TINGKAT KINERJAT
C. Prioritas Rendah (Kuadran III)
Kuadran III diagram kartesius Importance and Performance Analysis (IPA) berarti tingkat kepentingan dan tingkat kinerja dari suatu variabel dianggap rendah oleh pengunjung. Dengan demikian variabel ini harus diperbaiki kinerjanya setelah pihak Met Liefde Café memperbaiki kinerja variabel yang terdapat pada kuadran I (prioritas utama). Variabel yang termasuk dalam kuadran ini berjumlah enam macam yaitu, variabel kemudahan parkir dan sarana parkir yang memadai, variasi menu dari jenis makanan dan minuman yang tersedia, cara penyajian makanan dan minuman, alunan musik (kesesuaian jenis lagu/musik, volume musik), harga makanan dan minuman yang ditawarkan, penggunaan iklan dan promosi.
Kemudahan Parkir dan Sarana Parkir yang Memadai
Kemudahan parkir dan sarana parkir yang memadai dianggap atribut yang tingkat kepentingannya rendah dan tingkat pelaksanaannya pun juga rendah. Tempat parkir adalah ruangan atau lahan yang digunakan untuk memarkir kendaraan (sepeda motor atau mobil). Tempat parkir dianggap tidak penting bagi pengunjung dan dianggap belum memuaskan kinerjanya. Sebagian besar pengunjung datang ke Met Liefde Café menggunakan kendaraan pribadi terutama mobil, sehingga sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka belum merasa puas terhadap kinerja tempat parkir yang dimilikiMet Liefde Café. Karena
luas tempat parkirMet Liefde Café yang terbatas hanya dapat menampung sekitar lima mobil. Jika terjadi keramaian, pengunjung memarkirkan mobilnya di depan pelataran restoran atau hingga mendekati pelataran Hotel Pangrango I dan Hotel Mirah hal ini dirasa cukup menyulitkan pengunjung.
Variasi Menu dari Jenis Makanan dan Minuman yang Tersedia Keragaman dan variasi menu adalah banyaknya jenis makanan dan minuman yang ditawarkan oleh Met Liefde Café. Semakin banyak variasi menu yang ditawarkan, maka semakin banyak alternatif pilihan pengunjung untuk menentukan menu yang dipesan. Dalam variasi jenis makanan terdapat menu utama yang umumnya menjadi pilihan pengunjung, yaitu Met Liefde Fried Rice, Kippei Pastei,Sausage Met Liefde, Spiral Sausage, Spaghetti dan Fettucine Met Liefde,Beef Steak Tempo Doeloe, danKlapertart, serta aneka sup, salad sayuran.
Pengunjung menganggap keragaman dan variasi menu yang ditawarkan oleh Met Liefde Café kurang penting dan kinerjanya pun rendah. Ini disebabkan banyaknya menu yang ditawarkan. Selain itu kebanyakan pengunjung tidak begitu mengetahui dari beberapa menu yang ditawarkan karena nama yang dipergunakan kebanyakan menggunakan bahasa Belanda. Sebaiknya pihak restoran dapat mempertahankan menu-menu favorit dan mengurangi menu-menu yang dirasa kurang diminati pengunjung.
Cara Penyajian Makanan dan Minuman
Cara penyajian menyangkut keindahan penampilan dari makanan dan minuman yang disajikan. Cara penyajian makanan dan minuman ini mencakup komposisi penataan bahan makanan yang digunakan dalam penyajian makanan dan minuman. Jika makanan dan minuman terlihat indah dan menarik maka
pengunjung akan tertarik untuk mencobanya, namun apabila tampilan penyajian makanan dan minuman terlihat asal-asalan maka pengunjung justru akan kehilangan selera makannya. Tampilan menu tidak terlepas dari kualitas bahan makanan dan peralatan yang digunakan. Misalnya bahan penghias makanan harus menggunakan kualitas yang baik dan segar, selain itu peralatannya juga harus bersih dan mendukung. Pada atribut ini pengunjung menganggap cara penyajian makanan dan minuman tidak penting dan tingkat pelaksanaannya pun dinilai belum baik oleh pengunjung.
Alunan Musik (kesesuaian jenis lagu/musik, volume musik)
Alunan musik menjadi variabel yang kurang penting bagi pengunjung dan kinerjanya pun belum memuaskan. Musik yang dipakai dapat digunakan sebagai pengiring pada saat pengunjung menunggu hidangan disajikan, pada saat mengkonsumsi hidangan tersebut, dan pada saat pengunjung istirahat setelah makan. Lagu-lagu yang sering digunakan sebagai musik pengiring adalah lagu- lagu pop baik Indonesia maupun barat, dan lagu instrumen. Alunan musik ini berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung saat berada di Met Liefde Café.
Tidak semua pengunjung menyukai jenis musik yang sama. Tetapi apabila melihat suasana dan dekorasi dari Met Liefde Café yang bercirikan bangunan tempo dulu bergaya kolonial Belanda, maka lagu yang cocok digunakan adalah lagu-lagu barat yang terkenal pada masa tempo dulu. Namun untuk menghindari kebosanan bisa juga diselingi dengan lagu-lagu pop yang sedang populer saat ini agar pengunjung lebih bersemangat sehingga dalam memasang lagu pun tidak monoton hanya lagu-lagu itu saja. Selain jenis lagu, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah volume suara. Suara yang dihasilkan pengeras suara
sebaiknya tidak terlalu keras karena dapat mengganggu kenyamanan pengunjung. Caranya dengan tidak meletakkan pengeras suara langsung ke arah pengunjung. Sebaliknya juga jangan sampai terlalu pelan karena pengunjung tidak dapat mendengarnya. Untuk live music, sebaiknya tidak hanya menampilkan band musik yang hanya menyanyikan lagu dengan aliran pop saja, tetapi juga menampilkan beberapabanddengan berbagai macam aliran jenis musik sehingga pengunjung pun merasa lebih tertarik lagi.
Harga Makanan dan Minuman yang Ditawarkan
Selanjutnya yang termasuk dalam prioritas rendah yang ada pada kuadran ini adalah atribut harga. Harga memilki tingkat kepentingan yang rendah dan kinerja yang rendah pula. Hal ini dapat terlihat harga-harga yang ditawarkan masih relatif mahal sehingga tingkat kepentingannya pun tidak begitu penting dirasakan pengunjung. Akan tetapi harga yang ditawarkan kepada pengunjung memang sudah sesuai dengan kualitas dan rasa yang ditawarkan.
Penggunaan Iklan dan Promosi
Penggunaan iklan dan promosi menjadi variabel terakhir yang kurang penting bagi pengunjung dan kinerjanya pun belum memuaskan. Terbukti dari sebaran responden pada proses pengambilan keputusan berdasarkan pencarian informasi, bahwa temanlah yang paling efektif dari pada sumber informasi atau alat promosi lainnya. Akan tetapi papan nama restoran pun menjadikan salah satu faktor yang menarik perhatian pengunjung.
Keenam atribut yang berada pada kuadran ketiga ini tidak terlalu masalah apabila tidak diperbaiki oleh pihak perusahaan dalam waktu dekat. Karena atribut tersebut dianggap tidak terlalu penting oleh responden dan perbaikannya
umumnya akan memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan pelanggan total. Walaupun responden memberikan penilaian yang kurang baik terhadap kinerja perusahaan, akan tetapi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka perusahaan juga perlu meningkatkan kinerja atribut tersebut di masa yang akan datang. Sehingga pengunjung pun akan merasa terpuaskan dari pelaksanaan kinerja yang diberikan Met Liefde Café dan perusahaan dapat bertahan dalam persaingan industri-industri yang sejenis.
D. Berlebihan (Kuadran IV)
Kuadran IV diagram kartesius Importance and Performance Analysis (IPA) berarti tingkat kepentingan dari sutau variabel dianggap oleh pengunjung rendah, tetapi kinerja dari variabel ini dianggap tinggi oleh pengunjungMet Liefde Café. Dengan demikian, lebih baik dikurangi kinerjanya dan dialokasikan ke variabel lain yang berada pada kuadran I (prioritas utama). Variabel yang termasuk dalam kuadran ini adalah atribut penataan eksterior dan interior restoran (tata lampu, kursi & meja, barang pajangan, pemilihan warna ruangan) dan atribut kecepatan dan kemudahan cara pembayaran (bisa dengan kartu kredit).
Penataan Eksterior dan Interior Restoran (tata lampu, kursi & meja, barang pajangan, pemilihan warna ruangan)
Penataan eksterior mencakup penataan taman, penataan meja dan kursi pada ruang makan juga pemilihan warna ruangan, tempat parkir, sedangkan interior mencakup penataan taman dalam ruangan, penataan meja dan kursi pada ruang makan, bar, musholla, toilet, wastafel, dan dapur. Dekorasi ruangan dilengkapi dengan hiasan dinding, lampu-lampu etnik, perabotan seperti pajangan, tata lampu, guci, hiasan keramik, jendela, dan kaca. Selain dekorasi pelengkap
tersebut ciri khas yang menjadikan Met Liefde Café adalah bangunan kolonial Belanda sehingga suasana tempo dulu sangat kental terasa sekali.
Penataan eksterior dan interior ruangan dianggap kurang penting akan tetapi memiliki tingkat pelaksanaan kinerja yang tinggi. Tujuan penataan eksterior dan interior yang menggunakan konsep yang berbeda ini adalah untuk menarik minat pengunjung agar datang mengunjungi selain membeli makanan dan minuman yang tersedia yang akhirnya akan meningkatan kepuasan pengunjung terhadap pelayanan yang diberikan Met Liefde Café. Kinerja penataan eksterior dan interior restoran (tata lampu, kursi & meja, barang pajangan, pemilihan warna ruangan) dapat dilihat dari letak atau posisinya dalam ruangan serta keteraturan penataan baik eksterior maupun interior yang berada di Met Liefde Café. Berdasarkan penelitian, pengunjung telah merasa puas dengan kinerja variabel ini. Kecepatan dan Kemudahan Cara Pembayaran (bisa dengan kartu kredit)
Variabel lain yang berada pada kuadran ini adalah variabel kecepatan dan kemudahan transakasi. Kecepatan dan kemudahan transaksi adalah kecepatan kasir dalam melayani sehingga memudahkan pengunjung dalam membayar. Pembayaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengunjung datang sendiri ke kasir dan pembayaran yang dilakukan melalui pramusaji baik dengan uang tunai ataupun melaui kartu kredit. Cara kedua ini sering dilakukan terutama pengunjung yang berada di ruang makan bagian dalam yang letaknya tidak begitu dekat dengan kasir.
Kebanyakan pengunjung lebih menyukai pembayaran tunai dengan memanggil pramusaji untuk meminta bill, pramusaji tersebut adalah pramusaji yang melayani pengunjung sejak awal kedatangan pengunjung hingga tahap
transaksi sehingga pengunjung merasa tidak perlu menunggu lama di depan kasir. Selain itu dengan fasilitas transaksi melalui kartu kredit dapat memudahkan pengunjung yang hanya membawa uang sekedarnya saja, sehingga mereka lebih menyukai bertransaksi menggunakan karu kredit. Kecepatan dan kemudahan transkasi yang seperti ini membuat terpenuhinya kepuasan pengunjung karena mereka dapat dengan mudah dan cepat melakukan aktivitasnya kembali.
Pada kuadran ini Met Liefde Café perlu mengurangi usaha peningkatan kualitas pelayanan pada kedua atribut tersebut. Hal ini dikarenakan pengunjung menganggap pelayanan pada kedua atribut tersebut dianggap kurang penting. Oleh karena itu usaha yang terlalu berlebihan tersebut sebaiknya dikurangi agar perbaikan lebih terkonsentrasi pada atribut-atribut yang berada pada kuadran I (prioritas utama).
7. 6 Tingkat Kepuasan Yang Mempengaruhi Efficient Service (Analisis Diagonal–Suharjo Split)
Analisis diagonal atau Suharjo Split digunakan untuk melihat tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap suatu atribut dikaitkan dengan efisiensi pelayanannya. Tingkat kepuasan responden di Met Liefde Café yang sama besar dengan tingkat kepentingan yang diinginkan akan menciptakan suatu kepuasan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah tepat dalam melaksanakan dan menjalankan pelayanan terhadap pengunjung Met Liefde Café. Kondisi dimana tingkat kepuasan sama besar dengan tingkat kepentingan yang diinginkan dinamakanefficient services, yang berarti kondisi tersebut berada tepat pada suatu garis diagonal. Berikut dapat dijelaskan dengan interpretasi pada Gambar 15.