• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

Pada tahapan ini data yang telah dikumpulkan baik melalui penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan terlebih dahulu diolah lalu kemudian dianalisis untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh tanpa memberikan perlakuan khusus, akan tetapi dengan memperoleh apa adanya. Dalam pengolahan analisis data ini, digunakan beberapa metode yaitu :

1. Metode Induktif.

Metode induktif yaitu penelitian menganalisis data dengan melalui dari data yang bersifat khusus kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum.

2. Metode Deduktif

Metode deduktif yaitu penelitian menganalisis data dengan melalui dari yang bersifat umum kemudian diuraikan guna mendapatkan kesimpulan yang bersifat khusus.

3. Metode Komparatif.

51

Metode komparatif yaitu metode yang dipakai dalam menganalisis data dengan jalan membandingkan antara satu data dengan data yang lain, kemudian mencari persamaan dan perbedaan.

Dalam mengelola data, penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu analisis yang bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala kelompok tertentu, atau menentukan frekuensi pengetahuan suatu gejala dan hubungan tertentu antara gejala yang satu dengan gejala yang lainnya.

52

A. Sejarah Berdirinya SMK Negeri 4 Jeneponto

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Jeneponto adalah salah satu lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 2004 oleh pemerintah daerah pada tanggal 07 Mei 2004 dan disahkan pada tanggal 03 Mei 2005 oleh gubernur Sulawasi Selatan H.M Amin Syam.

a. Data sepervisi sekolah SMK Negeri 4 Jeneponto No Hari/ tgl/bln/tahun

Morra Bilu, S.Ag Guru PAI

4 Kamis, 10/9/2015 Pukul 11:11

Muh. Talib, S.Pd, M.Pd Kepsek

b. Visi dan Misi SMK Negeri 4 Jeneponto Visi

Menjadi lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga kerja produktif, kreatif dan inovatif yang beriman dan bertaqwa serta berwawasan lingkungan.

53

Misi

 Mengembangkan kurikulum yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan lapangan kerja.

 Mengembangkan semangat keunggulan dan kompotisi yang positif.

 Mengembangkan iklim belajar yang berakar pada nilai agama, norma dan budaya masyarakat sekitar serta berbudaya bangsa indunesia pada umumnya.

 Menanamkan budaya bersih dan cinta lingkungan c. Tujuan SMK Negeri 4 Jeneponto

 Menghasilkan tamatan yang cerdas, terampil, beriman, bertaqwa serta berakhlak mulia.

 Menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja yang profesional dan berwawasan wirausaha.

 Memberikan pengalaman nyata agar peserta didik menguasai keahlian produktif, berstandar budaya industri yang berorientasi kepada standar mutu, etos kerja yang tinggi, produktif dan kompotitif.

 Mewujudkan sekolah menjadi SMK berwawasan lingkungan d. Fasilitas Sekolah SMK Negeri 4 Jeneponto

SMK Negeri 4 Jenepontoh memiliki fasilitas yang dapat dikategorikan sangat memadai yang dapat mendukung keberlangsungan

proses pembelajaran yang produktif. Adapun beberapa fasilitas yang terdapat di SMK Negeri 4 Jeneponto, yakni:

a. Ruang Kepala Sekolah b. Ruang Guru

c. Ruang BP

d. Ruang Belajar yang Cukup e. Perpustakaan

f. Lab IPA dan Komputer g. Lab pertanian

h. Lab listrik

i. Lapangan olahraga j. Lahan pertanian

k. Ruang Tata Usaha / Administrasi l. Mushollah

m. Toilet n. Kantin

o. Tempat Parkir

e. Keadaan Siswa

a. Penerimaan Siswa Baru

Penerimaan siswa baru di SMK Negeri 4 Jeneponto harus melalui prosedur berupa pengambilan formulir, kemudian di daftar pada buku jurusan, setelah itu melakukan pendaftaran secar manual setelah di tes,

55

masukkan berkas apabila dinyatakan lulus tahap selanjutnya mengikuti tes wawancara dan kesehatan. Terakhir pembagian kelas sesuai jurusan.

b. Proses Kenaikan Kelas

Untuk dapat naik ke kelas yang lebih tinggi,maka terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan guru SMK Negeri 4 Jeneponto terutama guru kelas yang bersangkutan. Diantaranya yaitu:

a. Absensi kehadiran siswa dalam proses pembelajaran harus mencapai 80%

b. Perolehan nilaitugas-tugas, nilai ulangan harian, dan nilai ulangan semester harus mencapai KKM.

c. Sikap serta perilaku siswa baik dalam proses pembelajarn maupun diluar jam pelajaran.

d. Siswa harus ikut prakerin dan telah menyelesaikan laporan prakerin pada waktu yang telah ditentukan (khusus kelas XI) Dari ke 4 hal tersebut diputuskan dalam rapat guru yang diadakan menjelang penaikan kelas. Siswa yang nilainya tidak tuntas pada waktu yang telah ditentukan dinyatakan tidak naik kelas (mengulang pada kelas sebelumnya/pindah sekolah).

c. Waktu Belajar

SMK Muhammadiyah Bontoala yang padat akan siswanya membagi dua waktu belajar, diantaranya yaitu:

a. Belajar pagi mulai dari pukul 07.15–13.00 wita (kelas X dan kelas XI)

b. Belajar siang antara pukul 13.00 – 17.30 wita (kelas XII)

Sehingga dengan adanya pembagian waktu belajar tersebut, guru bisa mengimbangi kelas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran

d. Jumlah Siswa

Berdasarkan data yang diperoleh pada bulan agustus 2015, diketahui bahwa kelompok ruang belajar untuk kelas X sebanyak 9 kelas dengan jumlah siswa 406 orang. Pada kelas XI, ruang belajarnya sebanyak 9 kelas dengan jumlah siswa 364. Dan pada kelas XII, ruang belajarnya sebanyak 6 kelas dengan jumlah siswa 213.

Jadi, jumlah siswa secara keseluruhan adalah 983 orang siswa.

f. Personil

a. Guru

NO NAMA JABATAN KET

1. Ahmad Rivai, S.Pd Wakasek

Kesiswaan PNS

2 Morra Bilu, S.Ag Wakasek Sarana

& Prasarana PNS

3 Rosdiana, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

4. Alamsyah, S.Pd M.Pd Guru Bidang

Studi PNS

5. Suhaeda, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

6. Hariyati, S.Ag Guru Bidang

Studi PNS

7. Supiati, SP Guru Bidang

Studi PNS

8. Suriati, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

57

12. Andi Marlina, ST Guru Bidang

Studi PNS

13. Rahmiati, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

14. Hasniar, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

15. Mantasiah, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

16 Wahidin, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

17 Darmiati Abbas, SP Guru Bidang

Studi PNS

18. Baharuddin, S.S Guru Bidang

Studi PNS

19 Syamsiah, S.Pt Guru Bidang

Studi PNS

20. Suherman, S.Pd Guru Bidang

Studi PNS

21. Muh. Syafri, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

22. Syarif, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

23. Mansyur, S. Hut. M.M Guru Bidang

Studi Honorer

24. Muzakkir, S.Ag Guru Bidang

Studi Honorer

25. Drs. Baharuddin, Y Guru Bidang

Studi Honorer

26. Zainal Abidin, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

27. Supiati, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

28 Sukandi Syamsuddin,

S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

29. Sukmawati, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

30. Sulastri Mayang Sari.

S.P Guru Bidang

Studi Honorer

31. Muh Sabri Rahman,

S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

32. Samsudddin, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

33. Hamzah, A. Md. TI Guru Bidang

Studi Honorer

34. Sri ulang Sari, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

35. Arianti, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

36. Arifuddin, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

37. Datu Suppa, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

38. Muliati, S.Pd Guru Bidang

Studi Honorer

b. Staf tata usaha

NO NAMA JABATAN KET

1 Remba, S. HI KTU & bendahara

gaji PNS

2. Musliana Musma kesiswaan PNS

3. Muliati, SE kepegawaian PNS

4. Rusli DM Sarana &Prasarana PNS

5. ST. Hasnawati Staf TU HONORER

6. Bustam Sarana &Prasarana HONORER

7. Patma Idrus, S.Pd Staf TU HONORER

8. Sitti Nurjia Kebo Staf Humas DU-DI HONORER

9. Nurjannah, SE Staf TU HONORER

10. Hasmawati, S. Si Staf TU HONORER

59

c. Petugas Keamanan

NO NAMA L/P PENDIDIKAN JABATAN

1 Abdul Kamal L SMP SATPAM

B. Peranan Supervisi Sekolah Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Agama Islam di SMK Negeri 4 Jeneponto

Tentang kinerja guru Agama Islam di SMK Negeri 4 Jeneponto yang dikemukakan oleh Muh. Talib selaku kepala SMK Negeri 4 Jeneponto mengatakan bahwa kinerja guru agama sudah maksimal, karena sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, termasuk tugasnya adalah pembinaan akhlak terhadap siswa dan pemberantasan buta Huruf BTQ pada tingkat satu semester satu.

Hal ini tidak terlepas dengan adanya Peranan supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru pada umumnya dan guru PAI pada khususnya. Sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya yang dikemukakan oleh Peter F Olivia, dalam Piet Sahertian (2010:25) peran supervisor adalah: Coordinator, Konsultan, Pemimpin kelompok dan evaluator, sehingga pada prinsipnya itu sangat penting bagi guru agama itu sendiri.

. Hal ini sejalan dengan pendapat salah seorang guru PAI di SMK Negeri 4 Jeneponto yaitu bapak Morrah Bilu S.Ag yang diwawancarai pada hari rabu 09 September 2015 mengatakan bahwa:

“Peranan supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru agama sangat penting bagi guru agama karena dengan adanya

supervisi, guru berusaha memperbaiki tentang kemampuan dalam hal merencanakan pembelajaran dalam kelas dan juga pelaksanaan pembelajaran di kelas serta evaluasinya dalam pembelajaran, itu semua harus diusahakan oleh guru untuk diperbaiki.”

C. Proses pelaksanaan supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI di SMK Negeri 4 Jeneponto

Setiap pelaksanaan supervisi sekolah tentu tidak terlepas dengan adanya proses, dan proses itu sendiri merupakan hal terpenting yang harus dilaksanakan oleh supervisor.

Adapun proses pelaksanaan supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI yang dikemukakan oleh bapak Larigau (pengawas dinas pendidikan) antara lain:

a.perencanaan b.pelaksanaan c. Evaluasi

Perencanaan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh supervisor pada permulaan pelaksanaan supervisi. tampa perencanaan, suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Pelaksanaan merupakan tujuan utama atau kegiatan inti yang harus dilaksanakan oleh supervisor, karena meskipun ada perencanaan tampa ada pelaksanaan maka tidak akan tercapai tujuan yang diinginkan. Evaluasi, setiap kegiatan yang dilakukan oleh supervisor sebagai pemimpin dalam sebuah lembaga pendidikan tentu memerlukan adanya evaluasi karena fungsi dari evaluasi adalah

61

untuk meneliti dan mengetahui sampai dimana pelaksanaan yang dilakukan dalam proses keseluruhan untuk mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

D. Faktor pendukung dan penghambat supervisi Sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI di SMK Negeri 4 jeneponto

Adapun fakfor pendukung dan penghambat supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI di SMK Negeri 4 jenepon yang dikemukakan oleh beberapa supervisor sebagai berikut:

Menurut ibu Hawa (pembina MGMP) faktor pendukung supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI adalah:

a.Guru ingin dibina

b.Menghadirkan pemateri dari provensi,

Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tidak ada supervisi sekolah pada sekolah tingkat lanjut dari departemen agama, sehingga tidak bisa turun langsung ke Sekolah untuk melakukan supervisi.

Menurut bapak Larigau (pengawas dinas) salah satu faktor pendukung supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI adalah adanya kerja sama antara guru-guru dengan kepala sekolah.

Sedangkan faktor penghambatnya adalah pada saat proses pelaksanaan supervisi dilaksanakan biasa ada guru belum selesai RPPnya bahkan ada guru yang lupa bawa RPPnya.

hal ini sejalan yang dikemukakan oleh kepala SMK Negeri 4 Jeneponto bahwa salah satu faktor pendukung supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI adalah adanya kesadaran bagi guru akan tugasnya sebagai guru sehingga tampa mau disupervisi pun dia melaksanakan tugasnya dengan baik

63 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Peranan Supervisi Sekolah Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Agama Islam di SMK Negeri 4 Jeneponto sangat penting bagi guru agama karena dengan adanya supervisi, guru berusaha memperbaiki tentang kemampuan dalam hal merencanakan pembelajaran dalam kelas dan juga pelaksanaan pembelajaran di kelas serta evaluasinya dalam pembelajaran.

2. Proses pelaksanaan supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI di SMK Negeri 4 Jeneponto diantaranya:

a. Perencanaan b. Pelaksanaan c. Evaluasi

3. Faktor pendukung dan penghambat supervisi Sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI di SMK Negeri 4 jeneponto.

Faktor pendukung supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI adalah:

a. Guru ingin dibina

b. Menghadirkan pemateri dari provensi

c. Adanya kerja sama antara guru-guru dengan kepala sekolah.

d. Adanya kesadaran bagi guru akan tugasnya sebagai guru.

Sedangkan faktor penghambat supervisi sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PAI adalah sebagai berikut: tidak ada supervisi sekolah pada sekolah tingkat lanjut dari Departemen agama sehingga tidak bisa turun langsung ke Sekolah untuk melakukan supervisi; pada saat proses pelaksanaan supervisi dilaksanakan biasa ada guru belum selesai RPPnya bahkan ada guru yang lupa bawa RPPnya.

B. Saran

Peneliti memberikan saran kepada supervisor terutama kepala SMK Negeri 4 jeneponto untuk memberikan penghargaan kepada guru yang dinilai baik dalam pembuatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi dalam pembelajaran karena pengharagaan ini akan membuat guru tersebut merasakan diperhatikan.

Sehingga dengan pengharagaan itu guru pendidikan agama Islam akan lebih meningkatkan kinerjanya.

Guru pendidikan agama Islam berusaha memperbaiki kemampuan merencanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran dengan cara mengikuti musyawarah guru mata pelajaran pendidikan agama Islam lainnya.

Kesempurnaan hanya miliki Allah semata, namun penulis mengucapkan banyak teima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kritik dan saran selama penyusunan skripsi ini berlangsung

65

sehingga skripsi yang kini hadir ditangan pembaca dapat terselesiakan dengan baik. Serangkaian dengan hal tersebut, penulis masih mengharapkan kritik dan saran yang berbeda, bila mana masih banyak pula kekurangan di sana sini dalam skripsi yang penyusun sajikan.

66 Al- qur’anul Karim.

Abdurahman. 2012. Peran Supervisi. Surabaya: Alfabeta.

Al-‘Utsaimin, Muhammad bin Shaleh. 2008. Syarah Hadits Arba’in An nawawiyyah, Ibnu Katsir, Bogor

Arifin. 1998. Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2007.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Burhan, Yusak. 1998. Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia..

Darajat, Zakiyah. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara Departemen Agama RI, 2006. Al-Quran dan Terjemahannya. Depag. PT.

Syaamil Cipta Media

Kinon, Sutisna. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. II, Bandung:

Alfabeta.

Muhaimin. 2012. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2012.Guru dan Kinerjanya. Bandung: CV Pustaka.

Muslihani. 2012. Upaya Peningkatan Kinerja Guru PAI SMK Negeri 1 Mataram.Skripsi.Tidak diterbitkan.Mataram: UMM

Purwanto, Ngalim. 2014. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Ramlah, ST. 2013. Administrasi Pendidikan. Diktat. Tidak diterbitkan.

Makassar: UNISMUH.

Sahertian, Piet. 2010. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

67

Salim, Agus. 2009. Administrasi & Supervisi Pendidikan, Bandung : CV Pustaka Setia.

Sanusi, Ahnad. 1984.Masalah Mutu Pendidikan dan Kebudayaan, (Cet. III;

Bandung: UNINUS,)

Sugiono. 2000. Supervisi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Suyatno. 2009. Pedoman Supervisi. Bandung: Pustaka Setia.

Tohirin, 2011. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta:

PT Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Republik Indonesia 2003, No. 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen. Cet. 5, Jakarta: Sinar Grafika Offset

Wikipedia.http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum. (diakses 12 Januari 2015)

RIWAYAT HIDUP

Rustan, lahir di Batu Menteng, 12 Oktober 1993. Penulis adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Saman dan Sari.

Penulis memasuki jenjang pendidikan formal di SDN 61 Batu Menteng pada tahun 2000 dan tamat pada tahun 2006. Selanjutnya, penulis melanjutkan pendidikan ke MTs Negeri Kapita pada tahun 2006 dan tamat pada tahun 2009. Pada tahun yang sama penulis memasuki pendidikan di SMAN 1 Bangkala dan tamat pada tahun 2011. Dan pada tahun yang sama diterima sebagai mahasiswa pada Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).

Berkat rahmat Allah swt. dan iringan doa dari orang-orang tercinta, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi dapat berhasil dengan tersusunnya skripsi yang berjudul: “Peranan Supervisi Sekolah Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 4 Jeneponto”.