MENERAPKAN LANGKAH-LANGKAH KONSELING GIZI
B. KONSELING GIZI SAAT INI DI INDONESIA
5. Langkah 5 : Memperoleh komitmen
Konseling Gizi 93 b. Preskripsi Diet
Preskripsi diit atau disebut dengan batasan pengaturan makanan yang meliputi kebutuhan energi dan zat-gizi serta zat makanan lainnya yang disusun berdasarkan hasil diagnosis gizi dan penyakit yang dapat dibuat oleh dokter atau dietisien. Tujuan preskripsi diet adalah memberi petunjuk atau arahan khusus kepada klien untuk mengubah perilaku makan yang meliputi.
1) Jenis diet, misalnya diet rendah garam, rendah purin atau diabetes mellitus dan lain-lain.
2) Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi klien seperti makanan cair, lumat, lunak, biasa.
3) Makanan apa yang boleh dan makanan apa yang tidak boleh dimakan.
4) Jumlah yang dikonsumsi dan kandungan zat makro dan zat gizi mikro disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan penyakitnya.
c. Melakukan konseling Gizi
Dalam melakukan konseling, konselor dan klien saling berdialog. Konselor menjelaskan hasil diagnosis seperti status gizi klien, hasil pemeriksaan biokimia, data klinis klien, kebiasaan makan, asupan energi dan zat gizi lain. Klien diharapkan memahami permasalahan berdasarkan data atau diagnosis tersebut. Setelah klien memahami masalahnya, konselor kemudian menjelaskan tujuan diet, prinsip diet yang akan dilaksanakan. Yang penting didiskusikan dengan klien adalah beberapa hal di bawah ini:
1) Perubahan pola makan.
2) Makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.
3) Hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dan alternatif pemecahannya.
4) Perubahan perilaku yang berkaitan dengan aktivitas, gaya hidup.
5) Catatan medis dan konseling gizi lainnya.
94 Konseling Gizi 6. Langkah 6 : Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi adalah langkah terakhir dari suatu proses konseling. Tujuan dari monitoring dan evaluasi konseling adalah mengetahui pelaksanaan intervensi sesuai komitmen dan mengetahui tingkat keberhasilan konseling. Untuk tujuan tersebut konselor bisa melakukan diskusi dan menanyakan tentang pelaksaan intervensi meliputi keberhasilan konseling, faktor penghambat dan faktor pendorong dalam melaksanakan diet yang dianjurkan.
Persagi (2010) mengatakan bahwa dalam melakukan monitoring dan evaluasi ada empat hal yang dilakukan yaitu monitoring perkembangan, mengukur hasil, evaluasi hasil dan dokumentasi monitoring dan evaluasi. Di bawah ini dapat kita simak keempat hal tersebut:
a. Monitoring perkembangan. Monitoring perkembangan meliputi perkembangan klien alam hal, pemahaman dan ketaatan diet, apakah intervensi sesuai rencana, perubahan status gizi dan kesehatannya, identifikasi hasil (positif atau negatif), mengumpulkan informasi hal yang mendorong dan menghambat pelaksanaan diet.
b. Mengukur hasil. Keberhasilan konseling dapat dilihat dari berbagai indikator seperti perubahan status gizi, perubahan nilai biokimia, perubahan fisik dan perubahan pola makan. Dapat juga dilihat ada tidaknya perubahan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan diagnosis gizi sebelumnya.
c. Evaluasi Hasil. Tujuan evaluasi adalah guna mengetahui keberhasilan program konseling. Evaluasi dapat dilakukan melalui dua jenis yaitu evaluasi proses dan evaluasi dampak.
Evaluasi proses adalah evaluasi yang bertujuan menilai jalannya proses konseling seperti pola interaksi antara konselor dan klien, waktu, tempat metode dan partisipasi klien.
Evaluasi Hasil adalah bertujuan melihat keberhasilan konselor antara lain ketepatan asupan gizi, perubahan berat badan, perubahan biokimia, perubahan fisik dan perubahan perilaku.
d. Dokumentasi monitoring dan evauasi
Pendokumentasian data konseling seharusnya tertata dengan baik. Hal ini penting untuk melihat perubahan yang terjadi pada proses konseling. Data yang perlu didokumentasikan antara lain data antropometri/status gizi, biokimia, klinis, penyakit dan perubahan pola makan. Dokumentasi ini perlu disimpan dengan baik untuk dilihat kembali bila diperlukan atau saat klien tersebut datang lagi untuk konseling. Alur atau langkah-langkah konseling dapat dilihat pada Gambar 3.3.
Konseling Gizi 95 Gambar 3.3. Alur/Langkah-langkah Konseling
Sumber: Persagi (2010) penuntun Konseling Gizi, hal.26 Langkah 1
MEMBANGUN DASAR-DASAR KONSELING
Langkah 2
MENGGALI PERMASALAHAN
Langkah 6
MONITORING DAN EVALUASI
Langkah 5
MEMPEROLEH KOMITMEN Langkah 4
MEMILIH RENCANA INTERVENSI Langkah 3 Menegakkan Diagnosis
INTERVENSI
96 Konseling Gizi
Latihan
Untuk dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah Latihan berikut!
1) Menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia (2010) ada 6 langkah konseling yang harus diikuti oleh konselor dalam melakukan konseling gizi. Sebutkan ke 6 langkah tersebut.
2) Pada langkah pertama melakukan konseling gizi ada beberapa hal penting yang harus dilakukan. Sebutkan hal penting yang dimaksud.
3) Dalam menegakkan diagnosis gizi ada tiga domain yang harus diperhatikan. Sebutkan ketiga domain tersebut.
4) Merencanakan intervensi masalah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah klien harus melibatkan kien dengan mempertimbangkan masukan dari klien. Pada langkah ini ada tiga hal yang dilakukan untuk merencakan intervensi masalah klien. Sebutkan ketiga hal tersebut.
5) Konseling Gizi yang telah dilakukan perlu evaluasi untuk mengetahui apakah konseling gizi yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Untuk itu dalam melakukan evaluasi konseling gizi ada dua hal yang dievaluasi. Sebutkan kedua evaluasi tersebut dan caranya.
Petunjuk Penyelesaian Latihan
Untuk dapat menyelesaikan latihan soal latihan No. 1 Anda dapat membaca BAB 3, Topik 1. Bagian B. Untuk menyelesaikan soal 2 silakan Anda baca kembali BAB 3 Topik 1 Bagian B.1, untuk soal 3 silakan Anda baca Bab 3, Topik 1 Bagian B.3, untuk menjawab soal 4 silakan Anda Bab 3 Topik 1 Bagian B.4 dan untuk menjawab soal 5 silakan Anda baca Bab 3 Topik 1 Bagian B.6.
Ringkasan
1) Menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) tahun 2010, dalam melakukan konseling gizi harus mengikuti PAGT (Proses Asuhan Gizi Terstandar) yaitu dengan mengikuti enam langkah konseling gizi. Keenam langkah tersebut adalah membangun dasar-dasar konseling, menggali permasalahan, memilih solusi dengan menegakkan diagnosis,
Konseling Gizi 97 memilih rencana intervensi, memperoleh komitmen dan melakukan monitoring evaluasi.
2) Langkah pertama dalam konseling gizi adalah membangun dasar-dasar konseling, dimana konselor dapat memberikan salam, perkenalan diri, mengenal klien, membangun hubungan, memahami tujuan kunjungan klien, menjelaskan tujuan dan proses konseling.
3) Langkah 2 menggali permasalahan dengan melakukan assessment/pengkajian data antropometri, biokimia, klinis dan fisik, riwayat makan, riwayat personal.
4) Langkah 3 menegakkan diagnosis yaitu melakukan identifikasi masalah, penyebab dan tanda/gejala yang disimpulkan dari uraian hasil pengkajian gizi dengan memperhatikan tiga domain yaitu domain asupan gizi (meliputi asupan energi, protein, lemak, karbohidat dan zat gizi lainnya), domain klinik (data pemaksaan laboratorium) dan domain perilaku (perilaku konsumsi dan aktivitas lainnya).
5) Langkah 4 memilih rencana intervensi, bekerja sama dengan klien untuk melihat alternatif dalam memilih upaya diet dan perubahan perilaku yang dapat diimplementasikan.
6) Langkah 5 memperoleh komitmen yaitu komitmen dalam melaksanakan diet, menjelaskan tujuan, prinsip diet dan ukuran porsi makanan.
7) Langkah 6 adalah monitoring dan evaluasi dalam konseling gizi meliputi dua aspek yaitu evaluasi proses dan evaluasi dampak.
Tes 1
Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1) Pada langkah 1 adalah konseling, membangun dasar-dasar konseling. Yang harus dilakukan oleh konselor adalah ....
A. Menanyakan keadaan ekonomi keluarga B. Menanyakan keadaan ekonomi keluarga
C. Memberi salam sapa dan mempersilakan duduk D. Menimbang berat badan
2) Langkah 2 menggali masalah dan pengkajian gizi meliputi ....
A. Pengukuran antropometri dan pengkajian Gizi B. Melakukan diagnosis gizi
98 Konseling Gizi C. Memilih Rencana Diet
D. Memperoleh komitmen
3) Langkah 3 Menegakkan diagnosis adalah dimana konselor ....
A. Menanyakan tentang riwayat penyakit B. Menentukan riwayat makan
C. Menentukan masalah, penyebab dan gejala /tanda dari penyakit klien D. Menentukan status gizi klien
4) Langkah ke 4 Memilih rencana intervensi dimana yang harus dilakukan konselor adalah ....
A. Pengukuran antropometri dan pengkajian Gizi B. Melakukan diagnosis gizi
C. Memilih Rencana Intervensi Diet
D. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium
5) Langkah ke 5 adalah memperoleh komitmen yaitu kesepakan antara klien dan konselor perihal ....
A. Perubahan diet dan perilaku yang akan dilakukan B. Kunjungan berikutnya
C. Tarif atau pembayaran konseling D. Hasil pemeriksaan laboratorium
6) Langkah ke 6 adalah monitoring dan evaluasi meliputi evaluasi proses dan dampak.
Evaluasi dampak dapat dilakukan dengan ....
A. Menilai jalannya konseling
B. Perubahan pola makan dan perilaku yang dicapai C. Ketaatan Kehadiran klien dalam konsultasi
D. Waktu yang dibutuhkan untuk konseling
Konseling Gizi 99
Topik 2
Penerapan Langkah-langkah Konseling Gizi
enerapan langkah-langkah konseling merupakan praktik konseling yang mengikuti langkah-langkah yang sudah di sajikan pada topik 1. Penerapannya mengikuti enam langkah antara lain membangun 1) dasar-dasar konseling, 2) melakukan pengkajian gizi (Assessmen Gizi), 3) menegakkan diagnosis gizi, 4) menyusun rencana intervensi, 5) memperoleh komitmen dan 6) melakukan monitoring dan evaluasi. Pada topik ini Anda dituntut dapat melaksanakan praktik (simulasi) konseling gizi pada penderita penyakit tanpa komplikasi. Untuk mempermudah dalam praktik konseling di bawah ini adalah salah satu contoh s praktik penerapan langkah-langkah konseling kasus penderita obes.
Contoh Kasus
Seorang laki-laki umur 22 tahun datang berkunjung ke poliklinik gizi sebuah rumah sakit karena merasa tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya yang terasa berat, gerak tidak nyaman dan terbatas. Tolong dibantu untuk pemecahan masalahnya.
Penerapan langkah-langkah konseling