BAB II LANDASAN TEORI
C. Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
3. Metode Penerapan Pendidikan Karakter
dini dapat dilakukan menggunakan beberapa metode yaitu sebagai berikut:
a. Metode Keteladanan
Penanaman karakter keteladanan merupakan metode dengan menempatkan diri sebagai idola dan panutan bagi anak.
Keteladanan juda dapat ditunjukkan dalam perilaku dan sikap pendidik dalam memberikan contoh tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya.29
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa metode keteladanan merupakan metode dengan memberikan cntoh perilaku baik untuk peserta didik. Terutama anak usia dini yang membutuhkan contoh (role model)dalam melakukan perbuatan yang baik. Ditambah dengan anak usia dini yang suka meniru, maka metode keteladanan sangat dibutuhkan dalam keberhasilan penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini.
28Mulianah Khaironi, “Pendidikan Karakter Anak Usia Dini,‖ Jurnal Golden Age 01 No 2 Desember 2017, 85.
29Heri Gunawan, Pendidikan Karakter “Konsep dan Implementasi,” 21.
b. Metode Pembiasaan
Pembiasaan adalah sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan.
Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, pembiasaan peserta didik akan lebih efektif jika ditunjang dengan keteladanan dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Oleh karenanya metode ini dalam pelaksanaannya tidak akan terlepas dari keteladanan atau metode teladan. Dimana ada pembiasaan disana ada keteladanan. Kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus ini yang dalam teori pendidikan akan membentuk karakter yang baik bagi anak.30
Berdasarkan beberapa metode yang dapat dilakukan dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter di atas dapat dipahami bahwa metode yang baik bagi anak usia dini bukan hanya satu saja. Misalnya metode keteladanan yang sangat penting, terutama bagi anak usia dini. Karena anak usia dini adalah usia dengan ciri khas suka meniru perilaku orang lain dari apa yang dilihatnya. Bukan hanya keteladanan, metode pembiasaan juga penting. Sebab penerapan perilaku baik tanpa dibiasakan dan dilakukan terus menerus maka kurang efektif.
30Heri Gunawan, 93.
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Karakter Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter:
a. Faktor Kebiasaan (habit)
Adat atau kebiasaan yaitu setiap tindakan yang dilakukan secara terus menerus dan berulang sehingga menjadi kebiasaan sehingga mudah untuk dikerjakan.31
Berdasarkan penjelasan di atas, kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan secara berulang dan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan dalam bentuk tingkah laku. Dalam hal ini faktor pembiasaan yang dilakukan ketika menerapkan pendidikan karakter kepada anak usia dini sangat penting karena jika dilakukan pembiasaan yang terus menerus dan berulang makaakan lebih optimal karakter anak tumbuh dengan baik.
b. Faktor Keturunan
Berhasil tidaknya pendidikan karakter yang diterapkan keturunan baik secara langsung maupun tidak langsung sangat mempengaruhi pembentukan karakter atau sikap seseorang, keturunan adalah ―berpindahnya sifat-sifat tertentu dari pokok orangtua kepada anak‖.32
31Heri Gunawan, 20.
32Zubaidi, Desain Pendidikan Karakter, 181.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa keturunan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter yang diberikan kepada anak usia dini yaitu berdasarkan dari karakter orangtuanya.
c. Pendidikan
Pendidikan mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan karakter, pendidikan ikut mematangkan kepribadian sehingga tingkahlakunya sesuai dengan pendidikan yang diterima oleh seseorang baik pendidikan formal, informal, maupun nonformal.33
Berdasarkan penjelasan di atas, pendidikan dapat mempengaruhi sikap dan tingkahlaku yang dilakukan oleh seorang guru dalam membentuk karakter anak. Baik buruknya karakter anak tergantung dengan pendidikan yang diberikan.
d. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter yang diberikan kepada anak. Dalam hal ini termasuk tumbuh-tumbuhan, keadaan tanah, udara, dan pergaulan yang saling mempengaruhi sifat dn tingkah laku seseorang.34
Berdasarkan pemaparan di atas di atas, lingkungan adalah segala sesuatu yang berkaitan disekeliling kita atau disekitar
33Heri Gunawan, Pendidikan Karakter “Konsep dan Implementasi,” 21.
34Heri Gunawan, 19–22.
berdasarkan pergaulan atau interaksi dengan seseorang yang dapat mempengaruhi sikaf dan tingkah laku seseorang anak.
Apalagi anak usia dini adalah usia yang suka meniru berdasarkan apa yang didengar, dilihat, dan dilakukan oleh orang sekitarnya.
28 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian yang akan digunakan oleh peneliti termasuk jenis penelitian kualitatif lapangan (field research) yaitu penelitian dengan melakukan pengamatan tentang fenomena dalam suatu keadaan secara alamiah.35 Berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti dapat mengetahui secara langsung permasalahan yang ada.
2. Sifat Penelitian
Sifat penelitian ini adalah deskriptif. ―penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai apa adanya.‖36 Dengan tujuan ―mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada.‖37
Dengan diadakannya penelitan maka peneliti dapat mengetahui secara langsung sumber permasalahan yang ada, dengan demikian peneliti dapat mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro dengan cara menjelaskan melalui kata-kata secara jelas dan terperinci melalui bahasa yang tidak berwujud nomor/angka.
35Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2015), 9.
36Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), 157.
37Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), 75.
B. Sumber Data
Sumber data adalah sumber yang diinginkan seseorang peneliti mendapatkan sejumlah informasi atau data-data yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian.38 Data merupakan beberapa kumpulan bahan keterangan dari hasil pencatatan peneliti baik berupa angka ataupun fakta tetang suatu keadaan yang semua itu dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi. Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data tersebut terpenuhi. Adapun sumber data yang peneliti gunakan dalam menyusun karya ilmiah ini digolongkan menjadi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder.
1. Sumber Data Primer
Data primer merupakan data yang berkaitan langsung dengan masalah penelitian dan didapatkan secara langsung dari informan atau responden untuk menjadi bahan analisis.39 Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer nya adalah kepala TK, pendidik, maupun orang tua dari peserta didik diTK IT Wahdatul Ummah Metro.
2. Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder ini adalah sumber data pendukung. ―Sumber data sekunder disebut juga sebagai sumber dari bahan bacaan.‖40 Oleh sebab itu sumber data sekunder ini sangat diperlukan. ―Sumber data sekunder sering disebut dengan data penunjang. Sumber data sekunder
38Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 110.
39Musfiqon, Panduan Lengkap Metodelogi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2012), 131.
40Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), 143.
merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat dokumen‖.41 Jadi, sumber data sekunder ini yang didapatkan melalui dokumen meliputi profil, kurikulum, SOP, jadwal harian, maupun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) sekolah TK IT Wahdatul Ummah Metro.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan beberapa cara disini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi antara lain :
1. Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara dengan narasumber yang memberikan suatu pertanyaan bertujuan untuk memperoleh informasi dari wawancara. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis.42
Dalam hal ini jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara terstruktur yakni menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan yang digunakan dalam pengumpulan data dari beberapa narasumber.43
Proses wawancara ini dilakukan oleh peneliti mulai dari tanggal 2-4 September 2020 dengan mewancarai kepala TK, pendidik, maupun orang tua peserta didik di TK IT Wahdatul Ummah Metro. Semua itu
41Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2009), 173.
42Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, 137–38.
43Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2013), 225.
dilakukan untuk mendapatkan data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro Pusat.
2. Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian.44 Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap peristiwa yang terjadi dilingkungan tersebut.
Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis observasi nonpartisipan (nonparticipant observation) yakni peneliti tidak terlibat dengan aktivitas objek yang diteliti melainkan hanya sebagai pengamat saja.45 Peneliti melakukan observasi pada tanggal 2-3 September 2020 di TK IT Wahdatul Ummah Metro untuk melihat aktivitas yang menjadi fokus penelitian seperti kegiatan-kegiatan pembelajaran mengenai pendidikan karakter yang diterapkan dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini.
3. Dokumentasi
Dokumen dari asal kata nya dokumen yang berati barang-barang tertulis. ―Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yang berupa buku-buku, majalah, transkip, surat kabar, prasasti,
44Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), 220.
45Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, 236.
notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.‖46 Studi dokumentasi dimaksudkan dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti, dokumen-dokumen, catatan, buku-buku. Semuanya yang berkaitan dengan penelitian yang peneliti teliti untuk mendapatkan data tentang profil sekolah, kurikulum, SOP, jadwal harian, maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) di TK IT Wahdatul Ummah Metro.
D. Teknik Penjamin Keabsahan data
Teknik penjamin keabsahan data merupakan suatu cara yang dilakukan peneliti untuk mengukur derajat kepercayaan (credibility) dalam proses pengumpulan data penelitian. Teknik yang Penulis gunakan dalam mengecek keabsahan data yaitu triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.47
Berdasarkan penjelasan di atas, teknik triangulasi yang digunakan peneliti adalah:
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber adalah menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti menggunakan beberapa sumber penelitian yakni kepala sekolah, pendidik, ataupun orang tua peserta didik untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam
46Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 158.
47Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, 241.
pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik adalah untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner.48
Dalam penelitian ini, peneliti menguji keabsahan data dengan cara mengecek kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman TK IT Wahdatul Ummah Metro.
E. Teknik Analisis Data
Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis supaya dapat terorganisir dengan baik. ―Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam satu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.‖49
Berdasarkan penjelasan di atas maka teknis dalam analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Dalam hal ini perlu
48Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 127.
49Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2015), 158.
dilakukan analisis data melalui reduksi data. ―Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.‖
Berdasarkan uraian di atas peneliti merduksi data untuk memastikan bahwa data yang diolah merupakan data yang tercangkup dalam cakupan penelitian untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.
2. Data Display (Penyajian Data)
Tahap selanjutnya setelah data direduksi adalah menyajikan data.
Dalam penelitian kualitatif ―penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat (teks naratif), bagan, hubungan antar kategori.‖
Dengan mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Dengan demikian dalam penelitian ini peneliti menyajikan data dengan menggunakan teks yang bersifat naratif sehingga mudah dipahami dalam mengetahui hasil implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.
3. Verification (Verifikasi)
Langkah ketiga dari penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi yaitu menyimpulkan data yang diperoleh berdasarkan data yang telah direduksi dan dirangkum kemudian
disajikan dalam bentuk uraian yang kemudian dilakukan proses pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang jelas dan valid sehingga diperoleh kesimpulan yang kredibel.50
Berdasarkan uraian di atas peneliti melakukan pengambilan kesimpulan atau verifikasi data yang diperoleh berdasarkan data yang telah direduksi dan dirangkum kemudian disajikan dalam bentuk uraian untuk memperoleh kesimpulan hasil implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.
50Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 246–49.
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
a. Sejarah Singkat TK IT Wahdatul Ummah Metro
TK IT Wahdatul Ummah Metro didirikan pada tahun 2015 dan disahkan berdasarkan persetujuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2017 dengan Nomor 06/D-15/IP/XI/2017.
TK IT Wahdatul Ummah Metro merupakan lembaga pendidikan dengan status satuan pendidikan anak usia dini yaitu swasta dibawah naungan yayasan Wahdatul Ummah yang berlokasi di Jl. AM. Bangsawan No. 07 Imopuro Metro Pusat Kota Metro dan berdiri di atas tanah dengan luas 2750 m2 dan luas bangunan 212 m2.
TK IT Wahdatul Ummah Metro memliki Status Akreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi PAUDTK/1872/0039/10/2018 pada 03 Oktober 2018. Dengan mengimplementasikan konsep pendidikan islam berdasarkan Al-Quran dan As-sunah maka dengan berjalannya waktu TK IT Wahdatul Ummah Metro tumbuh dan berkembang dengan kualitas yang semakin baik dan dicintai masyarakat. Hal ini tampak dengan bertambahnya peserta didik yang bertambah dengan jumlah penerimaan peserta didik
masing-masing kelas berjumlah 8 kelas dari 4 kelas pada kelompok A (Usia 4-5 Tahun) dan kelompok B (5-6 Tahun).
b. Visi TK IT Wahdatul Ummah Metro
Adapun visi TK IT Wahdatul Ummah Metro yakni Menjadi Taman Kanak-kanak dalam mempersiapkan generasi qur’ani yang mandiri, sehat, cerdas, ceria dan cinta tanah air sejak dini.
c. Misi TK IT Wahdatul Ummah Metro
Adapun misi TK IT Wahdatul Ummah Metro, yaitu:
1) Meletakkan dasar-dasar keimanan kepada Allah SWT.
2) Membiasakan dan melatih anak untuk beribadah dengan benar.
3) Membiasakan menghafal Al-Qur’an Juz 30, hadis-hadis pendek dan doa sehari-hari.
4) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kreatif, inovatif, dan interaktif.
5) Mewujudkan suasana kasih sayang sesama warga sekolah.
6) Menyediakan alat/sarana permainan edukatif yang aman dan menyenangkan.
7) Mengenalkan dasar-dasar konsep keaksaraan.
8) Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kebangsaan (keberanian, kepahlawanan, dan cinta tanah air) dalam kegiatan pembelajaran.
d. Tujuan Pendidikan TK IT Wahdatul Ummah Metro Adapun tujuan pendidikan TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu membina peserta didik untuk menjadi insan bertakwa (muttaqin) yang cerdas, berakhlak mulia dan memiliki keterampilan yang memberi manfaat/maslahat bagi umat manusia, dengan rincian karakter sebagai berikut:
1) Mampu melaksanakan dasar keimananan dan ketaqwaan kepada Allah SWT (salimul aqidah).
2) Mampu melaksanaan ibadah yang benar sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW (shahihul ibadah).
3) Membangun akhlak yang mulia (matinul khuluq).
4) Membangun kekuatan jasmani (qowiyul jism).
5) Mengembangkan potensi berfikir anak (mutsaqoful fikri).
6) Mampu mewujudkan kehidupan masa anak-anak yang bahagia dalam mencapai pengembangan potensi yang dimiliki (mujahidul linafsihi).
7) Membangun pribadi yang menghargai waktu (haritsun alal waqtihi).
8) Membangun kedisiplinan pribadi (munazhzhanum fi syu`unihi) 9) Mampu bersikap mandiri (qodirun alal kasbi).
10) Membangun pribadi yang bermanfaat bagi orang lain (nafi`un lighairihi).51
e. Data Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro
TK IT Wahdatul Ummah Metro sebagai lembaga pendidikan formal mengutamakan pelayanan pendidikan bagi seluruh peserta didik. Adapun data pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
51Hasil Dokumentasi TK IT Wahdatul Ummah Metro.
Tabel 2
Data Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro
No Nama Jabatan TTL Pend Tahun Mulai
Oktober 1982 S1 01/07/2008
6 Susanti, S.Pd.I
GURU KELAS/WAKIL
KEPALA TK
Banarrejo, 03
Februari 1982 S1 01/07/2013
7 Rita Aryani,
Januari 1989 S1 01/07/2014
10 Evi Noviana
Pandiwi, S.Pd GURU KELAS
Purwodadi, 02
1972
Oktober 1992 S1 02/07/2018
16 Khoirul Sumber: Data TK IT Wahdatul Ummah Metro
Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa jumlah keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan ada 18 orang yang rata-rata lulusan Strata 1 (S1). Dari masing-masing kelas ada 2 guru yaitu guru kelas dan guru pendamping.
f. Data Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro
Adapun data peserta didik TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu pada kelompok A (Usia 4-5 Tahun) berjumlah 96 Peserta didik dari semua kelas yaitu A1-A4. Sedangkan pada kelompok B (Usia 5-6 Tahun) berjumlah 101 peserta didik dari semua kelas B1-B4. Jadi secara keseluruhan jumlah peserta didik mulai dari kelas A1-A4 dan B1-B4 di TK IT Wahdatul Ummah Metro berjumlah 197 peserta didik.
g. Struktur Organisasi TK IT Wahdatul Ummah Metro
Agar semua anggota mengetahui kedudukan dan tanggung jawab masing-masing maka struktur organisasi dalam lembaga
pendidikan formal sangat dibutuhkan. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini:
Gambar 1
Struktur Organisasi TK IT Wahdatul Ummah Metro Pusat
Berdasarkan gambar struktur organisasi di atas dapat dipahami bahwa setiap anggota memiliki tugas dan kewajiban masing-masing yang telah disusun secara sistematis dan setiap kelas mulai dari kelas A1-A4 dan B1-B4 memiliki 2 orang guru.
h. Sarana dan Prasarana TK IT Wahdatul Ummah Metro
Proses pembelajaran akan berjalan dengan optimal apabila dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di TK IT Wahdatul Ummah
Tabel 3
Sarana dan Prasarana TK IT Wahdatul Ummah Metro No Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Kelas 8
2 Kantor 1
3 Dapur 1
4 Tempat Cuci Tangan 8
5 Tempat Wudhu 11
6 Kamar Mandi /WC 4
7 Tiang Bendera 1
8 Meja/Kursi Murid 150 buah/ 200 buah 9 Meja/Kursi Guru 13 buah / 13 buah 10 Lemari Besar / Kecil 3 buah/ 9 buah
Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa sarana dan prasarana di TK IT Wahdatul Ummah Metro sudah memenuhi standar yang baik dan dilengkapi juga dengan sarana bermain di dalam kelas maupun diluar kelas. Alat bermain di dalam kelas seperti balok, alat masak-masakan, bongkar pasang, dan lain sebagainya. Sedangkan alat permainan di luar kelas seperti ayunan, jungkat-jungkit, tangga pelangi, terowongan, panjat tali, jembatan goyang, mangkuk putar, dan perosotan.52
i. Letak Geografis TK IT Wahdatul Ummah Metro
TK IT Wahdatul Ummah Metro berdiri di atas tanah dengan luas 2750 m2 dan luas bangunan 212 m2. Untuk lebih detailnya dijelaskan dalam gambar di bawah ini:
52Hasil Observasi TK IT Wahdatul Ummah Metro, Pada Tanggal 3 September 2020.
Gambar 2
Sketsa TK IT Wahdatul Ummah Metro
Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa bangunan TK IT Wahdatul Ummah Metro memiliki 2 lantai dengan 8 ruangan kelas mulai dari A1-A4 dan B1-B4 dan sudah dilengkapi dengan prasarana yang lengkap mulai dari perpustakaan dan aula serta tempat cuci tangan dan tempat wudhu yang memadai.
2. Deskripsi Hasil Penelitian
a. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro 1) Kurikulum TK IT Wahdatul Ummah Metro
Kurikulum yang digunakan TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan
Toilet Kelas AI
TPA Toilet
Jl. Am. Bangsawan No. 7, Imopuro, Metro Pusat
Pagar Depan Gerbang Depan Pagar Depan
Kelas A2
mengimplementasikan konsep pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunah serta dilandasi oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) berdasarkan dengan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesiadan kurikulum pendidikan nasional berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) No. 46 Tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan/atau Pembelajaran Layanan Khusus Pada Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) 137 Tahun 2014) tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan pemahaman bahwa kurikulum yang diterapkan di Taman Kanak-kanak formal harus senantiasa terbaharui, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maka TK IT Wahdatul Ummah Metro membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan mengadaptasi dari panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan kurikulum sebelumnya yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, kemampuan sekolah serta kebutuhan masyarakat pengguna jasaTK IT Wahdatul Ummah Metro.
Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan di TK IT Wahdatul Ummah Metro melalui 6
(enam) lingkup perkembangan sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
Berikut ini 6 (Enam) lingkup perkembangan anak mulai dari usia 4-6 tahun:
a. Nilai Agama dan Moral
Nilai Agama dan Moral bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan katakwaan kepada Tuhan dan pembentukan perilaku pembiasaan yang baik.
b. Fisik Motorik
Fisik Motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus dalam meningkatkan pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil.
c. Kognitif
Kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak dalam memecahkan masalah dalam memahami kemampuan dasar seperti mengenal bentuk, warna, ukuran, lambang bilangan dan huruf.
d. Bahasa
Bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa sederhana secara tepat, mampu
Bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa sederhana secara tepat, mampu