4.2. Pembahasan Penelitian
4.2.1. Memahami dan Melayani Media
30 Hasil wawancara dengan Dra. Hj. Iim Dewi Mulyani, Kepala Bidang Humas Pemerintah Kota Bandung 27 Januari 2015
Media relations menjadi posisi penting dalam pekerjaan seorang Public Relations karena media massa menjadi penjaga gawang dan mengontorl informasi yang mengalir ke masyarakat dalam suatu system. Media Relation yang dimaksud disini adalah hubungan dengan pers dalam arti luas.
Lesly (1991:7) menjelaskan bahwa media relations merupakan kegiatan yang berhubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespons kepentingan media terhadap organisasi. Lesly memberikan penekanan dalam media relations lebih pada publisitas.
Berbeda dengan Lesly, Franks Jefkins memberikan definisi media relations sebagai berikut:
“Media relations adalah usaha untuk mencari publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi perusahaan yang bersangkutan” (Frank Jefkins, 1992:98)
Berkaitan dengan Roadshow Ridwan Kamil Ke Media, jadi berhubungan dengan media merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah kota Bandung untuk mendapatkan dan mencari publikasi sebuah pemberitaan yang diharapkan oleh humas pemerintah kota Bandung untuk dapat disosialisaikan kepada masyarakat yang ada di kota Bandung melalui pendekatan hubungan media melalui kegiatan kunjungan walikota ke kantor media dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media ini. Pemerintah kota Bandung menerapkan pelaksanaan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik
dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara instansi pemerintah dengan publik untuk mencapai tujuan humas pemerintah.
Dari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa hubungan dengan media merupakan hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang public relations untuk mencapai tujuan dari setiap kegiatan yang dilakukan Public Relations. Oleh karena itu pemerintah kota Bandung membangun relasi dan mengembangkannya dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan pemerintah kota Bandung.
Frank Jefkins mendefinisikan PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun keluar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Berkaitan dengan hal tersebut, Humas Pemerintah Kota Bandung menjalankan tugasnya dengan terencana untuk memahami kebutuhan media dan juga bagaimana carai melayani media – media tersebut. Melalui Roadshow Ridwan Kamil Ke Media, Humas Pemerintah Kota Bandung berupaya untuk memberikan pelayanan kepada media dengan mendatangkan lansung narasumber utama untuk pemberitaan seputar program – program pemerintah kota Bandung. Dan untuk menjalin hubungan dengan media, walikota Bandung sebagai narasumber utama diatur untuk dapat bertemu juga dengan pemimpin redaksi media yang dikunjungi untuk melakukan komunikasi secara langsung antara kedua pimpinan. Karena dalam humas pemerintah harus dapat melakukan seperti yang dikatakan oleh Cutlip, Center dan Bloom yaitu adalah:
Spesialis PR pemerintah biasa disebut dengan public affairs, yaitu penghubung penting antara rakyat dan pemerintah. Fungsi pubic affairs pemerintah adalah lebih besar ketimbang praktik PR tradisional. Praktisi humas pemerintahan atau public affair dewasa ini harus menguasai seni dan keahlian berkomunikasi yang baik dan harus memahami secara menyeluruh kultur, kebijakan, praktik, dan konsituen organisasi. (Cutlip, Center, and Bloom, 2009:465)
Dalam definisi PR yang dijelaskan oleh Cutlip, Center, dan Bloom tersebut diejlaskan bahwa seoran humas pemerinta harus dapat mengelola dan menjalan tugas sebagaimana PR untuk sebuah pemerintah yang baik. Humas pemerintah harus menguasai dan pintar melihat membaca situasi untuk membangun menciptakan sosiaslisasi program – program pemerintah yang baik kepada masyarakat. Untuk dapat memudahkan sosialisasi program – program pemerintah secara maksimal dan meluas kepada masyarakat, humas pemerintah harus bisa membangun hubungan dengan media yang baik. Seperti humas pemerintah kota Bandung ini membangun hubunga dengan media salah satunya melalui program Roadshow Ridwan Kamil Ke Media. Humas pemerintah kota Bandung memahami dan melayani media dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media ini dengan cara membuat kegiatan kunjungan kepada media – media di kota Bandung dengan mendatangkan walikota Ridwan Kamil ke kantor media yang akan dikunjungi dan bertemu dengan pemimpin redaksi media tersebut untuk melakukan obrolan seputar program – program pemerintah kota Bandung untuk dijadikan sebuah pemberitaan untuk mdia tersebut. Dimana dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media ini narasumber utama yang bertanggung jawab atas program – program pemerintah kota Bandung datang langsung untuk memberikan informasi kepada media. Hal tersebutlah yang menjadikan seorang
humas pemerintah kota Bandung berdasarkan definis PR pemerintah menurut Cutlip, Center, dan Bloom berhasil dalam menjalankan tugas sebagai humas pemerintah dalam melayani dan memahmi media.
Kegiatan media relations akan membawa efek sangat besar apabila dilakukan dengan menggunakan prinsip kerja yang tepat. Begitu juga Humas Pemerintah Kota Bandung ini dalam menjalankan hubungan dengan media, menerapkan seperti yang dikatakan Frank Jefkins, yaitu dalam menyelanggarakan media relations yang baik adalah memahami dan melayani media setiap saat. Yang dapat dilakukan dengan cara memahami siapa dan bagaimana mediascape dari media massa itu. Dalam penyelanggaran hubungan dengan media tersebut humas pemerintah kota Bandung membuat program Roadshow Ridwan Kamil Ke Media dalam upaya untuk memahami dan melayani keinginan media, karena dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media humas melakukan pemahaman kepada media dengan memberikan narasumber utama kepada media dan melayani keinginannya media untuk dapat saling menjaga hubungan yang baik karena media dan humas saling membutuhkan dalam bekerja. Media butuh informasi dari humas pemerintah kota Bandung untuk seputar pemberitaan pemerintah kota Bandung dan humas membutuhkan publikasi dan pemberitaan yang dilakukan oleh media agar dapat membantu sosialisasi program – program pemerintah kota Bandung kepada masyarakat kota Bandung. Hal tersebut merupakan penjelasan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam berhubungan dengan media berdasarkan fungsi media relations dari Frank Jefkins.
Frank Jefkins memang sudah menjelaskan bahwa cara menciptakan hubungan pers yang baik adalah memahami media, karena humas perlu memahami bagaimana surat kabar dan majalah itu diterbitkan, serta bagaimana cara memproduksi program siaran radio dan TV. Di dalamya juga dijelaskan kapan deadline bagi media (batas akhir pengumpulkan naskah). Jika humas tidak mengetahui tenggat atau batas akhir penyerahan naskah, maka suatu saat ia mungkin akan membuat kesalahan besar dengan menyodorkan naskah ke redaksi setelah majalah atau surat kabarnya dicetak.
Dari penjelasan Jefkins tersebut, Humas Pemerintah Kota Bandung mengantisipasi keterlambatan atas terlambatnya memberikan atau menyodorkan informasi kepada media sebelum media tersebut melakukan publikasi atau penerbitan. Karena dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media, Humas Pemerintah Kota Bandung melakukan kunjungan ke media sebelum media tersebut melakukan pencetakan pemberitaanya. Dan dalam Roadshow Ridwan Kamil Ke Media juga walikota langsung bertemu dengan redaksi media tersebut atau pemimpin redaksi medianya untuk melakukan komunikasi seputar program – program pemerintah kota Bandung yang dkemas dengan bentuk makan bersama. Terutama lagi, Roadshow Ridwan Kamil Ke Media ini, utamanya adalah mengunjungi media – media cetak yang di kota Bandung dan medsos medianya.