B. Hasil Narasi Deskripsi Informan
2. Narasi informan B
a. Ketertarikan dan serangkaian aktivitas Taruna Putri dalam menempuh pendidikan militer AAU (awal)
Awalnya, emang dari awal sih nggak pingin buat kuliah. Pinginnya yang langsung ikatan dinas………..(TR/BV/4-8) Sejak awal informan tidak tertarik untuk masuk kuliah. Informan lebih memilih pendidikan dalam ikatan dinas.
………....Mungkin
kalau dari Magelang dulu sampai saya sekarang semester itungannya kan semester 4 ya, itu saya bisa ngikutin kegiatan akademiknya, terus IP saya juga lumayan, ya paling nggak bisa di atas Tarunannya malahan. ………(TR/B/V/55-62) Prestasi awal informan dalam menjalani pendidikan militer di AAU, mendapatkan IP yang cukup tinggi dan dapat lebih tinggi dibandingkan Tarunanya.
Ehmm kalau disini kan kayak apa ya, akademiknya itu ada penghargaannya gitu kayak bintang penghargaan. Nah itu saya bisa dapat 2 dari 3 bintang itu (TR/B/V/64-66)
Menurut informan, reward yang diperoleh dari prestasi akademik yang diraihnya, yaitu mendapatkan 2 bintang dari 3 bintang yang ada.
Apa ya, ehmmm relatif nggak ada sih ya. Kami kalau latihan bareng, kalau baris juga kalau ceweknya juga………. Terus kami kalau latihan ya latihan bareng, terus kalau di kelas ya sekelas ada ceweknya juga. Jadi nggak ada bedanya sih (TR/B/V/75-80)
Menurut informan tidak ada perbedaan antara Taruna dan Taruna Putri selama menjalani pendidikan militer di AAU . Setiap kegiatan, latihan, dan dikelas pun selalu dilakukan bersama-sama dengan Tarunanya.
Pelanggaran ehmmmm pelanggaran yang fatal nggak jangan sampe lah ya, paling trouble trouble kecil yang apa ya kayak apa ya, telat waktunya gitu doang (TR/B/V/138)
Pelanggaran yang pernah dilakukan oleh informan. Pelanggaran yang dilakukan bukan termasuk pelanggaran berat. Hanya pelanggaran kecil masalah kedisiplinan, kurang tepat waktu dalam kegiatan.
Kalau konsekuensinya pelanggaran yang fatal itu ya, yang paling berat ya dikeluarin kan yang paling berat. Terus paling kalau yang
trouble trouble kecil ya tindakan di tempat lah, kayak push up, di
gitu gituin kan, di sit up juga, paling kalau trouble trouble kecil ya kayak gitu aja (TR/B/V/144-147)
Menurut informan konsekuensi pelanggaran yang dilakukan jika pelanggaran termasuk pelanggaran berat dapat dikeluarkan dari pendidikan militer di AAU. Namun, pelanggaran yang pernah
dilakukan oleh informan, konsekuensi yang didapatkan merupakan pembinaan fisik, seperti push up, sit up, dan lari di tempat.
b. Fisiologis dalam tubuh wanita dan interaksi Taruna Putri dengan lingkungan (tengah)
Kalau saya udah lancar sih kalau disini, meskipun kegiatannya full padet gitu, saya tiap bulan siklusnya tiap bulan dapet. Mungkin dulu awalnya di Magelang itu stres gitu kan, ya mbak juga gitu kan? Ngrasain juga kan? (TR/B/V/200-203)
………. Dulu saya hampir berapa ya, 5 bulan nggak dapet. Soalnya ya stres………..(TR/B/V/205-208) Terus habis gitu ya udah, udah bisa nyesuaiin diri. Habis itu kesini sininya siklusnya udah lancar. Balik lagi rutin kok tiap bulan………..(TR/B/V/212-216) Menurut informan saat ini siklus menstruasinya sudah lancar, tetapi pernah saat di Magelang pada bulan-bulan pertama pendidikan, sempat mengalami hambatan dalam menstruasi. Hampir 5 bulan informan tidak menstruasi karena masih dalam proses adaptasi dari sipil ke pendidikan militer.
Maksudnya diajak ngomong sama siapa itu juga diam. Daripada ntar banyak apa banyak ngomelnya gitu kan maksudnya disini kami kan masuknya kami minoritas dari cowoknya. Nah kadang cowok kan nggak ngerti (TR/B/V/228-231)
Ketika sedang menstruasi untuk mengatasi emosional informan, lebih banyak memilih untuk diam saat sudah merasa jengkel. Cara tersebut dilakukannya karena menurut informan laki-laki kurang memahami kondisi perempuan yang sedang sensitif ketika sedang menstruasi.
Kalau itu sih saya lebih memanfaatkan teman-teman Taruna saya. Kan kita se se apa ya, sepemikiran sesifat gitu, paling kalau kayak
gitu lebih banyak cerita ke mereka kalau di kamar...(TR/B/V/240- 245)
Cara informan dalam mengatasi suasana hatinya saat sedang merasa tidak enak dengan keadaan selama menempuh pendidikan milter di AAU. Informan memanfaatkan teman-teman Taruna Putrinya untuk sharing agar melegakan hatinya.
Kalau pesiar ya kayak gitu tadi ini apa minta dipijitin sama ibu-ibu pijit itu kan ada langganan itu. Terus habis itu ini ya namanya cewek sih ya ke salon juga iya, potong rambut, kadang juga teman- teman tuh ngajakin spa bareng juga iya pernah, terus apa ya kayak kalau pesiar belanja kebutuhan apa yang di dalam kurang kita beli di luar, kayak belanja bulanan kayak gitu, kayak misalnya sabun lah, atau apa lah belanja di luar, terus apa nelpon orang tua, terus kadang saya ketemuan sama teman sekolah
saya………(TR/B/V/300-309)
Aktivitas yang dilakukan oleh informan ketika ada kesempatan waktu luang atau pesiar. Informan menggunakan waktunya untuk
refreshing, seperti pijetan sama ibu tukang pijet, ke salon, spa bersama
teman-teman, membeli barang-barang yang dibutuhkan, telefon orang tua, dan bertemu dengan teman sekolahnya dulu.
Kalau dukungan dari keluarga sih ya mereka medukung dari apa yang saya pingin dan apa yang saya udah capai, kalau dari orang tua kan emang eh bapak saya kan basicnya militer kan, jadi beliau juga udah tahu apa kegiatannya. Paling kalau dari bapak saya apa ya diberi semangat pasti bisa kok ngelakuin apa sih latihan fisik maupun apa pasti bisa……… kalau ibu lebih menyemangati saya dengan doa (tertawa pelan) ya kayak gitu terus jangan jangan gampang ngeluh ya……….. Terus dari keluarga besar saya mereka bangga dengan apa yang telah saya capai……….(TR/B/V/336-345) Pengaruh dukungan orang-orang disekitar informan sangat memberikan semangat bagi dirinya dalam menjalani pendidikan
militer di AAU. Terlebih bapak informan sudah memiliki basic di militer, sehingga sering diberi nasihat untuk menjalani pendidikan. Keluarga besar informan pun bangga dengan pencapaian yang telah diraihnya sampai saat ini.
c. Coping stress dan Tahapan coing stress yang dialami oleh Taruna Putri
dalam menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Udara (akhir) Kalau pengalaman sejauh ini ya senang-senang aja (tersenyum)
fine fine gitu. Soalnya udah mulai naik tingkat juga,
kesejahteraannya udah mulai menambah kan, kalau dulu yang waktu mbak yang wawancara itu saya baru dapat pesiar sabtu sama minggu, sekarang saya udah bisa pesiar hari rabu, terus habis itu udah dapat long weekend, weekend, IB itu udah lebih banyak kayak gitu daripada tingkat dua, jadi udah lebih banyak tahu dunia luar (TR/B/V/391-397)
Pengalaman yang dirasakan oleh informan sampai saat ini, masih merasa senang dan baik-baik saja. Saat ini informan sudah naik tingkat dari sersan menjadi mayor dua, sehingga kesejateraannya mulai bertambah dan lebih mengenal dunia luar lebih banyak.
Dulu waktu saya tingkat dua juga, gara-gara ya mungkin kebetulan dapat nilainya yang baik penilaian itu, saya dapat kesempatan buat ikut exchange visit ke Australia (TR/B/V/399-401)
Ya tujuan utamanya kan buat study banding sama kadet Australia, terus habis itu ya setelah selesai tugasnya yang exchange tadi itu ya dikasih kesempatan buat mengenal Australia (tersenyum), Khususnya Canberra sama Sydney (TR/B/V/414-417)
Prestasi yang diraih informan, membuatnya mendapat kesempatan untuk exchange visit ke Australia. Selama di Australia, informan melakukan study banding sebagai tugas utamanya dan setelah selesai tugas informan mendapat kesempatan untuk mengenal Australia, khususnya di Canberra serta Sydney.
Mungkin nggak sebebas kalau dulu kan saya sukanya, kalau suka suka ngedengerin lagu, terus main (jeda) main volley sama bulu tangkis, kalau disini juga kegiatan kayak gitu ada, tapi kan nggak bisa yang aku pingin ini ya aku pingin ngelakuin, kan ada waktunya, kalau mau latihan kayak olahraga itu sore hari selasa atau hari kamis itu ada, tapi kan nggak semuanya juga yang saya pinginin (tersenyum) bisa jalan (TR/B/V/439-444)
Gejala stres yang dirasakan oleh informan, yaitu kurang punya waktu menjalankan hobi atau kebiasaan. Informan merasa waktunya saat ini sudah terjadwal, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas yang diluar jadwal yang sudah ditentukan.
………waktu kemarin saya tingkat 2, saya dapat perunggu kan dari teman-teman Akpol IPDN itu dapat perunggu (TR/B/V/468-469) ya mana tahu mbak, itu kenal nembak aja waktu masuk kesini (tersenyum) kayak gitu (TR/B/V/468-469)
Prestasi yang kembali di raih informan mendapat perunggu dari bakatnya menembak. Informan pun tidak menyadari bakatnya tersebut, jika tidak dilatih selama menjalani pendidikan militer di AAU.
Masalah itu (jeda) kayak tantangan (tersenyum) yang harusnya saya, gimana caranya bisa ngelewatin (TR/B/V/471-472)
Menurut informan, masalah adalah tantangan yang harus dilewati oleh dirinya bagaimanapun caranya.
Tantangan kalau saya sih ngadepin masalah tuh disaat saya (jeda) dengan pikiran saya sendiri saya nggak bisa, nggak bisa nyelesaiin, ya itu masalah kalau buat saya. Jadi saya harus tanya ke orang gimana baiknya, kayak gitu (TR/B/V/475-478)
Tantangan menurut informan ketika menghadapi masalah dan harus diselesaikan dengan pikirannya sendiri. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi informan, karena saat menghadapi masalah, informan harus tanya ke orang lain untuk sharing bagaimana baiknya.
Proses dinamika ehhmmmm (jeda) dulu waktu tingkat satu kan dari sipil ke militer, itu paling masih homesick homesicknya sama
orang tua lah………Tingkat dua udah pindah kesini kan
udah Praja kan ngikutin kegiatan udah nggak begitu fisikkkkk, udah nggak begitu ngikutin kegiatan kan udah kegiatan di matra masing-masing kan…...Terus tingkat tiga ini apalagi udah udah maksudnya udah, kan kalau dulu sersan itu cuma ngikutin kegiatan, kalau saya tingkat tiga ini udah yang apa ya kalau istilahnya yang motornya kegiatan itu, terus ntar kalau tingkat empat nah ya mereka yang jadi supervisornya kegiatan kayak gitu (TR/B/V/541-555)
Proses dinamika yang dialami oleh informan mulai dari tingkat pertama yaitu, merasa homesick dengan keluarga di rumah. Kemudian di tingkat dua merasa kegiatan yang dilaksanakan tidak selalu kegiatan fisik seperti yang dirasakan pada tingkat pertama. Saat ini di tingkat tiga, mulai menajdi motor atau penggerak dalam suatu kegiatan, dan membawahi junior serta memiliki tanggung jawab bagi seniornya.
Lingkungan disini gimana caranya kamu bisa menyesuaikan diri ditempat dan di orang masing-masing, apalagi posisinya sebagai junior harus tahu tempat yang tepat (TR/B/V/557-559)
Maksudnya tempat itu... jadi ya gimana kamu memposisikan
kamu sebagai junior dan disini ada senior kamu…...(TR/B/V/561- 566)
Menurut informan lingkungan di AAU yaitu bagaimana caranya seseorang dapat menyesuaikan diri dan memposisikan dirinya sesuai dengan tingkatannya. Ketika menjadi junior cara menyesuaikan dirinya bagaimana dan ketika menjadi senior cara menyesuaikan dirinya jg berbeda.
…..Kelebihannya (jeda) apa ya, kalau kelebihannya sihhh (jeda lagi) ehmmm banyak bisa jadi contoh yang pertama buat adik-adik saya, terus bisa maksudnya bisa buktiin kalau ini kami cewek juga nggak nggak mereka cowok-cowok pikirin, orang kalau masalah akademik itu masih Taruna Putrinya yang pegang, maksudnya
masih menang Taruna Putrinya kalau masalah akademik kayak gitu, terus ehmmm bisa bikin tradisi-tradisi yang baik lah buat adik-adiknya ntar, terus bisa jadi pelopornya pilot di TNI AU, insyaAllah (TR/B/V/650-657)
Kelebihan menjadi Taruna Putri angkatan pertama menurut informan yaitu, bisa menjadi contoh yang pertama buat juniornya, membuktikan bahwa seorang perempuan juga bisa melakukan hal-hal yang dikerjakan oleh laki-laki, dalam bidang akademiknya juga tidak kalah dengan Tarunanya, dapat memberikan tradisi-tradisi yang baik untuk juniornya, serta bisa jadi pelopor pilot TNI AU nantinya.
Kalau kekurangan mungkin masalah apa ya kehidupan akademinya itu kayak masih belum ada kiblatnya gitu. Jadi masih ya udah masih ngikutin tradisi-tadisinya Taruna kayak gitu. Kalau punya masalah yang khusus wanita itu agak susah diungkapkan (tersenyum) kayak gitu (TR/B/V/659-662)
Menurut informan kekurangannya menjadi Taruna Putri pertama, yaitu belum mempunyai kiblat dalam tradisi-tradisi Taruna Putri. Selama ini masih menggunakan tradisi dari Taruna, sehingga ketika ada permasalahan yang khusus wanita sulit untuk diungkapkan.
……….Nah paling ya kalau saya denger-
denger dari senior saya yang satu jurusan juga sama saya itu elektro, ntar tuh kalau elektro tugas akhirnya yang susah, ya masih
maindset saya aja sih ya , kalau tantangan saya disini sih mungkin
TA itu tantangan buat saya waktu buat TA ntar (TA/B/V/753-759) Menurut informan tantangan terbesar selama menjalankan pendidikan di AAU adalah tugas akhir yang dirasakan sangat berat karena sifat ilmu jurusannya yang sulit.
...Ya dari dulu ikut majoring ini, saya sering cari cari referensi, sering tanya-tanya kalau pelajaran ini tuh susah nggak sih, kalau ujian itu gimana, terus habis itu kebanyakan yang bikin
her itu apa kayak gitu, terus dosennya tuh tipe-tipenya yang kayak
gimana (TR/B/V/771-774)
Cara yang dilakukan informan untuk mengatasi tantangan terbesarnya dalam study yaitu, sering mencari referensi, sering bertanya dengan senior pelajaran apa yang dianggap susah, lalu bertanya pelajaran yang sering membuat remidi itu apa, dan tipe-tipe dosen dalam memberi materi seperti apa.