• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lap-dance, OP Service & Booking Out BAGI banyak laki-laki, menghabiskan sekian jam

Dalam dokumen Jakarta Undercover 3 bluefame com (Halaman 40-43)

di NZ ataupun tempat-tempat sejenis, jadi pilihan yang menggiurkan. Pulang kantor, mampir dua hingga tiga jam di karaoke. Belum puas, bisa terus melanjutkan acara nyanyi-nyanyi ditemani gadis-gadis cantik. Masih kurang puas? Pukul sepuluh

ke atas, bisa pindah ke bar atau sewa satu booth— sebuah ruangan private yang dilengkapi sofa, meja, dan ditutup dengan tirai yang biasa juga disebut

ceilo. Larut dalam kemeriahan pesta dan setiap saat bisa menikmati liukan sexy dancers.

Lagi-lagi, pilihannya memang tidak jauh da-ri LC. Para gadis yang job description-nya untuk menyenangkan tamu itu sepertinya memang jadi daya tarik tersendiri. Boleh dibilang, sebagian besar tamu laki-laki yang having fun di N Z , pertama-pertama akan memburu LC tercantik, baik hati, tidak sombong, dan cepat beradaptasi dalam segala kondisi dan situasi. Tak heran, banyak tamu yang sudah punya langganan LC. Beberapa di antaranya malah ada berstatus "pacaran", "teman tapi mesra", bahkan sampai "selingkuhan".

Tidak harus seks, itu yang mesti diingat. Jangan selalu berpikir ngeres kalau ada laki-laki pergi ke karaoke lalu menyewa LC pasti ujung-ujungnya seks. Nggak juga lho! Banyak tamu yang butuh ditemani LC karena ingin mengobrol ngalur-ngidul, atau sekadar butuh teman untuk tertawa.

Kegiatan seks, tak bisa dipungkiri memang ada. Tempat hiburan yang menyediakan jasa-jasa LC, rasa-rasanya memang tidak mungkin kalau nggak ada transaksi seks. Dari seks kecil-kecilan yang bersifat foreplay doang sampai seks

intercoursing.

Pertama-tama, biasanya para LC yang

di-booking di booth atau ruang karaoke akan memberikan pelayanan lapdance.

Kedua, ehm...jangan kaget kalau ada LC yang ngomong begini: "Mau party nggak?" atau

"Party yuk, party..!" Kalimat itu berarti, para LC mengajak tamu untuk masuk ke pesta yang sebenarnya. Begitu tamu bilang iya, para LC akan segera beraksi. Mula-mula menari di atas meja sambil mulai melepaskan baju satu per satu. Seterusnya, ya, getu deh...tarian akan terus berlangsung sampai akhirnya terjadi interaksi hiperaktif.

Itu juga dengan satu catatan: tamu mesti tahu diri dan tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan tip

dalam jumlah besar. Makin banyak tip yang ke luar, para LC makin berani menyuguhkan segala bakat dan kemampuannya. Tidak cuma sekadar

ber-lapdance atau dengan sukarela menjadi supergirl

yang sangat liar dan ganas.

Jujur, uang memang masih menjadi senjata sakti di N Z . Artinya, siapa yang rajin menabur uang, dijamin bisa bergelar "raja". Setiap saat dike-lilingi, dilayani, dan dimanjakan puluhan dayang cantik.

Dimas adalah salah satu dari sekian puluh

member guest yang sangat populer di kalangan LC. Setidaknya seminggu sekali, ia selalu menyempat-kan diri bersenang-senang di N Z . Kalau Dimas datang, itu berarti para LC yang di-booking bisa tersenyum lebar. Dimas dikenal sebagai laki-laki yang baik hati, terutama sangat royal dalam urusan duit. Kalau Dimas datang, itu berarti bonus besar buat para LC. LC yang di-booking Dimas, minimal bisa mengantongi tip sebesar Rp 1 juta. Itu belum termasuk bonus lainnya.

Saya masih ingat ketika Dimas mengajak saya masuk ke booth yang disewanya. Bersama dua orang temannya, Dimas mem-booking lebih dari enam LC. Begitu tirai ditutup, ada tiga LC yang langsung "party" di atas meja. Dengan royalnya, dia menyelipkan lembaran seratus ribuan kepada

tiga LC tersebut. Begitu baju atas terbuka, Dimas dengan bersemangat menyelipkatan uang di antara belahan bra. Begitu bra terbuka, Dimas mengeluarkan uang lagi dan menyelipkannya di antara tali G-string. Begitu seterusnya...uang berhamburan dari menit ke menit.

Apalagi ketika para LC berinteraksi secara total, mulai dari menjamah, mengelus, memeluk, meliuk di atas pangkuan sampai...ssstttt...having

sex di atas sofa, uang lembaran seratus ribuan itu makin deras berhamburan.

Saya juga nggak habis pikir, kok ada ya orang yang buang-buang duit begitu gampang. Untuk apa? Prestige, kesenangan, atau memang sudah jadi gaya hidup. Well, mungkin untuk ketiga-tiganya.

"Kesenangan itu mahal, Bro!" jawab Dimas. Pantas saja, Dimas hampir kenal dengan semua LC yang cantik-cantik. Biasanya, menurut standar umum yang berlaku di N Z , tamu-tamu yang bukan member face, perlu jasa mami untuk berkenalan dengan para LC. Tapi buat Dimas, aturan itu sama sekali tidak berlaku. Dia lebih banyak bersolo karier alias bunting sendiri atau dia yang diburu pada LC. Begitu wajahnya nongol,

para LC langsung menyambutnya dengan hangat. Mami tinggal mencatat siapa-siapa saja yang masuk dalam daftar booking-an Dimas.

Untuk tamu seperti Dimas, semua memang serba gampang. Bagaimana dengan tamu reguler

atau tamu pemula? Semua sudah diatur. Kalau hanya pengin booking LC, ada mami yang setiap waktu berkeliling dari di area lounger-bar dan karaoke. Mami siap menjadi "broker' untuk semua tamu, termasuk mereka yang menginginkan paket seks instan.

Sebagian tamu yang tidak mau repot, biasanya akan memilih jalur cepat dengan membeli paket

OP Service. Ini adalah aktifitas seks ketiga yang bisa di"order" para tamu. Harganya sekali OP= Rp 1,5 juta.

Istilah OP ini berarti transaksi seks hanya bisa dilakukan on the spot, langsung di tempat. Bisa di booth atau di ruang karaoke. Tempatnya, ya bisa di sofa, bisa juga kamar mandi. Alamak! Maklum, khusus untuk ruangan karaoke saja misalnya, NZ sengaja membatasi tipe ruangan kelas VIP yang ada fasilitas kamar tidurnya. Hanya ada lima ruangan karaoke yang dilengkapi fasilitas kamar tidur.

Aktivitas seks keempat yang ada di NZ ada-lah BO, kepanjangannya dari booking out. Modus kelima ini memerlukan beberapa syarat yang agak gampang-gampang susah. Kenapa? Karena satu, butuh uang yang tidak sedikit. Dua, hanya LC-LC tertentu yang mau menerima order BO. Tiga, mesti pinter-pinter menjalin hubungan, atau setidaknya, ngelobi para mami.

Untuk sekali BO, transaksinya dihitung mi-nimum dua kali harga OP Service. Bahkan, ada beberapa LC yang mematok harga tinggi, dari tiga sampai lima kali harga OP. Itu berarti sekitar Rp 4,5 juta sampai Rp 7,5 juta.

Dalam dokumen Jakarta Undercover 3 bluefame com (Halaman 40-43)