METODE PENELITIAN
3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) mengenai karakteristik responden.
2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi-instansi terkait yakni data yang meliputi jumlah populasi dan gambaran tempat penelitian yang diambil dari Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan dan Pusat Statistik (BPS) meliputi berbagai data sosial ekonomi penduduk, dan data yang diperoleh dari buku-buku acuan dan berbagai artikel.
Responden yang diwawancarai adalah ibu rumah tangga dan atau anggota lainnya yang dianggap paling mengetahui keadaan rumah tangga termasuk konsumsi makanan keluarga. Bila ditemuai responden yang tidak bersedia diwawancara (kasus tertentu, misalnya gugup, malu, sulit berkomunikasi) maka responden diganti dengan anggota lainnya dalam rumah tangga tersebut, yang bersedia diwawancara. Jika rumah tangga sampel menolak keras untuk diwawancara maka rumah tangga sampel diganti dengan rumah tangga sebelahnya.
Sebelum enumerator ke lapangan untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu para enumerator dilatih tentang cara pengisian kuesioner dan pemakaian
konsep/defenisi yang digunakan dalam kegiatan penelitian. Enumerator diharapkan harus mengerti dan memahami seluruh isi kuesioner dan mengerti tata cara pelaksanaan kegiatan wawancara. Kuesioner penelitian dibagi menjadi enam pedoman yang dimodifikasi dari penelitian-penelitian terdahulu yaitu terbagi menjadi pedoman A, B, C, D, E, F & G, yaitu :
Pedoman A : data penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan angota keluarga
Pedoman B : data keluarga dan data anak
Pedoman C : data pengeluaran pangan dan nonpangan keluarga Pedoman D : data pengetahuan gizi
Pedoman E : data Penyakit Infeksi
Pedoman F : data ketersediaan pangan keluarga Pedoman G : formulir food list recall.
Pedoman H : data skor mutu pangan
Data konsumsi dikumpulkan dua kali duapuluh empat jam (2x24 jam),dengan pemilihan hari yang tidak berdekatan. Selain kuesioner, enumerator juga menggunakan buku bantu yaitu mencatat semua makanan yang di ukur dalam ukuran rumah tangga setempat, seperti tabung, gelas, ikat dll, serta menggunakan daftar bahan makanan penukar dipakai untuk mengkonversikan makanan dari ukuran rumah tangga ke dalam ukuran berat (gram).
Dalam pengumpulan data ini peneliti dibantu oleh enumerator sebanyak tiga orang, dimana sebelumnya para enumerator dilatih kemahirannya dalam
menggunakan kuesioner. Enumerator adalah seorang yang pendidikannya berlatar belakang kesehatan, sedangkan untuk pengukuran antropometri, peneliti dibantu oleh tenaga pelaksana gizi atau TPG puskesmas yang pendidikannya berlatar belakang akademi gizi.
Jenis dan cara pengumpulan data disajikan pada table 3.2. di bawah ini : Tabel 3.2. Jenis dan Cara Pengumpulan Data No Data Cara Pengumpulan data Jenis Data
Sumber 1. Keadaan umum
wilayah penelitian
Diambil dari catatan tertulis dan atau laporan instansi
terkait
Sekunder
2. Pendapatan keluarga Wawancara dengan kuesioner primer UMP Sumut 3. Pekerjaan kepala
rumah tangga
Wawancara dengan kuesioner primer 4. Tingkat pendidikan Wawancara dengan kuesioner primer
5. Pengetahuan ibu Wawancara dengan kuesioner primer Khomsan, 2000 6. Jumlah anggota
keluarga
Wawancara dengan kuesioner primer Gabriel, 2008 7. Umur Kepala
Keluarga
Wawancara (catatan tertulis) primer Gabriel, 2008 8. Pengeluaran Pangan
Keluarga
Wawancara dengan kuesioner primer Purwitasari, 2007 9. Pola Konsumsi :
Kuantitas konsumsi Kualitas konsumsi
Wawancara dengan List Recall Methode 2 x 24
jam
Skor Pola Pangan Harapan
Primer WNPG VII 2000
FAO 2007 10. Ketersediaan Pangan Wawancara dengan
menggunakan Measuring Household Food Security
Primer Bickel, et.al.
2000 11 Penyakit infeksi Wawancara dengan kuesioner Primer Suandi, 1998 12. Status gizi keluarga Pengukuran antropometri
BB,TB/PB
Primer KemenKes 2011
Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan di Kelurahan Purwodadi di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan dengan melibatkan 30 responden. Untuk menguji kehandalan instrumen dilakukan uji ketepatan (validitas) dan uji ketelitian (reliabilitas). Untuk memperoleh hasil uji validitas digunakan koefisen corrected item-total correlation. Sedangkan untuk memperoleh hasil uji reliabilitas dilakukan dengan uji koefisien menggunakan uji Cronbach’s Alpha. Menurut Ghozali (2005) dan Kuncoro (2003) suatu variabel dikatakan valid
jika nilai corrected item-total correlation > 0,361 dan dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach’s alpa > 0,60. Dari uji yang dilakukan, koefisien alpha yang diperoleh menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini cukup valid dan reliabel (data terlampir).
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Pengetahuan Variabel Nilai Corrected
Item-Total
Cronbach’s Alpha
Keterangan
Pengetahuan 1 0,710 Valid
Pengetahuan 2 0,625 Valid
Pengetahuan 3 0,475 Valid
Pengetahuan 4 0,685 Valid
Pengetahuan 5 0,685 Valid
Pengetahuan 6 0,610 Valid
Pengetahuan 7 0,630 Valid
Pengetahuan 8 0,552 Valid
Pengetahuan 9 0,757 Valid
Pengetahuan 10 0,423 Valid
Pengetahuan 11 0,578 Valid
Pengetahuan 12 0,710 Valid
Reliabilitas 0,898 Reliabel
Berdasarkan Tabel 3.3 di atas dapat dilihat bahwa seluruh variabel pengetahuan sebanyak 12 pertanyaan mempunyai nilai corrected item total > 0,361 (r-tabel) dengan nilai cronbach’s alpha 0,898, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel pengetahuan valid dan reliabel.
Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Penyakit ISPA Variabel Nilai Corrected
Item-Total
Reliabilitas 0,867 Reliabel
Berdasarkan Tabel 3.4 di atas dapat dilihat bahwa seluruh variabel penyakit infeksi ISPA sebanyak 8 pertanyaan mempunyai nilai corrected item total > 0,361 (r-tabel) dengan nilai cronbach’s alpha 0,867, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel penyakit infeksi ISPA valid dan reliabel.
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Penyakit Diare Variabel Nilai Corrected
Item-Total
Reliabilitas 0,832 Reliabel
Berdasarkan Tabel 3.5 di atas dapat dilihat bahwa seluruh variabel penyakit infeksi diare sebanyak 6 pertanyaan mempunyai nilai corrected item total > 0,361 (r-tabel) dengan nilai cronbach’s alpha 0,832, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel penyakit infeksi diare valid dan reliabel.
Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Ketersediaan Pangan
Variabel Nilai Corrected Item-Total
Cronbach’s Alpha
Keterangan
Ketersediaan 1 0,514 Valid
Ketersediaan 2 0,590 Valid
Ketersediaan 3 0,698 Valid
Ketersediaan 4 0,792 Valid
Ketersediaan 5 0,728 Valid
Ketersediaan 6 0,698 Valid
Ketersediaan 7 0,685 Valid
Ketersediaan 8 0,770 Valid
Ketersediaan 9 0,699 Valid
Ketersediaan 10 0,497 Valid
Ketersediaan 11 0,497 Valid
Ketersediaan 12 0,682 Valid
Ketersediaan 13 0,682 Valid
Ketersediaan 14 0,620 Valid
Ketersediaan 15 0,534 Valid
Ketersediaan 16 0,471 Valid
Ketersediaan 17 0,668 Valid
Ketersediaan 18 0,586 Valid
Reliabilitas 0,932 Reliabel
Berdasarkan Tabel 3.6 di atas dapat dilihat bahwa seluruh variabel ketersediaan pangan sebanyak 18 pertanyaan mempunyai nilai corrected item total >
0,361 (r-tabel) dengan nilai cronbach’s alpha 0,932, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel ketersediaan pangan valid dan reliabel.