• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nomor LIK : 22

4.4.1.5. Kegiatan : Penaburan Kompos A. Perencanaan

 Luas : 21 Ha

 Lokasi : Afd. VIII Blok JJ 25  Kondisi Lahan : Datar

 Penggunaan Bahan : Kompos  Penggunaan Alat :

No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Angkong Unit 5 300.000 1.500.000

2. Sekop Unit 5 57.800 289.000

3. Cangkul Unit 5 60.000 300.000

 Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub

Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Satuan Jumlah Harga Biaya

1. Pemberian kompos pada piringan TM kelapa sawit 07.00 WIB s/d Selesai HK 5 16.330 81.650 B. Organisasi

Asisten Afd

Mandor I

Penabur

Manager

Mandor

Pemeliharaan

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

Wewenang dan tanggung jawab

 Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya.

 Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan penaburan kompos dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan.

 Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan penaburan kompos tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan.

 Mandor Pemeliharaan : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penaburan kompos, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya.

 Penabur : Bertanggung jawab langsung kepada mandor pemeliharaan, bertugas menaburkan kompos yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada.

C. Actuating

Pada jam 07.00 WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok JJ 25. Adapun cara kerja untuk kegiatan penabur kompos yaitu kompos diangkut menggunakan gerobak sorong. Lalu kompos ditaburkan pada piringan tanaman kelapa sawit. Adapun jarak penaburan dari pokok tanaman yaitu 0,5 m sebanyak 25 kg per tanaman. Standar prestasi kerjanya adalah 0,2 Ha/Hk. Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan, kaca mata dan helm.

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

D. Kontrolling

Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling dan mandor pemeliharaan dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan penaburan kompos dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan penabur belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh penabur tersebut.

E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil

Pada kegiatan penaburan kompos yang menjadi kendala adalah cuaca. Apabila hari hujan maka kegiatan penaburan kompos tersebut ditunda dan dilakukan pada keesokan harinya.

F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan

Penaburan kompos dilakukan untuk memanfaatkan hasil produksi dari pabrik kompos. Adapun tujuan penaburan kompos ini adalah untuk menambah unsur hara didalam tanah selain dari hara yang diberikan melalui pemupukan anorganik. Selain itu penggunaan kompos juga berfungsi untuk meningkatkan aktivitas hayati didalam tanah sehingga tanah tidak akan menjadi miskin organik dan bisa dapat juga menghemat cost didalam kegiatan pemupukan anorganik.

Rabu, 6 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang

Indrawan, STP Assisten Afdeling

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

4.4.2. Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Kelapa Sawit

Nomor LIK : 23

4.4.2.1. Kegiatan : Penyemprotan Anak Kayu Secara Khemis Pada TM A. Perencanaan

 Luas : 24,45 Ha

 Lokasi : Afd III Blok BB 23  Kondisi Lahan : Datar

 Penggunaan Alat :

No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Knapsack sprayer Unit 6 30.000 1.800.000 2. Jerigen 20 L Unit 3 60.000 180.000

- Penggunaan Bahan

No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Sida Up 490 SL Liter 10 53.184 531.840

2. Ally Kg 1 kg 441.910 441.910

- Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub

kegiatan pelaksanaan Waktu Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Menyemprot

anak kayu 07.00 Wib HK 6 30.000 180.000

B. Organisasi

Asisten Afd

Mandor I

Pekerja

Mandor pemel

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

Wewenang dan tanggung jawab

Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian gulma dilapangan.

Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan pengendalian gulma sebelum pengendalian dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya.

Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal penyemprotan, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya.

Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan.

C. Actuating

Mandor Pemeliharaan bertugas mencampurkan material kedalam jerigen yang akan dicampurkan dengan air dan herbisida. Campurkan herbisida Sida Up ( glifosat ) dengan dosis 80 cc/12 liter air dan ally dengan dosis 20 cc/12 liter air ke dalam dirigen. Kemudian Aduk sampai merata, kemudian tuangkan kedalam knapsak sprayer. dalam 1 regu terdiri dari 1 pengecer herbisida dengan 2 orang tenaga penyemprot. Setiap penyemprot melakukan penyemprotan pada gulma jenis anak kayu.). Pekerja spraying termasuk pekerja harian lepas dengan upah Rp. 30.000 /hari.

D. Kontrolling

Pekerjaan penyemprotan Anak kayu secara khemis diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.Mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada pekerja penyemprot tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga.

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil

Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu kerusakan pada alat semprot seperti, tangki bocor, nozzle yang tersumbat. agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti itu pada knapsack, maka sebelum digunakan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Adapun faktor lain yang menjadi kendala yaitu cuaca yang kurang bagus, maka bila hujan turun kegiatan spraying ditunda dan digantikan dengan kegiatan yang lain atau dilanjutkan pada besok harinya dengan lokasi yang sama.

F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan

Kegiatan semprot anak kayu merupakan kegiatan yang sangat berdampak negatif terhadap pekerja apabila pekerja tidak menggunakan APD seperti pada pemakaian alat Knapsack terdapat beberapa keadaan alat yang kondisinya kurang baik yaitu terjadi kebocoran pada Tanki Knapsack sehingga ada material yang terbuang sia–sia dan bisa berbahaya pada penyemprot maka dari itu Sebaiknya sebelum melakukan kegiatan penyemprotan hendaknya pekerja memeriksa alat terlebih dahulu. Pengendalian gulma dengan bahan kimia sangat berbahaya pada kesehatan, maka harus ditekankan kembali kepada pekerja harus memakai alat pelindung diri dengan baik dan benar.

Selasa, 14 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang

Irwansyah Assistant Afdeling

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

Nomor LIK : 24

4.4.2.2. Kegiatan : Penyemprotan Gawangan Dan Pasar Pikul Pada TM A. Perencanaan

 Luas : 24,45 Ha

 Lokasi : Afd III Blok AA 27  Kondisi Lahan : Datar

 Penggunaan Alat :

No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Knapsack sprayer Unit 6 30.000 1.800.000 2. Jerigen 20 L Unit 3 60.000 180.000

- Penggunaan Bahan

No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Sida Up 490 SL Liter 10 53.184 531.840

2. Ally kg 1 441.910 441.910

- Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub

kegiatan pelaksanaan Waktu Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Menyemprot

pasar pikul 07.00 Wib HK 6 30.000 180.000 B. Organisasi

Asisten Afd

Mandor I

Pekerja

Mandor pemel

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

Wewenang dan tanggung jawab

Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian gulma dilapangan.

Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan pengendalian gulma sebelum pengendalian dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya.

Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal penyemprotan, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya.

Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan.

C. Actuating

Mandor Pemeliharaan bertugas mencampurkan material kedalam jerigen yang akan dicampurkan dengan air dan herbisida. Campurkan herbisida Sida Up ( glifosat ) dengan dosis 80 cc/12 liter air dan Ally dengan dosis 20 cc/12 liter air ke dalam dirigen. Kemudian Aduk sampai merata, kemudian tuangkan kedalam knapsak sprayer.Setiap penyemprot melakukan penyemprotan pada gulma jenis anak kayu. Khusus untuk TM 1 pekerjaan semprot pasar pikul dilaksanakan dengan 6 rotasi setahun (1 x 2 bulan). Pekerja spraying termasuk pekerja harian lepas dengan upah Rp. 30.000 /hari.

D. Kontrolling

Pekerjaan penyemprotan Anak kayu secara khemis diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.Mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada pekerja penyemprot tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga.

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil

Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu kerusakan pada alat semprot seperti, tangki bocor, nozzle yang tersumbat. agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti itu pada knapsack, maka sebelum digunakan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Adapun faktor lain yang menjadi kendala yaitu cuaca yang kurang bagus, maka bila hujan turun kegiatan spraying ditunda dan digantikan dengan kegiatan yang lain atau dilanjutkan pada besok harinya dengan lokasi yang sama.

F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan

Semprot anak kayu merupakan salah satu kegiatan rutinitas di dalam kebun. Kegiatan khemis dilakukan dengan rotasi 3 x 1 tahun dan 1 kali manual. Pengendalian gulma jenis anak kayu merupakan komponen terpenting karena dapat menyebabkan persaingan akan hara dan air dengan tanaman pokok, menurunkan mutu produksi dan secara umum gulma akan meningkatkan biaya usaha perkebunan karena adanya penambahan kegiatan di pertanaman.

Pemakaian alat Knapsack terdapat beberapa keadaan alat yang kondisinya kurang baik yaitu terjadi kebocoran pada Tanki Knapsack sehingga ada material yang terbuang sia–sia. Sebaiknya sebelum melakukan kegiatan penyemprotan hendaknya pekerja memeriksa alat terlebih dahulu. Pengendalian gulma dengan bahan kimia sangat berbahaya pada kesehatan, maka harus ditekankan kembali kepada pekerja harus memakai alat pelindung diri dengan baik dan benar.

Rabu, 15 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang

Irwansyah Assistant Afdeling

PKPM - 2 Program Studi Manajemen Perkebunan

Nomor LIK : 25

4.4.2.3 Kegiatan : Dongkel Anak Kayu pada TBM A. Perencanaan

 Luas : 14 Ha

 Lokasi : Afd III Blok CC 26  Kondisi Lahan : Datar

 Penggunaan Bahan : Tidak ada  Penggunaan Alat :

No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya

1. Babat Unit 3 65.000 195.000

2. Sepatu boot Unit 3 80.000 240.000

- Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub

kegiatan pelaksanaan Waktu Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Mendongkel

anak kayu 07.00 Wib HK 3 64.000 192.000 B. Organisasi

Asisten Afd

Mandor I

karyawan

Dokumen terkait