• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya rata-rata lama sekolah juga merupakan sasaran yang hendak diwujudkan untuk mencapai misi 1 mewujudkan kualitas SDM Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Rata-rata lama sekolah pada tahun terakhir 2016 mencapai 11.00 tahun atau telah mengenyam pendidikan hingga kelas X (SMA Kelas 1) Mereka masuk dalam kategori lulus SMP. Hal ini memberikan tugas khusus bagi pemerintah untuk dapat meningkatkan pencapaian target pendidikan 12 tahun sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Kalimantan Timur.

Realisasi Kinerja Tahun 2017

No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian 3 Angka rata-rata

lama sekolah

Tahun 11,50 9,24 80,35

Perbandingan Realisasi Kinerja

Tahun 9,15 11.00 9,24 -0,16

Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. Akhir Periode RPJMD

No. Indikator Kinerja Satuan

Target 3 Angka rata-rata

lama sekolah

Tahun 12 9,24 77

Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Realisasi Nasional 3 Angka rata-rata

sekolah

Tahun 9,24 7.95 +

Angka rata-rata lama sekolah didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Cakupan penduduk yang dihitung RLS adalah penduduk berusia 25 tahun ke atas. diharapkan pada Tahun 2018 sudah tidak ada lagi penduduk di Kalimantan Timur usia 25 tahun ke atas dengan ijazah lulusan minimal SMP melainkan minimal lulusan SMA.

Pemerintah Kalimantan Timur terus berusaha untuk menaikkan capaian pada tingkat SMA yang merupakan program Gubernur yakni penuntasan Wajar Sembilan Tahun menjadi Wajar 12 Tahun. Untuk itu Pemerintah Provinsi menyalurkan dana BOSDA bagi siswa SMA dan SMK di Kalimantan Timur dengan anggaran dana sebesar 170 Miliar setiap tahun. Serta dengan adanya program peningkatan SDM

melalui beasiswa atau “Beasiswa Kaltim Cemerlang” yang disusun berdasarkan 5 (lima) pilar pembangunan pendidikan nasional yakni:

1. Ketersediaan sarana pendidikan.

2. Kemampuan murid/orang tua mendapatkan akses terhadap sarana pendidikan nasional.

3. Mutu pelayanan sarana pendidikan.

4. Kesetaraan dalam pendidikan.

5. Keterjaminan 4 pilar sebelumnya dapat berjalan dengan baik.

Dengan adanya 5 (lima) pilar di atas, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov.Kaltim melalui Tim Beasiswa Kaltim Cemerlang memberikan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi dari jenjang SD/Mi, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan mahasiswa jenjang D3, sarjana, magister, dokter spesialis sejumlah 2.994 orang se Kaltim termasuk beasiswa bagi siswa-siswi dan mahasiswa yang tidak mampu, dengan total anggaran sebesar Rp.51.106.800.000,-.

Permasalahan :

1. Fluktuasi rasio guru dan murid yang belum mendukung bagi kelancaran dan proses belajar mengajar yang berkualitas;

2. Disparitas infrastruktur pendidikan, terutama gedung dan peralatan pendidikan antar kabupaten/kota;

3. Persoalan putus sekolah dan/atau masih adanya kurangnya minat 4. menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bukan hanya

dikarenakan faktor finansial, tetapi juga pola pikir.

5. Menjangkau siswa dari wilayah perbatasan.

Solusi :

1. Penambahan dan pendistribusian guru bantu serta aplikasi terhadap Program Sarjana Mendidik di wilayah 3 T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal);

2. Koordinasi program dan capaian kinerja kabupaten/kota, termasuk meminimalkan ketimpangan pendidikan antar wilayah;

3. Pemberian beasiswa dan jaminan pendidikan untuk siswa miskin

dan mahasiswa yangberasal dari keluarga tidak mampu;

4. Pelaksanaan kajian dan pengembangan strategi efektif untuk menjawab akar masalah dari putus sekolah.

5. Penuntasan program Wajib Belajar 12 Tahun dengan mengalokasi dana Bosda untuk siswa SMA dan SMK.

6. Pemberian beasiswa, bantuan siswa miskin, biaya pendidikan mahasiswa, dan jaminan bagi siswa miskin untuk pelajar/mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatnya rata-rata lama sekolah adalah:

1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun berdasarkan pada indikator kinerjanya capaiannya. Keadaan itu dapat diterima, berdasarkan data statistik Pendidikan Kalimantan Timur 2014 hingga 2016, pertumbuhan penduduk dan kesadaran berpendidikan dari masyarakat meningkat memberi sumbangan terhadap penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, Satuan Pendidikan Dasar Negeri cenderung meningkat dan jumlahnya lebih besar jika dibandingkan dengan Satuan Pendidikan Swasta, begitu juga dengan jumlah siswanya satuan Pendidikan Negeri lebih besar dibanding dengan siswa Satuan Pendidikan Swasta.

Selanjutnya, dapat pula tergambar pihak OPD Pendidikan serius, gigih dan melibatkan pihak Swasta dalam melaksanakan berbagai kegitan untuk mencapai program yang telah ditetapkan. Pada tahun 2017, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di kalimantan Timur merupakan kelanjutan dari program tahun 2016, sehingga sinergi OPD Pendidikan Provinsi dengan OPD Pendidikan Kabupatan/Kota dan pelibatan pihak Swasta untuk menjaga konsistensi, keseriusan dan kegigihan dalam melaksanakan beragam kegiatan untuk melaksanakan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.

2. Program Pendidikan Menengah

Program Pendidikan Menengah pada umumnya berdasarkan pada indikator kinerjanya capaiannya meskipun ditemukan untuk pendidikan kejuruan ditemukan capaianya in progres. Keadaan itu dapat diterima, berdasarkan data statistik Pendidikan Kalimantan Timur 2014 hingga 2016, pertumbuhan penduduk dan kesadaran berpendidikan dari masyarakat meningkat memberi sumbangan terhadap penyelenggaraan pendidikan. Selain itu tergambar pula bahwa Satuan Pendidikan Menengah Negeri cenderung meningkat dan jumlahnya lebih besar jika dibandingkan dengan Satuan Pendidikan Swasta, begitu juga dengan jumlah siswa satuan Pendidikan Negeri lebih besar dibanding dengan siswa Satuan Pendidikan Swasta. Selanjutnya, tergambar keseriusan pihak OPD Pendidikan serius dan gigih dalam melaksanakan berbagai kegitan untuk melaksnakan program yang telah ditetapkan. Pada tahun 2017, program pendidikan menengah di kalimantan Timur merupakan kelanjutan dari program tahun 2016, sehingga kinerja OPD Pendidikan Kalimantan Timur yang terwujud dalam menjaga konsistensi, keberlanjutan, keseriusan dan kegigihan dalam melaksanakan beragam kegiatan untuk meaksanakan program pendidikan menengah tahun ini.

3. Program Peningkatan Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Masyarakat

Program Peningkatan Pendidikan dan pengembangan sumber daya masyarakat berdasarkan pada indikator kinerjanya capaiannya. Kedaan itu dapat terima, terdapat kesadaran dari masyarakat untuk berpendidikan tinggi karena pendidikan tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah. Data statistik Pendidikan Tinggi Kalimantan Timur 2014 hingga 2016, Menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Negeri cenderung meningkat dan jumlahnya masih lebih kecil jika dibandingkan

dengan Perguruan Tinggi Swasta, meskipun demikian jumlah mahasiswanya Perguruan Tinggi Negeri lebih besar dibanding dengan Perguruan Tinggi Swasta, data tersebut bermakna keseriusan pihak pemerintah dan swasta menangani pendidikan tinggi. Selanjutnya OPD Pendidikan dan pihak swasta serius, dan gigih dalam mendorong warga masyarakat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dorongan itu dirupakan melalui pemberian biasiswa bagi siswa terbaik di Kalimantan Timur untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi untuk mencapai program yang telah ditetapkan. Pada tahun 2017, program itu merupakan kelanjutan dari program tahun 2016, sehingga kinerja OPD Pendidikan Kalimantan Timur.