Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.
2. Rencana Pelajaran (RP)
Rencana Pelajaran berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.
3. Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen.
4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar
Lembar observasi dalam pembelajaran menggunakan macro media flash, untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.
1. Wawancara
Wawancara ini untuk mengungkap peristiwa selama proses pembelajaran. Berdasar pada aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
2. Tes diagnostik
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tes diagnostik ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah essay.
C. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu: 1. Untuk menilai tes diagnostik.
Penilain untuk tes diagnostik yakni setiap satu pertanyaan dengan jawaban benar mempunyai nilai 1, jika jawaban salah 0. Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes tes diagnostik dapat dirumuskan:
N
X
X
Dengan :X = Nilai rata-rata
Σ X = Jumlah semua nilai siswa Σ N = Jumlah siswa
2. Untuk ketuntasan belajar
Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh SD IT Luqman Al Hakim, yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 70% atau nilai 70, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85%. Untuk menghitung persentase ketuntasan klasikal digunakan rumus sebagai berikut:
%
100
.
.
.
x
Siswa
belajar
tuntas
yang
Siswa
P
Untuk menghitung persentase ketuntasan individual digunakan rumus sebagai berikut:
M-188
%
100
x
maksimal
Skor
siswa
jawaban
benar
Skor
P
Adapun yang digunakan di SD IT Al Khairat, seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar sama dengan rumus tersebut di atas. 3. Untuk analisis observasi
Analisisdata wawancara aktivitas siswa
Data hasil wawancara dengan guru dan siswa dianalisis secara diskriptif dengan tujuan mendapat informasi kelebihan dan kekurangan tentang pembelajaran menggunakan macro
media flash, mengetahui hambatan yang dialami guru serta kesuliatan siswa selama proses
pembelajaran. 4. Dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan untuk memperkuat data yang diperoleh
dari observasi. Dokumen yang digunakan berupa hasil pekerjaan siswa, daftar nilai siswa, RPP dan silabus. Untuk memberikan gambaran secara nyata mengenai kegiatan pembelajaran yang berlangsung juga diadakan dokumentasi foto. Dokumen ini berupa foto-foto yang diambil pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas V SD Islam Terpadu Luqman Al Hakim dan SD IT Al Khairat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian1. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil tes diagnostik siswa kelas V A SD IT Luqman Al Hakim seperti terlihat pada tabel berikut.
Rekapitulasi Hasil Tes Kelas A Siklus I
Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai rata-rata Ketuntasan klasikal
89 47 73.23 68%
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan macro media flash diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 73,23 dan ketuntasan belajar mencapai 68% atau ada 21 siswa dari 31 siswa sudah tuntas belajar, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 hanya sebesar 68% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.
Rekapitulasi Hasil Tes Kelas A Siklus II
Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai rata-rata Ketuntasan klasikal
100 64 82.68 90.3%
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 82,68 dan ketuntasan belajar mencapai 90,3% atau ada 28siswa dari 31 siswa sudah tuntas belajar.
2. Pembahasan
a. Ketuntasan Hasil belajar Siswa Kelas V A SD Islam Terpadu Luqmanul Hakim.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan
macro media flashmemiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal
ini dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 68 %dan siklus II sebesar 90,3% .
b. Kemampuan Guru dalam Proses Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan macro media flashdalam setiap siklus semakin baik, dapat dilihat meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus .
c. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Hasil dari wawancara aktivitas guru dan siswa setelah dilakukan penelitian tindakan kelas :
M-189
2) Kemandirian siswa dalam pembelajaran matematikan menggunakan macro media flash cukup baik. Siswa aktif dalam mengikuti pelajaran.
3) Pembelajaran matematika menggunakan macro media flash sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar.
3. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil tes diagnostik siswa kelas V D SD IT Luqman Al Hakim seperti terlihat pada tabel berikut.
Rekapitulasi Hasil Tes Kelas D Siklus I
Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai rata-rata Ketuntasan klasikal
92 50 75.31 62%
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan macro media flash diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,31 dan ketuntasan belajar mencapai 62% atau ada 18 siswa dari 29 siswa sudah tuntas belajar, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 hanya sebesar 62% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.
Rekapitulasi Hasil Tes Kelas D Siklus II
Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai rata-rata Ketuntasan klasikal
100 64 83.9 89.65%
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 83,9 dan ketuntasan belajar mencapai 89,65% atau ada 26 siswa dari 29 siswa sudah tuntas belajar.
Ketuntasan Hasil belajar Siswa Kelas V D SD Islam Terpadu Luqmanul Hakim. 4. Pembahasan.
a. Dari hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan macro
media flash memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat
dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 62 % dan siklus II sebesar 89,65% .
b. Kemampuan Guru dalam Proses Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan macro media flash dalam setiap siklus terdapat peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus.
c. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Hasil dari wawancara aktivitas guru dan siswa setelah dilakukan penelitian tindakan kelas :
1) Pembelajaran matematika menggunakan macro media flash sangat menarik
2) Kemandirian siswa dalam pembelajaran matematikan menggunakan macro media flash cukup baik. Siswa aktif dalam mengikuti pelajaran, terjadi diskusi antara guru dan siswa.
3) Pembelajaran matematika menggunakan macro media flash sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar.
5. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil tes diagnostik siswa kelas V SD IT Al Khairat pada siklus I dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan macro media flash diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 63,89 dan ketuntasan belajar mencapai 76,3% atau ada 13 siswa dari 19 siswa sudah tuntas belajar, siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 76,3% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.
. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II
No Uraian Hasil Siklus II
1 2 3
Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar
74.4 19 100
M-190
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 74,4 dan ketuntasan belajar mencapai 100% atau ada 19 siswa sudah tuntas belajar.
6. Pembahasan
a. Ketuntasan Hasil belajar Siswa Kelas V SD Islam Terpadu Al Khairat
Dari hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan macro
media flash memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat
dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 76,3 % dan siklus II sebesar 100%. Dalam hal ini menunjukkan bahwa siswa semakin faham tentang materi bidang datar.
b. Kemampuan Guru dalam Proses Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan macro media flash dalam setiap siklus terdapat peningkatan.
c. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Hasil dari wawancara tentang aktivitas guru dan siswa setelah dilakukan penelitian tindakan kelas :
1) Kemandirian siswa dalam pembelajaran matematikan menggunakan macro media flash cukup baik. Siswa aktif dalam mengikuti pelajaran.
2) Pembelajaran matematika menggunakan macro media flash sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar.
3) Dengan pembelajaran matematika menggunakan macro media flash menjadikan siswa suka dan senang belajar matematika.
4) Dengan pembelajaran matematika menggunakan macro media flash menjadikan siswa mudah memahami konsep.