Dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data wawancara. Menurut Esterberg (dalam Sugiyono, 2013) mendefinisikan wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Peneliti memilih menggunakan teknik wawancara karena dapat menggali lebih dalam tentang pengalaman dari informan. Teknik
pengumpulan data ini mampu menggali informasi secara mendalam melalui
self-report dan inquiry (Sugiyono, 2013).
Peneliti menggunakan pendekatan wawancara dengan petunjuk umum. Jenis wawancara ini mengharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok informasi yang dirumuskan dan akan ditanyakan (Moleong, 2008). Tujuannya yaitu agar informasi yang diperlukan oleh peneliti dapat diperoleh dan terbatas pada konteks yang relevan dengan penelitian. Untuk dapat memastikan bahwa semua data terkumpul dengan baik, maka peneliti menggunakan media alat perekam dan membuat catatan lapangan.
Tabel 1. Panduan Pertanyaan Wawancara Awal
Bisakah diceritakan awal mula Anda bisa tertarik masuk AAU?
Bisakah Anda ceritakan aktivitas Anda mulai dari pagi hingga menjelang istirahat pada malam hari?
Bagaimana mengatasi emosional Anda saat sedang menstruasi selama menjalani pendidikan di AAU?
Bisakah Anda ceritakan kegiatan apa saja yang Anda lakukan jika sedang istirahat dari aktivitas pendidikan di AAU?
Tengah
Bagaimana pandangan Anda, dalam menghadapi setiap permasalahan yang pernah terjadi?
Bisakah Anda menceritakan pada saya, apa kesulitan-kesulitan yang sedang Anda hadapi? Bagaimana Anda menyelesaikan kesulitan tersebut?
Langkah apa yang Anda ambil ketika Anda mulai merasa ada ketidakcocokan dengan keadaan, situasi, kondisi, maupun sistem yang ada disini?
Bagaimana pengaruh dukungan dari orang-orang di sekitar Anda?
Menurut Anda, kemampuan apa yang Anda miliki untuk tetap bertahan menjalani pendidikan disini?
Akhir (PFC)
1. Active Coping
Langkah apa yang Anda lakukan dalam beradaptasi dengan segala kedispilinan yang diterapkan disini?
2. Planning
Bisakah diceritakan perencanaan-perencanaan apa yang Anda lakukan, sebelum masuk ke AAU?
Lalu bisakah diceritakan, perencanaan-perencanaan apa yang akan Anda lakukan untuk study di semester depan?
Adakah perencanaan-perencanaan yang Anda buat, saat Anda merasa memiliki suatu permasalahan? Jika ada bisakah Anda menceritakannya? Jika tidak, mengapa
3. Suppresion of competing activities
Bisakah Anda menceritakan pada saya, bagaimana tindakan yang Anda lakukan agar keadaan menjadi lebih baik?
4. Reistrant coping
Apakah Anda tipe orang yang jika mengalami suatu permasalahan harus diselesaikan saat itu juga? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
Apakah Anda tipe orang yang jika mengalami suatu permasalahan harus diselesaikan saat itu juga? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
5. Seeking social support for instrumental reason
Apakah Anda akan mencari bantuan, ketika Anda merasa ada kesulitan dalam akademis?
Bantuan seperti apa, yang Anda butuhkan ketika sedang mengalami kesulitan dalam akademis?
Apakah Anda akan menemui seseorang untuk sekedar meminta saran, ketika Anda merasa ada hal yang mengganjal atau kurang berkenan dengan kondisi disini? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
Apakah Anda akan mencari informasi dari orang lain, ketika Anda merasa kurang mampu dalam menghadapi suatu permasalahan? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
(EFC)
1. Seeking social support for emotional reason
Apakah Anda akan menemui seseorang untuk sekedar meminta saran, ketika Anda merasa ada hal yang mengganjal atau kurang berkenan dengan kondisi disini? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
Apakah Anda pernah menemui seseorang untuk mengungkapkan keluh kesah yang dirasakan saat Anda menghadapi suatu permasalahan? Mengapa?
Ketika ada waktu untuk pesiar, aktivitas apa yang Anda lakukan untuk sekedar melepas penat dari segala kegiatan di AAU? Apakah Anda melakukannya sendiri atau bersama orang lain?
2. Positive reinterpretation
Menurut Anda masalah itu sesuatu yang negatif atau positif? Jelaskan!
(Jika jawaban dari informan masalah itu sesuatu yang megatif) Hikmah apa yang bisa Anda petik dari pengalaman menghadapi suatu permasalahan yang dirasakan?
3. Acceptance
Apa yang membuat Anda bertahan sampai saat ini?
(Pertanyaan fleksibel, tergantung jawaban informan sebelumnya) Adakah hal-hal yang sampai saat ini masih belum bisa Anda terima?
Apakah Anda bisa menerima kondisi, ketika Anda merasa ada sesuatu yang kurang cocok dengan diri Anda? Mengapa?
4. Denial
Adakah masalah-masalah yang sampai saat ini Anda pendam dan tidak di ungkapkan pada orang lain? Mengapa?
Situasi seperti apa yang membuat Anda tidak ingin terlihat punya masalah?
Apakah Anda pernah memilih untuk tidur dan masa bodoh dengan permasalahan yang sedang dihadapi? Jika ya/tidak mengapa Anda melakukan hal tersebut?
5. Turning to religion
Menurut Anda, agama itu apa?
Bisakah dijelaskan peran agama dalam permasalahan yang Anda hadapi?
Bagaimana peran atau pengaruh agama bagi Anda? 6. Focusing on and venting emotion
Bagaimana Anda mengekspresikan perasaan tidak enak atau mungkin tertekan saat merasa ada kondisi yang kurang cocok dengan diri Anda?
Bagaimana Anda mengungkapan perasaan-perasaan ketika Anda sedang lelah selama menjalani proses pendidikan di AAU?
7. Behavioral disengagement
Pernah merasa gagal menghadapi masalah? Mengapa?
Bisakah dijelaskan usaha-usaha yang dulu pernah dilakukan untuk menghadapi masalah, namun sekarang tidak pernah lagi dilakukan? Mengapa?
Apakah Anda pernah merasa putus asa, ketika sedang beradaptasi dengan kondisi di lingkungan AAU? Jika ya/tidak, tolong berikan penjelasan pada saya!
8. Mental disengagement
Kalau boleh berkhayal saat ini atau seandainya diperbolehkan, Anda ingin menghindari masalah yang mana dalam hidup Anda?
Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data observasi. Menurut Cartwright & Cartwright (dalam Herdiansyah, 2010) mendefinisikan observasi adalah suatu proses melihat, mengamati, dan
mencermati serta “merekam” perilaku secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu. Teknik pengumpulan data ini mampu melihat perilaku yang tampak dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Perilaku yang tampak dapat berupa perilaku yang dapat dilihat langsung oleh mata, dapat didengar, dapat dihitung, dan dapat diukur. Tujuan observasi, yaitu untuk mendeskripsikan lingkungan (site) yang diamati, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, individu- individu yang terlibat dalam lingkungan tersebut beserta aktivitas dan perilaku yang dimunculkan, serta makna kejadian berdasarkan perspektif individu yang terlibat tersebut.
Peneliti menggunakan pendekatan observasi dengan metode anecdotal
record. Dalam metode ini, peneliti melakukan observasi hanya dengan
membawa kertas kosong untuk mencatat perilaku yang khas, unik, dan penting yang dilakukan informan penelitian. Selain itu, peneliti yang menggunakan metode ini juga dapat menafsirkan makna dari perilaku yang muncul, menurut pendapat dan sudut pandang peneliti sepanjang penafsiran dan makna menurut peneliti berfungsi sebagai pendukung dari makna yang sebenarnya.
Apakah Anda pernah melakukan hal yang dirasa tidak berguna, ketika sedang menghadapi suatu permasalahan? Mengapa?