 jam pada persimpangan-persimpangan strategis yang berbatasan dengan tapak proyek dan di dalam tapak proyek, yang berguna mengatur lalu lintas seperti : mengutamakan lalu lintas reguler, membuat rambu-rambu sebelum peersimpangan bahwa ada

kegiatan proyek, pengendara harus hati-hati dan mengurangi

kecepatannya, memandu truk-truk/ kendaraan proyek.

 Mengatur areal parkir, tempat pemberhentian sementara, dan tempat memutar, khususnya pada tapak proyek dan jalan yang menghubungkannya

 Prioritas pengaturan pada ruas jalan tersebut adalah pada saat kondisi jam puncak (peak hour), khususnya pagi hari (07.00 - 08.00) dan sore hari (14.00 - 18.00). Memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar ketentuan lalu lintas pada ruas jalan tersebut.

 Memasang papan informasi peringatan hati-hati ada kegiatan proyek untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan, berupa RPPJ “Hati-hati banyak kendaraan keluar masuk dan melengkapi rambu-rambu di areal kegiatan’

 Pengangkutan alat berat harus sesuai dengan SK Dirjen Hubdat No. SK. 726/AJ.307/DRJD/2004 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Alat Berat di Jalan;

 Melakukan pengarahan kepada

Di tapak proyek dan jalan

Metode Pengumpulan Data :

Pengumpulan data kegiatan transportasi darat yang diperkirakan akan terkena dampak akibat konstruksi kegiatandilakukan secara sekunder maupun primer.

Pengumpulan data sekunder dilakukan untuk mengetahui tingkat kelancaran lalu lintas dari sumber-sumber yang layak dipercaya. Data tersebut dapat diperoleh dari Dishubkominfo, polisi lalu lintas, liputan media masa, dan para penyelenggara jasa transport (tukang ojeg dan sopir taksi) yang biasa menunggu penumpang di sekitar tapak proyek.

Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei transportasi langsung di lapangan (tally survey) pada ruas jalan di sekitar kawasan. Pada saat melakukan survei, sekaligus dicatat kondisi tingkat kelancaran lalu lintas, ada tidaknya keluhan, protes, keresahan pengguna jalan, kemajuan pembuatan jalur lambat, dan ketaatan para pengguna jalan terhadap larangan parkir di jalur lambat/badan jalan.

Analisis Data :

Berdasarkan rekaman data primer dan sekunder secara berkala dapat dianalisis, apakah dari waktu ke waktu kondisi arus lalu lintas lancar, terjadi kondisi tersendat, terjadi antrian, atau terjadi kemacetan. Kondisi tersebut dianalisi dengan persamaan FCSP = Faktor penyesuaian pemisahan arah

(hanya untuk jalan tak terbagi) FCSF = Faktor penyesuaian hambatan

samping dan bahu jalan/kereb penghalang

FCCS = Faktor penyesuaian kecepatan untuk ukuran kota

Serta dengan persamaan : Tingkat pelayanan jalan (Los)

Serta dengan persamaan : Tingkat pelayanan jalan (Los)

Dalam dokumen UKL UPL PASER (Halaman 122-159)