• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN`

B. Pembahasan

Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro sudah ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan membuat perkembangan sosial emosional anak juga berkembang dengan baik melalui proses penanaman karakter baik yang dilakukan secara terus menerus sehingga anak mulai terbiasa berperilaku disiplin, mandiri, dan memiliki sikap peduli sosial/toleransi dari hal-hal kecil.

Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan perilaku anak yang mulai terbiasa bersikap disiplin mengantri ketika wudhu maupun mencuci tangan. Hal lain juga dilihat dari anak yang sudah terbiasa bersikap mandiri dengan cara belajar tidak bergantung kepada orang lain dan belajar bertanggungjawab terhadap diri sendiri dengan membereskan tempat bekal makanan masing-masing, membersihkan sisa-sisa makanan yang berceceran, dan menempatkan alat tulis masing-masing setelah selesai menggunakan.

Selain sikap disiplin dan mandiri, sikap toleransi anak juga mulai tumbuh dan berkembang dengan baik yaitu dapat dilihat dari hal-hal sederhana ketika waktu makan anak saling berbagi makanan baik itu berupa jajan maupun menu bekal yang dibawa anak. Selain itu juga anak terbiasa melakukan infaq setiap hari Jumat, dimana guru menjelaskan bahwa uang infaq akan digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan seperti membantu orang yang terkena musibah. Dari hal

tersebutlah mengajarkan anak bahwa hidup harus saling menyayangi dengan sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Penggunaan metode dalam menerapkan pendidikan karakter yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak yaitu menggunakan metode keteladanan, dimana pendidik memberikan teladan yang baik melalui film kartun Islami Nusa dan Rara dan selanjutnya pendidik dengan penuh ketelatenan menjelaskan kemudian memberikan pertanyaan kepada masing-masing anak apa hikmah atau perilaku baik yang dapat diambil dari film tersebut. Selain itu juga pendidik memberikan teladan/contoh bersikap disiplin dengan datang lebih awal ke sekolah tepat waktu. Selain metode keteladanan, ada metode pembiasaan. Metode pembiasaan adalah metode yang penerapannya dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan agar pendidikan karakter yang diterapkan dapat melekat pada diri anak dan akan mudah untuk diingat anak, contohnya pendidik membiasakan anak untuk bersikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain setiap hari dengan menempatkan alat tulis setelah selesai menggunakan.

Hal yang terpenting dalam menerapkan metode pembiasaan di TK IT Wahdatul Ummah Metro adalah sikap guru yang sabar dan lemah lembut ketika menerapkan pembiasaan baik kepada anak. Ketika ada anak yang bandel cukup diingatkan dengan kata-kata yang lembut dan juga harus penuh kesabaran, sebab ketika kita memberi tahu hal yang kurang baik dengan membentak anak atau berbicara keras kepada anak justru

mereka akan lebih bertingkah. Jangan lupa untuk memberikan reward bisa berupa pujian atau sesuatu hal yang membuat anak semakin semangat melakukan hal baik.

Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah juga berdampak baik bagi anak ketika di rumah, hal tersebut terbukti ketika anak marah ketika dibantu oleh ibunya pada saat anak sedang mewarnai. Hal tersebut menandakan bahwa sikap mandiri anak mulai berkembang dilihat dari perilaku anak yang mau mengerjakan pekerjaannya sendiri.Ditambah lagi dengan adanya faktor pendukung dalam menerapkan pendidikan karakter seperti, lingkungan teman-teman yang baik, perilaku dan teladan yang baik dari kepala sekolah, guru, dan staf membuat pendidikan karakter yang ditanamkan kepada anak dapat berkembang secara maksimal.

Akan tetapi ada beberapa anak yang karakternya belum berkembang secara maksimal dilihat dari aspek perkembangan sosial emosionalnya yaitu belum maksimalnya sikap mandiri anak. Hal tersebut terjadi dikarenakankurangnya kerjasama orangtua dalam memaksimalkan pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Ada beberapa orangtua yang memperlakukan anaknya di rumah dengan manja sehingga menjadikan anak kurang mandiri ketika disekolah.

Demikian implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro, baik dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang peneliti lakukan selama penelitian ini berlangsung.

71 BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan uraian di atas terkait implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro dilaksanakan melalui penerapan nilai-nilai pendidikan karakter meliputi, sikap disiplin, mandiri, dan peduli sosial/toleransi. Hal tersebut terbukti ketika anak mulai terbiasa disiplin mengantri ketika mencuci tangan dan berwudhu, bersikap mandiri dengan terbiasa menempatkan wadah bekal makan setelah selesai makan dan memasukan ke dalam tas masing-masing, dan mampu bersikap peduli sosial/toleransi dengan terbiasa berinfaq setiap hari Jumat.

Maksimalnya penerapan pendidikan karakter juga dibantu dengan adanya penggunaan metode yaitu, penggunaan metode keteladanan, dimana pendidik memberikan teladan yang baik melalui film kartun Islami Nusa dan Rara dan selanjutnya pendidik dengan penuh ketelatenan menjelaskan kemudian memberikan pertanyaan kepada masing-masing anak apa hikmah atau perilaku baik yang dapat diambil dari film tersebut. Selain itu juga pendidik memberikan teladan/contoh

bersikap disiplin dengan datang lebih awal ke sekolah tepat waktu.

Selain metode keteladanan, ada metode pembiasaan, yaitu metode dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan agar pendidikan karakter yang diterapkan dapat melekat pada diri anak dan akan mudah untuk diingat anak, contohnya pendidik membiasakan anak untuk bersikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain setiap hari dengan menempatkan alat tulis setelah selesai menggunakan.

Hal yang terpenting dalam menerapkan metode pembiasaan di TK IT Wahdatul Ummah Metro adalah sikap guru yang sangat sabar dan lemah lembut ketika menerapkan pembiasaan baik kepada anak.

Ketika ada anak yang bandel cukup diingatkan dengan kata-kata yang lembut dan juga harus penuh kesabaran, sebab ketika kita memberi tahu hal yang kurang baik dengan membentak anak atau berbicara keras kepada anak justru mereka akan lebih bertingkah (mencari perhatian). Jangan lupa untuk memberikan reward bisa berupa pujian atau sesuatu hal yang membuat anak semakin semangat melakukan hal baik.

2. Adapun faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu, faktor pendukung diantaranya: guru yang siap mengajar sesuai dengan SOP, media dan metode yang digunakan, dan lingkungan teman-teman yang baik, serta teladan yang baik dari kepala sekolah, guru, maupun staf.Sedangkan faktor

penghambat diantaranya: kurangnya kerjasama orangtua dalam menerapkan pendidikan di rumah seperti yang pendidik lakukan di sekolah (orangtua yang masih memperlakukan anak manja ketika di rumah dan perilaku tersebut terbawa oleh anak ketika di sekolah), lingkungan keluarga (sikap anak yang susah diatur ketika di sekolah karena anak diperlakukan kurang baik di rumah/sering dibentak).

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas maka dapat peneliti sampaikan saran yang kiranya dapat bermanfaat untuk TK IT Wahdatul Ummah Metro.

1. Kepada Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro, diharapkan untuk terus mempertahankansikap telaten, lemah lembut, dan perilaku sabar dalam menerapkan sikap disiplin, mandiri, dan peduli sosial/toleransi kepada anak melalui metode yang yang sudah digunakan yaitu metode pembiasaan dan keteladanan. Sebab ketika kita memberi tahu hal yang kurang baik dengan membentak anak atau berbicara keras kepada anak justru mereka akan lebih bertingkah.Selain itu, pendidik juga harus memberikan perhatian dan terus melakukan pembiasaan dan teladan bagi peserta didik yang sikap mandirinya belum berkembang secara maksimal. Diharapkan juga, pendidik bisa menambahkan metode yang kreatif sambil bermain dalam menerapkan pendidikan karakter misalnya menggunakan metode bermain drama contoh berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu anak akan antusias

memainkan peran masing-masing dalam bermain drama dan dapat mengambil hikmah dari dramayang dimainkan.

2. Kepada Orangtua Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro, diharapkan kepada orangtua yang karakter anaknya mulai terbentuk dengan baik agar terus meningkatkannya ketika di rumah. Selaku orangtua juga harus teleten dan penuh kesabaran dalam menerapkan kerakter baik kepada anak.Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika karakter baik anak mulai berkembang. Komunikasi dengan pendidik harus lebih baik, karena kerjasama yang baik antara orangtua dan pendidik sangat membantu memaksimalkan tertanamnya karakter baik bagi anak dan berperan penting dalam proses perkembangan anak di masa yang akan datang.Hindari memperlakukan anak dengan manja karena akan berpengaruh terhadap kurangnya sikap mandiri anak.

DAFTAR PUSTAKA

Adelia Hardini. “Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini" Universitas Negeri Semarang, 2016.

Ahmad Rudiyanto. Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Anak Usia Dini.

Lampung: Darussalam Press, 2016.

Ahmad Susanto. Bimbingan dan Konseling di Taman Kanak-kanak. Jakarta:

Kencana, 2015.

Barnawi, dan M. Arifin. Strategi dan Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.

Djamal. Paradigma Penelitian Kualitatif,. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2015.

Heri Gunawan. Pendidikan Karakter “Konsep dan Implementasi.” Bandung:

Alfabeta, 2012.

Ihsana El-Khuluqo. Manajemen PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Lia Ricka. Perkembangan Anak. Metro: Laduny, 2017.

Lusi Vifi Septiani. “Implementasi Metode Pembiasaan Dalam Pembentukan Karakter Di Taman Kanak-kanak Bakti II Arrusydah Kedamaian BandarLampung.” UIN Raden Intan Lampung, 2017.

Mulianah Khaironi. “Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.”Jurnal Golden Age 01 No 2 Desember 2017.

Musfiqon. Panduan Lengkap Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2012.

Nana Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Nasution. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Nurjannah. “Mengembangkan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Keteladanan.”Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 14 No. 1, Juni 2017.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2009.

———. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung:

Alfabeta,2015.

———. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta, 2013.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta:Rineka Cipta, 2006.

Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Sumadi Suryabrata. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 2 Pasal 3.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Bab I Pasal 1 Ayat 1.

Yudrik Jahja. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana, 2011.

Zubaidi. Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana, 2011.

FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN

Peneliti Mewancarai Ibu Miswati, S.Pd.I selaku Kepala TK IT Wahdatul Ummah Metro

Peneliti Mewawancarai Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I selaku Guru TK IT WahdatulUmmah Metro

Peneliti Mewawancarai Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku Guru TK IT Wahdatul Ummah Metro

Peneliti Mewawancarai Ibu Khoirul Farida selaku Orangtua Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro

Peneliti Mewawancarai Ibu Siti Mudmainah selaku Orangtua Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru dengan Berbaris Rapi ketika Ada Teman yang Berbagi Makanan

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Rapi sebelum Masuk Kelas

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Rapi ketika Jalan-jalan Pagi

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Menunggu Antrian ketika Bermain bersama Teman-teman

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Rapi ketika Mencuci Tangan

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Gurudengan Cara Duduk Rapi ketika akan Makan

Anak-anak Dilatih Peduli Lingkungan oleh Guru melalui Kegiatan Jumat Bersih

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru ketika Keluar Gerbang secara Bergantian

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Menunggu Antrian ketika Mengambil Buku

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PEMBENTUKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU WAHDATUL UMMAH

METRO PUSAT

A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Penelitian Relevan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini 1. Pengertian Perkembangan Sosial Emosional

2. Karakteristik Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini 3. Perilaku Sosial dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak

Usia Dini

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini

B. Implementasi Pendidikan Karakter 1. Pengertian Pendidikan Karakter

2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter

3. Peran Semua Komponen Sekolah dalam Pendidikan Karakter 4. Hubungan Pendidikan Karakter dengan Emotional Quotient

(EQ) dan Spiritual Quetient (SQ)

C. Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini 1. Hakikat Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini 2. Nilai-nilai Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini

3. Metode Penerapan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian

1. Jenis Penelitian 2. Sifat Penelitian B. Sumber Data

1. Sumber Data Primer 2. Sumber Data Skunder C. Teknik Pengumpulan Data

1. Metode Wawancara 2. Metode Observasi 3. Metode Dokumentasi

D. Teknik Penjamin Keabsahan Data 1. Triangulasi Sumber

2. Triangulasi Teknik E. Teknik Analisis Data

1. Reduksi Data 2. Penyajian Data 3. Verifikasi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian 2. Deskripsi Hasil Penelitian B. Pembahasan

ALAT PENGUMPUL DATA (APD) PEDOMAN WAWANCARA

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PEMBENTUKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU WAHDATUL UMMAH

METRO PUSAT emosional pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Islam emosional pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Islam emosional pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Islam pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

1

Jumlah 4

ALAT PENGUMPUL DATA (APD)

PEDOMAN WAWANCARA, OBSERVASI, DAN DOKUMENTASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PEMBENTUKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU WAHDATUL UMMAH

METRO PUSAT A. WAWANCARA

1. Pedoman Wawancara Kepada Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

a. Kurikulum apakah yang digunakan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

b. Mengapa menerapkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

c. Sejak kapan pendidikan karakter diterapkan di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

d. Bagaimana penerapan pendidikan karakter terhadap pembentukan sosial emosional bagi peserta didik di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

2. Pedoman Wawancara Kepada Pendidik Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

a. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sosial Emosional Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

1) Apa hakikat pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

2) Apa saja nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

3) Metode apa yang digunakan dalam penerapan pendidikan karakter untuk pembentukan sosial emosional pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

4) Faktor apa yang mempengaruhi penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

3. Pedoman Wawancara Kepada Orangtua Peserta Didik Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah

a. Berdasarkan implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat apakah

menjadikan anak memiliki perilaku sosial yang baik di rumah?

Seperti apakah bentuk perilaku sosialnya?

b. Bagaimana pendapat anda selaku orangtua terhadap penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

B. OBSERVASI

1. Pedoman Observasi

a. Mengamati dan mencatat secara umum sarana dan prasarana yang ada di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

b. Mengamati dan mencatat tentang keadaan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

C. DOKUMENTASI

1. Pedoman Dokumentasi

a. Dokumentasi sejarah singkat berdirinya Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

b. Dokumentasi Profil Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

c. Dokumentasi Kurikulum, RPPM, RPPH maupun foto kegiatan penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat.

DATA HASIL WAWANCARA

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PEMBENTUKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU WAHDATUL UMMAH

METRO PUSAT

Hasil Wawancara Kepada Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

Hari/tanggal : Rabu, 2 September 2020 Waktu : 10.00-Selesai

1. Kurikulum apakah yang digunakan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

Jawaban: Kurikulum yang digunakan di TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan mengimplementasikan konsep pendidikan islam yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunah serta dilandasi oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) berdasarkan dengan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terapadu (JSIT) Indonesiadan kurikulum pendidikan nasional berdasarkan (PERMENDIKBUD RI No. 46 Tahun 2014 dan PERMENDIKBUD RI 137 Tahun 2014). Dengan pemahaman bahwa kurikulum yang diterapkan di Taman Kanak-kanak formal harus senantiasa terbaharui, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maka TK IT Wahdatul Ummah Metro membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan mengadaptasi dari panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan kurikulum sebelumnya yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, kemampuan sekolah serta kebutuhan masyarakat pengguna jasa TK IT Wahdatul Ummah Metro.

2. Mengapa menerapkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

Jawaban: Pentingnya pendidikan karakter bagi anak usia dini yaitu pendidikan karakter dapat membentuk penyempurnaan diri peserta didik secara seimbang, terus menerus dan melatih kemampuan diri menuju pembiasaan kearah hidup yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Ketika anak diajarkan pendidikan karakter yang baik sejak dini maka secara tidak langsung juga membentuk perkembangan sosial emosional ke arah yang lebih baik juga. Misalnya ketika anak diajarkan bersabar ketika menunggu antrian untuk berwudhu. Pendidikan karakter yang diterapkan adalah mengajarkan pembiasaan berwudhu ketika akan sholat dan sikap sabar adalah pembentukan emosional kepada anak. Jadi antara pendidikan karakter dan pembentukan sosial emosional saling mempengaruhi.

3. Sejak kapan pendidikan karakter diterapkan di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

Jawaban: Penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional sudah dilakukan sejak berdirinya sekolah tersebut. Penerapann dilakukan melalui kegiatan pembelajaran disetiap harinya baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

4. Bagaimana penerapan pendidikan karakter terhadap pembentukan sosial emosional bagi peserta didik di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

Jawaban: Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan dalam membentuk karakter anak menjadi baik. Seperti halnya menerapkan sikap disiplin ketika berangkat sekolah dengan tepat waktu dan memakai seragam sekolah sesuai harinya.

Selain itu juga diterapkan sikap mandiri yaitu belajar membereskan wadah bekal makanan setelah selesai makan dan juga menerapkan sikap toleransi sejak dini dengan cara berinfaq setiap hari jumat yang nantinya uang infaq

tersebut bisa digunakan untuk membantu orang yang terkena musibah.

Dari pendidikan karakter yang diterapkan tersebut diharapkan kepribadian anak akan terbentuk menjadi pribadi yang baik sejak dini.

Hasil Wawancara Kepada Pendidik Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat

Hari/tanggal : Kamis, 3 September 2020 Waktu : 10.00-Selesai

1. Apa hakikat pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro Pusat?

Jawaban: Menurut Ibu Marfalinda, S.Pd. AUD (Pendidik di TK IT Wahdatul Ummah Metro Pusat) Pendidikan karakter memegang peran penting dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain.

Penanaman pendidikan karakter yang baik akan berdampak pada masa depan anak. Sebagai contoh ketika anak diajarkan disiplin tepat waktu berangkat sekolah, maka anak akan terbiasa hdiup teratur dan disiplin dari pembiasaan yang dilakukan. Pendidikan karakter di TK IT Wahdatul Ummah Metro juga diterapkan oleh pendidik dengan cara memberikan teladan yang baik bagi anak-anak ketika di sekolah. Seperti disiplin waktu dengan datang lebih awal dibanding anak-anak ketika berangkat sekolah dan menyambutnya di halaman sekolah, selain itu juga pendidik memberikan contoh kepada anak dengan berbagi makanan ketika waktu makan pada jam istirahat.

Selain itu juga, ditambahkan oleh Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I (Pendidik di

Selain itu juga, ditambahkan oleh Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I (Pendidik di

Dokumen terkait