• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENCINTA HINGGA TERLUKA

Bacaan Lukas 6:27-36 Tujuan

1. Pemuda memahami bahwa mencinta adalah sebuah sebuah seni kehidupan yang membutuhkan keterampilan untuk menggapainya.

2. Pemuda diajak meneladani Tuhan Yesus, yang tetap semangat mencinta hingga terluka.

Fokus

Berbicara tentang cinta di bulan ini nampaknya tepat, karena bulan Februari seringkali dikatakan sebagai bulan penuh cinta. Cinta seperti apa yang selama ini kita pahami? Cinta bukanlah sekedar berbicara tentang perasaan, keinginan atau pikiran semata. Cinta juga bukan sekedar berbicara tentang harapan atau cita-cita dalam diri kita. Namun cinta juga berbicara tentang keterampilan. Cinta sejati adalah cinta yang dihidupi dan dimiliki melalui berbagai macam ujian, bahkan yang melukai sekalipun. Oleh sebab itulah, berbicara tentang cinta jangan hanya sekedar berfokus pada hasil, namun yang terpenting adalah prosesnya. Saat berproses dalam mencinta, mungkin saja kita akan terluka. Namun ingatlah Tuhan juga dapat membentuk jiwa kita, melalui setiap luka-luka yang ada.

Oleh sebab itulah, tema persekutuan kita di minggu keempat bulan Februari ini adalah mencintai hingga terluka. Melalui perenungan Firman Tuhan hari ini, Pemuda diajak untuk memahami seni mencinta di dalam kehidupan ini, seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus..

Penjelasan Teks

Lukas 6:27-36 merupakan pengajaran yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya. Apabila dibaca, nampaknya ajaran ini adalah sesuatu yang

42

“aneh” di tengah kebiasaan hidup manusia. Yesus mengajarkan hal yang pada saat itu dianggap “tidak wajar” dilakukan oleh seseorang terhadap orang yang melukainya. Karena pada saat itu konteksnya banyak orang yang masih menerapkan hukum “mata ganti mata, gigi ganti gigi”.

Sehingga kebiasaan yang terjadi adalah saat ada orang yang melukai sesamanya, ia pun harus siap mendapat luka yang sama. Apa dampaknya saat hukum ini tetap berlaku? Pastinya tidak akan ada damai, baik di dalam kehidupan orang yang terluka, maupun orang yang dilukai, bahkan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Oleh sebab itulah, di tengah kebiasaan hidup yang seperti ini, Yesus memberikan pengajaran tentang kasih yang tulus, bahkan harus siap mencintai hingga terluka. Hal ini bukan hanya diajarkan oleh Yesus melalui teori saja, melainkan jg Yesus meneladankannya di dalam kehidupan-Nya, bahkan sampai Ia rela mati, bangkit, dan naik ke Surga.

Salah satu tugas yang Yesus bawa saat datang ke dunia ini adalah menghadirkan damai sejahtera. Bagi Yesus damai sejahtera itu akan benar-benar hadir di dunia, saat kasih yang tulus itu benar-benar turwujud nyata. Kasih kepada orang yang pernah melukai, bukan hanya berupa kasih di dalam hati saja, tetapi harus ada wujud nyatanya.

Pengenaan

Suatu ketika Bunda Teresa dikisahkan sedang berkeliling dari gang ke gang yang ada di daerah Calcuta. Bermaksud apabila ia menemukan seseorang yang memerlukan bantuan, akan dibantunya, atau di bawa ke tempat perawatan yang dimilikinya. Calcuta pada saat itu (mungkin hingga saat ini) terkenal sebagai salah satu kota yang amat memperihatinkan di daerah India. Sehingga tidak jarang Bunda Teresa menjumpai para pengemis, gelandangan, dari setiap gang yang ia lewati.

Namun saat ia sedang melewati salah satu gang, ia disapa oleh salah seorang pengemis perempuan, “Bunda Teresa!”. Namun pengemis ini tidak hanya berteriak memanggilnya, melainkan saat Bunda Teresa menengok, pengemis ini sedang berusaha menggelesotkan kakinya untuk mendekat kepadanya. Setelah mendekat, pengemis ini berkata “Ini untukmu. Aku mau memberikannya kepadamu”, kata pengemis itu sambil memberikan semangkuk uang receh rupee hasil jerih payahnya

43 mengemis pada hari itu. Seketika itu juga Bunda Teresa menolaknya secara halus dan berkata, “Mengapa, bu? Bukankah ini untuk makan ibu hari ini? Tidak usah, bu”. Namun pengemis perempuan itu memandang Bunda Teresa dengan mata berkaca-kaca. Dia memang belum makan dari pagi. Bahkan saat Bunda Teresa memperhatikannya, pengemis ini hanya menggunakan baju yang sangat lusuh, dan tubuh yang hanya tulang berbalutkan kulit yang pada saat itu sedang berlutut di depannya. Bunda Teresa pun mendekat kepadanya, dan pengemis perempuan ini berkata sambil dengan nada membujuk, “Tapi bunda, ada yang jauh lebih menderita dari pada aku. Terimalah, Bunda. Berikanlah uang ini kepadanya”, kata si pengemis dengan penuh harapan. Bunda Teresa akhirnya menerimanya, “Baik, baiklah aku terima. Terimakasih ibu”.

Bunda Teresa mengucapkannya dengan menepuk haru bahu pengemis perempuan itu, sebagai tanda untuk menghargai jerih payahnya itu.

Dengan kejadian yang dialaminya itulah, Bunda Teresa menuliskan pengalamannya itu di dalam sebuah buku. Ia merasakan bahwa betapa pengemis perempuan itu memberikan seluruh hartanya dengan segala cinta demi membahagiakan orang lain yang lebih membutuhkan. Inilah bentuk dari mencintai hingga terluka. Pengemis perempuan itu tidak menghitung-hitung keringat yang sudah menetes, keletihan dari jalanan yang berdebu dan panas yang dialaminya saat itu. Ia memberikan dengan cintanya.

Penyampaian

1. Awali renungan dengan membahas mencinta membutuhkan keterampilan, seperti yang diuraikan dalam bagian Fokus.

2. Tegaskan bahwa Tuhan Yesus sendiri hendak meneladankan kepada setiap kita untuk siap mencinta hingga terluka sebagai bentuk dari cinta yang tulus, seperti yang terdapat di dalam Penjelasan Teks.

3. Ajak Pemuda memiliki kesadaran untuk belajar mencintai hingga terluka dari kisah Bunda Teresa bersama pengemis perempuan, seperti yang ada dalam bagian Pengenaan.

4. Diskusikan beberapa pertanyaan dan juga menonton film pendek, seperti yang ada dalam bagian Kegiatan.

44 Kegiatan

1. Mendiskusikan sebuah lagu D‟Masiv yang berjudul “Cinta Ini Membunuhku”

Kau membuatku berantakan Kau membuatku tak karuan Kau membuatku tak berdaya Kau menolakku, acuhkan diriku

Bagaimana caranya untuk Meruntuhkan kerasnya hatimu?

Kusadari, ku tak sempurna Ku tak seperti yang kau inginkan Kau hancurkan aku dengan sikapmu Tak sadarkah kau telah menyakitiku?

Lelah hati ini meyakinkanmu Cinta ini membunuhku

a) Apa maksud dari lagu yang berjudul Cinta Ini Membunuhku?

b) Mengapa cinta bisa membunuh?

c) Adakah yang pernah memiliki pengalaman seperti lagu ini? Bisa dibagikan!

d) Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk dapat tetap “mencinta”

walaupun pernah terluka?

2. Mengajak Pemuda menonton film pendek “Broken”

https://www.youtube.com/watch?v=WOL5TKNWxsk

45 Bahan Pembinaan Pemuda Minggu Pertama Maret 2022