BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.5. Landasan Teori Keperawatan
Model yang paling komprehensif yang digunakan dalam perawatan pasien adalah dengan mengaplikasikan bio-psycho-sosial-spiritual model (Dossey, 2005). Manusia atau individu adalah satu kesatuan yang utuh dari bio (fisik/ raga/tubuh), psiko (jiwa), sosio (hubungan dengan orang lain) dan spiritual (keyakinan/ religius). Manusia atau individu tidak bisa dipandang sebagai bagian atau per sistem yang dapat dipisah-pisahkan, antara bio–psiko–sosio–spiritual saling mempengaruhi, dimana jika salah satu sistem yang terganggu akan mempengaruhi atau mengganggu sistem yang lainnya (DeLoune & Ladner, 2011). Teori holistic nursing merupakan konsep yang paling lengkap dan praktis digunakan dalam praktek keperawatan profesional (Dossey, 2005).
Pasien yang menjalani terapi hemodialisa akan tergantung kepada terapi tersebut selama hidupnya sebelum menemukan donor ginjal yang tepat. Konsep
holistic nursing yang memandang manusia sebagai makhluk yang utuh dan terdiri dari biologis, psikologis, sosial dan spiritual adalah konsep yang paling tepat
untuk mendasari perawatan pasien hemodialisa dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
2.5.1 Keperawatan Holistik
Model holistik mengatakan bahwa semua penyakit yang memiliki komponen psikosomatik, dan biologis, faktor psikologis, sosial, dan spiritual selalu berkontribusi untuk gejala- gejala penyakit pasien. Dimensi spiritual dalam model bio-psycho-sosial-spiritual menggabungkan spiritual dalam konteks yang lebih luas yaitu nilai-nilai, makna dan tujuan hidup. Setiap komponen dari model
bio-psycho-sosial-spiritual saling tergantung dan saling terkait. Hal ini diperlukan untuk mengatasi semua komponen untuk mencapai hasil terapi yang optimal. Terlepas dari penyakit yang diderita, teknologi yang dikembangkan, atau terapi yang digunakan, model bio-psiko-sosial-spiritual menyediakan petunjuk secara keseluruhan dalam merawat pasien (Dossey, 2005).
Secara biologi dan fisiologi, manusia merupakan suatu kesatuan dari unsur terkecil yakni sel, dimana sekumpulan sel akan membentuk jaringan, sekumpulan jaringan akan membentuk organ, organ yang memiliki fungsi sama akan membentuk sistem organ, sekumpulan sistem organ akan membentuk individu. Fokus dari dimensi ini adalah kebutuhan dasar manusia yaitu oksigen, sirkulasi, istirahat dan tidur, nutrisi dan eliminasi (DeLoune & Ladner, 2011).
Secara psikologi, manusia memiliki stuktur kepribadian, bertingkah laku atau berprilaku sebagai manifestasi kejiwaan, mempunyai daya pikir dan kecerdasan dan mempunyai kebutuhan psikologik agar pribadi dapat berkembang. Fokus dari dimensi ini adalah keinginan untuk merasa nyaman, dan meningkatkan
self-esteem (DeLoune & Ladner, 2011). Secara sosial, manusia perlu hidup bersama, berhubungan dan saling kerja sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya. Secara spiritual, manusia mempunyai keyakinan atau mengakui adanya Tuhan, memiliki pandangan hidup, motif atau dorongan hidup yang sejalan dengan sifat–sifat religius yang dianutnya.
Gambar 2.1 the Bio-Psycho-Social-Spiritual Model (Dossey, 2005) 2.5.2 Elemen Spiritual
a. Keterhubungan dengan Sumber Suci atau Tuhan
Sumber suci mungkin dijelaskan sebagai orang, kehadiran, atau sebagai sebuah misteri yang melampaui kata-kata. Ketidakcukupan bahasa sangat jelas ketika kita mencoba untuk mendiskusikan atau menggambarkan apa yang ada di dalam dan antara kita, namun di luar dan kekuatan yang lebih besar dari kita. Menghubungkan dengan sumber suci bisa melibatkan hal-hal seperti doa, ritual, rekonsiliasi, dan ketenangan. Ajaran dari tradisi keagamaan menawarkan berbagai perspektif mereka sendiri dan pedoman bagaimana cara berhubungan ddengan sumber suci. Memahami bagaimana orang mencari dan merasakan hubungan
Biologi Psikologi
Sosiologi Spiritual
dengan sumber suci dan hambatan yang mungkin mereka hadapi adalah penting dalam memberikan perawatan spiritual (Dossey, 2005).
b. Keterhubungan dengan Alam
Spiritualitas sering diungkapkan pada pengalaman melaui rasa keterhubungan dengan alam, lingkungan, dan alam semesta. Hewan, burung, ikan dan makhluk lainnya dibumi yang memberikan makna dan suka cita bagi orang- orang bagi segala usia. Banyak orang mengalami rasa hubungan dengan sumber suci melalui alam, terlepas dari latar belakang agama mereka. Orang sering mengekspresikan perasaan tertentu kedekatan dengan spiritual diri mereka saat berjalan dipantai, duduk didekat pohon kesukaan mereka, melihat matahari terbenam, mendengarkan air yang mengalir, melihat api, dan merawat tanaman, dan sebaliknya mengalami tatanan alam. Alam bisa menjadi sumber kekuatan, inspirasi dan kenyamanan, yang semuanya adalah atribut dari spiritualitas (Dossey, 2005).
c. Keterhubungan dengan Orang Lain
Spiritualitas diketahui dan dialami dengan adanya hubungan, dengan kenyamanan, hubungan, konflik dan perselisihan yang menandai hubungan tersebut. Ssebagian orang mengekspresikan dan mengalami spiritualitas melalui apresiasi dan ikatan yang sama dengan seluruh umat manusia, dan hubungan khusus mereka dengan orang lain. Orang sering berbicara tentang spiritualitas dalam hal hubungan mereka, baik harmonis maupun tidak harmonis, pembentukan, bekerja, memelihara, dan perbaikan hubungan, adalah bagian penting bagi spiritualitas seseorang. Berada dengan orang lain dengan cara
mencintai dan mendukung adalah sebuah ekspresi dari spiritualitas, seperti berjuang dengan hubungan yang menyakitkan dan sulit dengan keluarga, teman dan kenalan. Hubungan yang memerlukan penyembuhan adalah hal yang penting untuk spiritualitas, seperti hal nya orang-orang yang memberikan dukungan dan kenyamanan.
Keterhubungan Spiritual dengan orang lain baik dalam hal memberi dan keterbukaan untuk menerima cinta, hidup dan sumber suci adalah sikap spiritual. Spiritualitas dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari dan saat-saat khusus bersama dengan orang lain, saat suka cita, kesedihan, ritual, seksual, doa, bermain, semnagat, kemarahan, perdamaian, dan kepedulian (Dossey, 2005). d. Keterhubungan dengan Diri Sendiri
Spiritualitas menanamkan kesadaran yang terus menerus, kemampuan untuk berada dalam kesadaran yang mengalir dari jiwa, kesadaran untuk membuka pengalaman hidup disaat ini, hadir untuk tubuh/jiwa/pikiran mereka sendiri, dan memungkinkan mereka untuk menerima semua aspek dari diri mereka sendiri tanpa penghakiman (Dossey, 2005).