III KERANGKA PEMIKIRAN
III. METODE PENELITIAN
4. 1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan mengambil lokasi di Kota Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), mengingat Kota Bogor merupakan tempat persinggahan bagi wisatawan lokal maupun asing untuk singgah. Penelitian dilakukan di Met Liefde Café yang terletak di Jalan Pangrango No. 16, Bogor dengan pertimbangan bahwa Met Liefde Café merupakan daerah permukiman lama peninggalan zaman Belanda yang menawarkan suasana yang nyaman dan unik sehingga diharapkan dapat menarik turis asing maupun turis lokal. Kegiatan pengumpulan data berupa wawancara dan pengisian kuesioner oleh pengunjung dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2008.
4. 2 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder sebagai berikut :
1. Data primer, adalah data yang diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada responden serta wawancara dengan pihak manajemen. Pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner berupa pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang tidak menggiring ke suatu jawaban yang sudah ada dalam pikirannya sehingga konsumen diberikan kebebasan dalam menjawab. Sedangkan pertanyaan tertutup berupa pertanyaan yang alternatif jawabannya
telah disediakan, sehingga responden hanya memilih salah satu jawaban yang menurutnya paling sesuai.
2. Data sekunder, adalah data yang diperoleh dari studi literatur yang berhubungan dengan topik penelitian, yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Bogor, Perpustakaan Fakultas Pertanian IPB, Perpustakaan Lembaga Sumberdaya Informasi IPB dan informasi lainnya dari internet, artikel, serta buku-buku literatur yang berhubungan dengan topik penelitian.
4. 3 Metode Pengambilan Sampel
Metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini digunakan teknik Convenience Sampling, sampel diambil berdasarkan atas ketersediaan dan kemudahan mendapatkannya (Nazir, 2003). Data diperoleh melalui metode wawancara yang dilengkapi dengan kuesioner yang telah disiapkan. Data yang terdapat dalam daftar terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama berkaitan dengan identitas responden, bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan perilaku keputusan pembelian konsumen, dengan mengacu pada model perilaku konsumen Engel et al. Kemudian bagian ketiga memuat pertanyaan- pertanyaan yang berhubungan dengan tingkat kepentingan atribut-atribut Met Liefde Café dan tingkat pelaksanaan atributMet Liefde Café menurut pengunjung.
Pengambilan sampel juga dilakukan dengan merumuskan kriteria-kriteria yang digunakan sebagai acuan penarikan sampel. Kriteria responden yang dipilih adalah :
• Dalam satu keluarga hanya diambil satu orang yang menjadi responden dalam penelitian agar tidak saling mempengaruhi dalam menjawab.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak manajemen Met Liefde Café, diketahui bahwa jumlah pengunjung pada Januari 2008 adalah sebanyak 3000 pengunjung (N) dengan nilai e sebesar 10%. Pengolahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil wawancara dengan pengunjung dan hasil wawancara dengan manajemen restoran dilakukan untuk memperkaya wawasan di dalam pembahasan. Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang akan diteliti, digunakan rumus Slovin (Umar, 2003), yaitu :
2 Ne 1 N n + =
96,74
100
(0,1)
3000
1
3000
n
2=
≈
+
=
Keterangan : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
e = Nilai Kritis (batas ketelitian) yang digunakan (persen kelonggaran ketelitian karena kesalahan pengambilan populasi)
4. 4 Metode Pengolahan Data dan Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2007 untuk tabulasi deskriptif yang menjelaskan proses keputusan pembelian secara umum danSPSS (Statistical Package for Sosial Science) Versi 13,0 for windows, untuk analisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan atau Importance and Performance Analysis (IPA) dan Analisis Diagonal menggunakan Minitab Versi 14. Penelitian ini juga dilengkapi dengan Customer Satisfaction Index (CSI) yang menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh.
4. 4. 1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono dalam Suryana (2007), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Hasil penelitian yang valid adalah terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Pengujian validitas dilakukan dengan menghitung nilai korelasi rank spearman. Pernyataan pada kuesioner dinilai memiliki validitas konstruk atau terdapat konsistensi internal dalam pernyataan tersebut dan layak digunakan jika rhitung > rtabel pada tingkat signifikansi ( = 0,005). Rumus yang digunakan yaitu :
n = 1 b
n (n 1) Keterangan :
= Koefisienrank spearman n = Jumlah responden
b2 = Selisih antara ranking satu dengan ranking yang lain
4. 4. 2 Uji Reliabilitas
Supranto (2001) menyebutkan, uji reliabilitas diukur dengan menggunakan Alpha Cronbach. Jika nilai dari Alpha lebih besar dari 0,5 atau mendekati 1, ini menunjukkan bahwa pengukuran yang digunakan reliable (apabila nilai r lebih besar dari nilai rtabel, maka dapat dinyatakan kuesioner tersebut reliabel). Nilai Alpha Cronbach dihitung dengan menggunakan program SPSS, adapun rumus koefisien reliabilitasAlpha Cronbach adalah sebagai berikut :
r = k 1
Keterangan : r = Reliabilitas instrumen k = Banyaknya butir pernyataan
b
2 = Keragaman total t
2 = Jumlah Keragaman butir pernyataan
4. 4. 3 Analisis Deskriptif
Data karakteristik pengunjung (kota asal, jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, status pernikahan, pendidikan terakhir, pendapatan, status keanggotaan kartu) serta proses keputusan pembelian (pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan pasca pembelian) yang dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis secara deskriptif dengan analisis deskriptif. Analisis deskriptif dipilih karena analisis ini dinilai mampu mendeskripsikan dan menggambarkan karakteristik pengunjung serta proses keputusan pembelian yang tengah berlangsung pada saat penelitian dilakukan.
4. 4. 4 SkalaLikert
Skala Likert umumnya bersifat ordinal, sehingga apabila kita langsung menghitung rata-ratanya, interpretasi yang dihasilkan akan keliru. Untuk mengatasi skala ordinal pada skala Likert digunakan teknik suksesif, yaitu mentransfer nilai yang diperoleh dari skala Likert ke dalam bentuk interval, setelah itu menghitung nilai rata-ratanya. Dalam penelitian ini digunakan lima peringkat nilai yang diberi skor atau bobot seperti tercantum pada Tabel 5. Secara sistematis rumus yang digunakan untuk mendapatkan jumlah skor setiap atribut performanceadalah sebagai berikut :
Keterangan :
Ns = skor yang diberikan responden terhadap masing-masing atribut Nj = Jumlah jawaban responden dari setiap atribut
Ni = Nilai masing-masing responden dari setiap atribut
Tabel 5 Tingkat Kepentingan dan Tingkat Pelaksanaan (Kinerja) Tingkat Pelaksanaan/Kinerja
(Performance) Skor (Nilai) Tingkat Kepentingan(Harapan) Sangat Tidak Penting
Tidak Penting Cukup Penting Penting Sangat Penting 1 2 3 4 5
Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik
Baik Sangat Baik
Sumber : Simamora, 2005
Untuk menginterpretasikan suatu variabel dapat dinilai oleh keseluruhan responden menurut tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, serta kepuasan perlu dicari terlebih dahulu rentang skala dengan rumus, Simamora (2005) :
RS = b n m− RS = 5 1 5− = 0.8 RS = 5 % 0 % 100 − = 20 %
Dimana : m = skor tertinggi n = skor terendah
b = jumlah kelas atau kategori yang akan dibuat
Dengan rentang skala sebesar 0,8, untuk skala lima peringkat, dimana skor terendah 1 dan tertinggi 5. Skala linier numerik dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 6 Rentang Skala Tingkat Kepentingan dan Tingkat Pelaksanaan
No Rentang Skala Kriteria Tingkat Kepentingan Kriteria Tingkat Kinerja 1 1 x 1,8 Sangat tidak penting Sangat tidak baik 2 1,8 < x 2,6 Tidak penting Tidak baik
3 2,6 < x 3,4 Cukup Cukup
4 3,4 < x 4,2 Penting Baik
5 4,2 < x 5 Sangat Penting Sangat Baik
Tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan. Kepuasan tertinggi dicapai bila CSI menunjukkan 100 persen, rentang kepuasan berkisar dari 0–100 persen. Kriteria indeks kepuasan
menggunakan kisaran 0,00 hingga 1,00 (sangat tidak puas hingga sangat puas). Berdasarkan rentang skala di atas, maka kriteria kepuasannya adalah :
Tabel 7 Rentang Skala Kriteria Nilai Indeks Kepuasan Pelanggan
No. Nilai IKP Kriteria
1 80 % <– 1.00 % Sangat Puas
2 60 % <– 80 % Puas
3 40 % <– 60 % Cukup Puas
4 20 % <– 40 % Tidak Puas
5 0 % – 20 % Sangat Tidak Puas
4. 4. 5 Customer Satisfaction Index (CSI)
Indeks kepuasan pelanggan diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dengan melihat tingkat kepentingan dari atribut- atribut produk atau jasa tersebut. Adapun cara untuk mengukur indeks ini dilakukan melalui empat tahap yaitu, (Stratford, 2007) :
1. Weighting Factors (WF), adalah fungsidari mean importance score (MIS–i) masing-masing atribut dalam bentuk persen dari totalmean importance score (MIS–t) untuk seluruh atribut yang diuji :
WF = MIS Total MISi x 100% Dimana : i = atribut ke–i
2. Weighted Score (WS), adalah fungsi darimean satisfaction score (MSS) dikali weighting factors (WF). Perkalian antara nilai kinerja performance score denganperformance weighting factors.
WS = MSS x WF
3. Weighted Average Total (WAT), adalah fungsi dari totalWeighted Score (WS) atribut1 (a–1) hingga atribut 17 (a–17).
4. Customer Satisfaction Index (CSI), adalah fungsi dari Weighted Average (WA) dibagi highest scale (HS atau skala maksimum yang dipakai skala 5 dikalikan 100 persen.
CSI = HS WAT
x 100%
4. 4. 6 Analisis Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kinerja–Importance
Performance Analysis
Importance Performance Analysis dapat menggambarkan tingkat terpenuhinya harapan pengunjung terhadap kinerja atribut suatu produk atau jasa. Tingkat kepentingan adalah seberapa penting suatu atribut bagi pengunjung atau seberapa besar harapan pengunjung terhadap kinerja suatu atribut. Diharapkan dengan memakai konsep tingkat kepentingan ini dapat ditangkap persepsi yang lebih jelas mengenai pentingnya variabel tersebut di mata pelanggan. Selanjutnya dapat dikaitkan pentingnya variabel tersebut dengan kenyataan yang dirasakan oleh pelanggan. Untuk menghitung tingkat kesesuaian pengunjung dapat dilakukan dengan cara melakukan perbandingan rata-rata skor pelaksanaan dan rata-rata skor kepentingan, yang menunjukkan tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelaksanaan (kinerja) produk atau jasa yang dihasilkan. Adapun rumus yang digunakan adalah :
TKI= Y X
x 100 %
Keterangan : TKi = Tingkat kesesuaian responden
i
X = Rata-rata skor penilaian pelaksanaan (kinerja) perusahaan
i
Jika bobot tingkat pelaksanaan (kinerja) lebih besar atau sama dengan bobot tingkat kepentingan (harapan), berarti kinerja suatu produk telah memenuhi harapan pengunjung. Sementara itu, jika bobot pelaksanaan (kinerja) lebih kecil dari bobot tingkat kepentingan (harapan), berarti kinerja masih dibawah harapan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung belum tercapai. Bobot penilaian kinerja perusahaan dan bobot penilaian kepentingan pengunjung dirata- ratakan dan diformulasikan ke dalam diagram Importance-Performance. Masing- masing atribut diposisikan dalam sebuah diagram, dimana skor rata-rata penilaian pada tingkat pelaksanaan (kinerja) menunjukkan posisi suatu atribut pada sumbu X sementara posisi atribut pada sumbu Y ditunjukkan oleh skor rata-rata tingkat kepentingan (harapan) pengunjung terhadap atribut .
X
=
n Xi∑
dan Y=
n Yi∑
Dimana :X = Bobot rata-rata tingkat pelaksanaan (kinerja) perusahaan
Y = Bobot rata-rata penilaian tingkat kepentingan (harapan) pengunjung
n = Jumlah responden
Diagram Importance-Performance yang digunakan adalah suatu bangun yang dibagi menjadi empat kuadran yang dibatasi oleh dua buah garis yang
berpotongan tegak lurus pada titik (X,Y).
X=
K
Xi
n i∑
=1 danY=
K
Yi
n i∑
=1Dimana :
X= Rata-rata dari rata-rata bobot tingkat pelaksanaan (kinerja) perusahaan
Y
= Rata-rata dari rata-rata bobot tingkat kepentingan (harapan) pengunjung K = Banyaknya atribut yang dapat mempengaruhi kepuasan pengunjungHasil kalkulasi kemudian diplotkan dalam diagram kartesius yang terbagi menjadi empat kuadran dan dibatasi oleh sumbu X dan sumbu Y (Gambar 11). TINGKAT KEPENTINGAN
Y
PRIORITAS UTAMA PERTAHANKAN POSISI
Kuadran I Kuadran II