• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengelola Keuangan 1 Kebutuhan modal kerja

Dalam dokumen Post (Halaman 129-135)

BAB V MENGELOLA USAHA

MENDIRIKAN USAHA Standar Kompetens

D. Mengelola Keuangan 1 Kebutuhan modal kerja

Kita mengenal istilah “statement of sources and uses of working capital” atau laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja, yaitu modal kerja dalam artian netto yaitu kelebihan aktiva lancar diatas untung lancar. Dalam artian bruto modal kerja berupa kas, piutang, persediaan.

Sumber dari modal kerja adalah sebagai berikut: a. Berkurangnya aktiva tetap

b. Bertambahnya hutang c. Bertumbuhnya modal

d. Adanya laba operasi perusahaan Penggunaan modal kerja adalah: a. Bertambahnya aktiva tetap b. Berkurangnya hutang c. Berkurangnya modal d. Pembayaran cash devidend

e. Adanya kerugian operasi perusahaan,

contoh laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja sebagai berikut: PT DARREN

Laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja 31 Desember 2008 – 31 Desember 2009

(Dalam ribuan rupiah)

Sumber-sumber penggunaan

Dana berasal dari operasi

Keuntungan neto Rp. 300.000 Despresiasi Rp. 150.000 Bertambahnya hutang jangka panjang Rp. 300.000 Cash devidend Rp. 140.000 Bertambahnya mesin Rp. 200.000 Bertambahnya tanah Rp. 210.000 Bertambahnya modal Rp. 200.000 Rp. 750.000 Rp. 750.000

Analisis sumber-sumber dan penggunaan dana dalam, tidak hanya dilakukan terhadap laporan diwaktu yang lalu saja, tetapi juga penting dilakukan terhadap proyeksi periode yang akan datang.

2. Arus kas (cash flow)

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. Pengeluaran kas untuk pembelian bahan mentah, pembayaran upah buruh dan gaji, dan lain sebagainya. Tetapi disamping itu juga ada aliran kas keluar (cash out flow) yang bersifat tidak kontinyu atau bersifat “intermittent”, misalnya pengeluaran untuk pembayaran bunga, devidend, pajak penghasilan atau laba, pembayaran angsuran utang, pembelian kembali saham perusahaan, pembelian aktiva tetap dan lain sebagainya. Disamping aliran kas keluar juga terdapat aliran kas masuk (cash in flow) didalam

perusahaan. Seperti halnya pada cash outflow, didalam cash inflowpun terdapat aliran yang bersifat yang kontinyu dan yang bersifat ”intermitten”.

Penerimaan dan pengeluaran kas kedalam perusahaan akan berlangsung terus selama hidupnya perusahaan. Dengan demikian aliran kas itu, bagaikan darah yang terus menerus megalir dalam tubuh perusahaan yang memungkinkan perusahaan itu dapat melangsungkan hidupnya. Kelebihan dari kas aliran masuk terhadap aliran kas keluar merupakan saldo kas yang akan tertahan didalam perusahaan.

3. Break Even Point (BEP)

Analisis break even adalah suatu teknik analisis unutk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Dalam perencanaan keuntungan, analisis break even merupakan “profit planning approach” yang mendasarkan pada hubungan antara biaya (cost) dan penjualan (revenue).

Besarnya biaya variabel secara totalitas akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume produksi, sedangkan besarnya biaya tetap secara totalitas tidak mengalami perubahan volume produksi.

Adapun biaya yang termasuk golongan biaya variabel pada umumnya adalah bahan mentah, upah buruh langsung (direct labor), komisi penjualan. Sedangkan yang termasuk golongan biaya tetap pada umumnya adalah depresiasi aktiva tetap, sewa, bunga utang, gaji pegawai, gaji pimpinan, gaji staff research dan biaya kantor.

Dalam mengadakan analisis break even, digunakan asumsi-asumsi dasar sebagai berikut:

a. Biaya dalam perusahaan dibagi dalam golongan biaya variabel dan golongan biaya tetap.

b. Besarnya biaya variabel pada umumnya secara totalitas beruba-ubah secara proporsional dengan volume produksi/penjualan. Ini berarti bahwa biaya variabel per unitnya adalah tetap sama.

c. Besarnya biaya tetap secara totalitas tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi/penjualan. Ini berarti bahwa biaya tetap per unitnya berubah- ubah karena adanya volume kegiatan.

d. Harga jual per unit tidak berubah selama periode yang dianalisis.

e. Perusahaan hanya memproduksi satu macam produk. Apabila diproduksi lebih dari satu macam produk, perimbangan penghasilan penjualan antara masing- masing produk atau “sales mix” nya adalah tetap konstan.

Perhitungan BEP digunakan formulasi sebagai berikut: BEP = FC .

(dalam nilai uang) 1 – VC

S atau

BEP = FC . (dalam nilai uang) 1 – V P

BEP = FC . (dalam nilai unit) P – V

Keterangan FC = Fixed Cost

VC = Variable cost secara total

S = Sales

V = Variable cost per unit

Dibawah ini disajikan contoh kasus sebagai berikut:

Perusahaan LADY & MARIA bekerja dengan kapasitas produksi 10.000 unit. Harga jual per unit produk tersebut $500. Biaya tetap yang dikeluarkan $1.500.000, sedangkan biaya variabel per unit $200. Dari data ini diminta:

a. Menghitung BEP dalam $ dan Unit b. Gambar Grafiknya Jawab VC = 10.000 ($200) = $2.000.000 S = 10.000 ($500) = $5.000.000 BEP = FC . ($) 1 – VC S = 1.500.000 1- 2.000.000 5.000.000 = $2.500.000 BEP = FC . (unit) P – V = 1.500.000 500-200 = 5000 unit Gambar Grafik

4. Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas. • Likuiditas

Merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.

Formulasi likuiditas:

1. Current ratio = aktiva lancar x 100 % Hutang lancar

2. Cash ratio = kas + effek x 100% Hutang lancar

3. Quick ratio = kas + effek + piutang x 100%

Hutang lancar

• Solvabilitas

Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. 1000 2000 3000 4000 5000 1500000 2500000

Rugi Laba FC S TC BEP Penjualan-Biaya 0 Unit

Formulasi Solvabilitas:

Solvabilitas = Jumlah aktiva x 100%

Jumlah hutang

• Rentabilitas

Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Jadi rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Dalam hal ini rentabilitas dibagi menjadi 2 yaitu Rentabilitas Ekonomi (RE) dan Rentabilitas Modal Sendiri (RMS).

Rentabilitas Ekonomi:

Rentabilitas Ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba usaha.

Dalam literatur Anglosaxion, istilah rentabilitas ekonomi digunakan dengan sebutan Earning Power (EP)

Formulasi rentabilitas ekonomi:

1. Earning power = Net Operating income x 100%

Net operating asset

2. Earning power = profit margin x turn over of operating asset

3. Profit margin = Net operating income x 100%

Net sales

4. Turn over of operating asset = Net Sales

operating asset Rentabilitas modal sendiri:

Rentabilitas sering disebut rentabilitas uasaha dalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut atau dengan kata lain rentabilitas modal sendiri yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan keuntungan laba yang dimaksud adalah laba dalam pengertian Earning After Tax (EAT).

Formulasi

Rentabilitas Modal Sendiri = EAT .

Owner Equity

(Owner Equity = modal sendiri) Beberapa contoh soal

1) Diketahui data neraca sebagai berikut

Neraca Perusahaan milik ELO Per 31 Desember Hutang lancar $ 12.000 Aktiva tetap $ 28.000 $ 40.000 Hutang lancar $ 6000 Hutang jk. Panjang $ 14.000 $ 20.000 Hitung likuiditas dengan current ratio

Jawab

current ratio = $ 12.000 x 100% = 200%

$ 6000

2) Jumlah aktiva ... $ 450.000 Jumlah hutang ... $ 300.000 Express value dari aktiva

Diatas hutang total ... $ 200.000 Solvabilitas = $ 450.000 x 100% = 150%

3) Perusahaan “SURYA” selama setahun mempunyai penjualan bersih sebesar $160.000. jumlah modal atau didalam kekayaan digunakan didalam perusahaan tersebut sebesar $ 80.000. Selama setahun perusahaan tersebut menghasilkan net operating income (laba usaha) sebesar $ 8000

4) Dari contoh itu kita langsung dapat menghitung rentabilitas ekonominya (earning power)

RE = EP = NOI x 100% = 8000 x 100% = 10%

NOA 80.000

Kita juga dapat menghitung EP dengan menghitung lebih dulu PM dan OATo, kemudian kedua hasil tersebut dikalikan.

PM = 8000 X 100% = 5% 16.000 OATo = 160.000 = 2 kali 80.000 EP = 5% (2) = 10% E. Analisis resiko

Kita menyadari bahwa tidak seorangpun dapat mengatakan sebelumnya apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang. Kita hanya dapat mengatakan dugaan atau ramalan atau perkiraan mengenai masa yang akan datang.

Ketidakpastian (uncertainty) adalah kondisi yang kita hadapi apabila masa yang akan datang mengandung kemungkinan yang tidak kita ketahui. Suatu kondisi yang yang lebih realistis yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan adalah “resiko”.

Dalam dunia wirausaha kita tidak cukup berharap tentang sukses usaha tetapi dalam praktek menunjukkan terdapat adanya resiko. Wirausahawan memiliki keberanian ambil resiko atas usaha yang dijalankan

Berbagai kondisi ketidakpastian masa yang akan datang memiliki potensi munculnya resiko. Oleh sebab itu perlu ketajaman memperkirakan masa yang akan datang berdasarkan pengalaman dan dinamika yang ada.

Berbagai macam resiko usaha yang mungkin terjadi: a. Karena adanya perubahan permintaan

b. Perubahan konjungtur (perubahan perekonomian global) c. Persaingan usaha

d. Bencana alam. F. Etika Bisnis

1. Pengertian Etika Bisnis

Istilah etika sering disamakan dengan istilah moral. Etika berasal dari kata yunani ethos berarti adat istiadat atau kebiasaan dalam konteks kebiasaan atau adat istiadat yang baik.

Moralitas berasal dari kata latin “Mos” dalam bentuk jamaknya “Mores” berarti adat istiadat atau kebiasaan. Tetapi ada pengertian yang mengatakan etika ruang lingkupnya atau cakupannya lebih mendasar dari moral, yaitu etika dinilai sebgai filsafat moral. Dalam hal ini etika bisnis merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang baik dalam konteks berbisnis.

Adapun sasaran etika bisnis sebagai etika bisnis adalah sebagai berikut:

Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi

dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang yang baik. Jadi para pelaku bisnis diharapakan menjalankan praktek bisnis secara baik dan etis.

Kedua, etika berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak kritis agar

para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan terjaminnya hak serta kepentingan masyarakat.

Ketiga, etika bisnis lebih bersifat makro misalnya adanya praktek monopoli, kolusi,

2. Prinsip-prinsip etika bisnis

Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula prinsip-prinsip itu sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.

• Prinsip pertama, prinsip otonomi.

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri.

• Prinsip kedua, prinsip kejujuran.

Sekilas kedengarannya aneh bahwa kejujuran merupakan prinsip etika bisnis karena mitos keliru bahwa bisnis adalah kegiatan tipu-menipu demi meraup untung, harus diakui bahwa memang prinsip ini paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatan bisnisnya secara curang.

• Prinsip ketiga, prinsip keadilan.

Mestinya kita perlu membahas secara khusus teori keadilan, namun cukuplah dikatakan bahwa prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

• Prinsip keempat

Prinsip saling menguntungkan, prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.

• Prinsip kelima, Integritas moral.

Prinsip ini terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaannya.

3. Faktor-faktor yang menmpengaruhi etika

a. Cultural Difference, tiap daerah memiliki kebiasaan sendiri-sendiri.

b. Knowledge, berkaitan dengan pengetahuan yang memiliki oleh orang-orang yang terkait dalam bisnis.

c. Organizatinal behaviour, perilaku organisasional perlu dibangun sehingga menjadi iklim baik pada sebuah organisasi.

4. Perilaku fundamental yang berhubungan dengan etika disemua etnis adalah: a. Sopan santun

b. Integritas c. Jaga janji

d. Fidelity, benar dan loyal e. Fairness, berlaku terbuka (fair)

f. Care for others, perhatian pada orang lain g. Respect for others, menghormati orang lain

h. Responsible citizenship, patuh pada undang-undang/ peraturan i. Rescuit of exeellence, berbuatlah yang terbaik.

Dalam dokumen Post (Halaman 129-135)