• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA

Dalam dokumen Post (Halaman 195-199)

MANAJEMEN KETENAGAAN, RESIKO DAN PRINSIP-PRINSIP BISNIS

MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Standar Kompetensi dan Indikator

Kompetensi Dasar: Memahami cara mengembangkan sumber daya manusia. Indikator:

• Dapat mendeskripsikan cara melaksanakan pendidikan dan pelatihan karyawan.

• Dapat mendeskripsikan cara merencanakan pengembangan karier karyawan.

B. Arti Pentingnya Pengembangan Karyawan

Pencapaian efisiensi suatu organisasi sangat tergantung pada baik buruknya pengembangan karyawan organisasi itu. Perusahaan yang bertujuan mencari laba, tujuan ini dapat dicapai dengan baik jika karyawannya mendapat latihan-latihan pekerjaan sesuai dengan jenis dan sifat pekerjaannya. Kegiatan pelatihan diperlukan baik untuk karyawan yang lama maupun karyawan yang baru diangkat. Karyawan baru dilatih agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik pada pekerjaan yang dihadapi, sedangkan karyawan lama dilatih untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi atau mereka akan dipromosikan pada jabatan baru.

Latihan-latihan yang diberikan kepada para karyawan, mendorong para karyawan bekerja lebih keras karena telah mengetahui dengan baik tugas-tugas dan tanggung jawabnya sehingga berusaha mencapai tingkat moral kerja yang tinggi. Kesadaran para pengusaha akan arti pentingnya latihan bagi karyawan untuk dapat mengikuti adanya perubahan-perubahan teknologi yang akan dipakai mendorong peranan semakin penting. Perusahaan tidak akan segan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk kegiatan pelatihan, karena menyadari bahwa karyawan adalah aset perusahaan yang akan memajukan perusahaan.

Manajer-manajer yang efektif menyadari bahwa latihan adalah suatu proses yang berjalan secara terus menerus. Masalah-masalah baru, prosedur-prosedur baru, peralatan-peralatan baru, pengetahuan dan jabatan baru selalu muncul dalam suatu organisasi yang dinamis dan merupakan kebutuhan manajemen dalam memberikan intruksi-instruksi kepada para pekerja.

B. Tujuan Pengembangan Karyawan

Tujuan organisasi/perusahaan akan dapat dicapai dengan efektif apabila para karyawan dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan tepat, oleh karena itu untuk meningkatkan kinerja karyawan perlu adanya kegiatan pengembangan karyawan. Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan, ketrampilan maupun sikap karyawan terhadap tugas-tugasnya.

Pengetahuan karyawan akan pelaksanaan tugas maupun pengetahuan umum yang mempengaruhi pelaksanaan tugas sangat menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan tugas. Karyawan yang kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang kerjanya, terlebih karyawan baru hanya akan membawa pemborosan bagi perusahaan, baik itu pemborosan biaya maupun waktu.

Pengetahuan dan ketrampilan saja belum cukup untuk menjamin suksesnya pekerjaan, namun sikap karyawan terhadap tugasnya juga berpengaruh besar terhadap kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

C. Pelatihan, Pengembangan dan Edukasi

Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan atau sikap guna meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,

meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Pengembangan (development) adalah penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi di dalam organisasi. Pengembangan berhubungan dengan peningkatan kemampuan intelektual atau emosional yang diperlukan untuk menunaikan pekerjaan yang lebih baik. Pengembangan berpijak pada fakta bahwa seorang karyawan akan membutuhkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan yang berkembang sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang dihadapi. Pengembangan mempunyai lingkup yang lebih luas dan terfokus pada kebutuhan umum jangka panjang organiasi. Hasilnya bersifat tidak langsung dan hanya dapat diukur dalam jangka yang panjang. Pengembangan juga membantu para karyawan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan di pekerjaannya akibat perkembangan pengetahuan dan teknologi, desain pekerjaan, pelanggan baru atau pasar produk baru.

Pelatihan (training) adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan karyawan (vocationally oriented) yang berlangsung di lingkungan organisasi. Pelatihan mempunyai tujuan jangka pendek dibandingkan dengan pendidikan. Program pelatihan dirancang dalam upaya membatasi kemungkinan respon karyawan hanya pada perilaku yang dikehendaki oleh perusahaan. Respon dianggap lebih efisien, aman atau hanya konsisten dengan tujuan atau filosofi perusahaan, misalnya terjadi kebakaran, maka karyawan dilatih untuk menggunakan tabung yang sudah siap sedia untuk memadamkan api. Pelatihan semacam ini akan membuat karyawan untuk bereaksi secara cepat jika terjadi sesuatu yang membahayakan perusahaan.

D. Proses Pelatihan

Karyawan-karyawan yang kompeten dapat disediakan melalui dua cara, yaitu:

pertama: organisasi dapat menyeleksi orang-orang terbaik yang tersedia, kedua:

orang-orang yang ada di dalam perusahaan dapat dilatih dan dikembangkan untuk mengerahkan potensi penuhnya. Pelatihan harus meningkatkan: efektivitas karyawan, kepuasan karyawan, memenuhi program kesempatan kerja yang sama dan mencegah keusangan karyawan. Diagnosis aspek situasi lingkungan dan organisasional serta nalisis pekerjaan merupakan langkah pertama dalam menyususn program pelatihan dan pengembangan.

Tujuan Pelatihan:

Tujuan pelatihan dapat dikelompokkan menjadi tujuh bidang, yaitu: • Memperbaiki kenerja

• Memutakhirkan keahlian sejalan dengan perkembangan teknologi

• Mengurangi waktu pembelajaran bagi karyawan baru agar kompeten dalam pekerjaan

• Membantu memecahkan masalah operasional

• Mempersiapkan karyawan untuk dipromosikan ke jabatan lain • Mengorienasikan karyawan terhadap organisasi

• Memenuhi kebutuhan pertumbuhan pribadi

Manfaat Pelatihan

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari kegiatan pelatihan dan pengembangan antara lain:

• Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar kinerja yang dapat diterima

• Membentuk sikap, loyalitas dan kerjasama yang lebih menguntungkan • Memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia

• Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja

• Membantu karyawan dalam meningkatkan dan mengembangkan pribadi mereka

Jenis Pelatihan

Jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan di dalam organisasi antara lain:

Pelatihan keahlian (skill training) Pelatihan ulang (retraining)

Pelatihan lintas fungsional (cross functional training) • Pelatihan tim

Pelatihan kreativitas (creativity training)

F. Pengembangan Karier karyawan

Karier (carreer) dapat dipandang dari beberapa perspektif yang berbeda. Satu perspektif yang memandang bahwa karier merupakan urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorng selama masa hidupnya, sementara perspektif yang lain membatasi karier adalah perubahan nilai-niali (karier yang obyektif), sikap dan motivasi yang terjadi dari seseorang (karier yang subyektif).

Pengembangan karier (carreer development) meliputi manajemen karier (carreer mangenent) dan perencanaan karier (carreer planning). Pengembangan karier dalam sebuah organisasi membutuhkan pemeriksaan atas dua posisi, yaitu: bagaimana masing-masing orang merencanakan dan menerapkan tujuan kariernya dan bagaimana organisasi merancang dan menerapkan program pengembangan karier.

Perencanaan karier adalah proses yang dilalui oleh individu (karyawan) untuk mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan kariernya. Perencanaan karier melibatkan pengidentifikasian tujuan yang berkaitan dengan karier dan penyusunan rencana untuk mencapai tujuan itu dengan melihat peluang yang realistik. Melalui perencanaan karier, seseorang mengevaluasi kamampuan dan minatnya, mempertimbangkan kesempatan karier alternatif, menyusun tujuan karier, dan merencanakan aktivitas pengembangan praktis. Elemen-elemen perencanaan karier itu bila digambarkan adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1: Elemen-elemen perencanaan karier.

Manajemen karier adalah suatu proses yang dilakukan oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan karyawan guna menyediakan orang-orang yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Tahap pengembangan karier dimulai dari karier awal (early carreer) yang sering diwarnai dengan frustasi, ketidak puasan, penyelia yang tidak kompeten, insensitivitas terhadap politis organisasi dan lain sebagainya, berlanjut pada karier pertengahan dan berhenti pada karier akhir.

Latihan:

1. Coba anda deskripsikan cara melaksanakan pendidikan dan latihan karyawan ! 2. Deskripsikan bagaimana cara merencanakan pengembangan karier karyawan?

Tujuan dan Strategi Perencanaan SDM

Perencanaan Karier Organisasi

Kebutuhan: orang-orang, waktu, keahlian. Jalur Karier: ke atas, ke bawah, lateral

Sesuai

Perencanaan Karier Individu Tujuan, kebutuhan, keahlian, kemampuan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

Dalam dokumen Post (Halaman 195-199)