A. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berarti studi yang mencakup penggunaaan dan pengumpulan berbagai data empirik yang bisa dilakukan melalui interview, observasi dan interaksi, dalam hal ini, (Denzin &
Lincoln, 2009:2), menegaskan bahwa pendekatan deskriptif kualitatif selalu mendasarkan hal-hal yang bersifat fenomena untuk dianalisis, dideskripsikan dan akhirnya disimpulkan berdasarkan temuan dan analisis yang telah dilakukan.
C. Unit Analisis dan Penentuan Informan
Secara garis besar peneliti mengemukakan beberapa latar belakang dan alasan penting telaah analisis konteks wacana dalam novel Lontara Rindu karya S. Gegge Mappangewa. Alasan-alasan tersebut meliputi beberapa pertimbangan, dari sisi sumber data, karya sastra ini tergolong karya sastra yang merupakan novel peraih penghargaan terbaik pertama
“Lomba Novel Republika 2011 ”, sehingga banyak memperoleh pujian dan komentar positif, sebagaimana yang dikatakan Asma Nadia ( penulis 46 buku best seller ) bahwa ada kejernihan yang mengharukan, bergantian dengan kelucuan yang menggelitik saat membaca Lontara Rindu.
Penulis novel Lontara Rindu berhasil menjalin kisah yang menarik dengan warna lokal yang kuat, dan teknik penceritaan yang nyaris tanpa cela. Novel Lontara Rindu karya S. Gege Mappangewa bertutur tentang hubungan manusia di dalam keluarga dan lingkungannya yang kompleks, terutama karena ada latar belakang adat-istiadat dan agama yang berbeda dalam novel ini. Hal ini menjadi pertimbangan penulis untuk melakukan penelitian dengan menganalisis konteks wacana yang terdapat dalam novel tersebut. Informan yang akan peneliti pilih adalah Informan yang memiliki pengetahuan cukup tentang budaya dan adat-istiadat masyarakat Amparita Sidrap khusunya Tolotang yang merupakan latar tempat dalam novel Lontara Rindu Karya S.Gege Mappangewa.
D. Data dan Sumber Data 1. Data
Data yang diperoleh berupa data primer, yakni data yang diperoleh secara langsung dari novel Lontara Rindu karya S. Gege Mappangewa.
Adapun data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah unsur eksternal wacana yang meliputi praanggapan, implikatur, dan inferensi, sedangkan konteks nonverbal wacana meliputi Setting’Latar’ dan Scene’Suasana’, Participants’ Partisipasi’, Ends’ Hasil’, Act Sequences’pesan’, Keys’Cara’,Instrumentalities’Sarana’, Norm’Norma’, Genre’Jenis dan pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Lontara Rindu karya S. Gege Mappangewa.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Lontara Rindu karya S. Gege Mappangewa yang diterbitkan oleh Harian Republika tahun 2012 dengan ketebalan buku 342 halaman.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dikumpulkan dengan teknik kaji dokumen yang memuat jenis dan unsur konteks wacana.
Data dipilih sesuai keperluan sehingga data yang diperlukan untuk ditelaah cukup konfrehensif, berdasarkan fokus penelitian yaitu, unsur eksternal wacana yang meliputi praanggapan, implikatur, dan inferensi, sedangkan konteks nonverbal wacana meliputi Setting’Latar’ dan Scene’Suasana’, Participants’ Partisipasi’, Ends’ Hasil’, Act Sequences’Pesan’, Keys’Cara’,Instrumentalities’Sarana’, Norm’Norma’, Genre’Jenis.
Dalam pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, seperti membaca, mencatat, dan mengistimasi. Langkah pertama dilakukan dengan membaca secara saksama dan berulang terhadap novel tersebut. Setelah melakukan kegiatan awal, disusul dengan kegiatan pencacatan terhadap semua data ke dalam kartu data (korpus) untuk menghindari hadirnya data yang tidak terkendali, maka peneliti mengadakan eliminasi terhadap data yang tidak sesuai dengan pokok persoalan yang dikaji. Eliminasi data dilakukan dengan mengeliminasi sejumlah data berdasarkan keyakinan peneliti sebagai instrument kunci dalam penelitian ini.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dilakukan dengan cara pembacaan intensif, ditelaah, secara semiotik, heuristik (dianalisis dari konvensi linguistik) hermeneutik dan retroaktif (konvensi sastra) disempurnakan dengan fragmentasi, penyajian, diskusi, elaborasi, dan pengintepretasian yang selanjutnya dideskripsikan dan disimpulkan, jadi tidak melalui uji hepotesis.
1. Pembacaan Heruistik dan Diteruskan Retroaktif
Teknik analisis ini digunakan sejak awal penelitian, yaitu dengan cara membaca secara seksama dan telaah secara teks dan konteks. Teknik ini sebenarnya diilhami oleh model strategi telaah hermeneutik; strategi ini ditempuh agar penulis memperoleh gambaran yang jelas isi dan maksud secara kontekstual akan lebih berarti jika diteruskan membaca retroaktif;
membaca secara berulang sehingga semakin valid dan jelas pemaknaannya terutama ketika membaca teks yang berkonvensi kesasteraan. Pembacaan yang demikian akan memperoleh pemaknaan teks yang lebih mendekati kontekstual maksud sebuah teks yang sebenarnya (Refatterre (1978: 5-6).
2. Fragmentasi (Fragmentating)
Setelah melakukan pemetaan isi dari sumber data, peneliti melakukan fragmentasi; pemilihan bagian sumber data yang terkait dengan fokus masalah yang terdapat dalam rumusan masalah atau fokus masalah 1, 2, dan 3 yang telah diformulasikan dalam bab satu. Selanjutnya, setelah melakukah pembacaan dengan cara pemenggalan sumber data secara
akurat yang berupa frase ataupun kalimat yang dipastikan terkait dengan fokus masalah dan sumber data yang telah ditetapkan, dan sekaligus sebagai elemen signifikan yang menjadi sentral analisis dan temuan, yang terdapat dalam novel Lontara Rindu karya S. Gege mappangewa, yang selanjutnya disebut dengan fragmentasi (Soekemi, 1988)
3. Penyajian
Hasil pemetaan yang sudah akurat dari fragmentasi perlu disajikan dalam bentuk paparan, tabel dan bagan agar mudah dicerna dan sistemetik dalam penampilan pembahasan dan diskusi. Model penyajian ini berfungsi sebagai pendukung fakta dan eviden dari sumber data yang telah dikaitkan dengan fokus masalah.
4. Diskusi dan Elaborasi
Tahapan analisis ini merupakan kegiatan utama dan paling penting seriring paradigma dan pendekatan kualitatif memang intinya mencari makna di balik data yang tersurat, dan yang tersirat; yaitu dengan cara mendiskusikan dan mengelaborasi setiap elemen sumber data dengan landasan teori yang digunakan dan menggunakan logika dan intuitif yang dituangkan melalui expresi kata-kata. Frase dan kalimat, baik berupa penjelasan, sanggahan penegasan, evaluasi, generalisasi ataupun penyimpulan.
G. Pengecekan Keabsahan Temuan
Pengecekan keabsahan temuan terhadap data yang dikumpulkan menggunakan triangulasi.
1. Reduksi Data
Kegiatan reduksi data meliputi; seleksi, simplikasi, abstraksi dan pemindahan yang masih mentah dari catatan yang dilakuakan di lapangan.
Selanjutnya, data diverifikasi menurut kelompok data sesuai dengan fokus yang diteliti yaitu, memilih novel Lontara Rindu karya S. Gege Mappangewa ke dalam slot-slot framen yang terkait dengan fokus masalah data yang ada.
Kegiatan ini meliputi presentasi data yang sudah diperoleh berdasarkan masing-masing kelompok fokus, disajikan dan dianalisis, dan selanjutnya disimpulkan sesuai dengan fokus yang sudah ditetapkan, dalam bentuk tabel, matrik, ataupun dalam bentuk penjelasan lainnya.
2. Verifikasi
Verifikasi dilakukan dalam rangka melakukan pemikiran induktif untuk mendapatkan simpulan terakhir, yaitu dengan cara“cross chesk” data satu dengan data yang lainya. Cara yang lazim dipakai yaitu dengan sistem
“Trianggulasi”, yang meliputi tiga tahapan, pertama dengan cara membanding antara data satu dengan data yang lain, data yang sudah didapatkan dari sumber data Novel Lontara Rindu yang sudah terjaring berdasarkan fokus masalah diadakan pengecekan secara cermat dengan cara memilih dan membangdingkan antara data satu terhadap data lain,
sehingga data yang terpilih merupakan data yang akurat isinya dengan fokus masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Tahapan penelitian ini diterapkan pada semua rumusan masalah 1, 2, dan 3. (trianggulasi data). Selanjutnya tahapan kedua, peneliti melakukan trianggulasi personal dengan melibatkan pakar dan promotor/ pembimbing.
1. Konsultasi ke Pembimbing
Konsultasi ini dilakukan beberapa kali untuk menguji keabsahan data dan memeriksa dan mencocokkan pemahaman peneliti dan validator tentang objek penelitian yang sedang dilakukan. Selain itu, agar lebih terarah peneliti berkonsultasi kepada Pembimbing I, Prof. Dr. H. M. Ide Said. D. M.,M. Pd., dan Pembimbing II, Prof. Dr. Anshari, M. Hum.
Keabsahan data diperiksa dengan cara membaca dan menelaah secara teliti dan intensif terhadap sumber data penelitian ini, untuk memperoleh kebenaran secara akurat, sehingga diperoleh pemaknaan yang memadai dalam mendukung penelitian ini.
2. Diskusi dengan Teman Sejawat
Diskusi ini dilakukan untuk memperoleh informasi atau bertukar pikiran tentang hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini. Sebagai langkah awal dalam memberikan suatu kepercayaan dan kesempatan untuk memulai menjajaki hipotesis yang muncul dari pemikiran peneliti dalam memulai penelitian ini.