Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Harapan Ibu Pondok Pinang, yang beralamat di Jl. H Banan No.1 Komplek DEPLU Pondok Pinang Jakarta Selatan 12310. Adapun waktu pelaksanaan penelitian dalam penelitian ini adalah pada bulan Mei sampai dengan bulan November.
B. Metode Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang ingin diteliti, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut peneliti untuk memberikan pemahaman secara mendalam tidak cukup hanya mengandalkan data statistik atau data kuantitatif semata, karena fenomena yang menyangkut perilaku harus diamati secara mendalam dan holistik. Oleh sebab itu pendekatan kualitatif diyakini dapat memberikan gambaran dan jawaban terhadap apa yang diharapkan peneliti dalam memahami fenomenologi tersebut.
Pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.1
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan situasi apa adanya tentang gejala atau keadaan dari hasil temuan di lapangan. Data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata-kata atau gambar bukan berupa angka atau statistika.
1 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), cet. XXIX, h. 6.
Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang sesuatu variable, gejala atau keadaan. Memang ada kalanya dalam penelitian ingin membuktikan dugaan tetapi tidak terlalu lazim. Yang umumnya adalah bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis.2
Maka penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan atau tinjauan langsung ke sekolah, mengamati hasil motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan permainan monopoli sebagai media pembelajaran tanpa ada perlakuan terhadap objek yang akan diteliti.
C. Sampel sumber data penelitian
1. Sumber Data
Sumber data yang didapatkan untuk melakukan penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder :
Pada penelitian ini sumber data primer adalah hasil dari pengumpulan informasi-infromasi yang dilakukan secara langsung melalui wawancara kepada pihak terkait yakni, guru IPS kelas IX dan siswa kelas IX data primer dari pihak yang terkait dengan obyek permasalahan guna memperoleh infromasi mengenai penggunaan permainan monopoli sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar IPS siswa.
Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang berupa arsip-arsip sebagai data penunjang berlangsungnya penelitian, diperoleh secara langsung dari pihak-pihak yang berkaitan dengan objek kajian penulisan skripsi ini. Adapun data dalam penelitian ini berupa, hasil belajar siswa untuk membuktikan bahwa motivasi belajar siswa meningkat setelah menggunakan permainan monopoli sebagai media pembelajaran.
2
29
2. Sampel
Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah individu, yaitu guru IPS kelas IX dan siswa kelas IX. Pengambilan sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.3 Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu terhadap hal yang peneliti tanyakan tentang masalah penelitian ini kepada partisipan.
Subjek penelitian yang diambil oleh peneliti adalah 7 (tujuh) orang, terdiri dari 1 (satu) guru IPS dan 6 (enam) orang siswa kelas IX. Alasan peneliti mengambil subjek guru IPS karena untuk mengetahui penggunaan permainan monopoli sebagai media pembelajaran dan memilih enam siswa karena peneliti mau mengetahui motivasi siswa setelah menggunakan permainan monopoli sebagai media pembelajaran.
D. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif instrumen penelitian atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri.4 Namun setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka dikembangkan menjadi instrumen penelitian sederhana, yang dapat mempertajam serta melengkapi data hasil pengamatan dan wawancara. Instrumen teknis yang dipakai peneliti adalah dengan pedoman wawancara yang digunakan sebagai acuan dalam proses wawancara. Peneliti akan terjun langsung kelapangan untuk melakukan pengumpulan data, analisis data dan membuat kesimpulan.
3Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2012),h. 53-54
4
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data penelitian, maka penulis melakukan tahap pengumpulan data berikut ini:
1. Wawancara
Wawancara (interview) adalah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui saluran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data.5 Wawancara ini dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu wawancara pembuka, wawancara inti dan wawancara penutup. Wawancara pembuka yaitu dimulai dengan perkenalan profil partisipan, wawancara ini dilakukan selama 5-10 menit, lalu peneliti dan partisipan membuat kesepakatan mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara ketahap selanjutnya yaitu wawancara inti dimana wawancara ini dilakukan untuk menemukan jawaban atau hasil dari perumusan masalah yang telah ditentukan, wawancara ini dilakukan selama kurang lebih 20-30 menit. Setelah itu peneliti menyusun hasil wawancara yang telah dilakukan oleh narasumber dalam bentuk transkip wawancara.
Dalam penelitian ini sampel yang akan di wawancarai berjumlah 7 (tujuh) orang yaitu 1 (satu) guru IPS kelas IX, dan 6 (enam) siswa kelas IX dan yang akan diambil adalah dari perwakilan masing-masing kelas yaitu 2 siswa.
2. Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan belajar yang sedang berlangsung di dalam kelas6. Marshall (1995)
5Ibid., h. 72
6
31
menyatakan bahwa “through observation, the researcher learn behavior and
the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut.7
Observasi yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui secara langsung mengenai kegiatan belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran, pengamatan lingkungan sekolah. Observasi ini menggunakan cara partisipatif, yaitu penelitian secara langsung ikut terlibat dalam proses kegiatan belajar di kelas.
3. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen juga merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.8 Dalam penelitian ini dokumen yang diambil adalah foto-foto kegiatan penggunaan permainan monopoli di dalam kelas, foto bentuk permainan monopoli, transkip hasil wawancara, lembar observasi dan nilai siswa dari hasil belajar setelah menggunakan permainan monopoli untuk mengetahui perubahan motivasi belajar siswa. Dokumen ini peneliti gunakan untuk mengetahui dan memeriksa kelengkapan data yang peneliti butuhkan.
F. Teknis Analisis Data
Menurut Sugiyono Analisis Data merupakan :
Data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh.9
7
Sugiyono, Op. Cit, hal. 64
8
Ibid, hal. 82
9Sugiyono, metode penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D), (Bandung: Alfabeta.2012), hal. 333
Data yang didapat selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Analisis data yang dilakukan yaitu :
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data yaitu penelitian dengan cara mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
2. Reduksi data
Hal yang dilakukan pertama dalam reduksi data yaitu dengan mengidentifikasi bagian terkecil yang ditemukan dalam data yang dimiliki makna bila dikaitkan dengan fokus masalah penelitian. Kemudian, langkah-langkah berikutnya membuat koding yaitu memberi kode pada setiap bagian upaya tetap dapat ditelusuri data berasal dari sumber mana.
3. Penyajian data
Penyajian dapat dijadikan sebagian kumpulan informasi yang tersusun sehingga memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang sering digunakan adalah dalam bentuk naratif.
4. Menarik kesimpulan/verifikasi
Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan cara mencari makna gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan, dan konfigurasi yang mungkin ada dari fenomena.
33
G. Teknik Keabsahan Data
Menurut sugiyono, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.10
Pada penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Teknik keabsahan data pada penelitian ini meliputi tringulasi, yaitu tringulasi sumber, tringulasi teknik, member check. Tringulasi dalam pengujian keabsahan data diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai teknik dan berbagai waktu yang terdiri dari:
1 Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.11 Oleh karena itu, peneliti akan melakukan observasi dengan sumber yang sama, observasi di lakukan 2 kali yaitu, sebelum permainan monopoli digunakan dan setelah permainan monopoli digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas, melakukan wawancara mendalam dengan guru IPS dan siswa kelas IX, dan dokumentasi.
2 Triangulasi sumber
Triangulasi sumber ini untuk mandapatkan data dari sumber yang berbeda namun dengan teknik yang sama.12 Pada penelitian ini, peneliti akan menguji data melalui wawancara guru IPS dan siswa kelas IX dengan waktu yang telah ditentukan 20-30 menit.
10
Ibid, hal.365
11Sugiyono.Op.cit, hal.83
12
3 Pengecekan data (Member check)
Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data.13
13
Litbang LPM-PNL UNM, Pengujian Kredibilitas data pada Penelitian Kualitatis, di unggah pada 12 juli 2014 di http://www.penalaran-unm.org/artikel/penelitian/352-penggujian-kredibilitas-data-pada-penelitian-kualitatif.html, yang diakses pada 26 februari 2015
35
BAB IV