• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI SUMBERDAYA ALAM KAMOJANG

7.3. Nilai Keberadaan

Nilai keberadaan (existence value) adalah nilai sumberdaya alam yang tidak dapat dipasarkan (non-market valuation) sehingga untuk mendapatkan nilai keberadaan diperlukan survei dengan menggunakan kuesioner dan wawancara secara langsung dengan responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal dan menetap di kawasan panas bumi Kamojang. Kesediaan responden membayar (willingness to pay) untuk nilai keberadaan (existence value) diperoleh dengan melalui sebuah skenario “pelestarian” sehingga responden yang diwawancari bersedia untuk membayar sesuai kemampuan responden tanpa ada paksaan, terkait dengan pelestarian sumberdaya alam yang ada di kawasan Kamojang.

Dari hasil wawancara yang dilakukan maka diperoleh jumlah responden yang bersedia membayar yaitu sebanyak 60 responden yang seluruhnya memiliki pendapatan tetap. Semua responden bersedia membayar sesuai dengan kemampuan mereka tanpa ada unsur paksaan, sedangkan angka atau nilai WTP yang muncul merupakan penawaran langsung dari responden. Untuk perhitungan

74

nilai WTP keberadaan kawasan panas bumi Kamojang dapat dilihat pada uraian Tabel 22 berikut:

Tabel 22 Nilai WTP Keberadaan Kawasan Panas Bumi Kamojang WTP Responden Jumlah Responden Nilai WTP (Rp) 2.500* 13 32.500 5.000 13 65.000 7.500 11 82.500 10.000 8 80.000 12.500 15 187.500 Total 60 447.500

Nilai median WTP/Bulan 7.500

Nilai median WTP/Tahun 90.000

Total Nilai WTP/Tahun 8.023.230.000

Sumber : Data Primer (diolah), 2011

Total nilai WTP keberadaan per tahun diperoleh dari perkalian antara nilai median WTP per bulan oleh masyarakat yang bersedia membayar dengan jumlah bulan dalam setahun yaitu Rp 90.000 per tahun. Kemudian nilai median WTP per tahun dikalikan dengan jumlah penduduk yang ada di kedua kecamatan yaitu Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung dengan Kecamatan Samarang Kabupaten Garut sebanyak (89.147 jiwa) yang berada di kawasan panas bumi Kamojang, sehingga diperoleh nilai WTP keberadaan yaitu sebesar Rp 8.023.230.000.

*Keterangan: Starting poin WTP Keberadaan berdasarkan harga bibit kayu suren

Analisis yang digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi nilai WTP keberadaan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Variabel yang mempengaruhi nilai WTP keberadaan telah ditetapkan 7 variabel yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah keluaraga, asal daerah dan pengetahuan lingkungan. Variabel pekerjaan, asal daerah dan pengetahuan lingkungan adalah variabel yang menggunakan peubah dummy sebagai peubah indikator untuk variabel independen yang skala pengukurnya interval, ordinal dan nominal. Seluruh variabel tersebut merupakan variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yaitu nilai keberadaan.

Model yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, hal tersebut dapat dijelaskan dimana angka R2 sebesar 64 persen, angka ini menjelaskan bahwa keragaman WTP keberadaan dapat diterangkan oleh keragaman variabel

yang terdapat dalam model, sedangkan untuk sisanya 36 persen diterangkan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Nilai F-hitung yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 13.185 dengan nilai sig sebesar 0,000, hal ini menunjukan bahwa variabel-variabel dalam model ini secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP keberadaan yang dilakukan pada taraf α. Nilai Durbin-Watson yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 1.784, sehingga angka ini menunjukan bahwa tidak adanya autokorelasi yang terdapat dalam model tersebut, yang mana dapat dikatakan bahwa asumsi sisaan menyebar bebas dapat dipenuhi.

Tabel 23 Hasil Analisis Regresi Nilai WTP Keberadaan Kawasan Panas Bumi Kamojang

Variable Coef (β) T Sig VIF Keterangan

(Constant) 0.563 0.330 0.743 - -

Usia 0.220 0.882 0.382 1.898 Tidak Nyata

Pendidikan 0.039 1.631 0.109** 3.142 Nyata

Pekerjaan_Petani(D) 0.203 1.364 0.178*** 2.232 Nyata

Pendapatan 0.454 3.293 0.002* 2.089 Nyata

Jmlh_Keluarga -0.066 -1.100 0.276 1.461 Tidak Nyata Asal_Daerah(D) -0.085 -0.583 0.563 1.429 Tidak Nyata Peng_Lingkungan(D) 0.461 3.043 0.004* 1.525 Nyata

R Square (R2) 0,64

R Square (R2) Adjusted 0,591 F-Hitung 13.19 (Sig 0,000)

Durbin-Watson 1.784

Sumber : Data Primer (Diolah),2011

*Taraf nyata 95%, **Taraf nyata 85%, ***Taraf nyata 80%

Model yang dihasilkan dalam analisis regresi pada nilai WTP Keberadaan kawasan panas bumi Kamojang adalah sebagai berikut :

WTPk = 0.563 + 0.220 UL + 0.039 TP - 0.203 PP + 0.454 PD - 0.066 KL + 0.085 AD + 0.461 PL

Pada model tersebut variabel independen yang berpengaruh nyata adalah pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan lingkungan.

Variabel pendapatan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 95 persen terhadap nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan serta kebutuhan dasar responden sudah terpenuhi maka responden cenderung mengalihkan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya

76

yaitu dengan memberikan penilaian terhadap WTP keberadaan, dengan demikian nilai WTP keberadaan akan semakin tinggi. Variabel pengetahuan lingkungan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 95 persen terhadap nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik tingkat pemahaman lingkungan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP keberadaan sebesar 0.461 persen, dengan demikian maka nilai WTP keberadaan akan semakin tinggi.

Variabel tingkat pendidikan berpengaruh signifikan dan positif pada pada taraf α 85 persen terhadap nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila responden dengan tingkat pendidikan (minimal SMA) maka responden cenderung untuk menjaga dan melestarikan sumberdaya alam dimasa yang akan datang, sehingga memberikan penilaian terhadap WTP keberadaan akan semakin tinggi. Variabel pekerjaan dengan profesi sebagai petani berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 85 persen terhadap nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pekerjaan dengan profesi sebagai petani di kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP keberadaan sebesar 0.203 persen, dengan demikian nilai WTP keberadaan akan semakin tinggi.

Sementara itu ada salah satu variabel independen lain yang berpengaruh tidak nyata (taraf kepercayaan 99%, 95%, 90%, 85% dan 80%) adalah usia, jumlah keluarga dan asal daerah.

Variabel usia berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa responden dengan usia tertentu (tua) cenderung dalam pemberian penilaian pada WTP keberadaan yang tidak terlalu signifikan. Variabel jumlah keluarga berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa variabel jumlah keluarga dari responden berpengaruh pada WTP keberadaan yaitu dengan memberikan penilaian yang tidak signifikan. Variabel asal daerah berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP keberadaan. Hal ini menjelaskan bahwa responden yang berasal dari laur kawasan Kamojang cenderung tidak memperdulikan kelestarian kawasan tersebut, sehingga dalam pemberian penilaian pada WTP keberadaan tidak signifikan.

Dokumen terkait