• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kualitas Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Pembelajaran Matematika Kelas I Tema 8 Sekolah Dasar

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Kualitas Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Pembelajaran Matematika Kelas I Tema 8 Sekolah Dasar

Produk yang dikembangkan ini divalidasi oleh empat orang yaitu satu ahli permainan anak, satu ahli matematika, dan dua guru kelas I SD untuk mengetahui kualitas produk. Hasil validasi produk dari keempat validator menunjukkan kualitas dari produk yang dikembangkan yaitu buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika. Hasil validasi produk dari keempat validator, peneliti sajikan pada tabel 4.7 berikut.

Tabel 4.7 Hasil Validasi Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Pembelajaran Matematika Kelas I Tema 8 Sekolah Dasar

No. Validator Rerata Skor Kategori

1. Ahli Permainan Anak 4,0 Baik

2. Ahli Matematika 3,87 Baik

3. Guru Kelas I C 4,27 Sangat Baik 4. Guru Kelas I D 4,53 Sangat Baik

Rerata 4,1675 (skor dibandingkan dengan pedoman klasifikasi angket penelitian angket penelitian skala Likert menjadi 4,2)

Baik

Berdasarkan hasil validasi pada tabel 4.7 di atas, dapat dilihat bahwa hasil rerata yang didapatkan adalah 4,1675, skor rerata tersebut dibandingkan dengan pedoman klasifikasi penilaian angket penelitian skala Likert menjadi 4,2 dan masuk ke dalam kategori baik. Berdasarkan dari hasil validasi produk dari keempat validator, dapat disimpulkan bahwa buku panduan permainan tradisional

anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar memiliki kualitas yang baik.

Di samping melalui hasil validasi, kualitas buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar ini juga dilihat dari rata-rata hasil nilai pretest dan posttest siswa saat uji coba terbatas. Rata-rata hasil nilai pretest dan posttest yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8 Rata-rata Hasil Nilai Siswa Pretest dan Posttest No. Nama Siswa Nilai Siswa Pretest Posttest Subtema I II III IV I II III IV 1. Arini 80 60 20 100 100 80 60 100 2. Dirga 80 40 40 80 100 60 80 100 3. Geysanno 80 40 20 100 100 60 60 100 4. Kafifah 60 20 40 80 80 40 60 100 5. Luthfi 60 20 20 80 80 60 60 100 6. Najwa 40 60 60 60 100 80 100 80 7. Naufal 80 60 20 80 100 80 60 100 8. Rafa 80 40 20 60 80 60 40 100 9. Reza 80 60 60 60 100 80 80 100 10. Ridho 40 40 40 100 60 60 80 100 11. Rizky 60 20 40 60 80 60 60 80 12. Sabira 20 40 60 20 40 60 80 60 13. Sadina 80 40 60 80 100 60 80 100 14. Shidiq 20 20 20 100 80 60 40 100 15. Syari 20 60 60 20 40 80 80 80 Rata-rata Persentase (%) 211 : 15 = 14% 309 : 15 = 21%

Berdasarkan rata-rata hasil nilai siswa pretest dan posttest pada tabel 4.8 di atas, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata yang didapatkan mengalami peningkatan.

Peningkatan rata-rata hasil nilai siswa tersebut terlihat dari hasil pretest siswa dan hasil posttest siswa saat uji coba. Hasil pretest siswa menunjukkan persentase sebesar 14% dan hasil posttest siswa menunjukkan persentase sebesar 21%, yang berarti hasil pretest dan posttest siswa meningkat dari 14% menjadi 21% atau juga dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 7%. Berdasarkan hasil nilai siswa pretest dan posttest, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan produk berjudul buku panduan permainan tradisional anak untuk belajar matematika kelas I SD terbukti dapat membantu guru dalam proses pembelajaran matematika dengan hasil belajar siswa dapat meningkat.

Selain melalui hasil validasi dan rata-rata hasil nilai siswa pretest dan posttest, kualitas buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran

matematika kelas I tema 8 sekolah dasar juga dapat terlihat dari hasil refleksi sederhana siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan permainan tradisional yang terdapat pada buku panduan. Hasil refleksi siswa setelah pembelajaran dengan permainan tradisional anak, peneliti sajikan pada tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.9 Hasil Kuesioner Uji Coba Siswa (Refleksi) No. Nama

Siswa

Pertanyaan Bagaimana perasaanmu

setelah mengikuti pembelajaran tadi, dengan permainan tradisional anak?

(Jawaban Perasaan)

Apakah kamu lebih mengerti materi pembelajaran yang diajarkan, setelah bermain permainan tradisional anak?

(Jawaban Pemahaman) 1. Arini perasaan saya sangat senang mengerti pengukuran tidak

baku 2. Dirga Senang Mengerti 3. Geysanno Gembira iya mengerti 4. Kafifah Senang Mengerti 5. Luthfi saya senang sekali saya mengerti

No. Nama Siswa

Pertanyaan Bagaimana perasaanmu

setelah mengikuti pembelajaran tadi, dengan permainan tradisional anak?

(Jawaban Perasaan)

Apakah kamu lebih mengerti materi pembelajaran yang diajarkan, setelah bermain permainan tradisional anak?

(Jawaban Pemahaman) 7. Naufal Senang Mengerti

8. Rafa Senang mengerti 9. Reza Senang Mengerti 10. Ridho senang karena banyak

teman

Mengerti 11. Rizky senang karena banyak

teman

Mengerti 12. Sabira Senang mengerti 13. Sadina senang sekali Mengerti

14. Shidiq Senang mengerti, contoh: langkah kaki dan tangan

15. Syari Senang Mengerti

Berdasarkan hasil refleksi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan permainan tradisional anak pada tabel 4.9 di atas, terlihat bahwa kelima belas atau 100% siswa kelas I C merasa senang dengan kegiatan pembelajaran belajar sambil bermain dan 100% siswa mengutarakan dan menyatakan bahwa mereka merasa lebih memahami materi pembelajaran matematika setelah bermain permainan tradisional anak. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan buku panduan yang dikembangkan terbukti dapat menjadikan siswa merasa senang dan lebih paham materi pembelajaran matematika.

B. Pembahasan

Bagian pembahasan ini membahas mengenai prosedur pengembangan buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar dengan model ADDIE, kriteria buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar

menurut Greene dan Petty, dan kualitas buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar.

1. Prosedur Pengembangan Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Pembelajaran Matematika Kelas I Tema 8 Sekolah Dasar

Langkah pertama peneliti dalam mengembangkan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika, yaitu dengan peneliti melakukan kegiatan observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas I C SD Negeri Jetis Bantul pada hari Selasa, 31 Juli 2018. Hasil observasi di kelas I C dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang digunakan guru terbatas karena di ruang kelas hanya terdapat bola plastik dan dakon untuk siswa bermain di jam istirahat. Guru hanya menggunakan jari tangan untuk mengajarkan materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Kelima siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika karena dalam membaca dan menghitung masih belum lancar. Saat proses pembelajaran, kelima orang siswa terlihat aktif saat merespon ajakan guru seperti saat siswa diminta guru untuk maju ke depan mengerjakan soal latihan di papan tulis. Sebaliknya, siswa yang lainnya tidak merespon ajakan guru tetapi mereka sibuk sendiri dengan kegiatannya masing-masing dan tidak memperhatikan dengan baik saat guru menjelaskan materi pembelajaran. Hasil wawancara dengan guru kelas I C memperkuat hasil observasi yang menunjukkan bahwa siswa kelas I terkadang masih mengalami kesalahpahaman konsep dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan serta pengukuran panjang dan berat dengan satuan tidak baku karena mereka kurang berlatih soal di rumah dan kurang lancar dalam

membaca dan menghitung. Guru berupaya mengatasi kesulitan tersebut dengan cara pembelajaran berulang-ulang dan menggunakan benda-benda konkret yang ada terbatas dengan kemampuan guru. Di samping itu juga, guru kekurangan buku sebagai bahan ajar untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan karena di sekolah belum tersedia buku panduan permainan tradisional yang diterapkan untuk pembelajaran tematik terutama matematika. Peneliti juga mendapatkan data bahwa di sekolah terdapat buku tentang permainan tradisional namun jumlahnya sedikit karena hanya ada 2 buku dan buku tersebut kurang menarik minat siswa. Permainan tradisional yang ada dalam buku panduan tersebut dilakukan hanya sebatas sebagai permainan hiburan dan belum pernah diterapkan dalam pembelajaran karena keterbatasan kemampuan guru. Siswa kelas I C memainkan permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, dakon, dan jamuran saat jam istirahat. Guru sangat berharap dengan adanya referensi buku panduan permainan tradisional yang dapat memudahkan dalam menyampaikan materi pembelajaran juga mendesain pembelajaran dengan cara menyenangkan karena dengan belajar sambil bermain siswa lebih mudah memahami materi.

Selain itu, pada kegiatan observasi peneliti juga mengetahui bahwa kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolah yaitu kurikulum 2013 terutama kurikulum 2013 revisi 2017 yang diterapkan di kelas I C, dan melihat karakteristik yaitu sikap dengan melihat partisipasi siswa saat mengikuti pembelajaran tematik terutama matematika yang menunjukkan siswa kurang aktif karena saat guru menjelaskan materi pembelajaran sebagian besar siswa sibuk dan guru hanya memakai media jari tangan untuk mengajarkan materi operasi hitung campuran

penjumlahan dan pengurangan dan saat guru meminta siswa maju mengerjakan soal latihan di papan tulis, hanya lima orang siswa yang berantusias untuk maju ke depan mengerjakannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa karakter siswa kelas I adalah senang belajar dengan hal yang menarik salah satunya dengan bermain. Berdasarkan penjelasan di atas tersebut, maka peneliti mengembangkan produk berupa buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar supaya guru dapat terbantu dalam menyampaikan dan menjelaskan konsep atau pokok materi pembelajaran kepada siswa. “Langkah tersebut sesuai dengan langkah analyze (analisis)”.

Langkah kedua peneliti dalam mengembangkan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika, yaitu dengan peneliti mulai merancang desain produk yang sesuai dengan hasil analisis pada tahap sebelumnya, yang dimulai dari peneliti menghubungkan materi pembelajaran matematika tema 8 ke dalam permainan tradisional anak. Unsur-unsur yang terdapat dalam buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar yaitu sampul buku dan isi buku yang meliputi kata pengantar; daftar isi; nama permainan tradisional anak dan asal daerah permainan tradisional anak; profil permainan tradisional anak meliputi pengertian dan asal daerah permainan tradisional anak; subtema, kompetensi dasar (KD), dan materi pembelajaran; alat dan bahan yang dibutuhkan; langkah membuat alat permainan (jika ada); langkah-langkah permainan; bagian permainan yang terkait dengan materi; soal latihan; kunci jawaban; rubrik penilaian; refleksi siswa; profil penulis; dan daftar referensi.

Adapun terdapat secara rinci bagian-bagian dari isi buku panduan yang Pertama, yaitu sampul buku yang memiliki warna background berwarna biru tua

bergradasi biru muda, pada sampul depan terdapat judul buku yaitu Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Belajar Matematika Kelas I SD; foto salah satu permainan tradisional anak; nama penulis yaitu Theresia Septiana Diah Kartika Sari; keterangan tema yaitu tema 8. Pada sampul belakang, terdapat salah satu gambar permainan tradisional anak yaitu permainan Tebak Suhu yang diletakkan di tengah-tengah dan produk yang peneliti susun atau kembangkan diketik dengan Microsoft Word 2010 menggunakan jenis huruf AbeeZee dan akan dicetak menggunakan dua jenis kertas, yaitu kertas Ivory 230gsm untuk sampul buku dan Art Paper 120gsm untuk isi materi. Kedua, yaitu isi buku yang meliputi kata pengantar yang berisi ucapan syukur penulis kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan penulis dalam menyelesaikan buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar, tujuan penyusunan produk, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan produk, kesediaan penulis untuk menerima kritik dan saran yang membangun terkait perbaikan kekurangan buku panduan yang disusun atau dikembangkan, dan keterangan waktu buku ini disusun serta nama penulis.

Ketiga, yaitu daftar isi yang berisi garis besar isi buku beserta nomor

halamannya. Keempat, yaitu nama dan asal daerah permainan tradisional anak yang dihubungkan dengan pembelajaran matematika. Kelima, yaitu profil permainan tradisional anak yang meliputi gambaran secara umum dari permainan tradisional anak. Keenam, yaitu subtema, kompetensi dasar (KD), dan materi

pembelajaran berisi tentang subtema berapa, kompetensi dasar yang terdapat dalam pembelajaran matematika, dan materi pembelajaran yang terkandung dalam kompetensi dasar. Ketujuh, yaitu alat dan bahan yang dibutuhkan yang meliputi alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam permainan tradisional anak yang sudah dimodifikasi. Kedelapan, yaitu langkah membuat alat permainan (jika ada) yang meliputi langkah-langkah pembuatan alat yang digunakan untuk permainan tradisional anak. Kesembilan, yaitu langkah-langkah permainan yang meliputi langkah-langkah permainan tradisional anak yang disusun secara runtut dan sudah dimodifikasi. Kesepuluh, yaitu bagian permainan yang terkait dengan materi yang meliputi keterkaitan bagian permainan tradisional anak dengan materi pembelajaran matematika dalam satu subtema.

Kesebelas, yaitu soal latihan tentang materi pembelajaran matematika yang

sudah disampaikan oleh guru. Kedua belas, yaitu kunci jawaban yang meliputi jawaban-jawaban yang benar dari latihan-latihan soal yang dikerjakan dalam hal ini kunci jawaban yang disusun disesuaikan dengan jawaban-jawaban yang benar dalam soal. Ketiga belas, yaitu rubrik penilaian dan penskoran yang meliputi cara penghitungan nilai siswa dan aspek kriterianya. Hal tersebut dilakukan supaya guru dapat mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang sudah diajarkan. Keempat belas yaitu refleksi siswa, yang meliputi dua pertanyaan terkait dengan perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan permainan tradisional anak dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan dengan permainan tradisional anak. Kelima belas yaitu profil penulis, yang berisi tentang riwayat hidup penulis dimulai dari

sejak lahir, bersekolah TK hingga saat ini dengan foto penulis yang berada di sebelah kiri. Keenam belas yaitu daftar referensi, yang berisi tentang segala referensi yang digunakan oleh penulis untuk menyusun atau mengembangkan produk. “Langkah tersebut sesuai dengan langkah design (perancangan)”.

Langkah ketiga peneliti dalam mengembangkan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika, yaitu dengan peneliti mengembangkan desain produk sesuai dengan rancangan pada tahap yang telah dilakukan sebelumnya. Peneliti melakukan pencarian pada segala referensi tentang permainan tradisional anak yang ada di Indonesia dan gambar-gambar terkait dengan soal latihan dari buku-buku cetak, buku elektronik, dan jurnal online skripsi. Lalu, peneliti membaca setiap permainan tradisional anak yang didapatkan dari sumber belajar dan mencoba menghubungkan materi pembelajaran matematika pada setiap subtema dengan permainan tradisional anak. Setelah itu, peneliti membuat dan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk permainan. Peneliti juga melakukan pengambilan foto-foto yang diperlukan dalam setiap permainan tradisional anak dan langkah-langkah permainannya yang digunakan melalui foto dokumentasi pribadi peneliti, dengan bantuan tetangga yaitu anak-anak usia sekolah dasar sebagai pemeran pemain dalam permainan tradisional anak yang digunakan. Peneliti mengembangkan soal latihan menjadi dua jenis, yaitu soal latihan yang berisikan lima soal tentang materi pembelajaran matematika yang sudah disampaikan guru dan soal tantangan yang berisikan lima soal cerita tentang materi pembelajaran matematika yang sudah disampaikan oleh guru melalui permainan tradisional anak yang terdapat dalam buku panduan. Pada

bagian kunci jawaban dan rubrik penilaian dan penskoran, peneliti menyusun kunci jawaban untuk kelima soal latihan. Peneliti menyusun rubrik penilaian dan penskoran meliputi aspek kognitif beserta cara menghitung atau rumus perhitungan nilai siswa, dan aspek psikomotor meliputi rubrik serta kriteria dari setiap aspeknya, cara menghitung nilai siswa, dan skala penilaian psikomotor. Terakhir, peneliti menyusun instrumen validasi produk berupa kuesioner yang akan digunakan untuk mengukur kualitas produk dan kuesioner guru untuk mengukur efektifitas dari produk yang dikembangkan, serta menyusun kuesioner siswa berupa refleksi yang digunakan untuk mengetahui perasaan siswa yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran dengan permainan tradisional anak dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan melalui permainan tradisional anak.

Instrumen validasi produk berupa kuesioner ditujukan ke empat ahli yaitu ahli permainan anak, ahli matematika, dan dua guru kelas I berisikan lima belas item pernyataan yang memiliki tiga indikator yaitu desain produk, isi buku panduan permainan tradisional anak, dan anatomi buku dengan skala Likert model lima pilihan serta ada kolom komentar umum dan saran perbaikan, kesimpulan produk, dan tanda tangan validator. Instrumen kuesioner uji coba guru ditujukan ke satu orang guru kelas I yaitu guru kelas I A berisikan empat item pernyataan yang memiliki dua indikator yaitu keterpahaman penggunaan produk dan manfaat produk, dengan skala Likert model lima pilihan serta ada kolom komentar umum dan saran perbaikan, kesimpulan produk, dan tanda tangan validator. “Langkah tersebut sesuai dengan langkah development (pengembangan)”.

Langkah keempat peneliti dalam mengembangkan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika, yaitu dengan peneliti melakukan validasi produk kepada empat validator ahli permainan anak, ahli matematika, dan dua guru kelas I SD serta melakukan uji coba ke guru dengan kuesioner uji coba guru. Setelah melakukan kegiatan validasi produk kepada keempat validator, peneliti melakukan uji coba produk buku kepada guru yang pernah mengajarkan materi tersebut yaitu guru kelas I A pada dengan menggunakan instrumen yang berupa kuesioner uji coba guru. Peneliti juga mengujicobakan permainan yang ada dalam produk dengan melakukan pretest dan posttest, guna mengetahui apakah dengan permainan tradisional anak dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran matematika. Hasil pretest dan posttest yang dilakukan kepada siswa merupakan evaluasi formatif, sedangkan hasil validasi produk dan uji coba produk kepada guru termasuk evaluasi sumatif. “Langkah tersebut sesuai dengan langkah implementation (implementasi)”.

Langkah kelima peneliti dalam mengembangkan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika, yaitu dengan peneliti melakukan evaluasi formatif dengan melakukan perbaikan berdasarkan hasil nilai pretest dan posttest saat uji coba permainan ke siswa. Evaluasi sumatif dilakukan

dengan melihat saran dan komentar dari data hasil validasi ahli permainan anak, matematika, dan guru kelas I SD. Evaluasi sumatif juga dilakukan setelah peneliti mengujicobakan produk ke guru yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk dan kualitas produk berdasarkan sepuluh kriteria buku panduan yang

berkualitas menurut Greene dan Petty. Pada tahap ini, peneliti menyusun produk akhir dengan berdasarkan pada komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh satu orang ahli matematika yang terdapat pada hasil validasi produk. Produk akhir peneliti yang berupa buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar terdiri dari sampul buku (depan dan belakang) dan isi buku yang meliputi kata pengantar; daftar isi; nama permainan tradisional anak beserta asal daerah permainan tradisional anak; profil permainan tradisional anak meliputi gambaran secara umum dari permainan tradisional anak; subtema, kompetensi dasar (KD), dan materi pembelajaran; alat dan bahan yang dibutuhkan; langkah membuat alat permainan (jika ada); langkah-langkah permainan; bagian permainan yang terkait dengan materi; soal latihan; kunci jawaban; rubrik penilaian dan penskoran; refleksi siswa; profil penulis; dan daftar referensi. “Langkah tersebut sesuai dengan langkah evaluation (evaluasi)”. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat dan disimpulkan bahwa penelitian pengembangan buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar ini dikembangkan sesuai dengan prosedur atau langkah pengembangan ADDIE.

2. Kriteria Buku Panduan Permainan Tradisional Anak untuk Pembelajaran Matematika Kelas I Tema 8 Sekolah Dasar Menurut Greene dan Petty

Pengembangan produk buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar menunjukkan telah sesuai dengan kriteria buku panduan yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan dari 10

(sepuluh) kriteria buku panduan berkualitas. Adapun wujud bukti dari 10 (sepuluh) kriteria buku panduan berkualitas tersebut dijelaskan pada setiap paragraf di bawah ini.

Buku panduan yang telah memiliki desain yang menarik. Sampul buku dibuat dengan perpaduan warna, pengaturan tata letak template yang beranekaragam agar tidak terkesan terlalu kaku, gambar-gambar isi buku konkret dan berwarna-warni serta jenis huruf tulisan mudah dipahami. Topik tentang permainan tradisional yang dapat diterapkan untuk pembelajaran matematika, menjadikan guru semakin tertarik karena di sekolah pun belum pernah tersedia buku panduan semacam ini. Hal ini sesuai dengan kriteria pertama dalam buku panduan yang berkualitas menurut Greene dan Petty (dalam Muslich, 2010) yaitu bahwa buku panduan harus menarik minat bagi yang memanfaatkannya, yaitu guru.

Buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika yang dapat diterapkan dalam pembelajaran yang menyenangkan. Melalui belajar sambil bermain dan siswa pun merasa senang dan buku panduan ini memberikan gambaran dan inspirasi ketika akan mendesain pembelajaran. Hal ini sesuai dengan kriteria kedua dalam buku panduan yang berkualitas menurut Greene dan Petty (dalam Muslich, 2010) yaitu bahwa buku panduan harus mampu memberikan motivasi yang memanfaatkannya, yaitu guru.

Isi buku panduan yang dikembangkan memiliki gambar-gambar yang jelas dan konkret berwarna-warni, serta memiliki relevansi dengan langkah-langkah permainan. Maka dari itu, guru lebih jelas dalam memahami isi buku panduan tersebut. Hal ini sesuai dengan kriteria ketiga dalam buku panduan yang

berkualitas menurut Greene dan Petty (dalam Muslich, 2010) yaitu bahwa buku panduan harus memuat gambar atau ilustrasi yang menarik penggunanya, yaitu guru.

Buku panduan permainan tradisional anak untuk pembelajaran matematika kelas I tema 8 sekolah dasar yang disusun menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, baku, dan sesuai dengan kaidah KBBI. Hal ini sesuai dengan kriteria keempat dalam buku panduan yang berkualitas menurut Greene dan Petty (dalam Muslich, 2010) yaitu bahwa buku panduan harus mempertimbangkan aspek linguistik sesuai dengan kemampuan penggunanya, yaitu guru.

Buku panduan yang disusun khusus berkaitan dengan mata pelajaran matematika, yang terdiri dari empat subtema yang memiliki materi matematika yang berkaitan dan selain itu dapat dikaitkan dengan pembelajaran yang ada hubungannya dengan permainan tradisional anak mengingat kurikulum pendidikan yang digunakan sekarang adalah Kurikulum 2013, misalnya dalam kebersamaan dan kerjasama yang termasuk dalam mata pelajaran PPKn,