• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MET LIEFDE CAFÉ

6. 1 Karakteristik Umum Pengunjung

Karakteristik umum pengunjung yang dianalisis meliputi warga (Bogor atau Luar Bogor), jenis kelamin, usia, status dalam pernikahan, pekerjaan, tingkat pendidikan terakhir, pendapatan per bulan, status keanggotaanMet Liefde Café.

6. 1. 1 Alamat (Tempat Tinggal)

Responden paling banyak berdomisili di Luar Bogor yaitu sebesar 51 persen. Ini dapat dilihat karena Bogor merupakan tempat tujuan wisata bagi para wisatawan, selain itu Met Liefde Café sering dijadikan transit oleh masyarakat Luar Bogor yang pulang dari daerah Puncak atau pun setelah mengunjungi sanak keluarga ataupun tempat wisata dan perbelanjan yang berada di Bogor.

Tabel 9 Sebaran Responden Menurut Tempat Tinggal

Alamat (Tempat Tinggal) Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Bogor 49 49

Luar Bogor 51 51

Total 100 100

6. 1. 2 Jenis Kelamin

Jumlah responden Met Liefde Café sebagian besar berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 60 persen. Ini karena sebagian besar pengunjung restoran adalah mereka yang sedang berbelanja, sekedar berjalan-jalan di pusat perbelanjaan yang berada dekat denganMet Liefde Café.

Tabel 10 Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Pria 40 40

Wanita 60 60

6. 1. 3 Usia

Pembagian usia responden Met Liefde Café digolongkan menjadi lima kelompok umur yang sebagian besar berusia antara 21–30 tahun (55 persen). Responden ini umumnya memanfaatkan restoran sebagai tempat untuk makan siang, baik sendiri maupun dengan teman atau relasi bisnisnya, atau yang sengaja menyempatkan waktu untuk melakukan pembelian diMet Liefde Café. Selain itu karena pada rentang usia tersebut merupakan usia produktif yang banyak digunakan orang untuk melakukan aktivitas di luar rumah selain itu responden merupakan kelompok angkatan kerja. Sisanya adalah responden yang berusia kurang dari 20 tahun (delapan persen), usia 31–40 tahun (25 persen), usia 41–50 tahun (tujuh persen), dan usia lebih dari 51 tahun (lima persen). Responden didominasi pada usia dibawah 40 tahun.

Tabel 11 Sebaran Responden Menurut Usia

Usia Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

< 20 Tahun 8 8 21 Tahun–30 Tahun 55 55 31 Tahun–40 Tahun 25 25 41 Tahun–50 Tahun 7 7 > 51 Tahun 5 5 Total 100 100 6. 1. 4 Status Pernikahan

Status pernikahan respondenMet Liefde Café sebagian besar adalah belum menikah. Perbandingan responden yang belum menikah dan sudah menikah adalah 53 persen dan 47 persen. Sebagian responden didominasi oleh para pekerja muda yang sebagian waktunya dihabiskan di kantor dan mengisi waktu luang bersama teman dan rekan pada akhir pekan untuk mendatangiMet Liefde Café.

Tabel 12 Sebaran Responden Menurut Status Pernikahan

Status Pernikahan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Belum Menikah 53 53

Sudah Menikah 47 47

Total 100 100

6. 1. 5 Pendidikan Terakhir

Sebagian besar responden Met Liefde Café adalah lulusan Sarjana (S1) dengan persentase sebanyak 41 persen. Selanjutnya 21 persen responden adalah lulusan Diploma (D3). Urutan ketiga adalah lulusan Pasca Sarjana (S2) dengan persentase sebanyak (17 persen). Urutan keempat dan kelima adalah SMA dan SMP dengan persentase masing-masing sebesar 16 persen dan empat persen. Tidak ada responden yang berasal dari lulusan SD. Ini menunjukkan bahwa Met Liefde Café memiliki pengunjung yang berpendidikan tinggi. Perusahaan harus menyikapinya dengan terus menyesuaikan kebijakan restoran yang sesuai dengan segmen konsumen di atas.

Tabel 13 Sebaran Responden Menurut Tingkat Pendidikan

Pendidikan Terakhir Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

SD 0 0 SMP 4 4 SMU 16 16 Diploma (D3) 21 21 Sarjana (S1) 41 41 Pasca Sarjana (S2) 17 17 Total 100 100 6. 1. 6 Pekerjaan

Sebagian besar pekerjaan terbanyak yang dimiliki oleh responden Met Liefde Café adalah pegawai swasta (43 persen). Mahasiswa/pelajar (19 persen), guru/dosen (empat persen), pegawai negeri (dua persen), TNI/ABRI/Polri (satu persen), wiraswasta (23 persen), pensiunan (dua persen), ibu rumah tangga (empat persen), lainnya (dua persen).

Tabel 14 Sebaran Responden Menurut Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Mahasiswa/Pelajar 19 19 Guru/Dosen 4 4 Pegawai Negeri 2 2 Pegawai Swasta 43 43 TNI/ABRI/POLRI 1 1 Wiraswasta 23 23 Pensiunan 2 2

Ibu Rumah Tangga 4 4

Lainnya :Freelance 2 2

Total 100 100

6. 1. 7 Pendapatan

Apabila dilihat dari segi pendapatan perbulan respondenMet Liefde Café yang memiliki pendapatan perbulan di atas Rp 5.000.000,00 memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 36 persen. Diikuti oleh responden dengan pendapatan perbulan Rp Rp 2.500.000,00–Rp 4.999.999,00 (26 persen), Rp 500.000,00–Rp 999.999,00 (19 persen), Rp 2.000.000,00–Rp 2.499.999,00 (sepuluh persen), dan di dibawah Rp 500.000,00 sebanyak dua persen. Sebagian besar responden Met Liefde Café memiliki pendapatan perbulan yang cukup tinggi.

Tabel 15 Sebaran Responden Menurut Tingkat Pendapatan

Pendapatan Per Bulan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

< Rp 500.000,00 2 2 Rp 500.000,00–Rp 999.999,00 19 19 Rp 1.000.000,00–Rp 1.999.999,00 7 8 Rp 2.000.000,00–Rp 2.499.999,00 10 10 Rp 2.500.000,00–Rp 4.999.999,00 26 26 > Rp 5.000.000,00 36 36 Total 100 100

6. 1. 8 Status Keanggotaan (Member)

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 85 persen responden Met Liefde Café yang dalam melakukan pembeliannya tidak menggunakan kartu keanggotaan

Met Liefde Café. Sedangkan terdapat 15 persen responden yang menggunakan kartu keanggotaanMet Liefde Café.

Tabel 16 Sebaran Responden Menurut Status Keanggotaan

Keanggotaan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Member 15 (P = 7, L = 8) 15

Non member 85 85

Total 100 100

Berdasarkan hasil karakteristik diatas, menunjukkan sebagian besar responden Met Liefde Café adalah golongan menengah ke atas dengan penghasilan yang tinggi serta memiliki tingkat pendidikan dan pekerjaan yang baik. Hal ini sudah sesuai dengan target pengunjung Met Liefde Café yaitu pengunjung golongan ekonomi menengah ke atas.

6. 2 Proses Pengambilan Keputusan PembelianMet Liefde Café

Karakteristik responden berdasarkan aspek konsumen yaitu karakteristik pelanggan yang dilihat dari berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku pembeliannya. Karakteristik dianalisis melalui pengenalan kebutuhan tentang Met Liefde Café, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan pasca pembelian. Dalam penelitian ini seluruh responden merupakan responden yang mengetahui, mengenal, dan mengkonsumsiMet Liefde Café.

6. 2. 1 Pengenalan Kebutuhan

Perilaku keputusan pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan. Responden perlu mengetahui dan mengenali apa kebutuhannya sebelum melakukan pembelian. Setiap responden yang melakukan pembelian sebelumnya memiliki pengetahuan. Menurut responden, pengetahuan responden sebelum melakukan kunjungan untuk pembelian diMet Liefde Café adalah karena suasana

restoran yang berbeda dari restoran-restoran lainnya di Bogor yaitu restoran dengan suasana tempo dulu. Selain itu lokasi yang nyaman dan strategis juga merupakan salah satu pengetahuan yang dipilih responden ketika melakukan kunjungan serta fasilitas yang ditawarkan seperti live music dan hot spot. Pengetahuan responden secara lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 17.

Tabel 17 Sebaran Responden Berdasarkan Pengetahuan

Pengetahuan TentangMet Liefde Café Jumlah Responden(orang) Persentase(%)

Restoran dengan suasana tempo dulu 48 48

Lokasi restoran yang nyaman dan strategis 40 40 Fasilitas restoran dilengkapi :live music,Hot Spot 12 12

Total 100 100

Pengetahuan yang diperoleh responden selanjutnya menjadi motivasi responden dalam melakukan pembelian. Responden memilih lokasi yang nyaman dan strategis sebagai alasan utama dalam melakukan pembelian di Met Liefde Café dengan jumlah persentase terbesar yaitu 45 persen, sekedar ingin mencoba sebesar 19 persen, rasa yang khas memiliki jumlah persentase sebesar 17 persen, kepentingan bisnis sebesar enam persen, sedangkan untuk harga yang terjangkau danprestige masing-masing memiliki jumlah persentase yang sama yaitu sebesar lima persen dan jumlah persentase terendah adalah motivasi kebutuhan akan makan sebesar tiga persen. Motivasi responden melakukan pembelian di Met Liefde Café dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18 Sebaran Responden Berdasarkan Motivasi Pembelian

Motivasi Dalam Melakukan Pembelian Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Lokasi yang nyaman dan strategis 45 45

Rasa yang khas 17 17

Kebutuhan akan makan 3 3

Harga yang terjangkau 5 5

Prestige 5 5

Sekedar ingin mencoba 19 19

Kepentingan bisnis 6 6

6. 2. 2 Pencarian Informasi

Setelah responden mengenali kebutuhannya, maka responden perlu melakukan tahap pencarian informasi untuk memberikan arah tindakan pembelian yang memuaskan. Pada tahap ini, sumber pribadi banyak dijadikan sebagai sumber informasi responden mengenai Met Liefde Café. Sumber pribadi tersebut adalah keluarga, teman maupun diri sendiri. Sumber utama informasi para responden adalah dari teman dengan persentase sebesar 42 persen. Untuk anggota keluarga dan diri sendiri memiliki persentase sebesar 19 persen dan tujuh persen. Sedangkan untuk sumber komersial seperti papan nama restoran memiliki jumlah persentase sebesar 15 persen. Untuk media massa ataupun iklan diperoleh dari tv, radio, dan internet juga koran atau majalah atau brosur yang dibuat pihak restoran dengan jumlah persentase masing-masing sebelas persen dan enam persen. Dapat terlihat bahwa sumber informasi yang paling efektif terdapat pada teman.

Tabel 19 Sebaran Responden Berdasarkan Sumber Informasi

Sumber InformasiMet Liefde Café Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Anggota keluarga 19 19

Diri sendiri 7 7

Teman 42 42

Papan nama restoran 15 15

Koran/Majalah/Brosur 6 6

TV/Radio/Internet 11 11

Total 100 100

Sumber informasi akan sangat mempengaruhi sekali kondisi psikologi penerima informasi untuk mencoba. Namun penerima informasi pun perlu mengetahui informasi-informasi yang lebih yang berkaitan dengan tahap pengambilan keputusan nanti ketika ingin membeli produk atau jasa tersebut. Menurut responden, informasi penting yang perlu diketahui dari Met Liefde Café adalah rasa makanan dan minuman yang ditawarkan dengan jumlah persentase

sebesar 34 persen. Di dalam industri jasa makanan, rasa merupakan unsur yang terpenting, sehingga perusahaan perlu mempertahankan kualitas rasa yang sudah ada jika kinerjanya sudah baik. Selanjutnya informasi tentang suasana menempati urutan persentase yang paling rendah, yaitu dengan jumlah persentase sebesar satu persen. Sumber informasi yang penting diketahui responden ketika ingin melakukan pembelian di Met Liefde Café dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20 Sebaran Responden Berdasarkan Informasi Yang Dibutuhkan Informasi Tambahan Yang Dibutuhkan Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Lokasi dan tempat restoran 30 30

Rasa makanan dan minuman 34 34

Harga yang ditawarkan 14 14

Keamanan dan kenyaman restoran 12 12

Kehigienisan makanan dan minuman 4 4

Pelayanan yang diberikan 5 5

Lainnya : Suasana 1 1

Total 100 100

Berdasarkan alat promosinya, ternyata responden lebih mengetahui keberadaan Met Liefde Café dari papan nama restoran (langsung) dengan jumlah persentase sebesar 38 persen. Selanjutnya responden mengetahui keberadaan Met Liefde Café dari media elektronik seperti tv, radio, dan internet dengan jumlah persentase sebesar 22 persen. Sedangkan alat promosi yang paling rendah pengaruhnya yaitu spanduk atau reklame dengan jumlah persentase sebesar sebelas persen. Berikut dapat dilihat pada Tabel 21.

Tabel 21 Sebaran Responden Berdasarkan Alat Promosi Yang Mempengaruhi Kunjungan

Alat Promosi Yang Mempengaruhi Dalam Pencarian Informasi

Jumlah Responden (orang)

Persentase (%)

Papan nama restoran 38 38

Koran/Majalah 13 13

Media Elektronik : TV/Radio/Internet 22 22

Spanduk/Reklame 11 11

Brosur/Pamflet 16 16

6. 2. 3 Evalusai alternatif

Setelah memiliki informasi yang cukup tentang hal yang berkaitan dengan produk atau jasa yang akan digunakan, responden akan melakukan evaluasi alternatif. Tahap ini responden menentukan faktor-faktor yang relevan dengan keinginan untuk membuat keputusan pembelian di Met Liefde Café. Kriteria umum yang dijadikan dasar dalam pemilihan adalah tempat dan lokasi yang strategis yang mudah dijangkau, cita rasa makanan dan minuman, variasi keragaman menu yang tersedia, cara penyajian makanan dan minuman, kebersihan dan kerapihan ruangan restoran, keamanan dan kenyamanan restoran. Kriteria-kriteria ini dapat dijadikan pertimbangan awal dalam melakukan pembelian diMet Liefde Café.

Rasa merupakan dasar pertimbangan utama responden dalam melakukan pembelian Met Liefde Café dengan persentase 38 persen. Pertimbangan lainnya tempat lokasi yang strategis dan mudah dijangkau merupakan pertimbangan responden melakukan pembelian di Met Liefde Café dengan jumlah persentase sebesar 29 persen. Sedangkan untuk variabel harga memiliki jumlah persentase terendah yaitu sebesar satu persen. Tabel 22 menampilkan informasi yang paling diperhatikan oleh responden dalam melakukan pembelian diMet Liefde Café. Tabel 22 Sebaran Responden Berdasarkan Atribut Restoran Yang Paling

Dipertimbangkan Dalam Membeli

Atribut Restoran Yang Menjadi Pertimbangan Jumlah Responden (orang)

Persentase (%)

Tempat dan lokasi yang strategis 29 29

Cita rasa makanan dan minuman 38 38

Variasi menu yang tersedia 11 11

Cara penyajian yang menarik 3 3

Kebersihan dan kerapihan ruangan restoran 6 6

Keamanan dan kenyamanan restoran 12 12

Lainnya : Harga yang ditawarkan 1 1

6. 2. 4 Keputusan Pembelian

Variabel yang dinilai dalam keputusan pembelian dapat memenuhi kebutuhan atau selera responden, merupakan pilihan terbaik dari alternatif yang ada sehingga akan dibeli oleh responden. Semua atribut yang ada dipertimbangkan dan disesuaikan dengan keinginan responden sampai pada tahap proses pembelian suatu produk atau jasa yang akan digunakan. Cara responden memutuskan pembelian di Met Liefde Café bermacam-macam, yaitu terencana (sudah direncanakan sebelumnya), mendadak (niat untuk membeli baru dirasakan ketika telah berada di dekat lokasi), dan tergantung situasi. Tabel 23 menyajikan sebaran responden berdasarkan cara memutuskan pembelian di Met Liefde Café. Terlihat bahwa kelompok responden paling banyak melakukan pembelian dengan perencanaan terlebih dahulu yaitu sebanyak 41 persen, kemudian responden yang melakukan pembelian tergantung situasi sebanyak 39 persen. Sedangkan responden yang melakukan pembelian tidak terencana berjumlah 20 persen.

Keadaan ini menunjukkan bahwa pembelian yang sudah direncanakan sebelumnya, responden akan lebih bersedia meluangkan waktu dan energi mereka dalam melakukan pembelian di Met Liefde Café sehingga pembelian pun dapat lebih efektif. Di sisi lain responden menganggap ini sudah menjadi salah satu gaya hidup sehingga responden selalu membutuhkannya kapan pun sesuai keinginan dan kondisi mereka.

Tabel 23 Sebaran Responden Memutuskan Pembelian Berdasarkan Situasi Cara Memutuskan Pembelian Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Terencana 41 41

Mendadak 20 20

Tergantung situasi pada saat itu 39 39

Responden sangat dipengaruhi adanya pihak-pihak yang menemani dalam kunjungannya. Teman merupakan pihak yang sangat berpengaruh besar dalam menemani melakukan pembelian dengan persentase sebesar 52 persen. Untuk pergi bersama keluarga sebesar 40 persen. Responden yang memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ditemani oleh pihak manapun dan responden lainnya (ditemani oleh pacar) memperoleh persentase yang sama yaitu empat persen.

Tabel 24 Sebaran Responden Berdasarkan Pihak Menemani Kunjungan Pihak Yang Menemani Saat Pembelian Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Sendiri saja 4 4

Keluarga 40 40

Teman/Kenalan 52 52

Lainnya : Pacar 4 4

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 25, bahwa sebagian besar kelompok responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café berdasarkan pengaruh teman yaitu sebanyak 49 persen. Sementara yang terpengaruh oleh keluarga dan inisiatif sendiri masing-masing sebesar 28 persen dan 17 persen. Untuk lainnya sebesar enam persen yang mencakup pengaruh pacar dan iklan. Ini menunjukkan bahwa pengaruh teman merupakan pemasar yang cukup efektif melalui word of mouth karena dapat memberikan pesan yang positif. Hal ini akan membuat penerima informasi lainnya terpengaruh untuk melakukan pembelian diMet Liefde Café. Tabel 25 Sebaran Responden Berdasarkan Pihak Yang Mempengaruhi

Kunjungan

Pihak Yang Mempengaruhi Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Inisiatif sendiri 17 17

Keluarga 28 28

Teman 49 49

Lainnya : Pacar dan iklan 6 6

Dalam melakukan pembelian, keputusan pembelian dilakukan pada saat hari libur, hari kerja, dan kombinasi dari keduanya. Responden yang melakukan pembelian sering dilakukan pada hari libur dan hari kerja (kombinasi keduanya) dengan jumlah persentase sebesar 48 persen. Untuk pembelian pada saat hari libur sebesar 35 persen dan hari kerja sebesar 17 persen. Responden yang melakukan pembelian berulang dapat melakukan pembeliannya kembali baik hari libur maupun hari kerja sesuai kondisi mereka.

Tabel 26 Sebaran Responden Berdasarkan Waktu Kunjungan Keputusan Pembelian Berdasarkan Waktu

Kunjungan Jumlah Responden (orang) Persentase (%) Hari libur 35 35 Hari kerja 17 17

Kombinasi dari keduanya 48 48

Total 100 100

Responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café cenderung melakukan pembeliannya pada saat malam hari yaitu dengan jumlah persentase sebesar 57 persen. Responden yang memilih pada sore hari sebesar 27 persen. Sedangkan yang memilih pada saat siang hari hanya 16 persen. Responden lebih tertarik dengan suasana malam hari karena ingin menikmati fasilitas yang diberikan yaitu live music, juga merasakan suasana malam yang tenang sehingga responden merasa relaks dengan suasana yang nyaman karena kunjungan yang antara siang hari dan malam hari sangat terasa perbedaan atmosfernya.

Tabel 27 Sebaran Responden Berdasarkan Kebiasaan Waktu Kunjungan Waktu Kunjungan Berdasarkan Kebiasan Jumlah Responden

(orang) Persentase (%) Siang hari 16 16 Sore hari 27 27 Malam hari 57 57 Total 100 100

Berdasarkan Tabel 28, responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café sebanyak satu kali memiliki persentase terbesar yaitu sebesar 27 persen. Kelompok responden yang sudah melakukan pembelian sebanyak dua kali dan tiga kali masing-masing sebesar 23 persen dan 22 persen. Untuk responden yang sudah melakukan sebanyak empat kali memiliki persentase terendah yaitu sebesar delapan persen. Sedangkan responden yang sudah melakukan pembelian lebih dari lima kali memiliki persentase yang cukup banyak yaitu sekbesar 20 persen. Selanjutnya untuk meningkatkan loyalitas konsumen agar terus melakukan pembelian secara berulang, pihak manajemen perlu meningkatkan berbagai macam aspek seperti meningkatkan fasilitas ataupun promosi secara meluas. Tabel 28 Sebaran Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan

Jumlah Pembelian Yang Telah Dilakukan Selama Kunjungan Jumlah Responden (orang) Persentase (%) 1 kali 27 27 2 kali 23 23 3 kali 22 22 4 kali 8 8 > 5 kali 20 20 Total 100 100 6. 2. 5 Pasca Pembelian

Setelah pembelian terjadi, selanjutnya responden akan mengevaluasi hasil pembelian yang dilakukannya. Hasil evaluasi pasca pembelian dapat berupa kepuasan atau ketidakpuasan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ternyata responden yang menyatakan puas sebesar 93 persen. Sedangkan responden yang menyatakan tidak puas sebesar tujuh persen. Responden yang merasa puas diharapkan akan melakukan pembelian berulang dan menjadi informan bagi responden lainnya (calon responden).

Tabel 29 Sebaran Responden Berdasarkan Evaluasi Pasca Pembelian Evaluasi Pasca Pembelian Jumlah Responden (orang) Persentase (%)

Puas 93 93

Tidak Puas 7 7

Total 100 100

Responden memilih citarasa makanan dan minuman yang sangat mempengaruhi kepuasan mereka dalam melakukan pembelian, dengan persentase sebesar 38 persen. Kemudian faktor kenyamanan suasana restoran sebesar 23 persen. Fasilitas seperti live music dan hot spot berada pada urutan terakhir dengan jumlah persentase sebesar enam persen.

Tabel 30 Sebaran Responden Berdasarkan Faktor Kepuasan Pembelian Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Dalam

Melakukan Pembelian

Jumlah Responden (orang)

Persentase (%) Menu makanan dan minuman yang beragam 14 14

Citarasa makanan dan minuman 38 38

Pelayanan yang memuaskan 12 12

Kenyamanan suasana kafe 23 23

Fasilitas yang ditawarkan (live music, hot spot) 6 6

Total 93 93

Sebagian besar responden yang tidak puas dikarenakan kecepatan penyajian makanan dan minuman kurang memenuhi dari harapan pengunjung yaitu dengan persentase sebesar empat persen. Bagi responden yang tidak puas karena faktor harga sebesar dua persen. Ketidakpuasan dalam melakukan pembelian diMet Liefde Café secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 31.

Tabel 31 Sebaran Responden Berdasarkan Faktor Ketidakpuasan Pembelian

Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpuasan Dalam Melakukan Pembelian

Jumlah Responden (orang)

Persentase (%)

Rasa makanan dan minuman 1 1

Harga yang ditawarkan 2 2

Kecepatan penyajian 4 4

Pelayanan yang kurang memuaskan 0 0

Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Sebanyak 48 persen responden akan tetap melakukan pembelian jika harga makanan dan minuman yang ditawarkan mengalami peningkatan. Hanya satu persen saja responden yang tidak menginginkan tidak jadi membeli. Pengaruh kenaikan hargaMet Liefde Café secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 32. Tabel 32 Sebaran Responden Berdasarkan Pengaruh Kenaikan Harga

Respon Responden Terhadap Kenaikan Harga Jumlah Responden (orang)

Persentase (%)

Tetap akan membeli 48 48

Mencari ke tempat lain 12 12

Mengurangi frekuensi pembelian selanjutnya 39 39

Tidak jadi membeli 1 1

Total 100 100

Pasca pembelian diharapkan dapat menarik minat pengunjung untuk datang kembali. Dari hasil penelitian terdapat 93 persen responden yang ingin melakukan pembelian kembali sesudah kunjungan yang dilakukannya. Sedangkan tujuh persen responden yang tidak ingin melakukan pembelian. Met Liefde Café perlu lebih meningkatkan kualitasnya kembali, sehingga ketika responden yang sama datang kembali untuk melakukan pembelian yang berulang, responden tersebut tidak merasa kecewa karena ada beberapa variabel mengalami perubahan. Dalam hal ini kepercayaan pengunjung perlu dijaga untuk meningkatkan kepuasan, selanjutnya pengunjung akan loyal dari kepuasan yang diberikan. Tabel 33 Sebaran Responden Berdasarkan Kunjungan Pasca Pembelian

Keinginan Untuk Melakukan Kunjugan Pasca Pembelian Jumlah Responden (orang) Persentase (%) YA 93 93 TIDAK 7 7 Total 100 100