• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi stake holder sebagai berikut:

1. Kepala Sekolah.

Sebagai masukan terhadap pengembangan kompetensi strategi supervisi kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Jeneponto Selain itu, penelitian ini berguna untuk memberi informasi pemikiran yang konstruktif bagi kepala sekolah dalam menjalankan tugas supervisi di sekolah yang dipimpinnya. Memperbaiki proses pembelajaran dan memberikan motivasi untuk meningkatkan kinerja guru agama Islam sehingga dapat mempermudah tujuan visi misi sekolah tercapai.

2. Pengembangan Pengetahuan Pendidikan

Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca untuk memahami pentingnya strategi-strategi supervisi sekolah dalam peningkatan kinerja guru pendidikan agama Islam bagi peneliti dan calon peneliti sebagai pengalaman berharga dan pelajaran dalam menerapkan ilmu yang didapat peneliti selama menempuh studi di Program Studi Pendidikan Agama Islam.

3. Instansi Pendidikan Lainnya

Menambah masukan dan peningkatan lembaga dan instansi pendidikan dalam mengembangkan lembaga khususnya bidang kompetensi strategi supervisi kepala dalam meningkatkan kinerja guru dalam menjalankan tugas-tugasnya.

4. Bagi Guru pada Umumnya dan Guru PAI

Bagi guru pada umumnya dan guru PAI, dapat digunakan sebagai masukan untuk memilih dan menentukan dalam melaksanakan praktek pembelajaran Umumnya dan PAI khususnya, sehingga siswa dapat memiliki kompetensi dengan materi yang diajarkan, dan profesionalisme guru semakin meningkat.

5. Bagi Siswa

Untuk merangsang minat dan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar PAI di SMK Negeri 4 Jeneponto.

13 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Supervisi Sekolah

Dari segi etimologi supervisi diambil dari kata super artinya mempunyai kelebihan tertentu, kelebihan dalam kedudukan, pangkat, dan kualitas, visi artinya melihat dan mengawas, Yusak Burhanuddin, (1998:99). Sedangkan dari segi terminologi, supervisi adalah suatu aktivitas pemibinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif . Dan supervisor itu sendiri memberikan bimbingan dan penyeluhan (guedance and couselling) guna kemajuan sekolah. Oleh karena itu, yang bertugas menjadi supervisor harus bersifat lapang dada atau bijak dalam menerima saran dan kritik dari semua pihak agar setiap pengambilan keputusan menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi kemajuan sekolah. Guru dan kariawan sekolah tidak henti-hentinya diarahkan dan dibina serta dibimbing untuk mencapai kesempurnaan di dalam pekerjaannya.

Tugas supervisi pertama kali dilaksanakan oleh penilik sekolah.

Pengawasan dilakukan ke setiap sekolah untuk menilai tingkat perkembangan dan kemajuan sekolah serta pelaksanaan berbagai kegiatan sekolah. Semua guru dan proses belajar-mengajar diawasi oleh penilik sekolah. Apabila semua guru dan karyawaan sekolah telah melaksanakan administrasi sekolah dengan baik, biasanya akan

memperoleh penghargaan dari penilik. Sekolah-sekolah dikompotisikan keberhasilannya dalam berbagai bidang sehingga memacu dan mendorong semua karyawan sekolah untuk meningkatkan kemajuan sekolahnya.

Kemudian, kepala sekolah pun bertindak sebagai supervisi yang mengawasi, mengarahkan, membina, dan menilai kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah. Semua aktivitas dan proses belajar-mengajar serta tertibnya-tidaknya administrasi sekolah dinilai sehingga para guru dan karyawaan sekolah termasuk patner kepala sekolah dalam mengembangkan dan memajukan sekolahnya masing-masing.

Hal ini bagaimanapun lengkapnya sarana, alat, dan guru yang ada bila pengadministrasian dan supervisi tidak baik tentu tidak akan mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Sedangkan berbicara masalah administrasi berarti berbicara mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam surah At-Tur ayat 48 dijelaskan:



Dan Bersabarlah (Muhammad) dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya kamu berada dalam pengawasan kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun.

(Depertemen Agama RI., 2006:523)

Supervisi mempunyai pengertian yang luas. Berikut ini merupakan beberapa definisi tentang supervisi. dalam Yusak Burhanuddin, (1998:99).

1. Menurut Kimball Wiles, menyatakan,” supervisi merupakan kegiatan untuk membantu tugasnya secara baik”.

15

2. Kurikulum 1975 dinyatakan bahwa,” supervisi adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik”.

Hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Ngalim Purwanto, (2014: 76) Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

1. Tujuan Supervisi Sekolah

Tujuan supervisi sekolah ialah mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. Yusak Burhanuddin,( 1998:100). Sedangkan menurut Piet Sahertian, (2010:19), tujuan supervisi ialah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas. Sejalan dengan yang di ungkapkan oleh Olive, dalam Piet Sahartian, (2010:19) supervisi memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

Beberapa tujuan supervisi berdasarkan Kurikulum 1975 dalam Yusak Burhanuddin,(1998:100) sebagai berikut:

1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar mengajar

2. Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan.

3. Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan dan memperoleh nilai yang optimal

4. Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan dalam tugasnya 5. Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan,

kekurangan, dan kekhilafan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.

Dalam hal ini adapun tujuan supervisi yang dikemukakan oleh Burton dalam Ngalim Purwanto, (2014:77) merupakan perbaikan dan perkembangan proses belajar mengajar secara total.

Jadi dapat disimpulkan tujuan supervisi ialah meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

2. Fungsi dan Peran Supervisi Sekolah a. Fungsi Supervisi

Fungsi utama supervisi ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Fungsi utama supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Burton & Bruckner, dalam Agus Salim (2009:198). Sedangkan Briggs mengungkapkan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya perbaikan pembelajaran saja tapi mengkoordinasi, menstimulasi, dan mendorong kearah pertumbuhan profesi guru. Piet Sahartian, (2010:21).

17

Analisis yang lebih luas seperti yang telah dibahas oleh Swearingen dalam bukunya Supervision of Instruction – Foundation and Dimension dalam Suyatno (2009:25) ia mengemukakan 8 fungsi supervisi:

1) Mengkoordinasi semua usaha sekolah.

oleh karena perubahan terus-menerus terjadi, maka kegiatan sekolah juga makin bertambah. Usaha-usaha sekolah makin menyebar. Perlu ada usaha yang baik terhadap semua usaha sekolah.

2) Melengkapi kepemimpinan sekolah.

Kepemimpinan itu suatu keterampilan yang harus dipelajari.

Dan itu harus melalui latihan terus-menerus. Dengan melatih dan melengkapi guru-guru agar mereka memiliki keterampilan dalam kepemimpinan di Sekolah.

3) Memperluas pengalaman guru-guru.

Seorang yang akan jadi pemimpin, bila ia mau belajar dari pengalaman nyata di lapangan, melalui pengalaman baru ia dapat belajar untuk memperkaya dirinya dengan pengalaman belajar baru.

4) Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.

Usaha-usaha kreatif bersumber pada pandangan manusia.

Semua orang percaya pada manusia dicptakan dengan memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya. Supervisi bertugas untuk

menciptakan suasana yang memungkinkan guru-guru dapat berusaha meningkatkan potensi-potensi kreativitas dalam dirinya.

5) Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya diperlukan penilaian terus-menerus. Melalalui penelitian kita dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari hasil dan proses belajar-mengajar. Penilaian itu harus bersifat menyeluruh dan kontinu. Menyeluruh berarti penilaian itu menyangkut semua aspek kegiatan di sekolah.kontinu dalam arti penilaian berlangsung setiap saat, yaitu pada awal, pertengahan, dan diakhir dengan melakukan sesuatu tugas.

Mengadakan penilaian secara teratur merupakan suatu fungsi utama dari supervisi pendidikan.

6) Menganalisis situasi belajar-mengajar.

Supervisi diberikan dengan tujuan tertentu. Tujuannya ialah untuk memperbaiki situasi belajar-mengajar. Agar usaha memperbaiki situasi belajar dapat tercapai, maka perlu analisis hasil dan proses pembelajaran. Dalam situasi belajar-mengajar peranan guru-peserta didik memegang peranan penting.

Memperoleh data mengenai aktivitas guru dan peserta didik akan memberikan pengalaman dan umpan balik terhadap perbaikan pembelajaran. Yang pada gilirannya memperbaiki tugas-tugas pembelajaran dan tujuan-tujuan pendidikan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perbaikan belajar-mengajar. Fungsi supervisi

19

adalah menganalisis faktor-faktor tersebut. Penganalisaan memberikan pengalaman baru dalam menyusun strategi dan usaha kearah perbaikan.

Suatu jabatan akan mengalami pertumbuhan bila selalu ada usaha perbaikan pengalaman baru. Pengalaman baru memberi motivasi kearah usaha peningkatan.

7) Memperlengkapi setiap anggota staf dengan pengetahuan yang baru dan keterampilan-kerampilan baru pula.

Supervisi memberi dorongan stimulasi dan membantu guru agar mengembangkan pengetahuan dalam keterampilan hal mengajar.

Mengajar itu suatu ilmu pengetahuan, suatu keterampilan, dan sekaligus suatu kiat (semi). Kemampuan-kemampuan hanya dicapai bila ada latihan, mengulang dan dengan sengaja dipelajari.

Setiap orang selalu menginginkan sesuatu yang baru. Motivasi untuk membarui itu merupakan fungsi dari supervisi pendidikan.

8) Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru.

Untuk mencapai suatu tujuan yang lebih tinggi harus berdasarkan pada tujuan-tujuan sebelumnya. Setiap guru pada suatu saat harus mampu mengukur kemampuannya.

Mengembangkan kemampuan guru adalah salah satu fungsi supervisi pendidikan.

Sedangkan menurut Daryanto dalam Piet Sahartian fungsi atau tugas supervisi adalah:

1. Menjalankan aktivitas untuk mengetahui situasi administrasi pendidikan sebagai kegiatan pendidikan disekolah dalam segala bidang

2. Menentukan syarat-syarat yang diperlukan untuk menciptakan situasi pendidikan disekolah

3. Menjalankan aktivitas untuk mempertinggi hasil dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan.

Dalam melakukan sesuatu pekerjaan orang yang terlibat dalam pekerjaan itu harus mengetahui dengan jelas apakah tujuan pekerjaan itu, yaitu apa yag hendak dicapai. Di bidang pendidikan dan pengajaran seorang supervisor pendidikan harus mempunyai pengetahuan yang cukup jelas.

b. Peran Supervisi

Dilihat dari fungsinya tampak dengan jelas peranan supervisi. Peranan dalam kinerja supervisor yang melaksanakan tugasnya. Mengenai peranan supervisi dapat dikemukakan berbagai pendapat para ahli:

1. Menurut Peter F Olivia, dalam Piet Sahertian (2010: 25) peran supervisi adalah:

a) Coordinator,

21

Sebagai koordinator ia dapat mengkoordinasi program belajar-mengajar, tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru-guru.

b) Konsultan,

Sebagai konsultan ia dapat memberi bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun kolompok.

c) Pemimpin kelompok,

Sebagai pemimpin kolompok ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru-guru secara bersama. Sebagai pemimpin kolompok, ia dapat mengembangkan keterampilan dan dan kiat-kiat dalam bekerja untuk kolompok (working for the group), bekerja dengan kolompok (working with the group) dan bekerja melalui kolompok (working through the group)

d) Evaluator.

Sebagai evaluator ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan. Seorang pemimpin pendidikan dalam hal ini kepala sekolah yang berfungsi sebagai supervisi nampak dengan jelas peranannya sesuai dengan pengertian hakiki dan supervisi itu sendiri, maka peranan supervisi adalah memberi support

(supporting), membantu (assisting), dan mengikutsertakan (sharing).

2. Menurut Anonimous, dalam Abdurahman, (2012:12) peran supervisi adalah:

a) Sebagai Manajemen, b) Service Activity c) Sebagai pemimpin

3. Teknik –Teknik Supervisi Sekolah

Banyak teknik supervisi sekolah yang dapat di gunakan dalam meningkatkan kemampuan personil sekolah, yaitu:

1. Kunjungan sekolah dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas/ penilik. Teknik ini adalah teknik yang paling sering dipakai untuk mengamati proses kerja. Alat yang dipakai, metode yang digunakan, dan sebagainya. Hasil observasi dianalisis kemudian didiskusikan dengan guru, serta disusun program yang baik untuk memperbaiki proses belajar-mengajar. Kunjungan kelas sebaiknya dipersiapkan secara cermat dan dilaksanakan dengan hati-hati.

2. Pembicaraan Individual, merupakan teknik supervisi yang efektif sebab memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kepala sekolah atau pengawas/ penilik untuk berbicara langsung dengan guru tentang masalah yang berkaitan dengan

23

professional pribadi mereka. Masalah-masalah itu banyak ragamnya, ada yang berkaitan dengan pengajaran, segela sesuatu yang dibutuhkan guru, pemilihan, dan penggunaan alat peraga.

3. Diskusi kelompok adalah kegiatan kelompok yang dilakukan dalam situasi tatap muka yang sebaiknya tidak mempersoalkan kesulitan pribadi melainkan membina kerjasama antara guru-guru agar saling mengisi dan membantu kesulitan mereka.

4. Demonstrasi mengajar sebaiknya disusun secara teliti dan mengutamakan penekanan yang dianggap penting.

5. Kunjungan kelas antar guru, dalam hal ini biasanya lebih efektif dan disukai karena menciptakan keakraban antara sesama guru. Hasil observasi sebaiknya digunakan untuk menilai aktivitas sendiri.

4. Jenis – jenis supervisi sekolah

Dalam uraian terdahulu dijelaskan bahwa supervisi mengandung pengertian yang luas. Setiap kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan di Sekolah ataupun di Kantor – Kantor memerlukan adanya supervisor agar pekerjaan itu dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Di dalam dunia pendidikan supervisi sekolah dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu sebagai berikut:

a. Supervisi Umum

Yang dimaksud dengan supervisi umum adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan – kegiatan atau pekerjaan yang secara langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran seperti supervisi terhadap pengololaan bangunan dan perlengkapan sekolah atau kantor – kantor pendidikan, supervisi terhadap kegiatan pengololaan administrasi kantor, supervisi pengololaan keuangan sekolah atau kantor pendidikan, dan sebagainya.

b. Sepervisi Pengajaran

Supervisi pengajaran ialah kegiatan – kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi – kondisi baik personel maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar – mengajar yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan.

c. Supervisi Klinis

Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran.

Dikatakan supervisi klinis karena prosedur pelaksanaannya lebih ditekankan kepada mencari sebab – sebab atau kelemahan yang terjadi didalam proses belajar – mengajar, dan kemudian secara

25

langsung pula diusahkan bagaimana memperbaiki kelemahan dan kekurangan tersebut. Ngalim Purwanto,( 2014: 89-90).

Di dalam supervisi klinis cara “memberikan obatnya”

dilakukan setelah supervisor mengadakan pengamatan secara langsung terhadap cara guru mengajar, dengan mengadakan

“diskusi balikan” antara supervisor dengan guru yang bersangkutan.

Yang dimaksud “diskusi balikan” disini ialah diskusi yang dilakukan segera setelah guru setelah mengajar, dan bertujuan untuk memperoleh balikan tentang kebaikan maupun kelemahan yang terdapat selama guru mengajar serta bagaimana usaha untuk memperbaikinya.

Menurut Jhon J. Bolla dalam Ngalim Purwanto (2014 : 91) “ supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan membantu pengembangan profesional guru/ calon guru, khususnya dalam penampilan mengajar, berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut.”

Ciri – ciri supervisi klinis yaitu menurut La Sulo dalam Ngalim Purwanto (2014: 91) mengemukakan ciri – ciri supervisi klinis ditinjau dari segi pelaksanaanya sebagai berikut:

1. Bimbingan supervisor kepada guru/ calon guru bersifat bantuan bukan perintah atau instruksi.

2. Jenis kerampilan yang akan disupervisi diusulkan oleh guru/

calon guru yang akan disupervisi, dan disepakati melalui pengkajian bersama antara guru dan supervisor.

3. Meskipun guru atau calon guru mempergunakan berbagai keterampilan mengajar secara terintegrasi, sasaran supervisi hanya pada beberapa keterampilan tertentu saja;

4. Instrumen supervisi dikembangkan dan disepakati bersama antara supervisor dan guru berdasarkan kontrak (lihat nomor 3 diatas)

5. Balikan diberikan dengan segera dan secara objektif (sesuai data yang direkam oleh instrumen observasi)

6. Meskipun supevisor telah menganalisis dan menginterpretasi data yang direkan oleh instrumen observasi, di dalam diskusi atau pertemuan balikan guru/ calon guru diminta terlebih dahulu menganalisi penampilannya.

7. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah dan mengarahkan.

8. Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka 9. Supervisi berlangsung dalam siklus yang meliputi

perencanaan, observasi, dan diskusi/ pertemuan balikan 10.Supervisi klinis dapat dipergunakan untuk pembentukan

atau peningkatan dan perbaikan keterampilan mengajar;

dipihak lain dipakai dalam konteks pendidikan prajabatan maupun dalam jabatan (preservice dan inservice education).

d. Supervisi pendidikan

Secara umum supervisi pendidikan adalah proses pembelajaran peserta didik dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Karena itu supervisi pendidikan menaruh perhatian utama pada upaya-upaya peningkatan profesionalitas guru sehingga memiliki kemampun

1. Merencanakan kegiatan pembelajaran 2. Melaksanakan pembelajaran

3. Menilai proses dan hasil pembelajaran 4. Memanfaatkan hasil penilaian

5. Memberikan umpan balik

6. Melayani peserta didik yang mengalami kesulitan

27

7. Menciptakan lingkungan pembalajaran yang men yenangkan 8. Mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu

pembelajaran

9. Memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang tesedia 10. Mengembangkan interaksi pendidikan (strategi, metode dan

teknik).

11.melakukan penelitian penting untuk perbaikan pembelajaran.

Landasan Religius supervisi

Menurut Al qur’an landasan supervisi terdapat dalam surah Al Hajj ayat 41

(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

(Depertemen Agama RI., 2006:337)

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.

di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Depertemen Agama RI., 2006:23)

Landasan yuridis Supervisi

Terdapat beberapa landasan yuridis yang mendasari pentingnya supervisi pengajaran pada tingkat satuan pendidikan antara lain sebagai berikut:

a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional: Bahwa sistem pendidikan nasiomal harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peingkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajeman pendidikan untuk mengahadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang guru dan Dosen: Bahwa untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mempu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terarah, terencana dan berkesinambungan.

c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah: pasal

29

1. (1) Untuk diangkat sebagai epala sekolah/ madrasah seseorang wajib memenuhi standar kepala sekolah / madrasah yang berlaku nasional. (2) Standar kepala sekolah /madrash sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Yaitu salah satunya kompetensinya supervisi yang meliputi: 1. Merencanakan progra supervisi pengajaran dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, 2. Melaksanakan superterhadvisi pengajaran terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat, serta, 3.

Menindaklanjuti hasil supervisi pengajaran terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

d. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru: pasal 1 (1) Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang belaku secara nasional. (2) Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan Menteri ini. Pasal 2 ketentuan mengenai guru dalam jabatan yang belum memenuhi kualifikasi akademik diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S1) akan diatur dengan peraturan Menteri tersendiri.

B. Kinerja Guru

1. Pengertian Kinerja Guru

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kinerja memiliki arti tentang sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja, Purwadarminto,( 2002:156). Dalam Bahasa Inggris, padanan untuk makna kinerja adalah kata ferformance yang berarti kemampuan dan kemauan melakukan sesuatu pekerjaan, atau dapat disebut juga sebagai prestasi kerja, yaitu hasil yang diinginkan dari suatu perilaku. Dalam pengertian ini mencakup kemampuan mental dan fisik.

Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yag diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajar mengajar.

Untuk mencapai kinerja maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga manfaatkan serta ciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian Anwar Prabu dalam Purwadarminto mendefinisikan kinerja ( prestasi kerja) sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.

Secara terminologi, Fremont, Kast dan Rosenzweig yang diterjemahkan oleh M. Yasin, sebagaimana yang dikutip oleh Afnibar, dalam Mulyasa, (2012:55), menyatakan bahwa kinerja adalah proses kerja seseorang individu untuk mencapai tujuan yang relevan.

31

Dachniel menyatakan bahwa kinerja berarti kemauan dan kemampuan melakukan suatu pekerjaan. Artinya, kinerja merupakan semangat, intensitas, kemauan serta kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Dalam kata kinerja juga terkandung makna profesionalitas, sebab dalam mewujudkan kinerja, keterampilan seseorang dalam bidang yang ia kerjakan sangat menentukan.

Selanjutnya, menurut Tuckman dalam Achmad Sanusi, (1984: 101), mendefinisikan bahwa kinerja (performance) digunakan untuk menandai manifestasi pengetahuan, pemahaman, ide, konsep, keterampilan dan sebagainya yang dapat diamati. Ditinjau dari pandangan Islam, makna kinerja memiliki arti kesungguhan dan kemauan dalam melaksanakan tugas, dalam surat at-Taubah 105 dijelaskan :

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

( Depertemen agama RI., 2006:187)

Selanjutnya dalam surat Al-Maidah ayat 35 dijelaskan :



Terjemahnya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah

pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat

keberuntungan.(Depertemen Agama RI., 2006:106)

Islam memberikan rambu-rambu bagi ummatnya, bahwa ketika

Islam memberikan rambu-rambu bagi ummatnya, bahwa ketika