(RAPAT: SETUJU) Ketoknya mesti kencang ini
F- P.NASDEM (ROBERTH ROUW): Terima kasih Pimpinan
Wabillaahittaufik walhidayah,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Terima kasih Bu Sri Wahyuni. Silakan Pak Roberth Rouw.
F-P.NASDEM (ROBERTH ROUW): Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Salam sejahtera dan selamat siang untuk kita sekalian. Yang saya hormati Wakil Ketua DPR RI,
Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua Komisi V, Yang saya hormati teman-teman Komisi V,
Yang saya hormati saudara Menteri Perhubungan dan jajaran,
Yang saya hormati saudara Menteri PUPR,
Bapak Wamen dan Kepala BNPP dan seluruh jajaran mitra yang hadir pada siang hari ini.
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena pemerintah telah membantu kami Pemerintah Provinsi Papua dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur dalam rangka pelaksanaan PON 2020. Menurut saya alangkah baiknya label super prioritas ini diberikan kepada kita, karena proyek kegiatan nasional PON ini sangat mendesak 2020. Jadi saya kira itu harusnya ke situ.
Bapak dan Ibu, saya kira tadi apa yang disampaikan oleh teman kami bahwa memang mitra kami ini tidak punya wewenang dalam menentukan destinasi pariwisata yang kita bahas ini. Maka saya ingin menitipkan karena destinasi ini ada karena sesuai dengan arahan Presiden dalam Rapat Kabinet tanggal 4 Januari tahun 2016, dari 220 destinasi wisata di Indonesia, Bapak Presiden memutuskan 10. Saya ikut pada waktu itu berbicara di Badan Anggaran tentang destinasi nasional, dan kami pernah sampaikan itu Pak Menteri bahwa dari 10 ini mohon maaf Papua tidak termasuk di dalam situ dan kami sudah memberikan keberatan dan catatan pada waktu itu.
Saya kira dalam kesempatan yang baik ini pula saya ingin titipkan kami ada Bapak Wamen juga bisa nanti berbicara kepada Bapak Menteri untuk kami juga perlu bicara wisata kami punya, bukan tingkat nasional, tetapi tingkat internasional. Salah satu yang terbaik di dunia yaitu destinasi wisata bawah laut yang ada di tadi sudah disampaikan oleh teman kami dari Jawa Barat, beliau pun merasa tidak adil kok Papua tidak ada, Raja Ampat.
Kalau kita bicara Raja Ampat, masih banyak Raja Ampat-Raja Ampat di Papua dan saya ingatkan bahwa Raja Ampat itu terkenal dikenal di dunia internasional bukan karena pemerintah yang meng-ekspose itu, tetapi ada orang asing yang meng-eskpose itu baru secara nasional kaget bahwa ada daerah yang begitu indah di bawah laut yang ada di Papua di Raja Ampat, ini catatan saya sampaikan juga.
Jadi tolong masih banyak. Saya ingin sampaikan bulan November Tahun 2019, ada satu kapal dengan 6 keluarga membawa 2 kapal wisata masuk ke daerah Teluk Cenderawasih di Kepulauan ada yang namanya di ujung Barat Kepulauan Yapen, itu ada satu kawasan wisata, mereka hadir di sana, mereka tahu bahwa itu sangat indah. Saya punya foto-foto karena saya ke sana dan waktu mereka di sana kepergok sama kami datang bersama Bapak Bupati mereka takut mau lari, tapi kami bilang tidak, ke sini. Kami jamu mereka, kami tanya “Dari mana anda tahu?” “Oh kami lihat di Google”.
Mereka mau ke Afrika Selatan tapi mereka singgah berhenti di situ, mereka tinggal 4 hari di situ. Jadi dengan 2 kapal yang satu bawa perlengkapan nyelam dan segala macam, mereka hadir di situ. Saya kira mungkin secara internasional Bapak Menteri Pariwisata pemerintah tidak tahu itu, tapi mereka tahu.
Nah ini hal-hal ini yang perlu mungkin saya ingin sampaikan permohonan kami tolong sampaikan kepada Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah datang ke sana, kami punya semua destinasi, mau dari pantai, kepulauan, pesisir sampai pegunungan, lembah kami punya, tetapi memang kawasan lembah masih bermasalah dengan keamanan, kami sadar itu.
Kami pun sadar kalau ini sekarang ini mau dibuka seperti apa pun, tapi kalau tingkat kemahalan transportasi ke Papua begitu tinggi, tidak mungkin juga wisata lokal mau datang ke sana, mubazir, tetapi kami yakinkan bahwa wisata kami mempunyai spesifik yang sangat tinggi, maka kemahalan itu menjadi tidak menjadi halangan.
Banyak sekali wisata-wisata yang ingin datang ke Papua untuk melihat keindahan bawah laut di Papua banyak sekali, cuma terkendala dengan transportasi yang membuat mereka sangat susah untuk datang ke sana. Hal ini yang perlu menjadi catatan kami untuk hari ini kita bicara tentang wisata nasional, 5 wisata super nasional super ada di situ tadi sudah disampaikan super prioritas, berarti sangat prioritas.
Nah tolong kami minta perhatian untuk berikan lagi kami Papua prioritas untuk menjadi biar dunia tahu bahwa pemerintah pun hadir di sana untuk memberikan itu ya. Jadi saya ingin sampaikan itu bahwa ya Ketua saya tidak bisa terlalu banyak bicara, karena kami memang tidak ada di sini.
Jadi saya kembalikan dan saya cuma ingin sampaikan, kemarin kami datang ke sana ini permintaan dari Kepala Daerah dan Bapak Kapolda untuk menjaga ketertiban di daerah pegunungan dan memberikan minta fasilitas tentang rumah susun untuk Kabupaten Jayawijaya untuk ASN dan POLRI. Pemerintah Daerah sudah bersedia kemarin melalui para Bupati menyiapkan lahan Bapak Menteri, nanti secara resmi saya akan sampaikan ini melalui Bapak Wamen permohonannya.
Mohon izin Pimpinan, ini karena kami tidak bisa pariwisata, kami minta saja rumah susun ya ini konkrit ini. Karena kita perlu satu untuk ASN, satu untuk POLRI. Kasihan POLRI tidak punya fasilitas itu di sana, pasukan itu tinggal di ruko-ruko di rumah masyarakat ya, di tenda-tenda dalam pengamanan ketertiban di wilayah pegunungan. ASN-nya masih tinggal di rumah-rumah kos, di honai. Kami melihat itu maka kami minta dengan di tempat yang resmi ini untuk kami mengajukan nanti kepada melalui Bapak Wamen kami akan sampaikan untuk minta perhatian khusus.
Saya kira itu saja yang kami sampaikan, terima kasih Pimpinan atas waktunya.
F-P.GERINDRA (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si.): Pimpinan.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Baik, terima kasih Pak Roberth Rouw.
F-P.GERINDRA (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si.): Terakhir pak.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Lo mau Wan?
F-P.GERINDRA (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si.): Ya, coba-coba sedikit pak.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Sudah lama tidak lihat muka lo ke mana saja sih? Silakan.
F-P.GERINDRA (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si.): Terima kasih Pimpinan.
Yang saya hormati Bapak Wakil Ketua DPR RI, Pimpinan beserta Anggota Komisi V yang saya cintai, Pak Menteri PUPR,
Pak Menteri Perhubungan beserta jajaran, Pak Kepala Basarnas,
Pak Wakil Menteri PUPR yang juga saya hormati.
Saya pada dasarnya tidak akan memprotes lagi kenapa ditentukan 5 wilayah ini, cuma kalau sekarang yang 5 destinasi wisata ini menjadi super prioritas, mungkin untuk di wilayah kami cukup menjadi prioritas pak.
Jadi saya perlu ingatkan kepada Pak Menteri bahwa Sulawesi Selatan itu juga ada Tana Toraja yang sampai saat ini juga yang dulu menjadi andalan dari Indonesia sendiri pariwisata di Indonesia selain dari pada Bali, Tana Toraja adalah salah satu objek wisata yang sangat diminati oleh manca negara.
Yang kemudian akhirnya saat ini seluruh investasi yang ada di sana kecenderungannya akan sudah mati. Karena dukungan infrastruktur yang tidak memadai, baik jalan yang tidak sesuai dengan standar maupun bandara. Walaupun saat ini bandar udaranya sudah dilaksanakan peningkatan dan sementara dalam proses pembangunan di Bandara Buntu Kuning.
Saya cuma mau mengingatkan beberapa hal dalam proses pembangunan daerah destinasi wisata ini pak. Yang pertama, menyangkut masalah pembebasan lahan. Selalu dalam setiap kegiatan yang ada di baik Kementerian PUPR maupun Perhubungan, kendala utama yang terjadi di lapangan adalah pembebasan lahan.
Setelah dianggarkan sebegitu besarnya, lantas kemudian tidak dapat dilaksanakan karena persoalan-persoalan sosial yang seperti itu. Saya menyarankan kepada bapak agar supaya sebelum memulai pekerjaan fisik pekerjaan di lapangan agar terlebih dahulu melakukan proses pembebasan lahan ini agar tidak ada lagi masalah-masalah sosial dalam pelaksanaan berikutnya.
Yang kedua, salah satu hal yang dibutuhkan tentu adalah menyangkut masalah clearance imigrasi. Nah ini kan kalau kita membuat obyek wisata super prioritas seperti ini kita berharap bahwa di wilayah-wilayah itu harus dilengkapi dengan clearance agar supaya wisatawan mancanegara bisa langsung atau direct ke lokasi tersebut.
Nah untuk di daerah Sulawesi Selatan juga saya mau menyampaikan ke Pak Menteri Perhubungan bahwa di Kota Pare-pare itu juga saat ini sudah lengkap infrastrukturnya dan juga sudah lengkap stakeholders-nya baik itu Imigrasi, baik itu Bea Cukai maupun apa yang dibutuhkan dalam proses clearance, itu sampai saat ini Pelabuhan Nusantara di Pare-pare itu belum melaksanakan proses clearance tersebut. Saya minta kepada Pak Menteri agar itu bisa dipertimbangkan supaya juga tidak menjadi jalan masuk untuk hal-hal yang tidak memungkinkan. Karena selama ini kapal-kapal asing yang masuk ke sana melalui proses clearance-nya itu dengan cara manual oleh Imigrasi karena tidak difasilitasi oleh Pelindo atau pelabuhan yang ada di Pare-pare.
Yang ketiga, mungkin pak yang terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa dalam proses pelaksanaan kegiatan ini, bapak juga lebih memperhatikan keberpihakan bapak dibutuhkan untuk bagaimana pengusaha lokal yang ada di setiap area destinasi wisata ini dapat lebih diberdayakan, tidak lagi menjadi penonton di wilayah-wilayah mereka. Mereka bisa ikut berperan aktif dalam proses pelaksanaan kegiatan ini, tentunya bukan saja sebagai joint operation dengan BUMN-BUMN tapi juga sebagai main contractor dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Mungkin itu saja Pimpinan yang bisa saya sampaikan.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT / KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.SOS, M.Si./ F-PDIP):
Baik, dari Anggota cukup, masih ada? Cukup ya? Dari meja Pimpinan? Baik, dari meja Pimpinan Pak Wakil Ketua DPR Pak Rachmat Gobel akan menyampaikan beberapa hal terkait dengan rapat kita hari ini. Saya persilakan Pak Rachmat Gobel.