• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Sumber Data

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder ini adalah sumber data pendukung. ―Sumber data sekunder disebut juga sebagai sumber dari bahan bacaan.‖40 Oleh sebab itu sumber data sekunder ini sangat diperlukan. ―Sumber data sekunder sering disebut dengan data penunjang. Sumber data sekunder

38Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 110.

39Musfiqon, Panduan Lengkap Metodelogi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2012), 131.

40Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), 143.

merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat dokumen‖.41 Jadi, sumber data sekunder ini yang didapatkan melalui dokumen meliputi profil, kurikulum, SOP, jadwal harian, maupun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) sekolah TK IT Wahdatul Ummah Metro.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan beberapa cara disini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi antara lain :

1. Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara dengan narasumber yang memberikan suatu pertanyaan bertujuan untuk memperoleh informasi dari wawancara. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis.42

Dalam hal ini jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara terstruktur yakni menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan yang digunakan dalam pengumpulan data dari beberapa narasumber.43

Proses wawancara ini dilakukan oleh peneliti mulai dari tanggal 2-4 September 2020 dengan mewancarai kepala TK, pendidik, maupun orang tua peserta didik di TK IT Wahdatul Ummah Metro. Semua itu

41Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2009), 173.

42Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, 137–38.

43Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2013), 225.

dilakukan untuk mendapatkan data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro Pusat.

2. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian.44 Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap peristiwa yang terjadi dilingkungan tersebut.

Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis observasi nonpartisipan (nonparticipant observation) yakni peneliti tidak terlibat dengan aktivitas objek yang diteliti melainkan hanya sebagai pengamat saja.45 Peneliti melakukan observasi pada tanggal 2-3 September 2020 di TK IT Wahdatul Ummah Metro untuk melihat aktivitas yang menjadi fokus penelitian seperti kegiatan-kegiatan pembelajaran mengenai pendidikan karakter yang diterapkan dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini.

3. Dokumentasi

Dokumen dari asal kata nya dokumen yang berati barang-barang tertulis. ―Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yang berupa buku-buku, majalah, transkip, surat kabar, prasasti,

44Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), 220.

45Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, 236.

notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.‖46 Studi dokumentasi dimaksudkan dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti, dokumen-dokumen, catatan, buku-buku. Semuanya yang berkaitan dengan penelitian yang peneliti teliti untuk mendapatkan data tentang profil sekolah, kurikulum, SOP, jadwal harian, maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) di TK IT Wahdatul Ummah Metro.

D. Teknik Penjamin Keabsahan data

Teknik penjamin keabsahan data merupakan suatu cara yang dilakukan peneliti untuk mengukur derajat kepercayaan (credibility) dalam proses pengumpulan data penelitian. Teknik yang Penulis gunakan dalam mengecek keabsahan data yaitu triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.47

Berdasarkan penjelasan di atas, teknik triangulasi yang digunakan peneliti adalah:

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber adalah menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti menggunakan beberapa sumber penelitian yakni kepala sekolah, pendidik, ataupun orang tua peserta didik untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam

46Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 158.

47Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, 241.

pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik adalah untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner.48

Dalam penelitian ini, peneliti menguji keabsahan data dengan cara mengecek kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman TK IT Wahdatul Ummah Metro.

E. Teknik Analisis Data

Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis supaya dapat terorganisir dengan baik. ―Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam satu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.‖49

Berdasarkan penjelasan di atas maka teknis dalam analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Dalam hal ini perlu

48Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 127.

49Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2015), 158.

dilakukan analisis data melalui reduksi data. ―Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.‖

Berdasarkan uraian di atas peneliti merduksi data untuk memastikan bahwa data yang diolah merupakan data yang tercangkup dalam cakupan penelitian untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.

2. Data Display (Penyajian Data)

Tahap selanjutnya setelah data direduksi adalah menyajikan data.

Dalam penelitian kualitatif ―penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat (teks naratif), bagan, hubungan antar kategori.‖

Dengan mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Dengan demikian dalam penelitian ini peneliti menyajikan data dengan menggunakan teks yang bersifat naratif sehingga mudah dipahami dalam mengetahui hasil implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.

3. Verification (Verifikasi)

Langkah ketiga dari penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi yaitu menyimpulkan data yang diperoleh berdasarkan data yang telah direduksi dan dirangkum kemudian

disajikan dalam bentuk uraian yang kemudian dilakukan proses pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang jelas dan valid sehingga diperoleh kesimpulan yang kredibel.50

Berdasarkan uraian di atas peneliti melakukan pengambilan kesimpulan atau verifikasi data yang diperoleh berdasarkan data yang telah direduksi dan dirangkum kemudian disajikan dalam bentuk uraian untuk memperoleh kesimpulan hasil implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro.

50Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 246–49.

36 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

a. Sejarah Singkat TK IT Wahdatul Ummah Metro

TK IT Wahdatul Ummah Metro didirikan pada tahun 2015 dan disahkan berdasarkan persetujuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2017 dengan Nomor 06/D-15/IP/XI/2017.

TK IT Wahdatul Ummah Metro merupakan lembaga pendidikan dengan status satuan pendidikan anak usia dini yaitu swasta dibawah naungan yayasan Wahdatul Ummah yang berlokasi di Jl. AM. Bangsawan No. 07 Imopuro Metro Pusat Kota Metro dan berdiri di atas tanah dengan luas 2750 m2 dan luas bangunan 212 m2.

TK IT Wahdatul Ummah Metro memliki Status Akreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi PAUDTK/1872/0039/10/2018 pada 03 Oktober 2018. Dengan mengimplementasikan konsep pendidikan islam berdasarkan Al-Quran dan As-sunah maka dengan berjalannya waktu TK IT Wahdatul Ummah Metro tumbuh dan berkembang dengan kualitas yang semakin baik dan dicintai masyarakat. Hal ini tampak dengan bertambahnya peserta didik yang bertambah dengan jumlah penerimaan peserta didik

masing-masing kelas berjumlah 8 kelas dari 4 kelas pada kelompok A (Usia 4-5 Tahun) dan kelompok B (5-6 Tahun).

b. Visi TK IT Wahdatul Ummah Metro

Adapun visi TK IT Wahdatul Ummah Metro yakni Menjadi Taman Kanak-kanak dalam mempersiapkan generasi qur’ani yang mandiri, sehat, cerdas, ceria dan cinta tanah air sejak dini.

c. Misi TK IT Wahdatul Ummah Metro

Adapun misi TK IT Wahdatul Ummah Metro, yaitu:

1) Meletakkan dasar-dasar keimanan kepada Allah SWT.

2) Membiasakan dan melatih anak untuk beribadah dengan benar.

3) Membiasakan menghafal Al-Qur’an Juz 30, hadis-hadis pendek dan doa sehari-hari.

4) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kreatif, inovatif, dan interaktif.

5) Mewujudkan suasana kasih sayang sesama warga sekolah.

6) Menyediakan alat/sarana permainan edukatif yang aman dan menyenangkan.

7) Mengenalkan dasar-dasar konsep keaksaraan.

8) Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kebangsaan (keberanian, kepahlawanan, dan cinta tanah air) dalam kegiatan pembelajaran.

d. Tujuan Pendidikan TK IT Wahdatul Ummah Metro Adapun tujuan pendidikan TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu membina peserta didik untuk menjadi insan bertakwa (muttaqin) yang cerdas, berakhlak mulia dan memiliki keterampilan yang memberi manfaat/maslahat bagi umat manusia, dengan rincian karakter sebagai berikut:

1) Mampu melaksanakan dasar keimananan dan ketaqwaan kepada Allah SWT (salimul aqidah).

2) Mampu melaksanaan ibadah yang benar sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW (shahihul ibadah).

3) Membangun akhlak yang mulia (matinul khuluq).

4) Membangun kekuatan jasmani (qowiyul jism).

5) Mengembangkan potensi berfikir anak (mutsaqoful fikri).

6) Mampu mewujudkan kehidupan masa anak-anak yang bahagia dalam mencapai pengembangan potensi yang dimiliki (mujahidul linafsihi).

7) Membangun pribadi yang menghargai waktu (haritsun alal waqtihi).

8) Membangun kedisiplinan pribadi (munazhzhanum fi syu`unihi) 9) Mampu bersikap mandiri (qodirun alal kasbi).

10) Membangun pribadi yang bermanfaat bagi orang lain (nafi`un lighairihi).51

e. Data Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro

TK IT Wahdatul Ummah Metro sebagai lembaga pendidikan formal mengutamakan pelayanan pendidikan bagi seluruh peserta didik. Adapun data pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:

51Hasil Dokumentasi TK IT Wahdatul Ummah Metro.

Tabel 2

Data Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro

No Nama Jabatan TTL Pend Tahun Mulai

Oktober 1982 S1 01/07/2008

6 Susanti, S.Pd.I

GURU KELAS/WAKIL

KEPALA TK

Banarrejo, 03

Februari 1982 S1 01/07/2013

7 Rita Aryani,

Januari 1989 S1 01/07/2014

10 Evi Noviana

Pandiwi, S.Pd GURU KELAS

Purwodadi, 02

1972

Oktober 1992 S1 02/07/2018

16 Khoirul Sumber: Data TK IT Wahdatul Ummah Metro

Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa jumlah keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan ada 18 orang yang rata-rata lulusan Strata 1 (S1). Dari masing-masing kelas ada 2 guru yaitu guru kelas dan guru pendamping.

f. Data Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro

Adapun data peserta didik TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu pada kelompok A (Usia 4-5 Tahun) berjumlah 96 Peserta didik dari semua kelas yaitu A1-A4. Sedangkan pada kelompok B (Usia 5-6 Tahun) berjumlah 101 peserta didik dari semua kelas B1-B4. Jadi secara keseluruhan jumlah peserta didik mulai dari kelas A1-A4 dan B1-B4 di TK IT Wahdatul Ummah Metro berjumlah 197 peserta didik.

g. Struktur Organisasi TK IT Wahdatul Ummah Metro

Agar semua anggota mengetahui kedudukan dan tanggung jawab masing-masing maka struktur organisasi dalam lembaga

pendidikan formal sangat dibutuhkan. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini:

Gambar 1

Struktur Organisasi TK IT Wahdatul Ummah Metro Pusat

Berdasarkan gambar struktur organisasi di atas dapat dipahami bahwa setiap anggota memiliki tugas dan kewajiban masing-masing yang telah disusun secara sistematis dan setiap kelas mulai dari kelas A1-A4 dan B1-B4 memiliki 2 orang guru.

h. Sarana dan Prasarana TK IT Wahdatul Ummah Metro

Proses pembelajaran akan berjalan dengan optimal apabila dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di TK IT Wahdatul Ummah

Tabel 3

Sarana dan Prasarana TK IT Wahdatul Ummah Metro No Sarana dan Prasarana Jumlah

1 Kelas 8

2 Kantor 1

3 Dapur 1

4 Tempat Cuci Tangan 8

5 Tempat Wudhu 11

6 Kamar Mandi /WC 4

7 Tiang Bendera 1

8 Meja/Kursi Murid 150 buah/ 200 buah 9 Meja/Kursi Guru 13 buah / 13 buah 10 Lemari Besar / Kecil 3 buah/ 9 buah

Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa sarana dan prasarana di TK IT Wahdatul Ummah Metro sudah memenuhi standar yang baik dan dilengkapi juga dengan sarana bermain di dalam kelas maupun diluar kelas. Alat bermain di dalam kelas seperti balok, alat masak-masakan, bongkar pasang, dan lain sebagainya. Sedangkan alat permainan di luar kelas seperti ayunan, jungkat-jungkit, tangga pelangi, terowongan, panjat tali, jembatan goyang, mangkuk putar, dan perosotan.52

i. Letak Geografis TK IT Wahdatul Ummah Metro

TK IT Wahdatul Ummah Metro berdiri di atas tanah dengan luas 2750 m2 dan luas bangunan 212 m2. Untuk lebih detailnya dijelaskan dalam gambar di bawah ini:

52Hasil Observasi TK IT Wahdatul Ummah Metro, Pada Tanggal 3 September 2020.

Gambar 2

Sketsa TK IT Wahdatul Ummah Metro

Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa bangunan TK IT Wahdatul Ummah Metro memiliki 2 lantai dengan 8 ruangan kelas mulai dari A1-A4 dan B1-B4 dan sudah dilengkapi dengan prasarana yang lengkap mulai dari perpustakaan dan aula serta tempat cuci tangan dan tempat wudhu yang memadai.

2. Deskripsi Hasil Penelitian

a. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro 1) Kurikulum TK IT Wahdatul Ummah Metro

Kurikulum yang digunakan TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan

Toilet Kelas AI

TPA Toilet

Jl. Am. Bangsawan No. 7, Imopuro, Metro Pusat

Pagar Depan Gerbang Depan Pagar Depan

Kelas A2

mengimplementasikan konsep pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunah serta dilandasi oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) berdasarkan dengan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesiadan kurikulum pendidikan nasional berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) No. 46 Tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan/atau Pembelajaran Layanan Khusus Pada Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) 137 Tahun 2014) tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan pemahaman bahwa kurikulum yang diterapkan di Taman Kanak-kanak formal harus senantiasa terbaharui, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maka TK IT Wahdatul Ummah Metro membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan mengadaptasi dari panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan kurikulum sebelumnya yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, kemampuan sekolah serta kebutuhan masyarakat pengguna jasaTK IT Wahdatul Ummah Metro.

Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan di TK IT Wahdatul Ummah Metro melalui 6

(enam) lingkup perkembangan sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

Berikut ini 6 (Enam) lingkup perkembangan anak mulai dari usia 4-6 tahun:

a. Nilai Agama dan Moral

Nilai Agama dan Moral bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan katakwaan kepada Tuhan dan pembentukan perilaku pembiasaan yang baik.

b. Fisik Motorik

Fisik Motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus dalam meningkatkan pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil.

c. Kognitif

Kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak dalam memecahkan masalah dalam memahami kemampuan dasar seperti mengenal bentuk, warna, ukuran, lambang bilangan dan huruf.

d. Bahasa

Bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif.

e. Sosial Emosional

Sosial Emosional bertujuan untuk membina sikap perilaku anak agar dapat mengendalikan emosional secara wajar dan memiliki perilaku kesadaran diri, rasa tanggung jawab untuk dirinya sendiri dan orang lain serta perilaku prososial

f. Seni

Seni bertujuan untuk merangsang saraf motorik anak untuk berkreasi tanpa batas, membentuk pola pikir kreatif serta memberikan keterampilan seni yang sangat diperlukan dalam kehidupannya.53

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa kurikulum yang digunakan di TK IT Wahdatul Ummah Metro menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan memperhatikan kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh pendidik sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Proses pembelajaran pastinya memiliki jadwal kegiatan pembelajaran.

Berikut ini jadwal kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro:

Tabel 4

Jadwal Kegiatan Pembelajaran TK IT Wahdatul Ummah Metro

Waktu Mata Pelajaran

06.30-07.20 Penyambutan Anak-anak 07.20-07.35 Baris dan Kegiatan Jasmani 07.35-08.00 Muroja`ah dan Hafalan (Doa dan

Hadis Sehari-hari)

53Hasil Dokumentasi TK IT Wahdatul Ummah Metro.

08.00-08.30 Sholat Dhuha 08.30-10.00 PMB Formal 10.00-10.30 Makan dan Istirahat 10.30-11.30 TPA dan Mengaji 11.30-12.00 Penjemputan Anak Sumber: Data TK IT Wahdatul Ummah Metro

Berdasarkan jadwal kegiatan pembelajaran yang ada di TK IT Wahdatul Ummah Metro dapat dipahami bahwa kegiatan pembelajaran dilakukan secara sistematis mulai dari masuk sekolah sampai pulang sekolah. Pertama, mulai dari pukul 06.30-07.20 yaitu penyambutan anak-anak dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik mengajarkan sikap mandiri anak dengan mempersilahkan anak menuju ke kelas untuk melatakkan tasnya.

Kedua, pukul 07.20-07.35 yaitu baris dan kegiatan jasmani dengan menerapkan pendidikan karakter berupa mengajarkan sikap disiplin dengan cara pendidik mengajak anak untuk berikrar (mengucap dua kalimat syahadat) dengan terlebih dahulu meminta salah satu anak untuk menjadi pemimpin barisan. Ketiga, 07.35-08.00 yaitu muroja`ah dan hafalan (doa dan hadis sehari-hari) dengan menerapkan pendidikan karakter dengan cara pendidik mengajak anak duduk melingkar di atas karpet (menanamkan sikap disiplin). Keempat, 08.00-08.30 yaitu Sholat Dhuha dengan menerapkan pendidikan karakter berupa mengajarkan sikap disiplin mengantri ketika berwudhu.Kelima, yaitu PMB formal dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik menanyakan keadaan hari ini dengan bertanya kepada satu persatu

anak (melatih sikap percaya diri anak). Keenam, 10.00-10.30 yaitu makan dan istirahat dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik membiasakan anak untuk berbaris antri saat mencuci tangan, dilanjutkan dengan menyiapkan bekalnya masing-masing dan mengarahkan anak-anak untuk bekalnya dan duduk dengan rapi dan tertib (menerapkan sikap disiplin dan mandiri).

Ketujuh, 10.30-11.30 yaitu kegiatan TPA dan mengaji dengan menerapkan pendidikan karakter berupa sikap disiplin duduk dengan rapi. Dan terakhir pukul 11.30-12.00 yaitu pulang.

Selain jadwal kegiatan pembelajaran di atas, ada juga SOP yang digunakan di TK IT Wahdatul Ummah Metro. Standar Operasional Pelayanan (SOP) bertujuan untuk memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara sistematis.

Berikut ini Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di TK IT Wahdatul Ummah Metro:

1) SOP Ahlan Wa Sahlan

Berikut ini SOP yang dilakukan ketika penyambutan anak ketika datang ke sekolah:

a) Pendidik berbaris di halaman depan menunggu kedatangan anak

b) Pendidik menyapa anak dengan senyum, salam, sapa

c) Pendidik mempersilahkan anak menuju ke kelas untuk melatakkan tasnya

d) Anak dipersilahkan bermain di halaman dengan ditemani guru piket

e) Pendidik menyiapkan alat bermain sesuai dengan RPPH 2) SOP Persiapan Kegiatan

Berikut ini SOP yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran (sebelum jam masuk kelas) dimulai:

a) Pendidik membunyikan bel pada jam 07.30 WIB

b) Pendidik mengajak anak untuk berbaris sambil bernyanyi c) Pendidik mengajak anak untuk berikrar (mengucap dua

kalimat syahadat) dengan terlebih dahulu meminta salah satu anak untuk menjadi pemimpin barisan

d) Pendidik mengajak anak untuk menggerakkan badan, tangan, dan kaki sambil bernyanyi

e) Pendidik mengajak anak masuk ke kelas sambil disebut namanya satu persatu oleh pemimpin barisan.

3) SOP (Tahfidz Pagi)

Berikut ini SOP yang dilakukan sebelum kegiatan pembukaan kegiatan pembelajaran dimulai:

a) Pendidik mengajak anak duduk melingkar di atas karpet b) Pendidik menyapa anak menggunakan tiga bahasa (Arab

dan Inggris)

c) Pendidik meminta salah satu anak menjadi pemimpin dengan mengajak teman-temannya berdoa bersama

d) Pendidik mengajak bernyanyi bersama

e) Pendidik bersama anak mengulang hafalan-hafalan suratan pendek dan hadis sekaligus menambah hafalan.

4) SOP Kegiatan Pembukaan

Berikut ini SOP yang dilakukan dalam kegiatan pembukaan pembelajaran:

a) Anak dan pendidik duduk melingkar di atas karpet

b) Pendidik menanyakan keadaan hari ini dengan bertanya kepada satu persatu anak

c) Pendidik dan anak bercakap-cakap tentang kegiatan atau tema hari itu

d) Pendidik mengajak anak bernyanyi sesuai tema

e) Mengabsen anak sambil bernyanyi ―siapa anak sholeh‖

f) Pendidik menanyakan siapa anak yang belum hadir

g) Pendidik menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari itu.

5) SOP Thaharah

Berikut ini SOP yang dilakukan untuk melatih kemandirian anak dalam buang air kecil dan baung air besar:

a) Pendidik menyiapkan alat-alat di kamar mandi (gayung, air, sabun, dan sikat lantai)

b) Pendidik menyiapkan sandal

c) Pendidik mengenalkan adab masuk dan keluar kamar mandi (berdoa masuk kamar mandi, duduk saat buang air kecil/besar, dan mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi)

d) Anak dilatih untuk membuka dan memakai celana sendiri guru membantu jika diperlukan

e) Setelah buang air kecil/besar anak dilatih untuk membersihkan toilet dan beristinja dengan benar menggunakan sabun

f) Pendidik memeriksa kebersihan istinja anak dan membantu beristinja kembali jika belum bersih

g) Anak dipuji setelah dilakukan MCK sendiri dan pendidik membimbing anak untuk berdoa setelah bauang air dan berdoa ketika keluar kamar mandi.

6) SOP Istirahat dan Makan

Berikut ini SOP yang dilakukan ketika waktu istirahat dan makan:

a) Pendidik membiasakan anak untuk berbaris antri saat mencuci tangan

b) Anak-anak mencuci tangan menggunakan sabun dilanjutkan dengan menyiapkan bekalnya masing-masing c) Pendidik mengarahkan anak-anak untuk bekalnya dan

duduk dengan rapi dan tertib

duduk dengan rapi dan tertib

Dokumen terkait