Jadi saya ingin menyampaikan juga ada satu konsep kalau kita ngomong Borobudur itu adalah Joglosemar pak. Nah oleh karenanya kita masukkan, tapi itu nama saja ya pak, jadi maaf kalau salah. Nah saya juga akan menjelaskan kalau kita ada program dari Semarang ke Solo, ke Yogya, Purwokerto muter lagi dan sebagainya itu, kita tidak membangun infrastruktur. Karena infrastruktur yang kita bangun sudah di anggaran kalau Jawa Tengah dapat 1 Triliun itu sudah di situ.
Jadi yang kita lakukan adalah memberdayakan ada satu koneksitas sehingga turis yang datang ke Borobudur itu tidak hanya dari Kulon Progo, tetapi bisa dari Semarang, bisa dari Solo dan dengan ada tiga titik masuk itu maka diharapkan length of stay dari pada wisatawan itu lebih panjang. Nah itu yang kita inginkan gitu. Jadi memang kita lakukan.
Kami laporkan juga kereta bandara itu ada yang ke Yogya itu 45 menit Pak Jadi, yang dari Solo kami akan lakukan dari mulai Klaten sampai ke bandara itu juga kira-kira tidak kurang dari 1 jam.
Ke Mas Vino, kita belum selesaikan masalah anu jadi Dirjen Kereta Api tolong diselesaikan karena kita akan membuat jalan kereta api dari pelabuhan sampai ke bandara, itu menjadi tugas kita. Mas Wisnu dibantu ini ya.
Jadi itu bapak-bapak, yang lain saya pikir Sriwijaya tetap eksis pak. Jadi kita akan perhatikan menjadi suatu Sriwijaya supaya ada suatu kompetisi jangan cuma ada dua gitu ya.
TKDN Pak Wakil Ketua kita perhatikan. Lombok pak kita perhatikan. Jadi kalau dari kita kecil pak, tapi kalau dari AP1 sama Pelindo besar pak lebih dari 1 Triliun itu. Dan kita akan perbesar bandaranya, perbesar pelabuhannya dikombinasikan dengan kegiatan-kegiatan ini. Tentang Gili Air nanti kami perhatikan pak. Jadi muara untuk dilakukan, sebenarnya memang kalau kalkulasi waktu nanti disampaikan kepada teman kita, memang Muara lebih cepat pak, cuma harus sadar juga Muara harus develop pak.
Jadi belum bisa jadi magnit jadi orang tidak mau lewat situ, padahal di Muara sudah kita investasi 50 Miliar untuk bangun terminal pak, terminal kapal. Jadi dari Silangit ke Muara nyebrang itu dekat. Jadi total-total tidak kurang ke tempat Samosir pusat itu kurang dari 2 jam, kalau muter itu bisa 3 jam. Memang lebih singkat, tapi Muaranya sendiri belum welcome gitu.
Terima kasih.
Terima kasih Pak Ketua.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Baik.
INTERUPSI F-PDIP (H. HERSON MAYULU, S.IP.): Interupsi Ketua.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Ya, singkat Pak ya.
F-PDIP (H. HERSON MAYULU, S.IP.): Baik Pak, terima kasih.
Pak Menteri, soal avtur tadi, apakah kita tidak bisa cari solusi lain? Selama ini avtur dimonopoli oleh Pertamina. Bagaimana kalau misalnya Badan Usaha Daerah (BUMD) yang sudah maju boleh juga mendistribusikan avtur ini? Paling tidak menambah pendapatan asli daerah juga. Itu yang pertama.
Kemudian pertanyaan saya tadi Pak Menteri, di mana sektor udara ini untuk mendukung destinasi Likupang ada terurai dalam 4 kegiatan. Saya contoh misalnya ada pekerjaan lanjutan tanah Bandara Bolang Mongondow. Saya ingin tahu rupiahnya berapa, demikian juga untuk lanjutan pekerjaan
pelapisan landasan pacu di Bandara Malanguane. Saya juga ingin tahu rupiahnya berapa. Kemudian Pak Menteri PR ada pertanyaan saya tadi satu yang gagal tender itu.
Terima kasih.
INTERUPSI F-PDIP (Ir. SUDJADI):
Interupsi sebentar pak, ini Pak Menteri saya bisa memahami cuma kami kan punya Dapil di ini, tahunya itu bahwa program perhubungan itu satu koma berapa. Jadi mungkin mohon sektor perkeretaapian itu di-split bukan programnya DSP Borobudur, yang masuk itu sektor darat, sehingga saya di Dapil lalu tidak terpojok karena isunya sudah 1,2 untuk KSPN Borobudur. Ini tentang bahasa saja.
Jadi monggo ini jalan, tapi mohon jangan dimasukkan pada sasaran KSPN Borobudur, untuk itu Borobudur kan Borobudur, tapi kesannya orang Magelang itu tidak terima dengan orang Yogya kan itu kan yang dibangun kan daerah Yogya ini. Jadi ini wisatawan ya ke Borobudur tetap bukan pakai kereta api. Saya setuju pak cuma mohon mungkin di-split tidak masuk pada mendukung program Borobudur tapi program apa. Jadi yang darat itu oke, kalau darat sudah tahu ini lewat Menoreh dan sebagainya itu.
Maturnuwun.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Ya baik sudah Pak De? F-PDIP (Ir. SUDJADI):
Cukup, tidak usah dijawab pak tidak usah dijawab. F-PG (H. ANSAR AHMAD, S.E., M.M.):
Pimpinan, sedikit saja Pimpinan.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Wah ini sedikit-sedikit jadi bukit ini benar. F-PG (H. ANSAR AHMAD, S.E., M.M.):
Ini soal Sriwijaya, kalau bisa Pimpinan Pak Menteri mohon izin, kalau bisa mungkin kita minta tanggapan dari Sriwijaya langsung, bagaimana kondisi penerbangan, karena sangat mengganggu pak. Di Kepulauan Riau itu Ibu Kota Provinsi, biasanya tiga penerbangan sekarang tinggal dua. Sriwijaya
satu minggu hanya tinggal 3 kali pak, kadang kala terbang, kadang kala diumumkan sesaat tidak terbang.
Nah ini kan menggangu Pak kegiatan aksesibilitas ekonomi, kegiatan kita di sana. Nah mungkin khawatir ini kalau hanya jawabannya akan begini-begini tapi kita mau langsung gitu pak supaya tahu persis. Mohon maaf Pak Menteri.
Terima kasih.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Baik Pak Menteri, kita mulai dari avtur. Avtur ini memang saya juga dapat banyak keluhan dari daerah Pak Menteri. Ini Pertamina untuk membangun infrastruktur avturnya dia itu selalu melibatkan pemerintah daerah juga pak yang dibikin pusing. Nah bagaimana yang tadi disampaikan oleh Pak Herson itu menarik. Ya Pertamina berbagilah dengan BUMD toh kan soal saku kiri saku kanan saja. BUMD juga pemerintah gitu loh. Jadi saya pikir ini menarik ini, nanti mohon dijawab.
Saya silakan Pak Menteri mungkin yang bisa dijawab. Sebentar dulu, dari Sriwijaya adakah? Sriwijaya ada tidak?
MENTERI PERHUBUNGAN RI (BUDI KARYA SUMADI):