V . GAMBARAN UMUM DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN
VII. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TEBU RAKYAT
7.3 Petani Tebu Rakyat Skala Besar
7.3.2 Matriks Kepentingan dan Kepuasan Petani Skala Besar
Kuadran A
Atribut yang berada di kuadran A merupakan tugas bagi pihak PG agar memperbaiki kinerjanya, karena atribut yang berada di kuadran A memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi petani mitra menilai kinerjanya masih rendah. Atribut yang digolongkan pada kuadran A menurut petani mitra skala besar adalah rendemen yang diberikan (12). Petani mitra skala besar berharap agar rendemen ini dapat ditingkatkan dengan memperbaiki mesin pabrik sehingga tercipta efisiensi yang tinggi. Selain rendemen yang diberikan, atribut pupuk pun dinilai memiliki kinerja yang rendah (4). Pupuk yang
diberikan kepada petani mitra skala besar dianggap kurang. Hal ini menjadi permasalahan karena petani besar membutuhkan pupuk yang lebih banyak.
Kuadran B
Selain dari atribut yang dinilai penting, tetapi kinerjanya rendah, adapula atribut yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dengan kinerja yang baik pula. Atribut yang termasuk dalam kategori kuadran B adalah :
a. Komunikasi yang dibangun (8)
Pihak PG memiliki hubungan yang dekat terhadap petani yang memiliki luas lahan yang besar. Komunikasi yang dibangun pihak PG dengan petani besar berjalan dengan baik.
b. Pemetaan luas areal kebun (9)
Petani besar biasanya mampu menggambar sendiri kebunnya. Juru gambar PG akan memeriksa gambar tersebut. Hasil gambar antara PG dengan petani besar tidak berbeda jauh. Dengan demikian, juru gambar PG telah memiliki kinerja yang baik dalam memetakan kebun petani besar. Hal ini diakui pula petani kecil dan petani menengah.
c. Frekuensi bimbingan teknis (10)
Tidak jauh berbeda dengan petani kecil dan menengah, frekuensi bimbingan teknis yang dilakukan oleh petugas kemitraan telah memiliki kinerja yang baik. Segala informasi teknis kemitraan selalu sampai pada petani mitra.
d. Pengaturan waktu giling (11)
Petani besar dengan luas lahan yang besar membutuhkan pengaturan waktu tebang dan giling dengan baik. Pihak PG sudah mengatur sedemikian rupa sehingga seluruh tebu milik petani besar dapat tergiling semua.
e. Waktu pembayaran hasil panen (15)
Petani skala menengah dan besar sepakat bahwa waktu pembayaran hasil lelang gula sudah tepat baik dan tepat waktu. Hal ini dianggap penting oleh petani karena pendapatan yang didapatkan setiap minggunya memperlancar arus perputaran modal milik petani.
Agar tingkat kepuasan meningkat, maka kelima atribut tersebut harus dipertahankan kinerjanya. Karena kelima atribut tersebut merupakan atribut yang baik kinerjanya di mata petani mitra skala besar.
Kuadran C
Atribut yang dianggap kurang penting dan kinerjanya tidak telalu baik, maka dikategorikan dalam kuadran C. Atribut kemitraan yang dikategorikan kuadran C oleh petani mitra skala besar adalah sebagai berikut :
a. Bantuan biaya garap (2)
Bantuan biaya garap yang diberikan pihak PG kepada petani dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan modal yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, hal ini menjadi tidak penting bagi petani besar karena mereka memiliki modal sendiri yang cukup besar.
b. Peminjaman sarana produksi (3)
Dikarenakan traktor yang dimiliki PG hanya terbatas, maka setiap petani harus menunggu giliran untuk dapat meminjam traktor. Hal ini menjadi hambatan produksi bagi petani besar. Banyak petani besar yang menyewa traktor dari luar bila menunggu giliran traktor dari PG terlalu lama.
c. Ketepatan waktu biaya garap (5)
Waktu datangnya biaya garap dianggap terlambat oleh petani besar. Apabila hanya menunggu dari datangnya bantuan biaya garap, maka hal ini akan menjadi faktor penghambat bagi produksi petani. Berbekal pengalaman yang sudah lama, petani besar telah memiliki modal yang besar dan kemudahan mencari pinjaman dana dengan lembaga keuangan.
e. Respon terhadap segala keluhan (6)
Pada periode tertentu, pihak PG mengumpulkan petani untuk berdiskusi mengenai berbagai keluhan yang dialami petani. Hal ini menunjukkan kepedulian PG terhadap petani sehingga dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama.
f. Kejujuran dari pihak inti (7)
Pihak PG harus transparan dalam menghitung dan membayarkan sisa bagi hasil sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada. Selama kemitraan berlangsung, pihak PG telah jujur dalam mekanisme kemitraan.
Tabel 20. Penyebaran Data Petani Mitra Skala Besar dalam Matriks Kepuasan-Kepentingan Atribut Harapan (Y) Kinerja (X) Y X K
1.Pelayanan sarana produksi
1.Kualitas dan kuantitas bibit
yang diberikan 28 33 2,545 3,000 D
2.Bantuan biaya garap 35 31 3,181 2,818 C
3.Peminjaman sarana produksi 32 31 2,909 2,818 C
4.Pupuk yang diberikan 36 32 3,272 2,909 A
5.Ketepatan waktu biaya garap 33 29 3,000 2,636 C
2.Pelayanan teknis budidaya
6.Respon terhadap segala
keluhan 31 31 2,818 2,818 C
7.Kejujuran dari pihak inti 35 31 3,181 2,818 C
8.Komunikasi yang dibangun 36 34 3,272 3,090 B
9.Pemetaan luas areal kebun 42 37 3,818 3,363 B
10.Frekuensi bimbingan teknis 39 34 3,545 3,090 B
11.Pengaturan waktu giling 40 37 3,636 3,363 B
3. Pelayanan pasca panen
12.Informasi rendemen 39 24 3,545 2,181 A
13.Penentuan kualitas tebu 34 34 3,090 3,090 D
14.Bantuan biaya tebang angkut 35 34 3,181 3,090 D
15.Waktu pembayaran hasil
panen 43 42 3,909 3,818 B
Rata-rata 3,260 2,993
Kuadran D
Atribut yang dianggap kurang penting akan tetapi kinerja PG dalam atribut tersebut baik dikategorikan dalam kuadran D. Atribut yang termasuk dalam kuadran D adalah :
a. Kualitas dan kuantitas bibit yang diberikan (1)
Bibit memberikan fasilitas bibit unggul kepada petani mitra. Akan tetapi, bibit yang disediakan oleh PG menjadi tidak penting oleh petani besar karena rata-rata mereka mampu membuat sendiri atau sangat mudah mendapatkan bibit dari luar.
b. Penentuan kualitas tebu (13)
Tebu diseleksi terlebih dahulu sebelum digilingkan ke PG. Syarat tebu yang bagus adalah manis, bersih, dan segar. Dengan demikian, tebu yang tidak memenuhi syarat tersebut akan ditolak oleh PG.
c. Bantuan biaya tebang angkut (14)
Petani besar rata-rata memiliki tenaga tebang dan jasa angkutan tersendiri. Dengan demikian, petani besar jarang sekali ditebangkan PG. Beberapa petani besar mengambil bantuan tebang angkut dalam bentuk uang tunai yang hanya ada pada awal periode musim giling.
2.1 2.6 3.1 3.6 2.1 2.6 3.1 3.6 Tingkat Kinerja Ti ng k a t K e pe nt in ga n 12 4 A B C D 5 2&7 3 6 1 10 15 9 11 13 8 14
Gambar 11.Matriks Kepentingan-Kepuasan Petani Mitra Skala Besar
Analisis kuadran akan didukung oleh analisis gap untuk menjadi bahan masukan kepada pihak PG. Dengan analisis gap, akan tampak kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kinerja PG dalam kemitraan.
Nilai gap terbesar terjadi pada rendemen yang diberikan kepada petani dengan nilai sebesar -1,363. Hal ini sesuai dengan analisis kuadran bahwa tingkat rendemen harus diperbaiki oleh pihak PG agar petani mitra skala besar merasa lebih puas dengan kemitraan yang sedang berlangsung.
Gap positif yang paling besar berada pada atribut kualitas dan kuantitas bibit yang diberikan dengan nilai sebesar 0,454. Atribut lain yang telah sesuai antara harapan dan kinerja adalah respon terhadap segala keluhan dan penentuan kualita tebu, masing-masing memiliki nilai gap sebesar nol (Gambar 12).
-1.6 -1.4 -1.2 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Selisih rata-rata
Gambar 12.Selisih Nilai Setiap Atribut pada Petani Mitra Skala Besar