BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
F. Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota
73
inovasi. Upaya mendayagunakan dana Zakat, infaq dan Sedekah merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan salah satu visi lembaga pengelola Zakat Infaq dan Sedekah yaitu profesional.
Profesional mempunyai arti kemampuan (competence) memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), bisa melakukan (ability) serta dilengkapi dengan pengalaman (experience).
Kemampuan profesional dalam mendayagunakan zakat, infaq dan sedekah artinya bagaimana upaya mendayagunakan dalam bentuk amal salih sehingga para amil Kota Makassar bertindak sebagai orang-orang yang mampu membuat sesuatu menjadi kenyataan. Karena itu, Badan Amil Zakat Kota Makassar bukan hanya berarti menjalankan sistem pengumpulan, pendistribusian semata tetapi mulai meningkat pada pendayagunaan dana yang tepat sasaran sesuai kebutuhan dan berkelanjutan berlandaskan syariah dan profesional.
F. Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar Akuntansi zakat mencakup proses pengidentifikasian kekayaan yang dikategorikan sebagai objek zakat, pendefinisian objek-objek zakat dan peraturan akuntansinya, pengukuran dan penetapan nilai objek zakat, serta pelaporan hasil pengukuran objek zakat. Ada beberapa komponen yang disebutkan dalam PSAK No. 109 (IAI, 2008:109.10-109.15) Komponen laporan keuangan amil terdiri dari: Neraca (laporan posisi keuangan), laporan perubahan dana, laporan perubahan aset kelolaan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Salah satu tujuan dari akuntansi zakat itu sendiri adalah memberikan informasi yang memungkinkan bagi lembaga pengelola
74
zakat (manajemen) untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab dalam mengelola secara tepat dan efektif, program dan penggunaan zakat, infak, sedekah, hibah, dan wakaf yang menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi lembaga pengelola zakat untuk melaporkan kepada publik (masyarakat) atas hasil operasi dan penggunaan dana publik (dana ummat).
Hasil wawancara tentang cara penyusunan dan pelaporan keuangan BAZNAS Kota Makassar menurut Pak H. Khadjong Tahir bahwa:
“Laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar dibuat berdasarkan arahan dan contoh format pelaporan dari BAZNAS Pusat dengan disajikan penuh atas dasar Kas (cash basis). Pelaporan keuangan dilaporkan setiap 6 bulan sekali (per semester) dan per 1 tahun.
Laporan keungan BAZNAS Kota Makassar itu akan dikirimkan kepada BAZNAS Provinsi dan Bapak Walikota Makassar. Media yang digunakan adalah media elektronik dan secara tertulis. Saat ini baru akan direkomendasikan untuk dibuatkan majalah untuk para muzakki.
Laporan Keuangan BAZNAS Kota Makassar diaudit setiap tahunnya oleh Akuntan Publik.” (wawancara tanggal 29 Agustus 2019)
1. Laporan Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
Entitas amil menyajikan pos-pos dalam neraca (laporan posisi keuangan) dengan memperhatikan ketentuandalam PSAK terkait.
Adapun laporan posisi keuangan BAZNAS Kota Makassar di tahun 2018 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Laporan Posisi Keuangan BAZNAS Kota Makassar
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL ( BAZNAS ) KOTA MAKASSAR LAPORAN POSISI KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018
(Dengan Perbandingan Angka Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2017) ( dalam Rupiah)
Akumulasi Penyusutan 3.5.1 -440,710,500.00 -389,931,300.00 Nilai Buku Aset Tetap 90,535,200.00 83,726,200.00
Jumlah Aset Bersih 720,886,454.00 844,925,081.94
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
EKUITAS 720,886,454.00 844,925,081.94
Sumber: Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar 2018. (Data diambil tanggal 13 Januari 2020) Setelah mengkaji dan menganalisis neraca (Laporan Posisi Keunagan) BAZNAS Kota Makassar belum disajikan sesuai dengan PSAK 109 yaitu Laporan Posisi Keuangan BAZNAS Kota Makassar belum secara penuh menyajikan pos-pos (pembagian aset dana zakat, infak/sedekah, dana amil, dan dana non halal) dalam neraca.
2. Laporan Perubahan Dana
Amil menyajikan laporan perubahan dana zakat, dana infak/sedekah, dana amil, dan dana non halal.
Tabel 4.4
Laporan Aktivitas BAZNAS Kota Makassar
BADAL AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA MAKASSAR LAPORAN AKTIVITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018
(Dengan Perbandingan Angka Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2017)
URAIAN CATATAN TAHUN TAHUN
2018 2017
Perubahan Aset Bersih Tidak Terikat
4.1
(Rp) (Rp)
PENERIMAAN ZIS,CSR DAN DSKL
Zakat Perorangan 4.4.1.1 411,398,846.00 345,657,400.00 Zakat Badan / UPZ 4.4.1.2 1,003,995,997.00 876,468,061.00
Kenaikan (Penurunan) Aktivitas Bersih
(124,038,627.94) 185,344,992.92 Aset Bersih Pada Awal Tahun 844,925,081.94 659,580,089.02 Aset Bersih Pada Akhir Tahun 720,886,454.00 844,925,081.94
Sumber: Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar 2018. (Data diambil tanggal 13 Januari 2020) 3. Laporan Perubahan Aset Kelolaan
Entitas amil menyajikan laporan perubahan aset kelolaan yang mencakup tetapi tidak terbatas pada (IAI, 2008: 104): Aset kelolaan yang termasuk aset lancer, Aset kelolaan yang termasuk tidak lancar dan akumulasi penyusutan, Penambahan dan pengurangan, Saldo awal dan Saldo akhir.
Adapun laporan perubahan aset kelolaan BAZNAS Kota Makassar adalah sebagai berikut:
77
Tabel 4.5
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL ( BAZNAS ) KOTA MAKASSAR LAPORAN PERUBAHAN AKTIVA BERSIH
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018
U R A I A N TAHUN 2018 4.1 PENERIMAAN ZIS, CSR, DAN
DSKL
Rp Rp Rp
4.4.1.1 Zakat Perorangan 411,398,846.00 - - 411,398,846.00
4.4.1.2 Zakat Badan / UPZ 1,003,995,997.00 - - 1,003,995,997.00 Jumlah Penerimaan 10,867,895,171.00 - - 10,867,895,171.00 5.1 PENGELUARAN ZIS,CSR, DAN
DSKL
5.5.1 ZAKAT
5.5.1.1 Dakwah dan advokasi 1,414,694,087.00 - - 1,414,694,087.00
5.5.1.2 Sosial kemanusiaan 4,725,480,731.00 - - 4,725,480,731.00
5.5.1.3 Sosial ekonomi 8,000,000.00 - - 8,000,000.00
5.5.1.4 Sesoal kesehatan - - - -
5.5.1.5 Sosial pendidikan 33,150,000.00 - - 33,150,000.00
5.5.1.6 Amil 765,926,981.00 - - 765,926,981.00
5.5.2 INFAK
5.5.2.1 Dakwah dan advokasi 884,185,937.00 - - 884,185,937.00
5.5.2.2 Sosial kemanusiaan 396,736,576.00 - - 396,736,576.00
5.5.2.3 Sosial ekonomi 221,904,081.00 - - 221,904,081.00
5.5.2.4 Sosial kesehatan 34,850,695.00 - - 34,850,695.00
5.5.2.5 Sosial pendidikan 13,500,000.00 - - 13,500,000.00
5.5.2.6 Amil 333,911,669.00 - - 333,911,669.00
5.5.3 DANA SOSIAL KEAGAMAAN LAINNYA
5.5.3.1 Dakwah dan advokasi 1,248,033,204.00 - - 1,248,033,204.00
5.5.3.2 Sosial kemanusiaan 34,499,000.00 - - 34,499,000.00
5.5.3.3 Sosial ekonomi 3,108,000.00 - - 3,108,000.00
5.5.3.4 Sosiak kesehatan 600,000.00 - - 600,000.00
5.5.3.5 Sosial pendidikan 4,600,000.00 - - 4,600,000.00
5.5.3.6 Amil 603,704,540.00 - - 603,704,540.00
5.5.3.7 Penyusutan aktiva tetap 50,779,200.00 - - 50,779,200.00
5.5.3.8 Pengembalian dana
5.5.3.10 Bagian amil/pot.bank 5,451,376.94 - - 5,451,376.94
Jumlah Pengeluaran 10,991,533,798.94 - - 10,991,533,798.94
Perubahan Aset Bersih -124,038,627.94 - - -124,038,627.94
Aset Bersih Pada Awal Tahun 844,925,081.94 - - 844,925,081.94
Aset Bersih Pada Akhir Tahun 720,886,454.00 - - 720,886,454.00
Sumber: Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar 2018. (Data diambil tanggal 13 Januari 2020)
78
4. Laporan Arus Kas
Entitas amil menyajikan laporan arus kas sesuai dengan PSAK 109: Laporan Arus Kas dan PSAK yang relevan (IAI, 2008: 10915).
Tabel 4.6 Laporan Arus Kas
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA MAKASSAR LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018
(Dengan Perbandingan Angka Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2017)
CAT. URAIAN TAHUN TAHUN
2018 2017
1 ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
OPERASI
Rekonsilisasi perubahan dalam aset bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas bersih :
Perubahan dalam aset bersih (Rp. 124,038,627.94) Rp. 185,344,992.92 Penyuesuasaian untuk rekonsiliasi perubahan
dalam aset bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi :
Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas
operasi Rp. -73,259,427.94 Rp. 229,604,492.92
2 ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
INVESTASI
3 ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
PENDANAAN Kota Makassar 2018. (Data diambil tanggal 13 Januari 2020) 5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Laporan keuangan sesuai dengan PSAK 101 (Terlampir)
79 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Proses penghimpunan dan pengelolaan zakat, infak dan sedekah, dana yang terhimpun berasal dari warga masyarakat Makassar, berbagai instansi dan perusahaan-perusahaan. Penghimpunan dana pada Badan Amil Zakat provinsi Sulawesi Selatan baik itu dana Zakat, infaq, sedekah dan dana lainnya dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain para muzakki dapat menyalurkannya dengan mendatangi lansung Badan Amil Zakat terdekat, atau dengan layanan jemput zakat dimana pengurus lembaga pengelola zakat dapat menjemput lansung zakat dari muzakki baik atas permintaan muzakki yang bersangkutan maupun inisiatif amil sendiri.
Selain itu pula, pendistribusian yang dilakukan oleh pihak amil tidak terlepas dari sifat Shiddiq yang berarti benar, Tabligh artinya manyampaikan, Amanah berarti dapat dipercaya, dan fathonah berarti cerdas. Jika menilik pada pandangan pengelola keuangan zakat yaitu amil, dengan memahami bahwa dana zakat merupakan amanah, amil dapat mempersepsikan bahwa orang-orang yang telah mempercayakan amanahnya (muzakki) tersebut adalah anggota masyarakat muslim yang dengan ikhlas memberikan sumber dana kepada organisasi pengelola zakat untuk disalurkan kepada mustahiq yang membutuhkan.
Dalam proses penyusunan laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Badan Amil Zakat yang menghimpun dana zakat, infak dan sedekah secara nasional dengan sangat baik dan maksimal sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang No.23
80
Tahun 2011, dilihat dari laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar telah menyusun laporan keuangannya sesuai dengan Akuntansi Zakat yaitu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 109 namun belum secara maksimal. BAZNAS Kota Makassar dalam mempetanggungjawabkan laporan keuangannya telah menyajikan:
1. Neraca (Laporan Posisi Keuangan).
2. Laporan Aktivitas.
3. Laporan Atas Perubahan Aktiva Bersih.
4. Laporan Arus Kas.
5. Catatan Atas Laporan Keunagan.
Laporan Keuangan BAZNAS Kota Makassar telah dibuat dengan 5 komponen laporan keuangan, amil sebagaimana yang diatur oleh PSAK 109.
Hanya saja akun - akun atau pos- pos yang seharusnya disajikan belum disajikan sesuai dengan ED (Exposure Draft) PSAK 109.
B. Saran
1. Badan Amil Zakat Kota Makassar sebaiknya menerapkan perlakuan akuntansi zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan PSAK 109 sehingga laporan keuangannya dapat tersaji dengan tepat. Sehingga muzakki tidak lagi merasa khawatir untuk mengeluarkan hartanya dan menyalurkan kepada lembaga-lembaga zakat lainnya terutama kepada Badan Amil Zakat Kota Makassar.
2. Pengadaan perangkat lunak (software) akuntansi, bisa di jadikan sebagai bahan perbaikan dan pertimbangan dalam melaksanakan tugas amil pada Badan Amil Zakat Kota Makassar. Sehingga dapat memberi kemudahan dalam melakukan pencatatan serta laporan keuangan yang di hasilkan
81
tepat. Dengan demikian laporan keuangan yang di hasilkan akan lebih transparan dan akuntabilitas yang bersifat amanah dapat menambah kepercayaan muzakki.
3. BAZNAS Kota Makassar sebaiknya memiliki media cetak khusus untuk pelaporan keuangan zakat, infak/ sedekahnya seperti majalah agar memudahkan para muzakki membaca laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar.
82
DAFTAR PUSTAKA
Ar Rahman, S. 2003. 1001 masalah zakat dan solusinya. Pustaka Cerdas Zakat:
Jakarta
Basir, Basri. 2018. Penerapan Nilai-Nilai Tabarru dalam Prinsip Akuntansi Syariah Studi Kasus pada Perusahaan Asuransi Prudential Syariah Tbk. Bongaya Journal for Research in Accounting. Vol. 1 No. 1: 65-71.
Djaelani, Aunu Rofiq. 2013. Tekhnik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif.
Majalah Ilmiah Pawiyatan. Vol. 20 No. 1: 82-92.
Endahwati, Dian Yosi. 2014. Akuntabilitas Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika. Vol. 4 No. 1: 1356-1379.
Fadillah, S., Nurleli, Lestari, R., dan Helliana. 2012. Membangun Kepercayaan Konsumen: Faktor Penting pada Lembaga Amil Zakat Seluruh Indonesia.
Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora. Vol.3 No.1: 127-137.
Fatmawati, L. (2017). Pengaruh Shariah Compliance, Transparansi, Akuntabilitas Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Sdm) Terhadap Pengelolaan Dana Zakat (Studi Pada Organisasi Pengelola Zakat Di Kabupaten Sukoharjo). Artikel.
Fardan Ngoyo, M., dan Bulutoding, L. 2015. Kajian Penerapan Akuntansi Zakat, Infaq/Sedekah Berdasarkan PSAK 109 pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Artikel: 1-15.
Harahap, N. 2014. Penelitian Kepustakaan. Jurnal Iqra’. Vol.8 No.1: 68-74.
Hasnawati, 2016. Akuntabilitas Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Berlandaskan Kearifan Lokal Manuntungi (Studi pada Badan Amil Makassar). Artikel. 1-37.
Hermawan, Sigit dan Restu Widya Rini. 2016. Pengelolaan Dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah Perspektif Shariah Enterprise Theory. Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol. 1 No.1: 13-24.
Husain, S. dan Abdullah, W. (2015). Metafora Amanah Pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) Sebagai Penopang Asset Perbankan Syariah Ditinjau dari Aspek Trilogi Akuntabilitas (Studi Kasus Pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Makassar). Iqtisaduna. Vol. 1 No. 2: 40-64.
Hutapea, P., dan Thoha, N. 2008. Manajemen sumber daya manusia. Edisi revisi.
Bumi Aksara: Jakarta.
Idat, G. (2003). Bank dan lembaga keuangan Indonesia. Bandung: Jemmars
83
Kalbarini, R.Y., dan Suprayogi, N. 2014. Implementasi Akuntabilitas dalam Konsep Metafora Amanah di Lembaga Bisnis Syariah (Studi Kasus:
Swalayan Pamella Yogyakarta). Jestt. V o l. 1 No.7: 506-517.
Karmila, A.T., dan Darlis, E. 2013. Pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern akuntansi terhadap keterandalan pelaporan keuangan Pemerintah Daerah (Studi pada Pemerintah Provinsi Riau). Jurnal Sorot. Vol. 9 No. 1: 25-42.
Kholmi, M. 2012. Akuntabilitas dan Pembentukan Perilaku Amanah dalam Masyarakat Islam. Jurnal Salam. Vol.15 No.1: 1-18.
Megawati, Devi dan Fenny Trisnawati. 2014. Penerapan PSAK 109 Tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah pada BAZ Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian sosial keagamaan. Vol. 17 No. 1: 40-59.
Mu’is, Fahrur. 2011. Zakat A-Z Panduan Mudah, Lengkap, dan Praktis tentang Zakat. Tinta Medina: Solo.
Nainggolan, Pahala. 2005. Akuntansi Keuangan Yayasan dan Lembaga Nirlaba Sejenis. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Nurhayati, N., Fadilah, S., Iss, A., dan Lestira, M.O. 2014. Pengaruh kualitas informasi akuntansi, akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan terhadap tingkat penerimaan dana zakat pada badan amil zakat (BAZ) di Jawa Barat. Prosiding SNAPP 2014 Sosial, Ekonomi, Dan Humaniora.
Vol.4 No.1: 577-584.
Rahayu, Nurul Widyawati Islami. 2014. Lembaga Amil Zakat, Politik Lokal, dan Good Governance di Jember. Karsa. Vol. 22 No. 2: 1-17.
Rahman, Taufikur. 2015. Akuntansi Zakat Infak dan Sedekah (PSAK:109) Upaya Peningkatan Transaparansi dan Akuntabilitas Organisasi Pengelola Zakat OPZ). Jurnal Muqtasid. Vol. 6 No. 1: 141-164.
Nurhasanah, S. (2018). Akuntabilitas Laporan Keuangan Lembaga Amil Zakat dalam Memaksimalkan Potensi Zakat. Akuntabilitas: Jurnal Ilmu Akuntansi.
Vol.11 No.2: 327-348.
Rahmadani, F., Karamoy, H., dan Affandi, D. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Zakat, Infaq/Sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Kotamobagu. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern. Vol.13 No.4: 85-93.
Rahmadhita. (2012). Optimalisasi peran lembaga amil zakat dalam kehidupan sosial. Jurisdictie, Jurnal Hokum dan Syariah. Vol.3 No.1: 24-34.
Rasul, S. 2003. Pengintegrasian sistem akuntabilitas kinerja dan anggaran dalam perspektif UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. PNRI: Jakarta.
Rizky. 2013. Akuntabilitas dan transparansi lembaga pengelola zakat dan
84
pengaruhnya terhadap kualitas lembaga amil zakat (pandangan muzakki dan amil zakat). UNDIP: Semarang.
Salle, I.Z. 2015. Akuntabilitas Manuntungi: Memaknai Nilai Kalambusang pada Lembaga Amil Zakat Kawasan Adat Ammatoa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Vol.6 No.1: 28-37.
Septiarini, F. D. (2011). Pengaruh transparansi dan akuntabilitas terhadap pengumpulan dana zakat, infaq dan shodaqoh pada LAZ di Surabaya.
Jurnal Akuntansi. Akrual 2 (2) (2011): 172-199 e-ISSN: 2502-6380.
Triyuwono, Iwan. 2000. Organisasi dan Akuntansi Syari’ah. LkiS: Yogyakarta.
Triyuwono, Iwan. 2006. Akuntansi Syari’ah: Menuju Puncak Kesadaran Ketuhanan Manunggaling Kawulo-Gusti. Pidato Pengukuhan Guru Besar Akuntansi Syari’ah di Gedung PPI Universitas Brawijaya 2 September 2006.
Purbasari, Indah. 2015. Pengelolaan Zakat oleh Badan dan Lembaga Amil Zakat di Surabaya dan Gresik. Jurnal Mimbar Hukum. Vol. 27 No. 1: 68-81.
Widialoka, W., Hidayat, A.R., dan Azib. 2015. Analisis pengaruh kepatuhan syariah (syariah compliance) terhadap dana pihak ketiga pada bank umum syariah di indonesia periode tahun 2010-2015. Prosiding keuangan dan perbankan Syariah.
Winidyaningrum, C., dan Rahmawati. 2010. Pengaruh kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan pemerintah daerah dengan variabel intervening pengendalian intern akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi XII: Purwokerto.
85
L A M
P
I
R
A
N
86
Lampiran 1: Informasi Informan
INFORMASI INFORMAN
Data Informan Pegawai BAZNAS Kota Makassar
Nama H. Katjong Tahir, SH
Jenis Kelamin Laki- laki
Umur 65 Tahun
Jabatan Sekretaris BAZNAS Kota Makassar Lama Bekerja 4 Tahun
Alamat BTN Pesona Barombong
Telp +62811463568
Waktu Wawancara 29 Agustus 2019
87
Lampiran 2: Format Wawancara
Wawancara dilakukan pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Wawancara dilakukan dengan 1 orang informan yaitu Sekretaris BAZNAS atas nama Bapak H. Katjong Tahir, SH. yang bertempat di Kantor BAZNAS Kota Makassar Jl. Teduh Bersinar No. 5 Komp. Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Makassar. Wawancara ini juga didukung dengan adanya Laporan Tahunan BAZNAS Kota Makassar yang sudah diaudit yang diperoleh di bagian keuangan BAZNAS Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Agustus sampai dengan September 2019. Wawancara dengan informan bapak H. Katjong Tahir dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2019 dengan durasi waktu 1 jam dengan 17 pertanyaan.
1 Bagaimana cara penghimpunan dana zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS) Kota Makassar?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Cara penghimpunan dana zakat di BAZNAS Kota Makassar itu ada 2 yaitu:
1. Penghimpunan zakat Perorangan yaitu Amil langsung menyetor kapada pengelola BAZNAS tidak ada perantara.
2. Penghimpunan zakat Badan yaitu melalui kerjasama dengan UPZ
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Pengukuran zakat telah diatur dalam Al-Quran takarannya dinilai 2,5%
dari harta/penghasilan muzakki. Pengakuannya apabila muzakki telah mengaku bahwa harta/penghasilannya telah memenuhi unsur mengeluarkan zakat maka penghasilannya dikali 2,5%.
88
3 Bagaimana bentuk penyajian dana zakat, dana infak/sedekah, dana amil, dan dana nonhalal pada laporan keuangan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Dana Zakat, infak/sedekah, dana amil dan dana nonhalal disajikan secara terpisah. Ada 3 jenis laporan:
1. Laporan Zakat yaitu zakat harus habis minimal 80% tersalurkan ke-8 asnaf. Disalurkan dalam bentuk dana konsumtif.
2. Laporan Infak minimal 75% harus tersalurkan, tetapi tidak harus ke 8 asnaf. Dilihat dari tingkat kebutuhan kaum dhuafa atau
mustahik, biasanya disalurkan dalam bentuk dana bergulir dan dana produktif (bantuan modal usaha, pelatihan menjahit, dan produksi makanan).
3. Laporan nonhalal yaitu digunakan untuk biaya operasional BAZNAS.
Misalnya biaya akomodasi pimpinan, pengadaan sarana dan prasarana, biaya penunjang kelancaran laporan BAZNAS Kota Makassar
4 Hal apa saja yang menjadi wajib untuk di ungkapkan didalam laporan keuangan zakat dan infak/ sedekah?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Yang wajib diungkapkan pada laporan keuangan zakat dan infak/sedekah yaitu:
1. Penerimaan dan sumbernya yakni berapa jumlah muzakki yang membayar zakat dan seberapa banyak jumlah zakat dan infak/sedekah yang berhasil dihimpun.
2. Pendistribusian zakat dan infak/sedekah yakni berapa jumlah mustahik yang menerima zakat dan infak/sedekah.
5 Bagaimana sistem pencatatan apa yang digunakan dalam pelaporan keuangan, apakah menggunakan akrual basic atau cash basic?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Sistem pencatatan yang digunakan oleh BAZNAS kota Makassar adalah menggunkan Cash Basic. Ketika ada uang kas baru dicatat/dibukukan, dipisahkan antara dana zakat dan dana infak/sedekah.
89
6 Bagaimana cara penyajian laporan keuangan yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar? Apakah disajikan secara tahunan?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar dilaporkan 2 kali/ tahun yakni per semester/ per 6 bulan dan per Tahunan kepada BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi lewat Pemerintah Kota.
7 Media apa saja yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar untuk menyajikan laporan keuangannya?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Media yang digunakan BAZNAS Kota Makassar saat ini yaitu media elektronik, setiap tahun akan diaudit oleh akuntan publik. Laporan keuangan BAZNAS Kota Makassar akan dilaporkan kepada BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi. Media cetak yang digunakan adalah media cetak harian surat kabar. Untuk saat ini belum ada media cetak yang secara khusus dimiliki BAZNAS Kota Makassar.
8 Seberapa penting penerapan PSAK 109 penyusunan laporan keuangan infak/ sedekah bagi amil dan bagi para muzakki?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Penerapan PSAK 109 sangat penting sekali karena dalam setahun dana zakat biasanya dibagi habis. Sehingga harus diketahui berapa muzakki yang membayar dan seberapa banyak mustahik yang menerima zakat dan berapa banyak amil yang mengelola zakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa BAZNAS Kota Makassar telah pengelola dan mendistribusikan zakat secara tepat.
10 Apa peluang dan tantangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dalam mengimplementasikan Akuntansi Zakat PSAK 109?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Sejauh ini tidak ada, karena selalu merevisi. Agar masyarakat lebih mengerti. Serta selalu melakukan komunikasi dan secara terbuka kepada BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi tentang laporan keuangan.
11 Apakah pedoman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dalam menyusun laporan keuangan?
90
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
BAZNAS Kota Makassar berpedoman kepada Undang- Undang No. 23 tahun 2011. Format laporan keuangan berdasarkan dari format laporan keuangan BAZNAS Pusat.
12 Bagaimana cara pendistribusian zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Pendistribusian dana zakat, infak/ sedekah oleh BAZNAS Kota Makassar yaitu:
1. Pendistribusian secara langsung.
2. Pendistribusian bulanan.
3. Pendistriibusian 1 kali setahun.
4. Pendistribusian salam bentuk barang.
5. Pendistribusian dalam bentuk pembinaan.
13 Dalam bentuk apa pendistribusian dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Ada 2 macam bentuk pendistribusiaanya yaitu:
1. Konsuntif: dalam bentuk sembako atau uang.
2. Produktif: dalam bentuk program jangka pangjang yaitu masyarkat miskin diubah pola pikirnya dengan cara dibina dalam bidang keagamaan, diberi modal dan dibina dalam bentuk bidang usaha sepeti menjahit, produksi makanan, dll. Sesuai dengan tujuan BAZNAS pengurangan kemiskinan.
14 Kepada siapa saja pendistribusian dana zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar disalurkan?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar disalurkan kepada 8 asnaf sebagimana dalam Al-Qur’an dalam surah At-Taubah ayat 103 dengan dibagi 5 golongan:
1. Bidang Sosial 2. Bidang Pendidikan
91
3. Bidang Ekonomi 4. Amil
5. Dakwah dan Advokasi
Hanya saja zaman sekarang kepada gharimin atau orang yang terlilit hutang itu harus benar- benar dikalrifikasi dia berutang untuk kebutuhan hiudp keluarga atau hanya sekedar keinginan si gharimin tersebut.
15 Pengelolaan zakat memerlukan sumber daya manusia (amil) yang berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas SDM, apakah telah dilakukan pelatihan pengembangan SDM pengelola zakat?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Dalam pengelolaan Zakat seorang amil harus memiliki kemampuan yaitu kemampuan dalam hal berkomunikasi begitu pula kemampuan IT atau kemampuan menjalan aplikasi dalam komputer. Untuk mencapai hal tersebut ketika ada pelatihan-pelatihan amil di ikutkan.
16 Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, adakah persyaratan khusus yang harus dipenuhi bagi calon amil?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Persyaratan khusus seorang amil harus memiliki pengetahuan tentang Zakat, selebihnya dikembangkan ketika sudah di dalam BAZNAS itu sendiri.
17 Bagaimanakan peran serta pemerintah dalam kegiatan pengelolaan dana zakat?
Informan: Bapak H. Katjong Tahir
Peran pemerintah kota makassar melakukan pembinaan terkait BAZ serta memberikan anggaran kepada BAZNAS Kota Makassar dalam hal pembangunan Gedung.
92
Lampiran 3 Dokumentasi
Wawancara dengan Bapak H. Katjong Tahir
93
Lampiran 4
Peta Lokasi BAZNAS Kota Makassar
94
Lanpiran 5
Laporan Keuangan BAZNAS Kota Makassar
Laporan Auditor Independen
95
Surat Pernyataan Pengurus
96
Laporan Posisi Keuangan
97
Laporan Aktivitas
98
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
99
Laporan Arus Kas
100
Catatan Atas Laporan Keuangan
101
Catatan Atas Laporan Keuangan
102
Catatan Atas Laporan Keuangan
103
Catatan Atas Laporan Keuangan
104
Lampiran 6
Surat Telah Melakukan Penelitian
105
RIWAYAT HIDUP
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saya bernama Irman Syah, atau yang akrab dipanggil Irman, lahir di Bulukumba, 05 Juli 1996 M / 18 Safar 1417 H tepatnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai anak tunggal yang lahir dari pasangan suami istri Bapak Tinggi dan Ibu Juhadi.
Menempuh pendidikan dasar di TK Aisyiah Mustanul Athfal pada tahun 2003, lulus
Menempuh pendidikan dasar di TK Aisyiah Mustanul Athfal pada tahun 2003, lulus