• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP DAN PENGAKUAN TRIDHARMA PANDANGAN D.S MARGA SINGGIH

A. D.S Marga Singgih

Lahir di Jakarta pada tanggal 21 januari 1962 dari keluarga Konfucius. Kendati cuma berbekal ijazah SMA ia pernah mengajar Agama Buddha di TK Tri Ratna (Jakarta Pusat), TK-SD Tunas Karya Kelapa Gading (Jakarta Utara), SMP Buddhis Silaparamita (Jakarta Timur) TK-SD-SMP-SMA Budidaya (Jakarta Utara) dan Akademisi Akutansi STIE/UPI/YAI (Jakarta Pusat) selama 10 tahun sejak tahun 1981 hingga 1991.

Salah satu hal yang membuatnya punya kepercayaan diri untuk terjun di dunia pendidikan kala itu ialah latar belakangnya sebagai pengasuh Sekolah Minggu dan Remaja Tridarma dan juga aktivis Pemuda Tridharma di Jakarta Selatan (Bio Hok Tek Ceng Sing, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan) yang juga kemudian mengantarkannya menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Tridharma Indonesia selama dua periode berturut-turut (1985-1988 dan 1988-1991).

Sampai saat ini ia masih aktif sebagai Ketua Yayasan Bakti Balai Kitab Tridarma Indonesia dan juga Pemimpin Umum Majalah Hikmah Tridarma yang diembannya sejak tahun 1991 dan juga sebagai Dharmaduta sejak tahun 1980 hingga kini.

Dia sering membantu membagikan pengalaman dan ceramahnya di berbagai kota mulai Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Selatan.

Materi dan topik yang disampaikannya selalu dalam bahasa sehari-hari mudah dicerna serta tidak heran bila kehadirannya banyak ditunggu oleh umat Tridharma mulai dari anak-anak, remaja, pemuda bahkan orang tua. Disamping itu ia juga menjabat sebagai

48

salah satu ketua di Pengurus Pusat Majelis Tridarma Indonesia (periode 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014).64

Pada 2 Mei 2007 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional Indonesia bersama beberapa rekan, ia mendirikan Yayasan Sutra Bakti suatu lembaga swadaya masyarakat yang nirlaba (non profit) yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan serta mempunyai visi Developing Smart And Green Community untuk lebih memberdayakan insan Indonesia dengan mendirikan Rumah Baca untuk semua, umum dan gratis di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat dan Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten serta di Kampung Cibogo, Desa Cilaku, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Setelah pensiun dari dunia pendidikan suami dari Wanti Sumarta ini bekerja sebagai Salesman di PT Terus Jaya Mandiri yang bergerak dalam bidang elektronik dan home appliances (1991-1994). Kemudian bergabung dengan PT Saga Machie (1994-2000) sebagai Sales Manager ELLE Paris Shoes, kemudian dilanjutkan ke Transmarco Concept Private Ltd. Singapore sebagai Country Manager Hush Puppies Shoes USA (2000-2002) di Indonesia.

Dan sejak tahun 2002 sampai sekarang penggemar ia bekerja di PT Cipta Sumber Sejahtera sebagai General Manager Andre Valentino Shoes/ Andre Comfort Shoes/

Studio Nine Shoess/ Gunze Japan (Underwear) yang mempunyai jaringan distribusi di pusat perbelanjaan dan departemen store papan atas di berbagai daerah.

Ayah tiga putra (Prajna, Viria, Yasa) ini juga sebagai Ketua Tim Kecil Sport Shoes (peningkatan perdagangan dalam negeri), Dewan Pengurus Nasional APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia) dan di dalam Munas VII APRISINDO di Jakarta pada

64 Marga Singgih, Tridharma The Way of Life hal. 47 tulisan ini juga ada di buku Marga Singgih Kematian Bukan Akhir Kehidupan (Jakarta: Yayasan Bakti 2009) hal. 177 dan buku-buku lainya.

49

tanggal 1 Mei 2009 lalu ia juga dipercaya sebagai Ketua Pengembangan Usaha Dalam Negeri DPN APRISINDO masa bakti 2009-2012.

Marga singgih banyak menulis artikel tentang Ketridharmaan dan Buddha di berbagai majalah komunitas wihara/cetiya maupun di Majalah Tridharma, beberapa karya tulis dan juga buku yang telah disusun dan bahkan telah diterbitkan dengan berulang kali cetak ulang karena kebutuhan dan permintaan para pembaca diantaranya ialah65

- Sejarah Singkat Tahun Saka Versi Jawa Kuno, 1981 - Sang Buddha, 1982

- Belajar Mewarnai, 1983 - Tridharma 1983, 2006, 2009

- Kebudayaan Orang Tionghua Di Indonesia Suatu Catatan Kecil 1986 - Tridarma Selayang Pandang 1987,1993,1995, 1998, 1999, 2006, 2011 - Pokok-pokok Ajaran Dasar Agama Buddha 1987, 1989, 1993

- Avalokitesvara 1988, 1992, 1995

- Tridarma Dari Masa Ke Masa 1989, 1993, 1995, 1996,1999 - Kematian Bukan Akhir Kehidupan 2009

- Tridharma The Way of Life 2010

- Perkawinan Dan Keluarga Terbaru Tridarma 2011 B. Tridharma Sebagai Organisasi

Tridharma mempunyai majelis tertinggi yaitu Majelis Tridharma Indonesia.66 Dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) bahwa majelis tertingginya bernama Majelis Tridharma Indonesia disingkat menjadi MTI. MTI mempunyai struktur

65 Marga Singgih, Tridharma The Way of Life, hal. 49 dan Marga Singgih, Kematian Bukan Akhir Kehidupan, (Jakarta: Yayasan Bakti 2009) hal. 177

66 Terdaftar pada : Direktorat Jendral Sosial Politik, Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia, No. 61/D.1/V/2003 DEPDAGRI, Departemen Agama, Direktorat Jendral Bimas Buddha, No.

90/9/YAB/V/2003 lihat Website Resmi Tridharma www.tridharma.org

50

yang mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan umat.

Dijelaskan juga organisasi itu berdiri sejak tanggal 30 Maret 2003 yang bersifat atau yang berazaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Organisasi ini tidak mengambil untung atau laba untuk kepentingan pribadi atau golongan juga tidak masuk dalam golongan organisasi politik tetapi ini lebih kepada organisasi keagamaan, sama halnya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam agama Islam Indonesia maka sama halnya MTI dalam istilah Tridharma.

Kita mulai dari awal bahwa Tridharma yang dihadirkan oleh KTH adalah sebagai pelindung bagi orang-orang Tionghoa untuk tetap dalam garis leluhur mereka. Karena telah dijelaskan dalam bab sebelumnya bahwa organisasi ini berfungsi untuk mencegah kristenisasi dan penyempitan umat bagi Tridharma sendiri.

Dilihat dari awal cikal bakal dari pada Tridharma di Indonesia adalah dari Sam Kauw Hwee yang berdiri terus kemudian berubah nama GSKI (Gabungan Sam Kauw Indonesia) dan Gabungan Triharma Indonesia (GTI), berubah lagi Majelis Tridharma, PTITD (Perhimpunan Tempat Ibadat Tri Dharma) dan MARTRISIA (Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia) secara organisatoris & administratif berada dibawah pembinaan Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu &

Buddha yang kemudian menjadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha.

Hingga Akhirnya pada tanggal 1-3 Januari 1999 berubah nama dari Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia menjadi Majelis Tridharma.

Adapun tujuan daripada majelis tinggi yaitu mempererat tali persaudaraan, memelihara dan melaksanakan ajaran Tridharma, serta membangun dan mengembangkan kerukunan, turut serta meningkatkan kualitas manusia serta mencerdaskan bangsa.

Banyak yang telah di lakukan organisasi tertinggi ini baik itu pembinaan mental, spiritual

51

serta kualitasnya dan kemudian pelaksanaan kebaktian upacara-upacara kemudian menerjemahkan kitab-kitab suci ajaran Tridarma menerjemahkan majalah-majalah serta mendirikan dan menyelenggarakan lembaga pendidikan hingga menciptakan kemandirian tersendiri.

Dokumen terkait