Bacaan Filipi 3: 1 -11 Tujuan
Pemuda memahami panggilannya untuk mengenal Tuhan di dalam dan melalui persekutuan.
Fokus
Dari minggu pertama bulan ini, setiap kita berfokus pada persekutuan yang memberikan dampak baik kepada setiap anggotanya. Dampak baik yang diusahakan ini diharapkan menjadi hal baik yang mendorong setiap pemuda untuk kembali masuk dan terlibat di dalam kehidupan persekutuan. Setelah kembali masuk dan terlibat di dalam kegiatan persekutuan, maka yang diharapkan setiap anggota dengan sungguh menghayati dan memaknai kehidupan persekutuan dan panggilannya.
Hal yang mendasari penghayatan dan pemaknaan kehidupan persekutuan itu adalah kesungguhan di dalam mengenal Kristus. Dasar inilah yang kemudian akan menolong setiap anggota untuk mulai melihat bahwa setiap hal baik yang ada di dalam setiap anggota persekutuan seharusnya menjadi persembahan yang memuliakan Tuhan sebagai pemberi segala hal yang baik itu. Dengan demikian, setiap anggota di dalam persekutuan dapat saling menguatkan, saling mengingatkan, saling melayani dan saling mendukung karena mengutamakan kemuliaan Tuhan.
Penjelasan Teks
Bacaan kita hari ini merupakan bagian dari surat Paulus kepada jemaat di Filipi. Pada bagian ini, Paulus berusaha untuk menjelasakan satu hal yang mendasari semua hal yang ia lakukan di dalam pelayanannya. Pada ayat 1 dituliskan sebuah ajakan Paulus untuk bersukacita dan ia
58 menjelaskan bahwa apa yang dia sampaikan kepada jemaat di Filipi bukanlah yang yang berat. Hal ini mau menjawab setiap pertanyaan yang mungkin muncul di dalam benak pembaca surat Paulus, yaitu bagaimana mungkin ia bisa bersukacita, mengucap syukur, menguatkan dan bahkan menasehati setiap jemaat ketika ia sendiri ada dalam penjara? Ternyata, bagi Paulus, membagikan sukacita, ucapan syukur, penguatan dan bahkan nasehat bukanlah hal sulit sekalipun ia di dalam penjara.
Apa alasannya? Apa yang membuata Paulus tidak merasa kesulitan untuk membagikan itu semua kepada jemaat di Filipi? Alasannya di jelaskan pada ayat ayat selanjutnya di dalam bacaan kita hari ini. pertama, Paulus beribadah oleh Roh Allah dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Secara sederhana, Paulus mengimani Kristus dengan sungguh. Bagian ini menjadi penting karena sering kali ketika orang-orang percaya mengikrarkan imannya, mereka belum benar-benar mengimaninya. Oleh karena itu, bagian awal ini adalah pondasi dalam bangunan iman orang percaya. Kedua, Paulus membandingkan semua hal baik yang ada di dalam dirinya sebelum dan setelah mengenal Kristus. Ternyata, di dalam perjalanan imannya, ia menemukan semua yang ia lakukan sebelum mengenal Kristus adalah ketidakbenaran karena kebenaran hanya ada pada Kristus. Paulus sadar dan memahami bahwa untuk memoleh Kristus, ia harus meninggalkan semua hal yang lahiriah. Oleh karena itu, semua hal yang sebelumnnya dilihat Paulus sebagai keuntungan, berubah menjadi kerugian karena ia telah mengenal Kristus dan memilih untuk memperoleh Kristus. Paulus sampai pada kesimpulan bahwa mengenal Kristus dan meninggalkan semua hal lahiriah adalah hal yang lebih mulia. Ketiga, Paulus menghimbau kepada setiap orang percaya untuk mengenal Kristus dan kuasa kebangkitannya serta masuk ke dalam persekutuan dalam penderitaan-Nya. Inilah puncak dari perjalanan iman yang mendasari semua hal yang dilakukan Paulus di dalam pelayanannya dan seharusnya juga menjadi hal dilakukan oleh setiap orang percaya termasuk kita.
Dari sini, kita bersama belajar bahwa tujuan akhir dari sebuah pelayanan seharusnya adalah kemuliaan nama Tuhan. Ketika setiap pribadi berusaha untuk mengenal, mementingkan, dan mengandalkan Tuhan,
59 maka setiap pelayanan yang dilakukan, sekalipun dalam keadaan sulit, tidaklah menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Bagian ini menjadi penting mengingat kesungguhan pelayanan dari setiap orang tergantung pada seberapa dekat kita berelasi dengan Tuhan. Oleh karena itu, pengenalan akan Tuhan menjadi hal yang penting untuk di lakukan di dalam persekutuan.
Pengenaan
Kehidupan bergereja yang berisikan banyak pelayanan kadang membuat setiap anggotanya lelah dan bahkan jenuh dalam menjalankannya. Belum lagi ketika ada banyak motivasi yang mengutamakan diri sendiri di dalam menjalankan setiap pelayanan, maka pencarian akan kepuasan diri menjadi hal yang penting untuk didapatkan. Inilah yang sering kali membuat kehidupan bergereja kehilangan gairah dan rasa karena setiap pribadinya tidak lagi membawa semangat yang sama yaitu merespons panggilan Tuhan dengan ketulusan dan kesungguhan. Jika setiap kita merasa pelayanan yang kita lakukan tidak berdampak, tidak bergairah, dan bahkan tidak berguna, maka sudah waktunya kita melihat ke dalam diri dan bertanya : apakah yang sedang kita lakukan? Apakah kita sedang merespons panggilan Tuhan? atau memuaskan hasrat diri?
Belajar dari apa yang Paulus lakukan di dalam mendasari setiap pelayanannya, kita diajak untuk mengenal Tuhan yang kita imani.
Dengan demikian, setiap pelayanan yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan dan didasarkan pada respons iman yang menjawab panggilan Tuhan. Ketika hal ini yang menjadi dasar dari pelayanan, maka seharusnya setiap pribadi dapat mengatakan setiap hal di dalam pelayanan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.
Penyampaian
1. Awali renungan dengan menyampaikan tujuan yang menitik beratkan pada pengenalan Tuhan dengan artian berelasi lebih dekat dengan Tuhan.
2. Sampaikan penjelasan teks dan pengenaan dengan menitik beratkan pada hal yang mendasari pelayanan Paulus sampai ia mampu mengatakan pelayanan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.
60 3. Ajak pemuda untuk membangun relasinya dengan Tuhan terkhusus di dalam hal yang mendasari pelayanan dengan cara yang dijelaskan di dalam kegiatan.
Kegiatan
#PENGALAMANPRIBADI
Pemuda dapat diajak untuk memulai membangun relasi dengan Tuhan melalui cara yang sederhana setiap harinya. Salah satu caranya adalah dengan memaknai hal-hal yang sederhana sebagai bentuk cinta kasih Tuhan. Ajak pemuda untuk membagikan pengalamannya bersama Tuhan di dalam media sosialnya menggunakan hastag
#PENGALAMANPRIBADI
61 Bahan Pembinaan Pemuda Minggu Pertama April 2022