BAB III GERAKAN EKUMENISME DI TORAJA
3.3 Metode Penelitian
3.3.1 Metode dan Alasan Menggunakan Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif182. Penelitian kualitatif mencoba menggali secara holistik permasalahan yang terjadi di dalam hubungan antar-Gereja di Toraja seraya mencari pola, hipotesa, dan langkah pastoral yang mungkin bisa menjadi jalan keluar dalam memecahkan masalah gerakan ekumenisme di Toraja. Penelitian kualitatif digunakan, karena permasalahan belum jelas, holistik, kompleks, dinamis, dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial di Toraja terjaring dengan instrumen, seperti teks atau kuisioner. Selain itu, peneliti juga bermaksud untuk memahami situasi sosial secara lebih mendalam di Toraja, khususnya hubungan antar-Gereja.
3.3.2 Tempat Penelitian
Wilayah pelayanan Keuskupan Agung Makassar meliputi 3 provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Sulawesi Barat. Keprihatinan sosial yang dihadapi Gereja di setiap daerah juga berbeda-beda. Oleh karena itu, peneliti memilih salah satu daerah yang menjadi tempat penelitian yaitu Toraja.
182 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 283-393.
Pemilihan Toraja sebagai tempat penelitian didasari beberapa alasan.
Pertama, Toraja memiliki penduduk yang mayoritas umat Kristiani. Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, lebih dari 80% masyarakat Toraja memeluk agama Kristen.
Kedua, ada banyak Gereja yang berkembang di Toraja. Data yang didapatkan oleh peneliti dari Kantor Kementerian Agama di Toraja menyebutkan ada 30 Gereja Reformasi dan Gereja Katolik.
Ketiga, sejarah kekristenan di Toraja mencatat adanya pertentangan di antara Gereja khususnya dalam usaha penjaringan umat. Akibatnya, ini seringkali menimbulkan persaingan yang kurang sehat di antara Gereja. Banyak Gereja yang mengklaim kebenaran ada dalam Gerejanya sendiri dan menganggap Gereja lain sesat.
3.3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga metode; observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi kepustakaan183. Ketiga metode ini digunakan untuk saling melengkapi, dengan demikian data yang diperoleh oleh peneliti lebih holistik. Selain itu, ketiga metode ini dimaksudkan agar dapat melakukan triangulasi data penelitian dengan metode yang berbeda guna mendapatkan data dari sumber yang sama184. Tujuan triangulasi data tidak pertama-tama untuk mencari kebenaran tentang beberapa
183 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 326-329.
184 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 327-329.
fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap suatu objek.
Metode pertama adalah observasi partisipatif. Observasi partisipatif adalah pengamatan secara langsung dengan cara mengambil bagian dan ikut terlibat aktif dalam dinamika kehidupan masyarakat atau kelompok tertentu yang diobservasi185. Sambil melakukan pengamatan, peneliti juga melakukan apa yang dilakukan oleh sumber data. Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang diamati. Selain itu, penelitian ini juga digunakan untuk memperoleh data non-verbal mengenai alam pikir responden dalam menanggapi masalah yang menjadi kajian peneliti.
Metode kedua adalah wawancara186. Wawancara pada pengambilan data ini bersifat terbuka, artinya responden mengetahui bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula maksud serta tujuan wawancara. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur, artinya wawancara dilakukan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Peneliti menyusun pertanyaan wawancara, tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan improvisasi pada saat wawancara berlangsung. Tujuan dari metode wawancara adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, karena pihak yang diajak wawancara ditanya tentang pendapat dan ide-idenya menanggapi persoalan yang menjadi kajian peneliti.
185 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 310-316.
186 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 316-327.
Metode ketiga dokumentasi kepustakaan187. Metode ini dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti dari hasil observasi dan wawancara.
Data-data yang diharapkan oleh peneliti lewat dokumentasi kepustakaan berupa jumlah umat menurut denominasi Gereja, sejarah, dan perkembangan Gereja di Toraja, surat-surat gembala dari Uskup Keuskupan Agung Makassar, serta dokumen-dokumen gerejani lainnya yang mendukung kajian teori peneliti.
3.3.4 Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan saat penelitian dan setelah penelitian dilaksanakan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik penelitian dengan mengikuti model Miles dan Huberman188. Analisis data dalam penelitian dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sampai datanya sudah jenuh. Artinya, bila jawaban responden setelah dianalisis belum memuaskan, peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu, sehingga diperoleh data yang kredibel.
Aktivitas dalam analisis data meliputi beberapa tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data-data yang telah didapatkan melalui triangulasi data, observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi kepustakaan. Peneliti akan mengumpulkan data-data lapangan tanpa memilah-milah. Semua data yang didapatkan dari hasil wawancara dicatat dan direkam oleh peneliti. Dalam kajian penelitian ini, peneliti mengumpulkan hasil
187 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 326-327.
188 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 334-343.
observasi, catatan lapangan dari hasil wawancara, dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang telah ditemukan peneliti.
Tahap kedua adalah reduksi data. Data yang diperoleh dari lapangan yang berupa catatan lapangan kemudian direduksi. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema, dan pola yang tepat189. Dengan demikian data yang diperoleh akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah dalam langkah berikutnya. Secara umum peneliti melakukan analisis data berdasarkan respon dan berdasarkan jumlah responden. Berdasarkan respon berarti perhitungan tentang banyaknya frekuensi kalimat atau kata yang disebutkan oleh responden190. Berdasarkan responden berarti perhitungan tentang banyaknya responden yang mengungkapkan kata atau kalimat tertentu. Banyaknya respon mengekspresikan tentang identitas pengetahuan dari para responden. Dengan kata lain, semakin banyak kata atau kalimat itu disebutkan, semakin dalam kata atau kalimat itu dalam pemahaman responden. Banyaknya responden mengekspresikan tingkat penyebaran pengetahuan tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak responden dalam mengungkapkan kata atau kalimat yang sama, maka semakin tinggi tingkat penyebaran kata atau kalimat tersebut. Dalam kajian ini, peneliti kemudian memokuskan diri pada hal-hal seperti usaha-usaha ekumenisme di Toraja, hambatan-hambatan ekumenisme, saran-saran, dan sebagainya.
189 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, 336.
190 Cicila Pratiwi, “Studi Representasi Sosial Tentang Identitas Gender dan Identitas Seksual Anak Usia Sekolah Dasar di Yogyakarta” dalam Cristiana Siwi Handayani (edt.), Representasi Sosial Seksualitas, Kesehatan, Dan Identitas, Kumpulan Penelitian Psikologi, Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, 2010, 9-12.
Tahap ketiga adalah display data191. Display data adalah penyajian data ke dalam pola. Penyajian data dalam bentuk uraian singkat, seperti bentuk bagan, hubungan antarkategori, dan sebagainya. Tujuan display data yaitu untuk memudahkan, memahami apa yang terjadi, dan merancang kerja ke tahap berikutnya. Bentuk display data oleh peneliti dikelompokkan dalam empat bagian besar, yakni pertama, paham ekumenisme menurut responden; kedua, kegiatan-kegiatan ekumenis yang telah dilakukan di Toraja; ketiga, hambatan-hambatan ekumenisme di Toraja; dan keempat, solusi mengatasi hambatan ekumenisme dan upaya yang dilakukan untuk memajukan gerakan ekumenisme. Keempat klasifikasi ini menjadi fokus penelitian baik dalam oservasi partisipatif, wawancara, dan kepustakaan.
Tahap keempat adalah conclusion drawing/verification192. Setelah peneliti melakukan tahap-tahap di atas, tahap terakhir adalah kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan ini menjadi jawaban atas rumusan masalah yang dikemukakan oleh peneliti pada Bab I.