Hasil pengelolaan dana wakaf tunai (uang) ternyata nggak hanya untuk pengembangan rumah ibadah saja. Untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat umum, dana tersebut bisa juga lho digunakan untuk bidang-bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pengembangan UKM.
Sesuai peraturan perundangan wakaf yang kita miliki, wakaf tunai (uang) dapat dimanfaatkan setelah dikelola melalui instrumen investasi Syariah atau produk-produk Syariah. Jadi, hasil pengumpulan dana wakaf tunai tidak boleh langsung dipergunakan, tetapi harus melalui proses pengelolaan terlebih dahulu.
Adapun hasil dari pengelolaan wakaf tunai yang menjanjikan itu dapat digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
Pendidikan
Dari segi anggaran negara, pendidikan kita masih jauh dari ideal. Jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan negara-negara maju yang mencapai 7% dari Gross National Project (GDP), negara-negara berkembang sangat jauh, yaitu hanya 2,5% saja. Yang menyedihkan banget adalah Indonesia yang hanya 1% saja. Haduuuh, gimana mau pintar
Lalu ada nggak sih solusi dana untuk pendidikan di dunia Islam?
Nah, untuk itu kita lihat dulu yuk bagaimana lembaga-lembaga pendidikan Islam klasik bisa berkiprah dan survive.
Mencermati lembaga-lembaga Islam ngetop seperti Al Azhar University Kairo, Universitas Zaituniyyah di Tunis dan ribuan madaris Imam Lisesi di Turki, kita pasti kagum banget deh. Bagaimana sih mereka bisa besar, bertahan berabad-abad, dan mampu memberikan beasiswa kepada jutaan mahasiswa selama 1000 tahun dari seluruh dunia?
Apalagi Universitas Al Azhar, Zaituniyyah, dan Nizamiyyah (yang pernah dipimpin Imam Al Ghazali di Baghdad) bukanlah lembaga yang fully profit oriented.
Mereka lebih berorientasi kepada sosial. Mungkin nggak sih pendanaannya hanya mengandalkan infak dan sedekah masyarakat sekitar? Yakin nggak bahwa itu cukup untuk membiayai operasionalnya, membangun sarana belajar mengajar tambahan, serta memberi beasiswa (eh Indonesia termasuk yang paling banyak menerima beasiswa lho!)?
Salah satu jawabannya adalah ternyata mereka telah berhasil mengembangkan sistem cash waqf sebagai sumber dana untuk pengembangan dan operasional pendidikan.
Sebenarnya ada tiga filosofi dasar yang harus diperhatikan kalau kita mau mengembangkan wakaf tunai dalam dunia pendidikan.
Pertama, alokasi wakaf tunai harus dilihat dalam bingkai yang utuh dan terpadu. Contohnya ada anggapan bahwa dana wakaf akan habis kalau dipakai menggaji dosen, guru, dll, padahal dana wakaf kan harusnya tetap dan abadi.
Dalam bingkai proyek, dana wakaf akan dialokasikan untuk program-program pendidikan dengan segala macam biaya yang termasuk di dalamnya.
Kedua, asas kesejahteraan Nazhir. Sudah sejak lama, Nazhir diposisikan sebagai profesi asal-asalan dan nggak gengsi banget. Sudah saatnya kita mengangkat profesi Nazhir sebagai profesi yang memberikan harapan kepada para lulusan terbaik dan memberikan kesejahteraan dunia-akhirat.
Di Turki, Nazhir memperoleh 5% dari net income wakaf. Di Bangladesh, kantor administrasi wakaf Bangladesh juga menerapkan jumlah yang sama. The Central Waqf Council India menerapkan jumlah 6% dari net income wakaf.
Di Indonesia, sesuai UU no 41 tahun 2004 tentang wakaf, Nazhir berhak mendapatkan 10% dari net-income.
Ketiga, jelas harus ada transparansi dan akuntabilitas dari lembaga Nazhirnya dong.
Pembangunan sarana pra-sarana
Selain untuk pengembangan pendidikan, hasil pengelolaan wakaf tunai dapat digunakan untuk membangun gedung lho, seperti:
a. pesantren
b. madrasah dan perguruan tinggi Islam c. lembaga-lembaga riset
d. perpustakaan.
Tentu saja semuanya harus dikelola secara profesional, modern, dan sesuai dengan citra Islam yang maju dan baik.
Kesehatan
Keberadaan wakaf juga terbukti telah membantu perkembangan ilmu medis melalui penyediaan fasilitas-fasilitas publik di bidang kesehatan dan pendidikan.
Pada abad 4H, ada RS anak yang didirikan di Istambul, Turki yang didirikan dari alokasi dana wakaf. Di Spanyol ada RS yang juga melayani muslim dan nonmuslim berasal dari dana wakaf. Pada masa Abbasiyyah, dana hasil pengelolaan aset wakaf juga digunakan untuk membangun sebuah Pusat Seni. Pusat Seni ini sangat berperan dalam perkembangan arsitektur Islam, termasuk arsitektur masjid, sekolah dan RS.
Adapun beberapa agenda yang terkait dengan proyek pengembangan kesehatan dari dana wakaf adalah pembangunan Rumah Sakit dan Poliklinik, Apotik dan Penyedia Alat-alat Medis. Selain itu juga bisa untuk pemberdayaan dan pengembangan, seperti SDM bidang kesehatanatauproyek riset bidang kesehatan.
Pelayanan Sosial
Harus diakui bahwa sarana pelayanan sosial di Indonesia termasuk sangat buruk. Hal ini terkait dengan pendanaan pemerintah yang masih minim. Sarana yang ada
sangat nggak terawat atau nggak bisa dipakai secara optimal. Bikin males!
Misalnya nih, jembatan dan jalan pada rusak dan banyak jerawatnya, RS kotor, WC umum juga selain kotor juga bau, angkutan umum parah banget (rusak, nggak aman dan nyaman, sembrono), pasar kotor, dan tempat pembuangan sampah juga kacau.
Iya sih, masyarakatnya juga sebagian masih 'ngaco'.
Tapi bukan berarti ini nggak bisa diperbaiki.
Melalui dana wakaf tunai, ada beberapa hal yang bisa dilakukan: pembangunan fasilitas umum yang lebih manusiawi dan memadai dan pembangunan tempat ibadah dan lembaga keagamaan yang lebih representatif.
Sedangkan untuk pengembangan dan pemberdayaan bidang pelayanan sosial, diantaranya untuk:
a. peningkatan kemampuan kaum duafa melalui berbagai pelatihan
b. membuat pola pengelolaan manajemen lembaga santunan dan ketrampilan untuk kaum lemah, cacat, dan terlantar
c. membuat berbagai proyek dakwah dengan cakupan yang lebih luas, misalnya penanggulangan masalah akidah umat Islam yang terhimpit tekanan ekonomi, pendampingan terhadap korban kekerasan, broken home, narkoba, dan AIDS.
d. Pemberdayaan Ekonomi Kecil dan Menengah (UKM)
Jumlah UKM di Indonesia saat ini mencapai 95%
pelaku bisnis. Besar kan? Namun masih banyak kelemahan UKM yang belum tertangani secara baik, misalnya masalah modal dan pengelolaan. Bagaimana supaya para pelaku UKM ini terhindar dari jerat riba dan rentenir?
Sistem ekonomi syariah (termasuk Wakaf) lah solusinya.
Berbagai upaya untuk pengembangan dan pemberdayaan UKM dengan melakukan berbagai langkah:
a. memprioritaskan pengembangan UKM yang menggunakan bahan baku dari sumber daya alam kita sendiri
b. menyediakan fasilitas permodalan
c. membantu UKM dalam hal penguasaan teknologi proses dan produksi
d. membantu pemasaran dan promosi UKM
e. pembangunan infrastruktur yang mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat.
D. Contoh Desain Usaha : Pemberdayaan Tanah Wakaf