MENGGUNAKAN PENDEKATAN INVESTIGASI
Dianne Amor Kusuma
Jurusan Matematika, FMIPA Unpad Bandung [email protected]
ABSTRAK
Kemampuan pemahaman matematis merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan oleh pengajar, dimana peserta didik tidak hanya hanya menghafalkannya melainkan harus pula dapat mengubah, menginterpretasi, serta mengekstrapolasi materi yang telah dia terima.
Pendekatan investigasi adalah suatu pendekatan yang diimplementasikan dalam pembelajaran matematika, yang mendorong peserta didik untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna, sehingga mereka dituntut untuk selalu berpikir kritis dan logis tentang suatu permasalahan, serta mencari sendiri penyelesaiannya.
Kata Kunci : kemampuan pemahaman, pendekatan investigasi.
1. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
Kalkulus merupakan salah satu matakuliah dasar yang sangat penting, karena menjadi landasan awal bagi para mahasiswa untuk dapat memahami matakuliah-matakuliah lain. Dengan lain kata, bahwa kalkulus merupakan matakuliah prasyarat untuk dapat memahami matakuliah-matakuliah lain. Dengan demikian jika pemahaman mahasiswa dalam matakuliah kalkulus sudah lemah (kurang), maka mereka akan kesulitan dalam memahami matakuliah lain (dalam hal ini, matakuliah-matakuliah yang berkaitan dengan ke-matematika-an).
Pada kenyataannya rata-rata nilai akhir yang dicapai mahasiswa jurusan apapun (dan dari fakultas apapun) di Universitas Padjadjaran dalam matakuliah kalkulus I masih sangat rendah. Hal ini diperlihatkan dengan masih terdapat banyak mahasiswa yang memperoleh nilai C, D dan E, yakni sekitar 31% dari 1.271 mahasiswa yang mengikuti matakuliah kalkulus I (Sumber: data dari Pusat Pelayanan Basic Science-Universitas Padjadjaran, semester gasal tahun akademik 2012/2013) sehingga mereka harus mengulang matakuliah tersebut (bahkan ada yang mengulang sampai 2 tahun berturut-turut). Oleh sebab itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam matakuliah tersebut karena kondisi seperti ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.Salah satu upayanya adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai.Dalam hal ini, pendekatan investigasi dapat dijadikan alternatif dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam matakuliah kalkulus I.
Pendekatan investigasi merupakan pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan perkuliahan, yang memberi peluang pada mahasiswa untuk mengembangkan pemahamannya melalui berbagai kegiatan perkuliahan (Hudoyo, 1985 : 93). Pendekatan ini digunakan untuk menggabungkan tujuan akademik investigasi, yakni integrasi sosial dalam proses perkuliahan serta digunakan dalam semua bidang studi (matakuliah) dan semua tingkatan usia. Dalam makalah ini akan dikaji sejauhmana penggunaan pendekatan investigasi dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam matakuliah kalkulus (dalam hal ini, kalkulus I).
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 97 2. PEMBAHASAN
Pemahaman Matematis
Pemahaman matematis merupakan salah satu tujuan penting dalam perkuliahan, yangmana memberikan pengertian bahwa materi yang disampaikan kepada peserta didik bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu yakni diharapkan mereka dapat memahami konsep dari matakuliah itu sendiri.Pemahaman merupakan penyerapan arti suatu materi/konsep yang dipelajari. Untuk dapat memahami suatu objek secara mendalam, seseorang harus mengetahui :
a. Objek itu sendiri
b. Relasinya dengan objek lain yang sejenis c. Relasinya dengan objek lain yang tidak sejenis d. Relasi-dual dengan objek lain yang sejenis e. Relasi dengan objek dalam teori lain.
(Hudoyo, 1985 : 21)
Pemahaman matematis ada tiga macam, yakni : - Pengubahan (translation)
Digunakan untuk menyampaikan informasi dengan bahasa dan bentuk lain, serta menyangkut pemberian makna dari suatu informasi yang bervariasi.
- Pemberian arti (interpretation)
Digunakan untuk menafsirkan maksud dari bacaan, tidak hanya kata-kata dan frase, melainkan juga mencakup pemahaman suatu informasi dari sebuah ide.
- Pembuatan ekstrapolasi (extrapolation)
Mencakup estimasi dan prediksi yang didasarkan pada sebuah pemikiran, gambaran kondisi dari suatu informasi, serta penarikan kesimpulan dengan konsekuensi yang sesuai dengan informasi jenjang kognitif yang ketiga yaitu “penerapan”, yang menerapkan suatu bahan yang telah dipelajari kedalam situasi baru, yakni berupa ide, teori atau petunjuk teknis.
(Hudoyo, 2003 : 37).
Pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap konsep matematika menurut NCTM (1989 : 223) dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam :
Mengidentifikasi konsep secara verbal dan tertulis
Mengidentifikasi serta membuat contoh dan bukan contoh
Menggunakan model, diagram dan simbol (lambang) untuk mempresentasikan suatu konsep
Mengubah suatu bentuk representasi kedalam bentuk lain
Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep
Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep, serta mengenal syarat yang menentukan suatu konsep
Membandingkan dan membedakan konsep Pendekatan Investigasi
Pendekatan investigasi merupakan pendekatan yang digunakan untuk memicu peserta didik agar belajar lebih aktif dan bermakna. Dengan lain kata, bahwa peserta didik dituntut untuk selalu berpikir mengenai suatu permasalahan dan mereka mencari sendiri penyelesaiannya, sehingga mereka akan lebih terlatih untuk selalu menggunakan keterampilannya. Dengan demikian pengetahuan dan pengalaman belajar mereka akan tertanam untuk jangka waktu yang cukup lama.
Tahapan-tahapan dalam pendekatan investigasi meliputi : a. Membaca, menterjemahkan dan memahami masalah
Pada tahap ini peserta didik harus dapat memahami permasalahan dengan jelas.
Mengartikan permasalahan menurut bahasa mereka dengan cara berdiskusi dalam kelompok, membuat perencanaan tentang sejumlah strategi yang akan dilakukan, untuk kemudian akan didiskusikan dengan kelompok lain.
98 Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung b. Pemecahan masalah
Pada tahap ini peserta didik terpacu untuk mencoba mencari berbagai cara yang dapat digunakan untuk menemukan penyelesaian dari permasalahan tersebut, menarik kesimpulan dari jawaban yang diperoleh, serta mengecek kembali kebenarannya.
c. Menjawab dan mengkomunikasikan jawaban
Pada tahap ini peserta didik diharapkan dapat mengecek hasil yang diperolehnya, mengevaluasi pekerjaannya, mencatat dan menginterpretasi hasil yang diperoleh dengan berbagai cara, serta mentransfer keterampilannya untuk diterapkan pada permasalahan yang lebih kompleks.
(Bastow, et al., 1984 : 18).
Kegiatan dalam pendekatan investigasi (Grimison and Dawe, 2000 : 6, dalam Lidinillah, 2009 : 5) memiliki karakteristik sebagai berikut :
Open ended
Finding pattern
Self-discovery
Reducing the teacher‘s role
Not helpful examination
Not worthwhile
Not doing real math
Using one‘s own method
Being exposed
Limited to the teacher‘s experince
Not being in control
Divergen
Jika melihat karakteristik-karakteristik tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pendekatan investigasi mengarahkan peserta didik agar mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuan serta skill matematikanya.Dalam hal ini dosen hanya berperan sebagai fasilitator.
Implementasi Pendekatan Investigasi dalam Perkuliahan (dalam matakuliah kalkulus I) Dalam pengimplementasian pendekatan investigasi dalam perkuliahan perlu dilakukan beberapa tahapan, yakni:
a. Persiapan, meliputi:
- Menentukan tujuan perkuliahan yang ingin dicapai
- Pembuatan skenario perkuliahan yang disesuaikan dengan kegiatan investigasi apa yang akan dilakukan
- Pembuatan dan pengembangan modul yang membantu kegiatan investigasi - Mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok kecil (4-5 orang/kelompok) b. Pelaksanaan
Karena kegiatan pembelajaran/perkuliahan sifatnya investigasi, maka harus dipilih tehnik yang tepat, yang benar-benar dapat mendorong peserta didik untuk mengkonstruk pengetahuannya sehingga konsep/pokok bahasan yang disampaikan bukan “dihafalkan”, melainkan “dipahami” oleh peserta didik.
c. Evaluasi, meliputi proses selama kegiatan berlangsung dan produk (output) yang dihasilkan peserta didik. Evaluasi proses bertujuan untuk mengukur serta menilai aktivitas peserta didik selama kegiatan investigasi berlangsung. Sedangkan evaluasi terhadap produk dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis peserta didik.
Contoh Implementasi Pendekatan Investigasi dalam Perkuliahan Pokok Bahasan : 8. Fungsi Transenden
Sub Pokok Bahasan : 8.2 Fungsi Eksponen Asli Tujuan :
Melatih mahasiswa untuk berfikir kritis dan logis
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 99 Menggali dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa Mahasiswa lebih memahami konsep yang diberikan karena mereka mengkonstruk
sendiri pengetahuannya (dalam hal ini dosen hanya berperan sebagai fasilitator) Skenario perkuliahan :
1. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (5 orang untuk setiap kelompok).
2. Setiap kelompok diminta berdiskusi dan memahami summary sub pokok bahasan Fungsi Eksponen Asli, selama 40 menit.
3. Kemudian setiap kelompok diminta untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam modul yang disediakan, serta menuliskan analisa mereka tentang pokok bahasan tersebut, selama 60 menit.
3. PENUTUP
Hal-hal yang dapat mempengaruhi rendahnya prestasi belajar mahasiswa dalam matakuliah kalkulus adalah: kurangnya pemahaman mahasiswa, rendahnya motivasi mahasiswa untuk mempelajari matakuliah tersebut, serta penggunaan metode/pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Penggunaan pendekatan investigasi dalam perkuliahan dapat memacu mahasiswa untuk lebih aktif, termotivasi, dan tertarik untuk mempelajari serta memahami pokok bahasan yang diajarkan, sehingga pemahaman mereka pun dapat ditingkatkan.Kreativitas dosen-pun dalam hal ini tak kalah pentingnya dalam upaya meningkatkan pemahaman mereka, karena dosen dituntut untuk dapat mengemas disain perkuliahan sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif dalam perkuliahan dan terpacu untuk memperoleh nilai yang lebih baik.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para dosen pengampu matakuliah lain, agar dapat mencoba mengimplementasikan pendekatan investigasi dalam pembelajaran/perkuliahan.
DAFTAR PUSTAKA
Bastow, B. Hughes, J. Kissane, B. & Randall, R. (1994).Another 20 Mathematical Investigational Work.Perth: The Mathematical Association of Western Australia (MAWA). Hal. 18.
NCTM. 1989. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. Reston. Virginia:
NCTM. Hal. 223.
Hudoyo, Herman. 1985. Teori Belajar dalam Proses Belajar Mengajar Matematika.Jakarta.
Dekdikbud.Hal.21& 93.
Hudoyo, Herman. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.JICA.Universitas Negeri Malang.Hal. 37.
Lidinillah, Dindin. 2009. Investigasi Matematika dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar.Universitas Pendidikan Indonesia.Hal. 5.
100 Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung