KINERJA UNIT
18. Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan
Kualitas lingkungan hidup merupakan salah satu isu yang penting di tengah meningkatnya tekanan yang berpotensi mengubah kondisi lingkungan, baik sebagai dampak pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan jumlah penduduk. Selama ini data-data kualitas lingkungan hidup yang ada cukup sulit untuk dipahami oleh masyarakat awam. Sementara pemahaman akan kualitas lingkungan hidup sangat penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan (stakeholder) melakukan aksi nyata dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karenanya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengembangkan suatu indeks lingkungan yang meberikan kesimpulan cepat dari suatu kondisi lingkungan pada periode tertentu. Melalui indeks ini akan mendorong proses pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat.
Upaya pencegahan, penanggulangan dan pengendalian kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan, perubahan terhadap keseimbangan lingkungan menuju keseimbangan baru yang mampu meningkatkan arus manfaat dan sekaligus menurunkan risiko ke sistem sosial atau masyarakat. Pembangunan bertujuan untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik, berkualitas, seimbang, harmonis, dan masyarakat yang sejahtera. Kegiatan pembangunan dan aktivitas manusia pasti akan menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan hidup, karena semua kegiatan akan membutuhkan ruang dan/atau merubah fisik lanskap dan/atau menghasilkan limbah.
Bagaimana pembangunan mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas lingkungan dan sekaligus kualitas hidup manusia secara berkelanjutan adalah tantangan yang harus dihadapi.
Dampak pembangunan terhadap kondisi lingkungan hidup dapat diukur atau dinilai utamanya berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKL). Pemahaman IKL (atau Environmental Quality Index/EQI) adalah metoda pengkuantitatifan dan penetapan secara numerik kinerja lingkungan. Secara garis besar IKLH dapat dinilai dengan tiga indikator utama, yaitu: kualitas dara, kualitas air, dan tutupan lahan/hutan.
Realisasi Kinerja Tahun 2017.
No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian 24 Indeks kualitas
lingkungan Indeks 81,99 77,58 94,62
Perbandingan Realisasi Kinerja.
Indeks 81,97 83,19 77,58 -6,7
Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. Akhir Periode RPJMD
No. Indikator Kinerja Satuan
Target 24 Indeks kualitas
lingkungan Indeks 82,00 77,58 94,61
Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Realisasi Nasional 24 Indeks kualitas
lingkungan Indeks 77,58 68,50
-Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup
Dalam peraturan daerah Nomor 07 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah daerah tahun 2013 – 2018 antara lain dinyatakan bahwa sasaran pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan adalah terpeliharanya kualitas lingkungan hidup yang ditujukan dengan membaiknya Indek Kualitas Lingkungan Hidup dalam 5 tahun ke depan, dengan nilai Indeks kualiatas Lingkung
hidup tahun 2013 dengan nilai 74,04 sedangkan target tahun 2018 mencapai 82 dengan sasaran serta target kegiatan per tahun, dimana berdasarkan hasil pengukuran Indek Kualitas Lingkungan (IKLH) pada tahun 2014 mencapai 75,24 dari target yang ditetapkan 78,29, pada tahun 2015 mencapai 81,97 dari target 79,24 sedangkan pada tahun 2016 mencapai 83,19 dari target 81,98. pada tahun 2017 mencapai 77,58 dari target 81,99.
Untuk mengukur kualitas lingkungan umumnya dilakukan secara parsial berdasarkan media, yaitu air, udara, dan tutupan hutan sehingga sulit untuk menilai apakah kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah bertambah baik atau sebaliknya. Salah satu cara untuk mereduksi banyak data dan informasi adalah dengan menggunakan indeks.
Dengan adanya indeks kualitas lingkungan, terutama yang berbasis daerah, diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil keputusan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk menentukan arah kebijakan pengelolaan lingkungan di masa depan.
Untuk Penghitungan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2017 berpedoman pada perhitungan :
1. Kualitas Udara SO2 30 %
NO2
2. Kualitas Air Sungai TSS 30 %
DO BOD COD
Total Fosfat Fecal Coli Total Coliform
3. Tutupan Hutan Luas Hutan 40%
NO INDIKATOR PARAMETER BOBOT
Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi saat ini masih mengakibatkan kerugian bagi perikehidupan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi namun juga hingga merenggut jiwa manusia. Upaya mengurangi laju kerusakan lingkungan dan pemulihan kualitas
lingkungan terus dilakukan tidak saja oleh pemerintah namun dilakukan pula oleh semua elemen masyarakat dan mengembangkan alat ukur sederhana yang disebut dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Perhitungan IKLH untuk setiap provinsi dilakukan dengan m e n g gunakan formula sebagai berikut:
IKLH provinsi = (IPAx 30 %) + (IPU*30%)+ (ITH*40%) Dimana :
IKLH provinsi = Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tingkat provinsi IPA = Indeks Pencemaran Air Sungai
IPU = Indeks Pencemaran Udara ITH = Indeks Tutupan Hutan
Dari data yang ada di BLH Prov. Kaltim maka didapatkan :
a. Indeks Pencemaran Air (IPA), dihitung menggunakan KEPMEN LH NO. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air, engan penghitungan metoda indeks pencemaran. IPA = (hasil pemantauan pada Sungai Mahakam).
b. Indeks pencemaran Udara IPU) , dihitung dengan formula : (IP NO2 + IP SO2)
IPU = ---2
c. Indeks Tutupan Lahan (ITH) dihitung dengan formula : Luas Tutupan Hutan (LTH) Persentase TH =
Luas Wilayah Administrasi (LWH) Keterangan :
ITH = Indeks Tutupan Hutan LTH = Luas Tutupan Hutan LWH = Luas Wilayah Provinsi
Kategori Indeks Kualitas Lingkungan Hidup :
Unggul X > 90
Sangat Baik 82 < X ≤ 90
Baik 74 < X ≤ 82
Cukup 66 ≤ X ≤ 74
Kurang 58 ≤ X < 66
Sangat Kurang 50 ≤ X < 58
Waspada X < 50
Dari hasil perhitungan IKLH tahun 2017, realisasi 77,58 yaitu dalam katagori sangat baik , namun masih ada kendala dalam perhitungan dari indeks tutupan hutan (ITH) data menghitung ITH adalah membandingkan luas tutupan hutan dengan luas wilayah administrasi.
Yang menjadi kendala data untuk luas tutupan hutan provinsi Kalimantan Timur belum ada publikasinya :
1. Semakin meningkatnya pembangunan yang memanfaatkan sumberdaya alam sebagai modal pembangunan seperti meningkatnya pemanfaatan lahan akibat dari exsplaitasi hutan, batu bara, perkebunan dan kegiatan oleh masyarakat.
2. Laju exsploitasi sumberdaya alam lebih tinggi jika di bandingkan dengan upaya rehabilitasinya .
3. Tidak tersedianya data di masing-masing sektor yang akurat terkait dengan perhitungan indeks Kualitas Lingkungan itu sendiri 4. Data-data yang digunakan dalam perhitungan Indek Kualitas
Lingkungan itu hanya data pemantauan dan monitoring kulaitas lingkungan (Air, Udara dan Lahan) belum memasukkan data-data dari sektor lain.
Disamping itu tanggung jawab pengelolaan lingkungan hidup itu tidak hanya menjadi tanggung jawab BLH saja tetapi juga tanggung jawab semua sektor yang terlibat. sehingga kedepan perlu ditingkatkan koordinasi dan sinkronisasi program dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kalimantan Timur.
Permasalahan :
Perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan (IKLH) dapat dihitung diakhir tahun (selesai kegiatan yang dilaksanakan) karena merupakan perhitungan indeks yang dihitung dari indeks pencemaran udara, air dan tutupan lahan
Solusi :
Melakukan kegiatan yang dilakukan untuk perhitungan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH)
Program yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan adalah:
1. Program Pengelolaan DAS dan RHL
2. Program Rehabilitasi dan Reklamsi lahan pasca tambang 3. Program mitigasi emisi gas rumah kaca
4. Program Pengendalian Pencemaran Lingkungan 5. Program Penyelenggaraan Penantaan ruang
6. Program Pengembangan kinejra pengeloaan persampahan.
7. Program Penyehatan Lingkungan Pemukiman
8. Program Peningkatan Peran serta masyarkat dalam pengelolaan LH
9. Program Konservasi lahan dan air.