• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wakaf Tunai dan Pembangunan Ekonomi

Dalam dokumen Daftar Isi. Daftar Isi... i (Halaman 85-92)

a. Membuka Kebuntuan Wakaf

Dari pengamalan wakaf, selama ini tercipta image wakaf itu adalah: umumnya berwujud benda tidak bergerak, terutama tanah, di atas tanah itu biasanya didirikan masjid, madrasah, kuburan dan penggunaannya didasarkan atas wasiat Wakif. Selain itu ada penafsiran bahwa harta wakaf nggak boleh diperjualbelikan. Sehingga bank-bank nggak mau menerima jaminan berupa tanah wakaf, karena dianggap bukan hak milik, melainkan hanya hak pakai.

Padahal kalau dana wakaf itu diputar di bank syariah, misalnya, bisa banyak banget pihak (termasuk ormas kayak NU, Muhammadiyah dll) yang bisa mengambil manfaatnya demi kemaslahatan umat.

Namun seiring dengan berkembangnya sistem ekonomi syariah, wakaf juga mengalami perkembangan. Sistem ekonomi syariah dianggap sebagai sistem ekonomi alternatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, diantara sistem ekonomi konvensional, kapitalis, dan sosialis yang nyata-nyata sudah gagal menjawab permasalahan ekonomi rakyat.

Sistem ekonomi kapitalis gagal mewujudkan masyarakat adil sejahtera. Karena sistem itu lebih mengutamakan si pemilik modal kuat ketimbang si lemah.

Yang terjadi malah persaingan bebas yang timpang.

Sistem ekonomi sosialis awalnya kelihatan menjanjikan.

Karena kelihatannya menjanjikan keadilan dan pemerataan bagi seluruh rakyat. Dalam sistem ekonomi ini negara sangat memegang peran penting. Namun dalam prakteknya, sistem ini tak lebih dari memperkaya penguasa negara beserta partai-partai yang berkuasa. Rakyat mah tetap menderita.

Intinya, sistem ekonomi sosialis telah digilas oleh sistem ekonomi kapitalis. Dunia sekarang ini dikontrol oleh sistem kapitalis. Namun coba kamu lihat sekarang!

Pada awal bulan Oktober 2008, bursa ekonomi Amerika Serikat, diguncang dengan jatuhnya berbagai saham unggulan. Tidak hanya di Amerika, semua negara maju di Eropa terkena imbas. Pemimpin dunia panik akan adanya ancaman resesi ekonomi dunia yang menakutkan. Negara kita? Sami mawon, alias sama saja!

Kalau dilihat dari berbagai indikasinya, sistem ekonomi kapitalis saat ini, sedang menuju kehancuran. Ya hancurnya sebuah harapan kesejahteraan karena dibangun atas pondasi riba. Semua hal yang berbau ekonomi, dibuat sistem yang terkait akan riba, atai istilah ngetopnya disebut sistem ribawi. Bahkan oleh kaum kapitalis yang ngepos di Amerika Serikat, konon, ingin menciptakan negara tanpa uang.

Sekarang sudah mulai terlihat tandanya seperti kartu kredit, ATM, asuransi dan lain sebagainya.

Sementara sistem ekonomi Islam bukan hanya menekankan pada ketersediaan barang-barang (sumber daya alam) di pasar, namun juga faktor manusianya. Sistem ekonomi syariah tidak hanya berorientasi kepada manusia,

Saat ini negara-negara Islam sebenarnya dalam keadaan yang cukup baik, karena memiliki modal sumber daya alam dan juga konsep Islami untuk menata kehidupan manusianya. Konsep Islami tidak hanya bicara sosio ekonomi dan sosio politik, tapi bicara semua aspek kehidupan.

Maka itu kembali kepada sistem Islami sifatnya wajib banget deh. Termasuk kembali ke sistem ekonomi syariat Islam, misalnya dengan mengembangkan wakaf ini lho.

Karena sistem ekonomi Islam melalui wakaf menekankan pada aspek kesejahteraan bersama dengan asas keadilan, kejujuran dan keterbukaan.

b. Wakaf Tunai dan Pemberdayaan Ekonomi

Tujuan utama diinvestasikannya dana wakaf adalah untuk mengoptimalkan fungsi harta wakaf sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sumber daya manusia. Menurut salah seorang ahli ekonomi Islam, Monzer Kahf, gagasan untuk menginvestasikan dana wakaf, misalnya untuk mengkonstruksikan (membangun) harta bergerak yang diwakafkan atau untuk meninggalkan modal harta tetap wakaf tidak dibahas dalam fikih klasik. Kahf membedakan model investasi wakaf ke dalam dua bentuk: model pembiayaan harta wakaf tradisional dan model pembiayaan secara institusional.

Model pembiayaan harta wakaf tradisional

Terdapat lima model pembiayaan harta wakaf tradisional yaitu:

1. Pinjaman

Digunakan untuk pembiayaan operasional dan pemeliharaan harta wakaf. Sebelum dipinjam, harta wakaf ini harus disetujui oleh dewan pengawas.

2. Hukr (kontrak sewa jangka panjang dengan pembayaran lump sum yang cukup besar di muka) Nazhir dapat menjual hak dari harta wakaf dengan cara disewakan dalam jangka waktu yang lama, dan hasil sewa harta wakaf itu dimanfaatkan sesuai dengan tujuan wakaf.

3. Ijaratain (sewa dalam waktu lama)

Bedanya dengan Hukr, Hukr hanya digunakan untuk biaya pemeliharaan harta wakaf, sedangkan ijaratain hasil sewanya dapat dimanfaatkan sesuai dengan kesepakatan sebagaimana tercantum dalam kontrak.

4. Penambahan harta wakaf baru.

5. Model substitusi yaitu pertukaran harta wakaf yang satu dengan yang lain.

Model pembiayaan harta wakaf secara institusional

Harta wakaf dapat diinvestasikan untuk membiayai proyek-proyek tertentu yang menguntungkan. Yang harus diperhatikan adalah harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip investasi Islami yaitu bagi hasil, resiko, jual beli dan sewa.

Untuk wakaf berupa harta nggak bergerak seperti

bank syariah dalam rangka pengembangan harta wakaf yang lain. Sedangkan kalau berbentuk wakaf tunai, pihak bank bisa langsung mengelola, mengembangkan dan menyalurkan dana wakaf yang dipercayakan kepada mereka.

c. Wakaf Tunai sebagai Dana Publik

Untuk menjadikan wakaf tunai bermanfaat sebagai dana publik, dibutuhkan peran lembaga pengelola wakaf tunai yang kriterianya adalah sebagai berikut:

1. Memiliki akses yang baik kepada calon Wakif.

2. Memiliki kemampuan menginvestasikan dana wakaf.

3. Mampu mendistribusikan hasil keuntungan dari investasi dana wakaf.

4. Mampu membukukan segala hal yang berhubungan dengan beneficiary, misalnya rekening dan peruntukkannya.

5. Dipercaya masyarakat dan kinerjanya dikontrol dengan perundang-undangan yang berlaku.

Lembaga yang dimaksud, tentu saja, lembaga profesional yang amanah, seperti lembaga keuangan syariah, termasuk bank Syariah yang sekarang pertumbuhannya juga bagus banget. Apalagi gara-gara krisis finansial dunia yang hampir “pingsan”, sehingga bank Syariah menjadi alternatif yang dapat diandalkan.

Bagaimana pelaksanaan wakaf tunai di Indonesia?

Menurut Undang-undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf

dan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaannya, operasionalisasi wakaf uang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Wakaf uang yang dapat diwakafkan adalah mata uang rupiah. Jika masih dalam mata uang asing, maka harus dikonversi (ditukar) terlebih dahulu ke dalam rupiah.

Makanya jangan kebanyak dollar ya, lagian supaya ada sikap nasionalis gitu.

2. Wakif yang akan mewakafkan uangnya diwajibkan untuk: (1) hadir di Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) untuk menyatakan kehendak wakaf uangnya; (2) menjelaskan kepemilikan dan asal-usul uang yang akan diwakafkan; menyetorkan secara tunai sejumlah uang ke LKS-PWU; (3) mengisi formulir pernyataan kehendak Wakif yang berfungsi sebagai AIW. (4) Dalam hal Wakif tidak dapat hadir maka Wakif dapat menunjuk wakil atau kuasanya.

3. Wakif mewakafkan uang melalui LKS yang ditunjuk oleh Menteri sebagai LKS Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Persyaratan LKS-PWU adalah sebagai berikut:

(1) menyampaikan permohonan secara tertulis kepada Menteri; (2) melampirkan anggaran dasar dan pengesahan sebagai badan hukum; (3) memiliki kantor operasional di wilayah Republik Indonesia; (4) bergerak di bidang keuangan syariah; dan (5) memiliki fungsi menerima titipan (wadi’ah).

4. Tugas-tugas LKS-PWU bertugas: (1) mengumumkan kepada publik atas keberadaannya sebagai LKS

Sertifikat Wakaf Uang; (3) menerima secara tunai wakaf uang dari Wakif atas nama Nazhir; (4) menempatkan uang wakaf ke dalam rekening titipan (wadi’ah) atas nama Nazhir yang ditunjuk Wakif; (5) menerima pernyataan kehendak Wakif yang dituangkan secara tertulis dalam formulir pernyataan kehendak Wakif; (6) menerbitkan Sertifikat Wakaf Uang serta menyerahkan sertifikat tersebut kepada Wakif dan menyerahkan tembusan sertifikat kepada Nazhir yang ditunjuk oleh Wakif; dan (7) mendaftarkan wakaf uang kepada Menteri atas nama Nazhir.

5. Wakaf uang untuk jangka waktu tertentu, maka pada saat jangka waktu tersebut berakhir, Nazhir wajib mengembalikan jumlah pokok wakaf uang kepada Wakif atau ahli waris/penerus haknya melalui LKS-PWU.

6. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk LKS dan/atau instrumen keuangan syariah.

7. Dalam hal LKS-PWU menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu, maka Nazhir hanya dapat melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang pada LKS-PWU dimaksud.

8. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bank syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.

9. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi di luar

bank syariah harus diasuransikan pada asuransi syariah.

Seperti yang dilaksanakan di Bangladesh, pelaksanaan wakaf tunai dilakukan untuk memenuhi target investasi, sedikitnya empat bidang yaitu:

1. Kemanfaatan bagi kesejahteraan pribadi dunia akhirat.

2. Kemanfaatan bagi kesejahteraan keluarga dunia akhirat.

3. Pembangunan sosial.

4. Membangun masyarakat sejahtera.

Tuh kan, ternyata gampang ya buat menjadi Wakif.

Apalagi dengan adanya Sertifikat Wakaf tunai ini. Tertarik kan?

Dalam dokumen Daftar Isi. Daftar Isi... i (Halaman 85-92)