• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Eksisting Pengembangan SPAM

Pembahasan yang perlu diperhatikan terkait dengan Kondisi Eksisting Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di kabupaten/kota secara umum adalah:

1. Aspek Teknis A. Sistem Produksi

Sumber air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Sumbawa Barat (PDAM) adalah sungaidan unit air baku yang digunakan berupa Bangunan Penangkap mata air (broncapturing/intake). Intake ini terletak di Dusun Bangket Monte Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Elevasi Muka tanah intake adalah 48mdpl. Debit yang diambil dari sumber ini adalah 50 liter/detik (l/dt) dan Idle 150 l/dt.

Dari intake ini, air disalurkan melalui pipa transmisi menuju Intalasi Pengolahan Air (IPA) dan Reservoir. Elevasi dasar pipa di intake adalah 47mdpl dan elavasi pipa di IPA adalah 43mdpl. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC diameter 16” (inci) sepanjang 1173 meter (dari intake sampai ke IPA).

Selain sumber diatas, terdapat juga 2 sumber mata air lainnya yaitu Pota Tano ( 5 l/dt dan 1,5 l/dt) dan Jereweh (3 l/dt) namun data teknis yang diperoleh untuk 2 lokasi ini tidak spesifik. Untuk 2 mata air ini tidak menggunakan intake.

Unit Instalasi yang digunakan untuk SPAM Kabupaten Sumbawa Barat ini adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Reservoar. Unit instalasi yang digunakan untuk tiap sumber air yaitu Taliwang menggunakan IPA dan Reservoar, Poto Tano menggunakan Reservoar (2 unit) dan Jereweh tidak terdapat instalasi (langsung disalurkan ke masyarakat).Spesifikasi teknis untuk IPA dan Reservoar Taliwang dijelaskan melalui Tabel 6.6

Tabel 6.18 Spesifikasi teknis IPA dan Reservoar Taliwang

No Instalasi Spesifikasi Teknis

1 Unit Desinfeksi  Pencampur Desinfektan: GI Ø ¾”

 Bak pengaduk: Panjang:1,2 m, Lebar:1,2 m dan tinggi: 1,7m

 Bak pembubuh: Panjang:1,6 m, Lebar:1,6 m dan tinggi: 1 m

2 Reservoar  Kapasitas 500 m3

Tinggi 4 m Sumber: RISPAM Kabupaten Sumbawa Barat, 2011 - 2025

Poto Tano mempunyai 2 buah reservoir masing-masing untuk menampung debit sebesar 5 liter/detik dan 1,5 liter/detik namun tidak diketahui spesifikasi teknisnya. Sedangkan Jereweh tidak mempunyai unit instalasi.

Gambar 6.2 Gambar Reservoir pada IPA Brang Rea

Unit distribusi SPAM Kabupaten Sumbawa Barat terdiri dari pipa distribusi dan Bak Pengumpul. Pipa Distribusi untuk Taliwang dari IPA menuju bak pengumpul menggunakan

pipa PVC berdiameter 16” (inci) sepanjang 1099 meter.

Bak pengumpul berada pada elevasi tanah 40mdpl. Setelah itu pipa distribusi akan terus dilanjutkan menuju Kota Taliwang dan sekitarnya (Brang Rea dan Brang Ene) menggunakan

pipa PVC berdiameter 14” (inci) sepanjang ±12,5 Km. Untuk Kota Taliwang, terdapat sistem

perpipaan yang melayani seluruh kota yang mengikuti sistem jalan yang ada dengan menggunakan pipa PVC berdiameter antara 150 mm s.d 50 mm.

Selain itu, terdapat pipa yang menghubungkan Kota Taliwang dengan Kecamatan Seteluk dan Kecamatan Poto Tano. Pipa sepanjang ±37 kilometer tersebut belum tersambungkan dengan sumber air, sehingga belum ada pelayanan sama sekali.

2. Aspek Pendanaan

Secara umum kondisi dan kinerja keuangan PDAM Kabupaten Sumbawa Barat sudah terkelola dengan cukup baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya Bagian keuangan pada struktur perusahaan yang bertugas untuk mengelola keuangan baik pemasukan dari pelanggan dan anggaran maupun pengeluaran dari produksi dan administrasi. Laporan

serta penyusunan anggaran setiap tahunnya menunjukan pengelolaan keuangan telah dilaksanakan.

Berdasarkan Perda Kabupaten Sumbawa Barat No.26 tahun 2008 tentang PDAM, maka tarif retribusi harus didasarkan pada prinsip:

1. Keterjangkauan dan keadilan 2. Mutu pelayanan

3. Pemulihan biaya 4. Efisiensi pemakaian air

5. Transparansi dan akuntabilitas 6. Perlindungan air baku

Adapun pelanggan PDAM diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, yaitu:

1. Kelompok I : Pelanggan yang membayar tarif rendah untuk memenuhi standar pokok air minum

2. Kelompok II : Pelanggan yang membayar tarif dasar untuk memenuhi standar pokok air minum

3. Kelompok III : Pelanggan yang membayar tarif penuh untuk memenuhi standar pokok air minum

4. Kelompok IV : Pelanggan yang membayar tarif air minum berdasarkan kesepakatan

Saat ini, belum ada Perda yang mengatur besarnya tarif air minum untuk 4 kelompok diatas, karenanya tarif air minum yang diterapkan oleh PDAM Kabupaten Sumbawa Barat berdasarkan kebijakan perusahaan. Besarnya tarif dasar air minum yang ditetapkan PDAM adalah Rp.850/m3.

Sumber pendapatan PDAM Kab. Sumbawa Barat diluar Anggaran perusahaan berasal dari Rekening air, Dana meter dan Non Air.

Tabel 6.19 Penerimaan PDAM Kab. Sumbawa Barat

No PDAM Penerimaan Kas Jumlah

Penerimaan Air Dana Meter Non Air Pnyer.Pemd

1 Taliwang 71.105.000 5.409.500 99.882.106 - 176.396.606

2 Jereweh 5.981.550 597.500 2.465.000 - 9.044.050

3 Tano 4.218.650 565.000 - - 4.783.650

Jumlah 81.305.200 6.572.000 102.347.106 - 190.224.306

Pengeluaran PDAM Kabupaten Sumbawa Barat digunakan untuk pembayaran gaji pegawai, rekening listrik dan telpon, pembelian bahan kimia (koagulan), pemasangan investasi, pemeliharaan dan administrasi.

Tabel 6.20 Pengeluaran PDAM Kab.Sumbawa Barat N

o PDAM

Pengeluaran Kas

Jumlah Gaji Listrik/Telp Kimia Pemas.Inves Pemeliharaan Adms.dll

1 Taliwang 64.828.420 603.605 15.427.500 12.273.650 3.270.000 77.370.538 173.773.713

2 Jereweh 5.789.190 1.230.510 - - - 225.000 7.244.700

3 Tano 7.923.495 1.806.110 - - - 225.000 9.954.205

Jumlah 78.541.105 3.640.225 15.427.500 12.273.650 3.270.000 77.820.538 190.973.018

Sumber: RISPAM Kabupaten Sumbawa Barat, 2010

3. Kelembagaan

Pengelolaan Air Minum di Kabupaten Sumbawa Barat berada dibawah PDAM sesuai dengan Perda Kabupaten Sumbawa Barat No.26 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa Barat. PDAM mempunyai maksud dan tujuan, yaitu:

 Turut serta melaksanakan pembangunan daerah

 Turut serta mewujudkan, meningkatkan, menyelenggarakan kemanfaatan dan pelayanan umum kepada masyarakat

 Sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Menyelenggarakan pelayanan jasa

Institusi yang bentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mengelola air minum adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak dibidang layanan umum yang diatur dalam Perda Kab. Sumbawa Barat No.26 tahun 2008. Adapun Visi dan Misi PDAM Kabupaten Sumbawa Barat adalah sebagai berikut:

Visi:

“Penanganan keluhan cepat tanggap dengan pelayanan 24 jam air mengalir, menuju PDAM

mandiri”

Misi:

 Meningkatkan pelayanan dengan K3:  Kerja Ikhlas

 Kerja Cerdas

 Menekan volume kehilangan air dan efisiensi penagihan  Meningkatkan kesejahteraan karyawan

 Memberikan kontribusi pada PAD (Pendapatan Asli Daerah)

Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Sumbawa Barat dapat dilihat pada Gambar berikut: KOMISARIS Direktur Utama Badan Pengawas Kabag. Teknik Kabag. Keuangan Kasie. Hubungan Langganan Kasie. Kas dan Penagihan Rek Kasie. Perencanaan Keuangan Kasie. Personalia Kasie. Pembukuan Kasie. Transdit Kasie. Perenc. Teknik dan Pengawasan Kasie. Produksi Kasie. Pemeliharaan dan Perawatan

Seksie Kas dan Penagihan Rek

Staf Kas dan Penagihan Rek

Staf Kas dan Penagihan Rek Staf Hubungan Langganan Seksie. Penagihan & Pencatat Meter Staf

pembukuan Bendahara Gaji

Staf administrasi umum Seksie Gudang Staf Gudang Seksie pengadaan barang/aset Penjaga Kantor Seksie Transdit Staf Transdit Seksie. Perenc. Teknik dan Pengawasan Staf Perenc. Teknik dan Pengawasan Seksie Laboratorium/ Pengolahan Operator/ pengolahan Penjaga Sumber Mata air Staf Pemeliharaan dan Perawatan Operator/ pengolahan Staf Transdit Staf Transdit Staf pembukuan Staf pembukuan Staf Penagihan & Pencatat Meter Seksie. Penagihan & Pencatat Meter Staf Penagihan & Pencatat Meter Sub.Sie. Pembuat Rekening Sub.Sie. Pembuat Rekening

Gambar 6.3 Struktur Organisas PDAM Kabupaten Sumbawa Barat

Sumber: RISPAM Kabupaten Sumbawa barat, 2011 - 2025

Jumlah Karyawan PDAM Kabupaten Sumbawa Barat adalah 67 orang. Rincian karyawan PDAM adalah Komisaris 1 orang, Dewan pengawas 4 orang, karyawan tetap 36 orang, Calon pegawai 20 orang dan Tenaga kontrak 6 orang.

Berikut adalah masalah yang dihadapi dalam system kelembagaan pelayanan air bersih di Kabupaten Sumbawa barat:

 Masih minimnya komitmen Pemda dan DPRD untuk kemajuan pelayanan Publik  Bentuk badan pengelola berupa PDAM sehingga mewajibkan adanya retribusi

PAD

 Pengelola dibebankan target pencapaian PAD

 Struktur organisasi telah sesuai dengan Perda No.26 tahun 2008 tentang PDAM, hanya jumlah Dewan Pengawas melebihi kriteria

 SDM untuk keuangan dan manajemen masih perlu ditingkatkan

 SDM teknik masih membutuhkan peningkatan pengetahuan teknis operasional dan pemeliharaan SPAM

 Sistem dan prosedur operasional dan non operasional telah dilaksanakan oleh para karyawan namun perlu dibuat/dirapihkan kembali SOP dalam bentuk tertulis.

4. Peraturan Perundangan

Peraturan dan perundangan yang berlaku di Kabupaten Sumbawa Barat, sebelumnya telah dibahas pada arahan kebijakan dan berdasarkan peraturan yang ada akan membahas lingkup dalam pengembangan SPAM di Kabupaten Sumbawa barat.

Berdasarkan amanat dari UUD 1945, secara implisit mengandung pengertian dalam bidang sanitasi dan air minum yang tertuang dalam Pasal 33 yang menyatakan bahwa bumi, air dan segala sesuatu yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Sedangkan prioritas nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden dan dijabarkan dalam RPJMN 2010 - 2014, tertuang dalam butir 3 dan butir 9, yakni bidang kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

5. Peran Serta Masyarakat

Peran serta masayarakat dalam pengelolaan system air minum di Kabupaten Sumbawa Barat, lebih kepada kepatuhan membayar retribusi air, inisiatif masyarakat mengembangan SPAM di wilayah mereka, peran serta masyarakat memelihara kuantitas dan kualitas sumber air.Dalam pembayaran retribusi mengenai penggunaan air minum oleh warga KSB