IDENTIFIKASI SUMBERDAYA ALAM KAMOJANG
7.2 Nilai Ekonomi Manfaat Tidak Langsung ( Indirect Use Value ) .1.Nilai Ekonomi Air .1.Nilai Ekonomi Air
7.2.3. Nilai Ekonomi Wisata
Taman wisata alam merupakan potensi keunikan atau keindahan alam, serta keaneka ragaman hayati dan budaya yang dapat memberikan peluang usaha di wisata alam. Kegiatan wisata alam biasanya sangat berkaitan dengan lingkungan sehingga taman wisata alam perlu dijaga dan dilestarikan sejalan dengan meningkatnya pedapatan masyarakat, jumlah penduduk dan tingkat pendidikan. Kebanyakan wisatawan mengunjungi TWA Kamojang biasanya pada hari-hari libur dan hari besar nasional lainya. Kebanyakan pengunjung yang datang di TWA Kamojang untuk menikmati keindahan alam, refreshing, mandi sauna air panas sebagai terapi serta kegiatan-kegiatan wisata alam lainya.
Nilai ekonomi wisata diperoleh dari jumlah responden dengan jumlah 60 responden yang bersedia untuk membayar dan responden yang diwawancarai adalah masyarakat yang mempunyai penghasilan tetap dan bersedia membayar dengan tingkat kemampuan mereka, sehingga nilai WTP yang diperoleh
70
merupakan nilai yang ditawarkan ke responden tanpa ada paksaan. Untuk perhitungan nilai WTP ekowisata kawasan panas bumi Kamojang dapat dilihat pada uraian Tabel 20 berikut:
Tabel 20 Nilai WTP Ekowisata TWA Kamojang WTP Responden Jumlah Responden Nilai WTP (Rp) 5.000* 7 35.000 10.000 11 110.000 15.000 10 150.000 20.000 12 240.000 25.000 20 500.000 Total 60 1.035.000 Nilai Median WTP 15.000
Nilai Total WTP/Tahun 447.855.000
Sumber : Data Primer (Diolah),2011
*Ketetangan: Starting poin WTP berdasarkan harga tiket/karcis masuk yang selama ini berlaku
Nilai WTP ekowisata Kamojang diperoleh dari perkalian antara besaran WTP yang bersedia dibayarkan oleh responden dengan jumlah responden yang bersedia membayar, sehingga diperoleh total nilai WTP ekowisata per kunjungan yaitu sebesar Rp 1.035.000. Nilai median WTP dari nilai tengah WTP per kunjungan yaitu sebesar Rp 15.000. Perkalian antara nilai median WTP dengan data kunjungan wisatawan selama setahun di kawasan panas bumi Kamojang (29.857 jiwa), diperoleh total nilai WTP ekowisata dalam kurun waktu setahun di TWA Kamojang yaitu Rp 447.855.000.
Analisis yang digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi nilai WTP ekowisata dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Variabel yang mempengaruhi nilai WTP ekowisata telah ditetapkan sebanyak 10 variabel yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah keluaraga, asal daerah, keindahan, fasilitas, jarak tempat tinggal, dan tata ruang. Variabel pekerjaan, asal daerah, keindahan, fasilitas, dan tata ruang adalah variabel yang menggunakan peubah dummy sebagai peubah indikator untuk variabel independen yang skala pengukurnya interval, ordinal dan nominal. Seluruh variabel tersebut merupakan variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yaitu nilai ekowisata.
Model yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, hal tersebut dapat dijelaskan dimana angka R2 sebesar 83 persen, angka ini menjelaskan bahwa angka keragaman WTP ekowisata dapat diterangkan oleh keragaman variabel yang terdapat di dalam model, sedangkan untuk sisanya 17 persen diterangkan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Nilai F-Hitung yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 23.855 dengan nilai sig sebesar 0,000, hal ini menunjukan bahwa variabel-variabel dalam model secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP ekowisata yang dilakukan pada taraf α. Nilai Durbin-Watson yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 2.131 Sehingga angka ini menunjukan bahwa tidak adanya autokorelasi yang terdapat dalam model tersebut, dan dapat dikatakan bahwa asumsi sisaan menyebar bebas dapat dipenuhi.
Tabel 21 Hasil Analisis Regresi Nilai WTP Ekowisata KPBK
Variable Coef(β) T Sig VIF Keterangan
Constant -1.909 -1.847 0.071 - -
Usia -0.029 -0.193 0.848 1.958 Tidak Nyata
Pendidikan -0.008 -0.304 0.762 4.267 Tidak Nyata Pekerjaan_Petani(D) -0.067 -0.746 0.459 2.114 Tidak Nyata
Pendapatan 0.781 9.731 0.000* 2.680 Nyata
Jlm_Keluarga 0.005 0.179 0.859 1.313 Tidak Nyata Asal_Daerah(D) 0.314 2.583 0.013** 2.766 Nyata Keindahan(D) 0.123 1.743 0.088*** 1.186 Nyata Fasilitas(D) 0.135 1.407 0.166**** 2.345 Nyata Jarak tempat tinggal 0.057 1.204 0.234 3.181 Tidak Nyata Tata_Ruang(D) 0.042 0.359 0.721 2.724 Tidak Nyata
R Square (R2) 0,83
R Square (R2) Adjusted 0,795 F-Hitung 23.855 (Sig 0,000)
Durbin-Watson 2.131
Sumber : Data Primer (Diolah),2011
*Taraf nyata 99 %,** Taraf nyata 95 %, ***Taraf nyata 90 %,****Taraf nyata 80 %
Model yang dihasilkan dalam analisis regresi pada nilai WTP ekowisata kawasan panas bumi Kamojang adalah sebagai berikut :
WTPe = -1.909 - 0.029UL + 0.008 TP – 0.067 PK+ 0.781 PD + 0.005 KL + 0.314 AD - 0.123 KA - 0.135 FS + 0.057 JT + 0.042 TR
Pada model tersebut variabel independen yang berpengaruh nyata adalah pendapatan, asal daerah, keindahan dan fasilitas.
72
Variabel pendapatan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 99 persen terhadap nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan serta kebutuhan dasar responden sudah terpenuhi maka responden cenderung mengalihkan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya yaitu dengan memberikan penilaian terhadap WTP ekowisata, dengan demikian nilai WTP ekowisata akan semakin tinggi.
Variabel asal daerah berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 95 persen terhadap nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat kunjungan responden yang berasal dari luar kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP ekowisata sebesar 0.314 persen, dengan demikian nilai WTP ekowisata akan semakin tinggi. Wisatawan yang berasal dari luar Kamojang akan mengeluarkan biaya ekstra jika melakukan perjalanan wisata karena jarak tempuh yang jauh dari tempat asal, berbeda dengan masyarakat setempat atau masyarakat lokal yang sering melakukan wisata dengan biaya yang relatif lebih kecil karena jarak yang ditempuh tidak jauh.
Variabel keindahan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 90 persen terhadap nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik keindahan alam kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP ekowisata sebesar 0.123 persen, dengan demikian nilai WTP ekowisata akan semakin tinggi.
Variabel fasilitas berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 80 persen terhadap nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik fasilitas wisata di kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP ekowisata sebesar 0.135 persen, dengan demikian nilai WTP ekowisata akan semakin tinggi.
Sementara itu ada beberapa variabel independen lain yang berpengaruh tidak nyata (taraf kepercayaan 99%, 95%, 90%, 85% dan 80%) adalah usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah keluarga, jarak tempat tinggal dan tata ruang.
Variabel usia berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal Ini menjelaskan bahwa variabel usia dari responden berpengaruh pada WTP ekowisata yaitu pemberian penilaian yang tidak signifikan. Variabel pendidikan berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa variabel pendidikan dari responden cenderung berpengaruh dalam pemberian
penilaian pada WTP ekowisata yang tidak signifikan. Variabel pekerjaan dengan profesi sebagai petani berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa pengaruh variabel pekerjaan dengan profesi sebagai petani terhadap kecenderungan responden dalam memberikan penilaian pada WTP ekowisata yang tidak signifikan.
Variabel jumlah keluarga berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa pengaruh variabel jumlah keluarga terhadap kecenderungan responden dalam memberikan penilaian pada WTP ekowisata yang tidak signifikan. Variabel jarak tempat tinggal berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa pengaruh variabel jarak tempat tinggal terhadap kecenderungan responden dalam memberikan penilaian pada WTP ekowisata yang tidak terlalu signifikan. Variabel tata ruang berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP ekowisata. Hal ini menjelaskan bahwa pengaruh variabel tata ruang terhadap kecenderungan responden dalam memberikan penilaian pada WTP ekowisata yang tidak terlalu signifikan.