• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2016 BAPPEDA

4. Lain-Lain Asumsi

III - 18 Sedangkan kebijakan umum keuangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 sebagai berikut :

a) Kebijakan Pendapatan, melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan;

b) Kebijakan Belanja Daerah, melalui :

- Pengelolaan belanja daerah sesuai dengan anggaran berbasis kinerja (performance based);

- Mengoptimalkan pemanfaatan belanja untuk penyelenggaraan urusan kewenangan Pemerintah Provinsi;

- Fasilitas belanja bantuan hibah, bantuan sosial dengan memperhatikan potensi dan pemenuhan belanja pada urusan wajib dan pilihan;

- Fasilitasi Belanja Bantuan Keuangan (specific block grant). c) Kebijakan Pembiayaan Daerah

- Meningkatkan akurasi pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah.

- Pembentukan dana cadangan; penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah; pembayaran pokok utang; dan pemberian pinjaman daerah 3. Asumsi dasar yang digunakan dalam RKPD Kab. Trenggalek

Dengan berdasar pada capaian perekonomian pada tahun-tahun sebelumnya maka APBD Kabupaten Trenggalek Tahun 2016 disusun dengan landasan beberapa asumsi, diantaranya sebagai berikut :

a) Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai pada kisaran 6,08-6,25% dengan capaian PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) ditargetkan mencapai 4,413 trilyun dengan dasar proyeksi masih menggunakan tahun dasar 2000;

b) Sejalan dengan peningkatan nilai PDRB tersebut, maka PDRB (ADHB) perkapita sebagai salah satu indikator kesejahteraan juga diproyeksikan mencapai Rp. 16,538 juta per tahun dengan dasar proyeksi masih menggunakan tahun dasar 2000;

c) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2016 ditargetkan sekitar 75,13-75,48.

4. Lain-Lain Asumsi

Dengan telah dijabarkannya asumsi-asumsi dasar perekonomian sebagaimana tersebut diatas, dalam proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2016 juga harus memperhatikan asumsi-asumsi lain antara lain :

a) Kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka peningkatan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri dengan kenaikan gaji pokok dan pemberian gaji ke-13;

b) Alokasi anggaran untuk dana transfer dari Pemerintah Pusat kepada daerah pada tahun 2016 diasumsikan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) diasumsikan naik 12,36% dibanding DAU Tahun 2015 atau sebesar 943,259 miliar rupiah, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) diproyeksikan naik 4,23% dibanding DAK tahun 2015 dengan asumsi adanya tambahan alokasi 1 bidang DAK yaitu DAK Bidang Prasarana Pemerintah Daerah sebesar 3 milyar.

c) Tindak lanjut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengamanatkan bahwa Alokasi Dana Desa paling sedikit 10% dari Dana Perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setelah dikurangi DAK.

BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

III - 19

3.2.2. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

Sejalan dengan proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah baik perencanaan Tahunan, jangka menengah, maupun jangka panjang, aspek keuangan daerah merupakan bagian yang menjadi pertimbangan pokok dalam perencanaan. Hal tersebut berkaitan erat dengan penetapan rencana program / kegiatan yang akan ditetapkan sebagai prioritas untuk dilaksanakan pada setiap Tahun anggaran. Daya dukung aspek keuangan daerah sangat berpengaruh penting terhadap probabilitas maupun prospek keberhasilan pelaksanaan program / kegiatan yang ditetapkan. Oleh karenanya pendapatan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tolok ukur dalam menetapkan tingkat kemampuan fiskal daerah.

Penyediaan anggaran daerah setiap Tahunnya atau pembiayaan mandiri (Self Financing) diharapkan semakin meningkat sehingga tingkat ketergantungan terhadap dana perimbangan semakin Tahun akan semakin berkurang. Peningkatan kemandirian dalam penyediaan anggaran daerah merupakan kebijakan dalam perencanaan pendapatan daerah.

Rencana pendapatan daerah yang akan dituangkan dalam RKPD merupakan perkiraan yang terukur, rasional, serta memiliki kepastian dasar hukum penerimaannya.

Kebijakan Pendapatan Daerah

Kebijakan perencanaan pendapatan daerah yang akan dilakukan pada Tahun anggaran berkenaan, dengan meningkatan optimalisasi sumber-sumber pendapatan, sehingga perkiraan besaran pendapatan dapat terealisasikan dan sedapat mungkin mencapai lebih dari yang ditargetkan. Kebijakan pendapatan daerah meliputi :

a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari PAD dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2016, memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Kondisi perekonomian yang terjadi pada Tahun-Tahun sebelumnya, perkiraan pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2016 dan realisasi penerimaan PAD Tahun sebelumnya, serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait;

2) Peraturan daerah tentang pajak daerah dan retribusi daerah yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dilarang menganggarkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yang peraturan daerahnya bertentangan dengan Undang-Undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan/atau telah dibatalkan;

3) Kebijakan penganggaran tidak memberatkan masyarakat dan dunia usaha;

4) Rasionalitas hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atas penyertaan modal atau investasi daerah lainnya, dengan memperhitungkan nilai kekayaan daerah yang dipisahkan, baik dalam bentuk uang maupun barang sebagai penyertaan modal;

5) Optimalisasi penerimaan pendapatan pada SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD) sesuai ketentuan yang berlaku; 6) Kebijakan Perencanaan untuk untuk meningkatkan Pendapatan Asli

Daerah (PAD) diarahkan kepada :

BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

III - 20 - Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang

memperhatikan aspek legalitas, kepentingan umum, karakteristik daerah dan kemampuan masyarakat dengan menekankan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi diantaranya dengan penyesuaian tarif pajak daerah dan retribusi daerah serta penggalian potensi-potensi baru;

- Pemberian hibah aplikasi penerimaan kepada wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran pembayaran pajaknya;

- Optimalisasi pemungutan dan penagihan aktif pajak daerah dengan melibatkan pihak-pihak yang berwenang;

- Optimalisasi pelaksanaan peraturan daerah yang mengatur tentang objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) misalnya retribusi persampahan, IMB;

- Penjualan aset daerah yang umur ekonomisnya telah terlampaui secara selektif;

- Dinvestasi perusahaan daerah yang tidak memiliki prospek ekonomi; dan

- Pembentukan basis data PBB P2 dan pemeliharaan serta pemutakhiran data objek pajak PBB P2 pada kawasan cepat tumbuh.

b. Dana Perimbangan

Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan dalam penyusunan RKPD Tahun 2016, memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Perhitungan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) didasarkan pada alokasi DAU Tahun Anggaran 2015 dengan memperhatikan realisasi kenaikan alokasi DAU 5 tahun terakhir.

2) Perhitungan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) mempertimbangkan besaran alokasi DBH Tahun 2014, dengan mengantisipasi kemungkinan tidak stabilnya harga hasil produksi minyak/gas/pertambangan lainnya Tahun 2015 dan/atau tidak tercapainya hasil produksi minyak/gas/pertambangan lainnya Tahun 2015, serta memperhatikan realisasi DBH Tahun Anggaran 2013. 3) Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat dianggarkan sebagai

pendapatan daerah pada APBD, sepanjang telah ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2015.

4) Kebijakan Perencanaan terhadap Dana Perimbangan dilaksanakan langkah-langkah :

- Pemerintah Kabupaten secara aktif ikut serta dalam melakukan pendataan terhadap wajib pajak seperti PBB, dan pendapatan lainnya yang merupakan Pendapatan Bagi Hasil bagi daerah; dan - Melakukan analisis perhitungan untuk menilai akurasi

perhitungan terhadap formula bagi hasil dan melakukan peran aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sehingga alokasi yang diterima sesuai dengan kontribusi yang diberikan atau sesuai dengan kebutuhan yang akan direncanakan.

c. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah

Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah dalam RKPD Tahun 2016, memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Pendapatan yang bersumber dari bagi hasil yang diterima dari pemerintah provinsi didasarkan pada alokasi bagi hasil Tahun Anggaran 2015 dengan memperhatikan realisasi bagi hasil Tahun Anggaran 2014;

BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

III - 21 2) Alokasi Dana Penyesuaian tahun 2016 dianggarkan sebagai

pendapatan daerah pada kelompok Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sepanjang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2016;

3) Pendapatan daerah yang bersumber dari bantuan keuangan, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus yang diterima dari pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota lainnya dianggarkan dalam APBD, sepanjang sudah dianggarkan dalam APBD pemberi bantuan; dan

4) Kebijakan Perencanaan terhadap Lain-lain Pendapatan yang sah diarahkan kepada :

- Aktif bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur guna meningkatkan penerimaan dari sektor pajak yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi;

- Meningkatkan upaya memperoleh alokasi dana/anggaran dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur melalui hibah, dana/kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

Pendapatan Daerah Kabupaten Trenggalek pada tahun 2016 diproyeksikan sebesar Rp. 1,674 trilyun atau naik 7,10% dibanding target Pendapatan Daerah Tahun 2015. Pendapatan tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan daerah yang Sah. PAD diproyeksikan mencapai Rp. 134,279 milyar atau naik 8,21% dibanding target tahun 2015, Dana Perimbangan yang diterima Kabupaten Trenggalek diperkirakan sebesar Rp. 1,127 trilyun atau naik 10,46% dibanding target penerimaan tahun 2015, dan Lain-Lain Pendapatan daerah yang Sah diproyeksikan menurun 1,42% dibanding target tahun 2015 atau menjadi sebesar Rp.412,989 milyar.

Secara rinci Realisasi, Target dan Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2013 s.d. Tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut:

Tabel 3.14.

Realisasi, Target dan Proyeksi Pendapatan Tahun 2013-2016 (dalam jutaan rupiah)

KODE URAIAN REALISASI APBD Target Proyeksi *)

TA 2013 TA 2014 TA 2015 TA 2016

1 PENDAPATAN 1.206.677,94 1.498.350,37 1.563.858,78 1.674.850,95

1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 77.799,52 132.951,07 124.094,46 134.279,28

1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 10.930,56 22.945,80 20.918,13 22.558,13 1.1.2 Hasil Retribusi Daerah 25.757,64 32.335,71 23.042,71 24.734,43 1.1.3

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan 3.814,94 4.004,40 6.100,50 6.100,50 1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli

Daerah yang Sah 37.296,37 73.665,15 74.033,13 80.886,22

1.2 DANA PERIMBANGAN 865.666,37 940.434,48 1.020.820,21 1.127.582,17

1.2.1 Bagi Hasil Pajak/ Bukan

Pajak 62.877 63.241,65 110.448,37 110.448,37 1.2.2 Dana Alokasi Umum 737.814,63 815.508,14 839.497,99 943.259,94 1.2.3 Dana Alokasi Khusus 64.974,66 61.684,69 70.873,86 73.873,86

1.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN

DAERAH YANG SAH 263.212,05 424.964,82 418.944,10 412.989,50

1.3.1 Pendapatan Hibah 2.000,00 3.000,00 0,00 3.000,00

1.3.2 Dana Darurat 0,00 0,00 0,00 0,00

1.3.3

Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi dan Pemerintah

Daerah Lainnya 44.264,34 77.928,01 66.611,25 89.006,54 1.3.4 Dana Penyesuaian dan

Otonomi Khusus 193.892,01 290.528,32 296.423,78 316.209,96 1.3.5

Bantuan Keuangan Dari Provinsi atau Pemerintah

Daerah Lainnya 23.055,70 53.508,49 55.909,07 4.773,00

Sumber : APBD Kab. Trenggalek Th. 2012-2015 *) Angka Proyeksi Hasil Analisis

BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

III - 22 Upaya-Upaya Pencapaian Target Pendapatan

Arah kebijakan yang perlu diambil dalam melaksanakan upaya‐upaya peningkatan pendapatan daerah melalui penggalian potensi dan penyuluhan kepada masyarakat perlu disertai dengan tertib administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan secara profesional melalui peningkatan kompetensi aparatur daerah, kualitas kinerja layanan lembaga serta penyederhanaan prosedur pengelolaan pendapatan daerah menuju terpenuhinya kepuasan pelayanan publik.

Upaya-upaya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mencapai target pendapatan daerah sebagaimana diproyeksikan diatas