• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATEKESE MODEL SCP

C. PENGEMBANGAN LANGKAH-LANGKAH 1.Pembukaan

6. Langkah V: Mengusahakan Suatu Aksi Konkrit a.Pengantar

Para novis yang terkasih dalam Kristus, melalui sharing pengalaman dalam menggali penghayatan doa kita selama ini dengan bantuan cerita “Keutamaan Pemimpin Bt. Maria Adeodata Pisani” mengajak kita untuk mencontohi teladan dia bagaimana kekuatan doa menjadikan dia kuat dalam mengahadapi rintangan dalam hidupnya. Dengan demikian dalam menghayati hidup kita sebagai seorang religius pengikut Kristus sendiri, untuk dapat meningkatkan semangat doa dan melaksanakan nilai dari doa itu sendiri dalam hidup bersama setiap hari. Dalam hal ini para novis dibimbing untuk mampu menjadikan doa

153

bagian hidup mereka yang sangat penting dan dasar dalam mengikuti Kristus, sehingga mampu mempersembahkan hidupnya secara total dalam kehendak Allah yang kudus.

b. Secara bersama-sama memikirkan niat-niat, sebagai pengikut Kristus dan memberi teladan yang baik sebagai seorang calon suster dalam menghayati hidup doa dan melaksanakan buah dari nilai hidup doa tersebut.

1). Niat apa yang dilakukan dalam meningkatkan penghayatan nilai hidup doa tersebut?

2). Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan niat-niat tersebut terutama dalam meningkatkan panghayatan nilai hidup doa?

7. Penutup

a. Setelah selesai mengungkapkan niat-niat, pendamping mengajak peserta untuk duduk melingkar dan bergandengan tangan untuk saling mendoakan sebagai teman seperjalanan dalam mengikuti Kristus. Kristus yang menjadi pusat hidup doa dan panggilan kita. Dialah yang menjadi teladan hidup doa kita dan setia membimbing kita dalam menghayati nilai dari hidup doa yang kita jalani selama ini.

b. Pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk merenungkan sejenak.

c. Setelah itu pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengungkapkan doa secara spontan. Setelah itu pendamping menutup dengan doa penutup.

d. Doa Penutup

Yesus sumber kasih Engkaulah teladan hidup doa kami. Terima kasih Engkau mengajarkan kami banyak hal mengenai bagaimana caranya berdoa. Melalui teladan-Mu inilah kami dapat menghayati dan

154

melaksanakan nilai dari penghayatan hidup doa kami sehari-hari. Kami mohon berkat-Mu agar Engkau senantiasa setia membimbing kami dalam menjalankan hidup panggilan kami. Berkatilah hati kami agar kami terus terbuka dan sederhana dalam menyapa-Mu melalui doa kami sehari-hari. Bantulah kami agar buah dari hidup doa kami ini menjadikan kami terus-menerus berkembang dalam kematangan iman kami kepada-Mu dalam mengikuti panggilan suci ini dengan menyerahkan seluruh hidp kami dalam kasih-Mu sendiri. Semuanya ini kami haturkan dalam kemulian nama-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.

e. Setelah doa penutup, pertemuan di tutup dengan lagu dari Puji Syukur no. 650, “Siapa yang Berpegang”.

                     

155

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penanaman nilai merupakan hal yang sangat penting dan dasar dalam pembinaan hidup panggilan para novis. Karena dengan penanaman nilai yang baik, dapat menjadi penggerak utama dalam hidup dan memberi kepastian arah untuk bertindak. Melalui penanaman nilai yang baik inilah mampu menghantar para novis untuk bertumbuh dan berkembang secara dewasa baik dari segi rohani maupun manusiawi.

Sehingga dengan memahami nilai yang baik, para novis dapat memaknai hidup panggilan mereka dan dapat menghantar para novis membatinkan serta melaksanakan nilai-nilai spiritualitas tersebut secara dewasa. Maka proses inilah yang menghantar mereka untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidup panggilan yang mereka jalani baik dari segi rohani maupun manusiawi. Dalam hal penanaman nilai bagi pertumbuhan dan perkembangan panggilan para novis, sangat diharapkan agar para novis semakin terbuka pada bimbingan Roh Kudus, agar segala proses ini diserahkan seluruhnya dalam tangan kasih Tuhan yang selalu mengarahkan dan membimbing hidup panggilan para novis.

Penanaman nilai spiritualitas merupakan hal yang sangat penting dan dasar dalam setiap kongregasi. Demi pertumbuhan dan perkembangan hidup panggilan setiap novis calon Suster FdCC, mereka pun sangat diharapkan agar dengan sungguh-sungguh untuk dapat mengerti, memahami, menghayati/membatinkan

156

nilai-nilai yang telah mereka pelajari dan refleksikan, agar pertumbuhan dan perkembangan pribadfi mereka yang semakin dewasa dalam menanggapi rahmat Allah yang telah mereka terima dengan hati yang bebas dan suka cita. Dengan semangat kegembiraan inilah membantu mereka untuk secara bebas dalam mengekspresikan hidup panggilan mereka. Spiritualitas menjadi penggerak dalam menghidupi dan menyemangati setiap para calon dalam tahap pembinaan khususnya bagi para novis yang menjadi penerus Kongregasi Suster FdCC, di mana dalam hidup panggilan yang dia pilih dan dia pelajari serta dihayati melalui hidup doa, hidup kaul, hidup komunitas dan hidup karya. Semuanya ini manjadi salah satu penanaman nilai yang merupakan salah satu proses, yang dapat memaknai hidup panggilan setiap novis. Melalui penanaman nilai spiritualitas ini juga merupakan proses pembentukan untuk menjadi akar dan sayap dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus maju dan berubah.

Oleh karena itu, pananaman dan penghayatan nilai spiritualitas ini, menjadi dasar pembinaan bagi Kongregasi Suster FdCC, khususnya dalam tahap pembinaan novisiat, agar nilai tersebut menjadi salah satu proses bagi para novis dalam tujuan hidup panggilannya. Dalam tahap ini para novis dihantar oleh pendamping untuk dapat mengerti, memahami, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dengan sepenuh hati, agar dapat membantu proses pembentukan dan perkembangan nilai tersebut bagi diri mereka, sebagai teladan dan penerus Kongregasi Suster FdCC.

Dengan bantuan katekase model SCP, dapat membantu pengolahan nilai bagi para novis, agar mereka dilatih untuk lebih merefleksikan nilai-nilai ini dan

157

disatukan dengan penghayatan iman mereka sehingga novis dapat bersatu dalam visi dan tradisi kristiani yang jelas, dan dari kesadaran ini membimbing mereka pada perubahan yang baru akan nilai-nilai yang dikonfrontasikan dalam nilai spiritualitas kongregasi yang dijalankan secara konkret melalui pengalaman hidup yang mereka alami setiap hari menjadi pengalaman iman. Dengan demikian penanaman nilai-nilai spiritualitas ini menjadi lebih hidup dan relevan di zaman ini dan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Dengan demikian penanaman nilai spiritualitas ini merupakan sebagai salah satu proses yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan para novis bagi hidup panggilan yang semakin dewasa baik dari segi rohani maupun manusiawi. Proses penanaman inilah para novis dibantu untuk semakin memurnikan motivasi hidup panggilan mereka yang sesuai dengan semangat Kongregasi Suster FdCC.

B. Saran

Untuk mengakiri skripsi ini, penulis menyampaikan beberapa saran bagi para Suster FdCC dan para calon Suster FdCC khususnya dalam tahap novisiat, dalam penanaman nilai-nilai spiritualitas St. Magdalena dalam Kongregasi FdCC, sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan para novis dalam hidup panggilan yang telah mereka pilih. Apa yang disajikan dalam skripsi ini lebih merupakan suatu sumbangan pemikiran penulis berdasarkan studi pustaka dan pengalaman pribadi penulis sendiri sebagai anggota Suster FdCC, di mana akhir-akhir kadang melihat semakin melemahnya dan kabur panghayatan nilai spiritualitas kongregasi yang sederhana dan sudah menjadi tradisi. Nilai ini dihayati sebagai formalitas

158

belaka, sehingga tidak menjadi suatu warisan kekayaan yang harus dijadikan sebagai proses dalam pertumbuhan dan perkembangan hidup panggilan sebagai seorang Suster FdCC.

Bertolak dari kenyataan tersebut maka penulis mengajukan beberapa saran ditujukan kepada para Suster, para Formator dan kepada para calon Suster FdCC:

1. Para Suster sangat diharapkan untuk menjadi panutan dan mampu memberi kesaksian yang baik bagi para calon khususnya bagi para novis, dalam menghidupi dan menjalani nilai spiritualitas yang sudah menjadi tradisi Kongregasi Suster FdCC.

2. Meningkatkan penghayatan nilai spiritualitas dan mampu mengaktualisasikan nilai tersebut dengan sepenuh hati dalam hidup bersama.

3. Para team formator Kongregasi Suster FdCC mampu memberi arahan dan bimbingan yang jelas bagi para novis, agar mereka dapat mengerti, menghayati dan melaksanakan nilai tersebut dengan sepenuh hati.

4. Membuat program di novisiat demi mendukung usaha penanaman nilai di tahap pembinaan novisiat.

159